Aulia Jasmine, gadis sederhana yang merasa hidupnya sudah sempurna karena di nikahi oleh Calvin Syahputra. Seorang pria yang sangat ia cintai dan juga menunujukan cinta yang besar untuknya. Namun, sebuah fakta menamparnya saat Jianita Kanaya datang padanya dan Jia mengaku sebagai istri sah Calvin. Jia memperlihat surat nikahnya, foto pernikahannya bahkan foto saat ia melahirkan anak pertamanya dan Calvin.
Jasmine seperti di sambar petir di siang bolong, ia tak mampu berkata-kata dan hanya bisa memegang perutnya dimana buah hatinya dan Calvin juga tumbuh disana. Kenapa semua itu terjadi padanya? Ternyata dia adalah pelakor?
"Dasar pelakor!" Seru Jia penuh amarah, Jasmine hanya bisa menggeleng lemah dengan deraian air mata yang tiada henti di pipinya.
"Aku bukan pelakor..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab #25 - Melepas
Saat Calvin dan Jasmine sibuk mencari Jia, Calvin di hubungi oleh pengacara Jia yang tiba-tiba ingin menemui nya. Calvin pun membawa Jasmine menemui pengacara Jia di rumah orang tua Calvin, dimana ada bu Chika yang juga menunggu disana.
"Ayo, Jasmine!" ajak Calvin karena Jasmine tak mau turun dari mobil.
"Aku tunggu di mobil aja, Mas," jawab Jasmine lirih. Tentu Jasmine menolak saat Calvin ingin membawa Jasmine menemui bu Chika. Jasmine masih tak lupa bagaimana bu Chika itu memperlakukan dirinya dan mamanya, walaupun di mata mereka Jasmine pasti salah. Namun, Jasmine sungguh tak bersalah.
"Nggak apa-apa, ada aku," bujuk Calvin. "Bagaiamana pun juga, mama ku itu mertua kamu, Jasmine. Terserah dia mau menerima kamu atau nggak, itu nggak akan merubah keadaan bahwa kamu adalah istri ku dan kamu sedang mengandung cucu mama," bujuk Calvin.
Jasmine terdiam sejenak, memikirkan kata-kata Calvin baik-baik sebelum akhirnya ia mengangguk sambil tersenyum. Calvin tersenyum senang karena akhirnya Jasmine mau keluar dari rasa ketakutan nya, ia pun menggandeng Jasmine masuk ke rumah mamanya.
Bu Chika yang melihat kedatangan Calvin dan Jasmine langsung tampak marah. Namun, ia berusaha menahan diri dan hanya melemparkan tatapan sinis nya pada Jasmine.
"Apa Mama tahu kemana Jia membawa Rasya?" tanya Calvin tanpa basa basi.
"Mama tahu dan Mama nggak akan kasih tahu kamu, karena itu adalah permintaan Rasya," jawab bu Chika yang membuat Calvin langsung tersenyum kecut.
"Ma, Rasya itu masih kecil. Pasti ini akal-akalan Jia aja supaya Rasya jauh dari aku," desis Calvin.
"Ada surat yang di tinggalkan bu Jia untukmu, Pak Calvin," tukas pengacara Jia sembari menyodorkan sebuah amplop cokelat pada Calvin. Calvin langsung membaca surat itu dan seketika ia menggeram kesal sambil merobek surat-surat itu.
"Ada apa, Mas?" Tanya Jasmine cemas saat ia melihat Calvin yang tampak sangat kesal.
"Ngapain kamu tanya-tanya?" seru bu Chika pada Jasmine. "Ini urusan keluarga kami, kamu nggak berhak tahu! Dan masalah ini tuh ada gara-gara kehadiran kamu!" Geramnya yang langsung membuat hati Jasmine mencolos.
"Cukup, Ma! Jasmine itu istriku dan dia bagian dari hidupku, yang berarti juga masih keluarga Mama!" sergah Calvin kemudian ia menatap Jasmine dan menarik tangan Jasmine. "Jia sudah menipuku, Jasmine. Dia bilang nggak akan menjauhkan aku dari Rasya asal aku memberikan semua hartaku pada Rasya. Tapi lihat sekarang apa yang dia lakukan? Dia membawa lari harta ku dan anakku!"
Jasmine sangat terkejut mendengar apa yang di katakan Calvin, ia tidak tahu harus berkata apa untuk menenangkan hati suami nya.
Sementara Bu Chika justru tersenyum puas saat melihat Calvin yang tampak kesal.
"Bukan Jia yang menipu kamu, Calvin. Tapi kamu dan wanita yang duluan menipu Jia. Sekarang Jia cuma mengambil hak Rasya dan memberikan apa yang Rasya inginkan, dia nggak salah dalam hal ini," tukas bu Chika.
Calvin tak bisa berkata-kata, karena semua kesalahan ini memang ia yang memulainya. Namun, tetap saja Calvin tak bisa terima dengan apa yang di lakukan Jia.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Calvin membawa Jasmine pergi dari rumah mamanya.
🦋
Sementara di sisi lain, Jia dan Rasya justru sedang bersenang-senang di pantai. Jia merasa bahagia melihat putranya yang kembali bisa tertawa lepas, meskipun ia juga merasa bersalah karena Jia tak bisa memberikan keluarga yang utuh untuk Rasya.
Jia tidak tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya, tapi satu hal yang pasti, ia akan memberikan apapun yang Rasya mau. Sekali pun itu harus menjauhkan Rasya dari Calvin, mengingkari janji Jia sebelum nya.
"Sekarang hidup ku hanya anakku, apapun akan aku lakukan untuk dia."
sayang sekali padahal ceritanya menarik
nasibnya istri ke dua/Sob//Sob/
kok mau sih cuma dinikah siri...?