Karya ketiga dari imajinasiku.
Kisah pernikahan perjodohan antara Vechia dan Arkan. Wanita pemilik butik dengan seorang dosen muda di sebuah Universitas. Selain dosen Arkan merupakan anak juragan kelapa sawit yang sangat kaya di kota itu.
Arkan berkepribadian baik dan lembut. Keadaan keluarga nya yang mengajarkan kepada nya agar bersikap baik dan lembut pada orang lain.
Arkan juga dosen yang digilai oleh pada mahasiswa nya di kampus. Pria berusia 26 tahun itu hanya menganggap hal itu sebagai anugerah saja.
Vechia wanita 22 tahun yang sudah menyelesaikan sarjana pada usia 21. Ve di sibukkan dengan pengurusan usaha butik milik nya yang di dapat karena kerja keras nya.
Ia hanya seorang wanita cantik yang berasal dari keluarga kaya dan tidak bahagia.
Badai yang sempat membuat keluarga nya hampir kandas di usianya yang kala itu masih 17 tahun membuat nya membenci yang namanya pernikahan. Ia sebenernya bukan membenci melainkan rasa takutnya lebih menguasai dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue Shoes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terkuak
"Untuk apa kamu menemui ku?" tanya Vechia datar
"Untuk membahas apa yang aku katakan tempo hari" balas Liodra tenang
"Kamu hanya masa lalunya, kamu tidak berarti apa-apa untuk waktu sekarang" ucap Vechia tegas
"Tidak berarti katamu? yakin seperti itu?" tanya Liodra tersenyum sumbang
"Apa maksudmu?" tanya Vechia dengan mengernyitkan keningnya
Liodra menunjukkan foto kebersamaan nya dengan Arkan
Vechia tercengang untuk beberapa saat, ia mulai merasakan sesak nafas.
"Apa sekarang kamu percaya bahwa aku tidak berarti apa-apa untuk Arkan?" tanya Liodra tersenyum smirk
"Tidak.. ini bukan apa apa, kamu berbohong" ujar Vechia yang mulai terlihat gelisah
Vechia juga tidak tau mengapa kali ini dia rasanya goyah, perasaan menjadi sangat melankolis padahal dia memiliki karakter yang kuat dan keras
Entah mengapa dia melihat foto itu seakan membuatnya lemah tak berdaya
Liodra tersenyum puas melihat kegelisahan yang sedang dialami oleh Vechia. Dia sangat puas Vechia mempercayai fakta foto tersebut yang disampaikannya
"Terserah padamu percaya atau tidak percaya, yang pasti aku mengatakan kejujuran" ucap Liodra
"Apa kamu tau kami waktu itu melakukan apa?" pancing Liodra semakin menjadi jadi
"Waktu itu aku kembali ke kota ini, dia membantuku dengan menyewa tempat tinggal. Dia juga menginap di sana bersama denganku
Vechia menahan amarah yang menggebu-gebu dengan dadanya yang kembang kempis.
"Jika kamu tidak percaya maka lihat lah ini" ujar Liodra dengan memberikan foto Arkan yang tidak mengenakan baju namun memakai baju kamar mandi hotel dan berada di salah satu kamar mandi yang mewah
Vechia semakin kuat mengepalkan tangannya di bawah meja
"Kenapa kamu diam nona Vechia Anandita Abraham?" tanya Liodra
"Tidak ada urusan dengan mu" ketus Vechia
"Hahaha.. kamu memang benar seperti orang orang katakan, memiliki karakter keras" ucap Liodra membuat Vechia menatap nya tajam
"Oh iya.. satu hal lagi Aku tau awal pernikahan kalian tidak berjalan mulus" ucapan Liodra terputus
Liodra ingin melihat bagaimana mana ekspresi wajah yang akan di tampilkan oleh Vechia dan benar saja Vechia nampak terkejut membuat Liodra tertawa bahagia dalam hatinya
"Aku mendengarkannya dari Arkan sendiri yang curhat, dia mengatakan bahwa kamu sangat membencinya. Apa kamu tau dia sangat sedih dan sangat sangat kesal kala kamu mencacinya dan menghina dirinya sehina-hina dan serendah rendah itu" ujar Liodra bohong
Padahal Liodra mengetahui nya dari mata mata yang mengikuti Arkan. Liodra mengetahui itu saat Arkan berkeluh kesah pada sahabat yang saat itu mereka sedang di kafe dan juga Liodra sedikit melebih-lebihkan kayanya
"Kalau lelaki lain yang berada di posisi Arkam akan pergi meninggalkan kamu, namun aku heran kenapa dia tidak menceraikan kamu" Liodra sengaja memainkan emosi Vechia
"Dia seperti ingin menangis saja dan aku sangat puas dengan hal itu" batin Liodra
"Kamu tau, Arkan adalah pria baik dan sangat sangat layak untuk di cintai tapi aku kasian mengapa dia memiliki istri yang kurang ajar seperti mu" jelas Liodra
perkataan Liodra sontak menyentil hati Vechia. Vechia sadar dia telah melukai hati suaminya
"Jika kamu memiliki rasa bersalah dan masih memiliki hati nurani pasti kamu akan meninggalkan Arkan dan membiarkan dia bahagia. Itupun kalau kamu memiliki hati nurani, tetapi jika tidak ya kamu akan menjadi wanita terkejam" lanjut Liodra
Vechia hanya diam tidak menjawab apa apa namun air matanya sudah berkaca-kaca
"Ya sudah.. aku hanya ingin berkata seperti itu. Aku harap kamu memutuskan hal baik untuk mu dan untuk Arkam juga. Aku tau kamu tidak ingin kan menjadi wanita yang jahat dan kejam" ucap Liodra tersenyum puas
"Aku mengenai tepat sasaran, seperti nya dia akan memutuskan putusan yang sesuai dengan keinginanku" batin Liodra
"Aku pamit, senang bertemu dengan mu. Terimakasih atas waktu nya. Dan satu lagi minuman itu sudah aku bayar. See you next time" ujar Liodra sebelum melenggang pergi meninggalkan Vechia yang masih terdiam
Vechia terdiam, air matanya sudah memenuhi kelopak matanya. Sekali berkedip maka akan jatuh air mata tersebut.
