NovelToon NovelToon
Alma3 Ratu Siluman

Alma3 Ratu Siluman

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:249.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Alma Fatara, gadis sakti yang muda belia, kini menjelma menjadi Ratu Siluman, pendekar cantik jelita yang memimpin satu pasukan pendekar sakti dan besar.

Berbekal senjata pusaka yang bernama Bola Hitam, Alma Fatara langlang buana demi mencari kejelasan siapa sebenarnya kedua orangtuanya.

Sejumlah kedudukan istimewa sudah dia raih di usia belia itu, menjadikannya sebagai pendekar muda yang fenomenal, disegani sesama pendekar aliran putih dan membuat pendekar jahat ketar-ketir, ditaksir banyak pemuda dan dihormati oleh pendekar tua.

Kali ini, Alma Fatara akan menghadapi dua kerajaan besar dan melawan orang yang tidak terkaalahkan. Petunjuk yang mengarahkan mendekati orangtuanya semakin terbuka satu demi satu.

Sampai di manakah kemampuan Alma Fatara dalam perjalanannya kali ini? Temukan jawabannya hanya di novel “Alma3 Ratu Siluman”.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akarmani 25: Menyerang Pasukan Benteng

*Api di Kerajaan Jintamani (Akarmani)*

 

Tingginya api yang membakar dua gudang di dalam kompleks Istana terlihat oleh Pasukan Keamanan Ibu Kota, terutama bagi mereka yang berada di atas benteng timur, bahkan Pasukan Pembebas Jintamani bisa mnelihat cahaya kebakaran itu.

“Kita tidak melakukan apa-apa, Gusti Panglima?” tanya Pajrit Kerismon yang malam itu begitu akrab kepada Panglima Galagap.

“Tidak usah dipikirkan. Di sana ada Pasukan Keamanan Istana. Tugas kita di sini,” kata Panglima Galagap.

Drap drap drap ...!

Tiba-tiba dari dalam kegelapan di dalam benteng Ibu Kota, terdengar lari banyak kuda. Itu mengejutkan Panglima Galagap dan pasukan yang bersiap di sisi dalam bawah benteng. Semua menjadi tegang dengan arah pandangan ke satu arah yang gelap. Cahaya obor di atas benteng atau di sekitar mereka, tidak bisa menerangi area secara jauh.

Drap drap drap ...!

Selanjutnya, rombongan berkuda itu muncul keluar dari dalam kegelapan dengan kecepatan penuh. Kuda pertama ditunggangi oleh Genggam Sekam dengan pakaian sudah kembali ke wujud aslinya dan bersenjatakan tongkat besi. Di sisinya adalah penunggang wanita cantik berpakaian merah muda dengan senjata pedang berhulu buaya. Gadis itu tidak lain adalah Sumirah.

Sementara kuda-kuda di belakangnya ditunggangi oleh para prajruit berseragam hijau hitam dan sebagian lagi merah-merah.

“Pasukan musuh! Pasukan musuh!” teriak para prajurit Pasukan Keamanan Ibu Kota yang berubah panik dari ketegangannya.

Para prajurit itu langsung lari kocar-kacir, bukannya menyongsong serangan.

Set! Dugrk!

Tongkat besi Genggam Sekam melesat ke salah satu prajurit yang berbalik kabur, ujung tongkat itu menghantam tulang belakang si prajurit hingga terdengar suara patahnya.

Setelah itu, Genggam Sekam memilih melompat turun dari kudanya ke tengah-tengah prajurit.

Set tap!

Dia menghentakkan lengan kanannya ke arah tongkatnya yang tergeletak. Tongkat itu melesat tertarik dan lengket kembali di genggaman tuannya.

“Heaat!” teriak prajurit beramai-ramai menyerbu Genggam Sekam yang seorang diri.

Tang dak! Tang dak! Tang dak ...!

“Ak! Ak! Ak ...!

Sebagai seorang pendekar level atas, Genggam Sekam dengan mudah menangkis serangan tombak dan pedang para prajurit yang menyerang tidak secara teratur, kemudian dengan mudah pula dia memukulkan tongkat besinya ke mana saja anggota tubuh prajurit yang terjangkau dengan mudah.

Tulang dada, tulang tangan, tulang kaki, tulang pinggul, hingga tengkorak kepala beremukan dihantam batang besi yang dipukulkan dengan kekuatan besar.

“Hiaaat!” teriak Sumirah mengikuti kekasihnya ikut melompat dari punggung kudanya dan masuk ke tengah-tengah prajurit.

Set set set ...!

