**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**
Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.
Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.
Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.
Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 : Pelatihan Adaptasi Lingkungan
Keesokan harinya, Kharos membawa para muridnya ke area pelatihan khusus.
Tempat itu dipenuhi berbagai formasi yang mampu mengubah kondisi lingkungan secara drastis.
Kharos menjelaskan tujuan latihan hari itu.
"Pertarungan tidak selalu terjadi dalam kondisi ideal.
Kalian bisa bertarung di berbagai lingkungan dengan tekanan yang berbeda-beda.
Karena itu, kemampuan beradaptasi sangat penting.
Hari ini kalian akan menghadapi berbagai tantangan lingkungan.
Gravitasi, suhu, dan kepadatan energi spiritual akan terus berubah.
Tugas kalian adalah mempertahankan efektivitas teknik dalam kondisi apa pun."
Lingkungan Pertama: Gravitasi Sepuluh Kali Lipat
Begitu formasi diaktifkan, tekanan luar biasa langsung menekan tubuh mereka.
Gravitasi di area itu meningkat hingga sepuluh kali lipat dari biasanya.
Tubuh Lin Tian langsung terasa berat.
Setiap langkah menjadi sulit. Bahkan bernapas pun terasa lebih melelahkan.
"Tekanan ini..."
Ia mengerutkan keningnya. Pergerakannya melambat drastis.
Aliran energi spiritual di dalam tubuhnya juga ikut terganggu.
Lin Tian segera mengaktifkan Perisai Harmoni.
Perisai berhasil terbentuk. Namun ia langsung menyadari masalahnya.
Konsumsi energinya meningkat jauh lebih besar daripada biasanya.
Gravitasi yang tinggi ternyata memengaruhi sirkulasi energi spiritual.
Jika tidak beradaptasi, tekniknya akan menjadi tidak efisien.
Lin Tian segera menenangkan pikirannya.
Ia mulai menyesuaikan jalur aliran energi di dalam tubuh.
Sedikit demi sedikit, ia mengubah cara energi bergerak agar mampu melawan tekanan gravitasi.
Beberapa menit kemudian, hasilnya mulai terlihat.
Perisai kembali stabil. Konsumsi energi perlahan kembali normal.
Senyum puas muncul di wajah Kharos.
"Bagus. Kau mampu beradaptasi dengan sangat cepat. Kau tidak melawan gravitasi, melainkan menyesuaikan diri dengannya. Itulah jawaban yang benar."
Lin Tian mengangguk pelan.
Dan ia tahu satu hal. Ini baru tantangan pertama. Masih banyak ujian yang menunggunya.
Area pelatihan berikutnya jauh lebih mengerikan.
Begitu Lin Tian memasuki formasi, hawa dingin yang luar biasa langsung menyelimuti seluruh tubuhnya.
Suhu di tempat itu begitu rendah hingga energi spiritual di udara mulai mengkristal.
Gerakannya melambat. Aliran energi di dalam meridiannya terasa kaku.
Bahkan penggunaan teknik menjadi lebih sulit dari biasanya.
"Dingin ini..."
Lin Tian mengerutkan kening.
Ia mencoba mengaktifkan beberapa teknik, tetapi kecepatannya menurun drastis.
Jika terus seperti ini, efektivitas bertarungnya akan berkurang banyak.
Setelah berpikir sejenak, ia segera mengambil keputusan.
"Napas Naga."
Namun kali ini ia memusatkan kekuatan pada elemen api.
Semburan api spiritual keluar dari tubuhnya dan menciptakan lapisan kehangatan di sekelilingnya.
Perlahan, efek dingin ekstrem mulai berkurang. Sirkulasi energi kembali lancar dan pergerakannya kembali normal.
Kharos yang mengawasi dari kejauhan mengangguk puas.
"Pilihan yang cerdas. Kau tidak melawan lingkungan secara langsung, melainkan menggunakan elemen yang tepat untuk menyeimbangkannya. Itulah bentuk adaptasi yang sesungguhnya."
Tantangan berikutnya bahkan lebih sulit.
Area pelatihan kali ini sama sekali tidak memiliki energi spiritual di sekitarnya.
Tidak ada energi alam. Tidak ada energi lingkungan.
Segala sesuatu harus bergantung pada cadangan energi milik sendiri.
Lin Tian langsung menyadari betapa berbahayanya kondisi itu.
Ini adalah salah satu lingkungan terburuk bagi seorang kultivator.
Ia mencoba mengaktifkan Domain Elemental. Namun sesaat kemudian, teknik itu gagal terbentuk.
Lin Tian terdiam. Ia segera memahami penyebabnya.
Domain Elemental membutuhkan energi spiritual dari lingkungan sekitar untuk mempertahankan jangkauannya.
Tanpa energi eksternal, teknik itu menjadi sangat sulit digunakan.