Tak lama terdengar Isak tangis Vechia.
"Hiks... hiks... aku memang jahat, aku bukan istri yang baik untuk nya. Aku telah jahat padanya"
Ujar Vechia yang hanya berfokus ada rasa sakit yang dirasakan Arkan akibat dirinya.
"Aku telah menjadi istri du*rhaka, kesalahan ku tidak layak untuk dimaafkan" ujar Vechia dengan tangisan nya
...*********...
"Sayang... kita makan malam dulu yok" ajak Arkan
Vechia terdiam menatap suaminya. Matanya mulai berkaca-kaca.
"Ada apa sayang? kamu kenapa?" tanya Arkan mulai khawatir melihat mata istrinya mulai berkaca-kaca
"Em.. tidak apa apa mas, aku hanya ingin menatap mu" ujar Vechia dengan senyum palsunya
"Maafkan aku... maafkan aku..." ujar Vechia dalam hati nya
Arkan tersenyum lembut pada istrinya. "Ayo kita makan malam dulu ya, mama dan papa udah nungguin kita" ujar Arkan
"Iya ayo kita turun" ucap Vechia lesu
Mereka turun ke bawah dan melaksanakan makan malam bersama.
Saat semua nya sedang menikmati makan malam dengan nikmat, berbeda dengan Vechia yang sedari tadi hanya mengaduk aduk makanan nya.
Hingga peristiwa itu tidak luput dari pandangan mama Sarah.
"Ada apa Vechia, apa makanannya tidak enak?" tanya mama Sarah
Vechia menatap wajah mama Sarah dengan tatapan tak terbaca
Semua yang ada ikut memandangi Vechia.
"Aku sudah siap.. aku mau istirahat" ujar Vechia tiba tiba berdiri
"Sayang.. aku bawa makanannya ke kamar saja ya?" tanya Arkan yang melihat gelagat aneh istri nya
"Tidak usah, aku sudah kenyang. Kamu selesaikan saja makan malamnya" ucap nya kemudian berjalan menaiki tangga dan menuju kamarnya
"Ada apa dengannya?" tanya papa Dirga
"Aku tidak tau pa, semenjak Vechia pulang tadi dia sedikit aneh" jawab Arkan
"Mungkin ada hal yang mengganggunya kak, sebaiknya nanti kakak bicarakan saja dengan kak Ve" ucap Nadya
"Iya Nad"
Mereka melanjutkan makan malam yang tertunda
...********...
Arkan masuk ke kamar dan melihat istrinya telah terlelap
Arkan mengecek sebentar pekerjaan nya, dan kemudian dia ke kamar mandi sekedar mengambil wudhu sebelum tidur
Arkan menuju ranjang dan memeluk tubuh istrinya dari belakang karena Vechia membelakangi nya.
"Sebenarnya kamu kenapa sayang?" tanya nya sendiri
Arkan mencium lama puncak kepala istrinya.
"Selamat tidur sayang" ujar Arkan
Tak lama setelah itu Vechia membuka matanya, matanya kembali berkaca-kaca.
Ia sangat sangat merasa bersalah dengan kesalahan nya pada suaminya
"Maafkan aku.. aku minta maaf, maaf.. maaf..maaf" kalimat permintaan maaf itulah yang sedari tadi Vechia ucapkan di dalam hatinya
"Aku akan mengakhiri penderitaan mu, aku akan membuatmu bahagia" janji Vechia dalam hati nya
...***************...
Kalau gini author jadi ikutan sedih juga, harap harap tidak ada perpisahan setelah ini😐
Semoga suka 💕😘
Jangan lupa mampir di cerita author yang lainnya
Menemukan Ibu
My Ex Suamiku
Terimakasih 🙏
makasih atas semangat nya💪