“Akh! Akk! Akk ...!”

Si gadis cantik yang sudah tidak perawan itu berkelebat dengan tubuh berputar sepeti baling-baling karena kedua tangannya merentang indah, tetapi dua pedangnya merentang mengerikan. Hasilnya, putaran kedua pedang itu membabat putus tombak-tombak dan merobek ganas tubuh-tubuh prajurit. Kedua pedang buaya itu begitu tajam.

Setelah berputar-putar dengan pedangnya yang mebunuh lebih sepuluh prajurit, Sumirah beralih kepada pertarungan langsung membunuhi para prajurit Pasukan Keamanan Ibu Kota, yang para pajritnya juga sudah bingung untuk memberi perintah karena pasukannya sudah campur aduk seperti rujak serut ibu hamil.

Sulit. Sungguh sulit. Sumirah adalah pendekar berkesaktian tinggi. Para prajurit itu bukanlah lawannya. Satu demi satu prajurit berguguran.

Yang menyerang pasukan itu bukan hanya dua pendekar, tetapi ada pasukan berkuda bersenjata pedang yang menerapkan taktik tebas lari, bukan tabrak lari. Dengan kecepatan tinggi, mereka lewat di dekat para prajurit sambil satu tangannya menebas prajurit yang didapat. Setelah itu mereka pergi menjauh.

Setelah menjauh, pasukan berkuda itu akan berbalik arah lagi dan mencari mangsa untuk ditebas. Para prajurit yang sudah jatuh nyali dan memilih kabur, akan menjadi mangsa yang tidak berdaya.

Set set set ...!

“Akh! Akk! Akk ...!”

Selain itu, para penunggang kuda berpakaian merah-merah melesatkan pisau-pisau terbang warna merah beracun. Mereka melempar pisau sambil lewat, membunuh tanpa bisa menjadi target bunuh.

Setelah pergi menjauh, kelompok berkuda dari murid-murid Perguruan Pisau Merah itu akan datang kembali dengan melepaskan ilmu Pisau Penghancur, yaitu sinar merah berwujud pisau yang dilesatkan dari telapak tangan.

Meski marah melihat pasukannya bertumbangan dengan cepat, tetapi Panglima Galagap masih menonton dengan penuh prihatin karena melihat kekacauan pasukannya. Dia belum turun kaki untuk terjun bertarung atau memerintahkan pasukan panah di atas benteng untuk memanah musuh yang berseliweran di bawah sana.

“Paman, kenapa tidak turun kaki?” tanya seorang wanita muda yang tiba-tiba muncul berdiri di sisi kiri Panglima Galagap, sambil sama-sama menonton pertempuran.

“Kecoa Bunting!” maki Panglima Galagap sambil refleks bergeser ke kanan dan menengok memandangi sosok wanita berjubah hitam yang cantiknya laksana Dewi Mimpi.

“Hahahak!” Meledak tawa Alma Fatara karena dirinya disebut Kecoa Bunting, tanpa sungkan memperlihatkan dua ompongnya.

“Eh, bukan Kecoa Bunting, tapi Kecoa Ompong!” sebut Panglima Galagap lagi.

“Hahahak!” Semakin tertawa Alma Fatara mendengar ralat panglima itu.

Meski Alma Fatara muncul tiba-tiba tanpa ketok pintu atau salam dulu, tapi karena perempuan asing itu terlihat masih belia, Panglima Galagap masih bisa bersikap menenangkan diri, enggak pakai panik.

Sementara itu, kemunculan Alma Fatara yang tiba-tiba membuat para prajurit panah segera ambil posisi di dua arah dan mengarahkan bidikannya kepada si gadis. Namun, Alma Fatara bersikap santai dan tenang. Dia tidak perlu khawatir karena di dekatnya ada panglima pasukan itu, yang bisa dia jadikan sandera sewaktu-waktu.

“Siapa kau, Nisanak?” tanya Panglima Galagap dengan nada agak tinggi.

“Namaku sudah sampai kepadamu, Paman. Aku yang mengirim surat kepadamu tadi. Namaku Alma Fatara, Panglima Perang Pasukan Pembebas Jintamani, orang kepercayaan Gusti Ratu Warna Mekararum. Orang yang membunuh empat ribu pasukan Jintamani tadi siang,” jawab Alma Fatara cukup lengkap.

Mendelik sepasang mata Panglima Galagap. Seketika itu dia pun dilanda galau tingkat iblis alias galauxcindrome.