Memaksa mengaktifkannya hanya akan menguras energi secara sia-sia.
Lin Tian segera mengubah strateginya.
"Kesatuan Sembilan Naga."
Sembilan elemen naga langsung muncul mengelilinginya.
Teknik itu sepenuhnya bergantung pada energi internalnya sendiri.
Hasilnya berhasil.
Teknik dapat digunakan dengan stabil tanpa masalah.
Kharos kembali tersenyum.
"Bagus. Mengenali keterbatasan adalah bagian dari kebijaksanaan. Orang bodoh akan terus memaksa menggunakan teknik yang tidak cocok. Orang bijak akan menyesuaikan strategi dengan keadaan."
Lin Tian mengangguk. Pelajaran hari ini bukan tentang kekuatan. Melainkan tentang kemampuan beradaptasi.
Setelah pelatihan individu selesai, Kharos mulai mengajarkan formasi yang lebih kompleks.
Ia menggambar sebuah pola besar di tanah.
"Formasi dasar sudah kalian kuasai. Sekarang saatnya mempelajari strategi lima lapis."
Kharos menunjuk setiap posisi.
"Lapis pertama adalah pertahanan utama. Khor'sal bertugas menahan serangan musuh.
Lapis kedua adalah gangguan dan tekanan. Mira'tok akan bergerak cepat untuk mengacaukan formasi lawan.
Lapis ketiga adalah pusat kendali. Lin Tian menggunakan Domain Elemental untuk mengontrol medan pertempuran.
Lapis keempat adalah serangan presisi. Zhen'ar bertugas menghancurkan titik-titik penting lawan.
Lapis kelima adalah koordinasi bersama. Semua anggota harus terus berkomunikasi dan menyesuaikan strategi secara keseluruhan."
Kemudian Kharos mengaktifkan formasi simulasi.
Lima puluh Entitas muncul sekaligus.
"Musuh simulasi kali ini memiliki kecerdasan setingkat komandan. Mulai!"
Lima puluh Entitas langsung bergerak secara terkoordinasi.
Mereka menyerang dari berbagai arah secara bersamaan. Namun tim Lin Tian tidak panik.
Khor'sal maju ke garis depan dan menahan gelombang pertama serangan.
Dua puluh Entitas berhasil dihentikannya seorang diri.
Di sisi lain, Mira'tok bergerak seperti bayangan.
Ia terus mengganggu dan memecah konsentrasi lima belas Entitas sekaligus.
Sementara itu, Lin Tian mengaktifkan Domain Elemental.
Tekanan dari sembilan elemen langsung menyelimuti seluruh medan pertempuran.
Kelima puluh Entitas mengalami penurunan kecepatan dan kekuatan secara bersamaan.
Di tengah kekacauan itu, Zhen'ar bergerak dengan tenang.
Setiap serangannya mengarah ke inti kelemahan musuh.
Satu demi satu Entitas tumbang.
Komunikasi mereka berjalan tanpa henti.
"Sepuluh Entitas berhasil menembus sektor kiri," lapor Zhen'ar.
"Aku menuju ke sana!" jawab Mira'tok.
"Aku akan meningkatkan tekanan domain di sektor kiri," tambah Lin Tian.
"Sektor kanan masih aman!" teriak Khor'sal.
Kerja sama mereka nyaris sempurna.
Tidak ada gerakan yang terbuang.
Tidak ada celah yang dibiarkan terbuka.
Hanya dalam waktu lima menit, seluruh Entitas berhasil dimusnahkan.
Arena langsung menjadi sunyi. Bahkan Kharos tampak terkejut.
"Lima puluh Entitas dalam lima menit..."
Ia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum bangga. "Koordinasi seperti ini sangat jarang terlihat. Kalian bukan lagi sekadar sekelompok murid. Kalian telah menjadi sebuah tim yang sesungguhnya."
Setelah tubuh dan teknik ditempa selama beberapa hari, Kharos membawa mereka ke Ruang Meditasi.
Tempat itu sunyi dan dipenuhi energi spiritual yang tenang.
"Kalian sudah mempersiapkan tubuh dan kekuatan. Sekarang saatnya mempersiapkan pikiran."
Semua murid duduk bersila.
Kharos melanjutkan.
"Terobosan menuju Lapisan berikutnya bukan hanya tentang energi spiritual. Tekad, kemauan, dan kejernihan pikiran memiliki peran yang sama pentingnya. Hari ini kalian akan bermeditasi secara mendalam.
Hadapi diri kalian sendiri. Hadapi keraguan yang masih tersisa. Perkuat keyakinan kalian."
Tatapannya kemudian berhenti pada Lin Tian.
"Terutama kau. Meditasimu akan lebih dalam dibanding yang lain. Cari jawaban yang ada di dalam jiwamu."