NovelToon NovelToon
SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)

SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Penikahan Kontrak / Tamat
Popularitas:193.9k
Nilai: 5
Nama Author: AMY DOANK

Sang suami baru saja meninggal dunia dua hari lalu. Tetapi nasib buruk kembali menimpanya, Devana 22 tahun diusir oleh kedua orangtua mendiang suaminya. Padahal ia memiliki seorang bayi laki-laki berumur tujuh bulan buah hati hasil pernikahannya dengan mendiang Chandra Putra Sukoharjo, putra tunggal pemilik perusahaan manufactur di kota K.

Dengan hati hancur, Devana meninggalkan kota yang indah dan penuh kenangan.

Diatas sebuah kereta yang membawanya hijrah ke ibukota, tiba-tiba seorang pria dewasa tampan rupawan mengajaknya untuk nikah kontrak.

Apakah pernikahan di atas kertas itu akan mendapatkan kebaikan untuk hidup Devana kedepannya? Ataukah akan membuatnya semakin sengsara melanjutkan hidup dengan nikah kontrak?

SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak) adalah kisahnya.

Mohon dukungannya kakak-kakak pembaca yang budiman🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Apa Dengan Georgino?

Devana merasa tenang, melihat putranya sudah bangun walaupun belum mandi dan rapi seperti hari-hari kemarin.

"Bi Fani? Bi Fani kenapa? Ya Tuhan, Bibi panas badannya!"

"Hanya agak kurang enak badan, Nyonya Muda!"

"Bibi, saat ini kita hanya berdua saja. Bertiga dengan Ericko. Jadi, Bibi panggil Deva nama saja! Bibi sakit, ayo kita ke rumah sakit!"

"Deva...! Boleh ga' Bibi izin libur kerja selama beberapa hari sampai Bibi sehat kembali?"

"Bolehlah, Bi! Ya udah..., biar Ericko Deva yang urus untuk hari ini dan besok juga. Bibi istirahat aja ya?"

"Bibi mau pulang dulu ke rumah ponakan yang ada di Petamburan, ya?"

"Oh? Gitu? Ya udah..., Bibi boleh istirahat. Tapi baiknya bibi izin sama Kak Gege dulu kalau Bi Fani sakit dan mau istirahat ditempat saudara! Siapa tahu kak Gege memberi uang untuk pengobatan bi Fani nanti. Kalau hanya izin Deva, Deva gak bisa memberi apa-apa... Hanya doa, agar Bibi cepat sembuh dan kembali ke sini lagi buat temani Deva! "

"Terima kasih ya, Devana sayang!"

"Deva yang harusnya banyak terima kasih sama bi Fani!"

Mereka saling berpelukan. Namun bi Fani langsung mendorong tubuh Devana.

"Jangan terlalu rapat, Non! Nanti kamu ketularan Bibi! Badan Bibi beneran gak enak parah ini!"

Deva hanya bisa menatap wajah bibi angkatnya itu dengan wajah iba.

"Cepat sembuh ya, Bi! O iya..., Bibi punya soft*x?"

"Ada satu lagi di lemari deh kayaknya! Sebentar, Bibi ambil dulu ya!?"

Devana terbantu setelah mendapatkan satu bungkus pembalut dari Bi Fani. Setelah mengganti kapas yang ditaruh diantara dua celdam, Devana kini bisa bernafas agak lega.

Ia mencoba kembali ke kamar Gege untuk memberitahukan keadaan bibi Fani, pengasuh Ericko yang kurang baik kesehatannya.

"Kak!"

"Hm..."

"Kak,... Bi Fani sakit! Coba kakak tengok dulu!"

Setelah mendapatkan kabar dari Deva, Gege yang baru saja bangun dari tidurnya langsung menuju kamar bi Fani sembari memangku tubuh imut Ericko. Sementara Deva sibuk menyiapkan peralatan mandi serta pakaian milik sang putra.

Gege memberi izin bi Fani libur sakit dan menginap ditempat saudaranya selama tiga hari.

Untuk tiga hari kedepan, otomatis Devana akan mengurus Ericko sendiri tanpa bantuan Bi Fani dulu.

Seperti saat ini, Devana tengah sibuk mengurus buah hatinya mandi dan sarapan pagi.

Kamar mandi Gege yang biasanya bersih dan rapi, kini terlihat banyak air berceceran disana-sini.