“Gusti Ratu dan pasukannya sudah berada di dalam Istana. Lihat saja kebakaran di sana. Sangat jelas bahwa Istana sedang diserang. Pasukanku juga sudah ada di dalam Ibu Kota. Lihat saja pasukanmu sekarang dibunuh banyak-banyak. Jika Paman memilih tunduk kepada Gusti Ratu dan Prabu Marapata, maka upah bulanan Paman akan aku naikkan. Percayalah, aku seorang pendekar yang tidak akan ingkar lidah. Jika Paman memilih menjadi musuh, jawab saja dengan jujur dan berani, maka Paman akan mati dalam beberapa tarikan napas saja, karena leher Paman sudah siap aku penggal dengan senjata pusakaku yang tidak Paman lihat,” kata Alma panjang kali tinggi dengan nada yang datar.

Kembali terbeliak sepasang mata Panglima Galagap. Benar-benar dia dilanda galauxcindrome. Terlihat bahwa seketika raut wajahnya menunjukkan kepanikan. Tiba-tiba ada bulir-bulir keringat dingin muncul di dahinya.

“Maafkan aku, Paman, harus membuatmu bingung. Coba perhatikan kedua tanganku baik-baik,” kata Alma Fatara sambil menunjukkan kedua genggamannya.

Panglima Gelagap lalu fokus memandang kepada tangan Alma Fatara. Butuh waktu untuk menangkap keberadaan dua garis seperti benang yang dipegang oleh kedua tangan Alma Fatara.

“Aku tarik sedikit, Paman,” kata Alma Fatara seperti seorang magician.

“Hentikan!” seru Panglima Galagap cepat saat merasakan kulit lehernya tersentuh tali halus yang ingin mencekik. Ia yakin bahwa Alma Fatara tidak main-main.

“Silakan Paman beri jawaban, biar aku bisa memutuskan, apakah harus memenggal atau membebaskan leher Paman,” kata Alma Fatara.

Sementara itu, para prajurit heran melihat panglima mereka tiba-tiba kaku mematung, seolah-olah takut bergerak, padahal pedang masih tergenggam di tangan.

“Tapi selama ini aku patuh pada perintah Gusti Prabu Marapata,” kata Panglima Galagap.

“Tapi Gusti Prabu berada di bawah ancaman dan kendali Senopati Gending Suro. Silakan pilih, Paman. Atau Paman tidak mau memilih, maka aku setia menemani Paman dan pasukan di bawah akan habis lambat laun,” tandas Alma Fatara. (RH)

1
asta guna
hahaha Q bisa bayangkan
asta guna
gaya tulisan om Rudi benar2 diluar Nurul hahah
Om Rudi: jiahahaha
total 1 replies
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
aku udh serius baca wkwk malah akhir kalimat bikin ktawa🤣🤣🤣 ga ada yg ngajak kopi bersama🤣
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
awokaowk keliatan klo ompong🤣🤣🤣 berjendela giginyanitu🤣🏃‍♀️
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
lah kirain sunat beneran 🤣🤣🤣 ternyata surat wwkk
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
hebat ya debur sama ayu Wicaksana membela ratu mekar Arum
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
namanya debur ku kira🤧ayang ayu Wicaksana
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
mampir di karya thor
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
Hihihi... Gusti Senopati melongo gak jelas, pengen marah ya harus marah 😅
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
itu pukulan kasih sayang paman, biar paman mau manggilku perempuan cantik.. Ha ha ha
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
Sabar Ning Ana, kak Alma emang seperti itu, lempar kaki sembunyi tangan 😅
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
kocar kacir dah semua pasukan karena seorang Alma gadis cerdik dan pintar... ih si Ana bahagianya
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
masih kecil lo si Ana nekat banget sih dia apalagi jatuh cinta sama om" 😁
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
aku suka dengan tingkah konyol Ayu... pacarnya Debur dipanggil bubur 🤣
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah ternyata alma fatara sangat hebat dalam mengalahkan musu. dgn seorang diri dia berani menyerang walau wanita
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah, jangan maju kalau gitu, prajurit berkuda saja semua kalah, kalau kamu berani berdual alamat bisa mati ditangan wanita itu
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
iya, nih mana ada sih musuh ngecoh memakai daun. mungkin dia hanya ingin bermain saja
R. Yani aja
yang ini kunci slotnya karatan nggak?
R. Yani aja
rak kayunya, isinya apa om?
R. Yani aja
otak gue ngeleg. baca "personel pembawa obor" jadi ponsel pembawa obor... lah maksudnya gimana??? 🤣🤣🤣✌✌✌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!