Busa-busa sabun cair milik Ericko membuat basah semua dinding kamar mandi cozy-nya Georgino Gunawan.

Tetapi melihat Ericko yang teriak-teriak kegirangan memainkan bubble soap didalam bathtubenya, Gege tersenyum senang.

"Sayang! Jangan seperti itu, Nak! Licin..., nanti Coco terpeleset!" kata Dev dengan suara lembut.

"Coco? Coconut? Cocolate?" goda Gege membuat Deva tertawa sambil mencipratkan air dari jemarinya ke wajah Gege.

"Ish, apaan sih Gege..tuk lindri! Hihihi..."

Mereka tertawa, saling iseng menberikan balasan membuat Ericko terpekik senang.

"Hahaha..., masa kecil kurang bahagia ya? Belum pernah main busa!"

"Jaman aku kecil gak ada busa-busaan model gini! Hahaha..."

"Iya juga ya!? Kadang sampai keramas pun pakai sabun colek! Iya khan? Hahaha..."

"Hahaha... koq tahu sih? Hahaha..."

"Karena kita satu server! Hahaha..."

Devana dan Gege tertawa-tawa tak jelas. Benar-benar candaan receh tapi membuat hati jadi senang saking ringannya.

Tapi seketika Devana menghentikan tawanya.

"Satu server? Bagaimana mungkin kita satu server. Kak Gege anak orang kaya. Keluarga berada. Gak mungkin sampai keramas pun pernah pake sabun colek. Kakak tuh pasti seperti si Livy Renata! Gak pernah beli KFC malem terus paginya digoreng lagi."

"Hah? Siapa itu Livy Renata?"

"Haish, Kakak mah...masa' ga tau Livy Renata yang selebgram anak crazy rich asli Jakarta?"

"Gak tahu tuh!? Belum pernah ketemu soalnya!"

"Yaelah...!"

"Hahaha...! Udah, udah! Ayo jangan bercanda terus, kasihan Coco kedinginan! Ayo udahan mandinya, Dev! Sini, Coco Papa gendong!"

Devana tersenyum kecut.

"Kak, jangan panggil Ericko dengan nama Coco!"

"Lah? Khan kamu yang duluan panggil Ericko dengan panggilan Coco?"

"Iya. Cukup aku saja sama almarhum Papanya yang boleh memanggilnya Coco!"

Gege terdiam. Raut wajahnya berubah. Tapi hanya sebentar. Setelah itu ia tersenyum manis pada Ericko dan membawanya ke sofa kamar.

"Ericko pakai baju dulu, ya? Biar Papa yang pakaikan!" katanya membuat Deva bergegas membantu.

Ada rasa sedih dihati Gege mendapat penolakan untuk tidak memanggil Ericko dengan nick name Coco seperti Devana.

Gege berusaha mengabaikan rasa yang begitu nyelekit di sanubari, tetapi ia tak mampu bersandiwara lebih lama. Hingga akhirnya diungkapkannya juga rasa sedihnya itu pada Deva.

"Deva! Aku akan panggil Ericko dengan nama Coco. Seperti kamu dan almarhum Papanya. Karena aku sekarang statusnya juga Papanya!" katanya setengah memaksa.

Deva menatap sekilas. Tetapi akhirnya ia tersenyum juga, meski hanya segaris karena hatinya jadi sedih mengingat Chandra.

Masa menstruasi adalah masa-masa hormon wanita turun naik tak terkontrol emosi kejiwaannya.

Terlebih semalam Deva memimpikan sang suami yang telah tiada, hingga tanpa sadar meleleh air matanya.

"Hei, kenapa nangis? Oke, oke... aku gak akan panggil Ericko dengan sebutan Coco! Please, don't cry, okay? Dev..., Devana!"

"Hik hiks...! Aku nangis karena ingat Kak Chandra! Huaaa haaa hiks hiks...! Anakku jadi yatiiim... hik hiks! Suamimu begitu cepat meninggalkan akuuu..."

"Cup cup, cup! Sudah, Dev...! Dev, nanti Kakek Nenek dengar tangisanmu lagi. Cup, cup...! Maaf, maafkan aku! Maaf jadi membuatmu sedih!"

Gege segera merengkuh bahu Devana. Menepuk pelan bahunya. Jemari kanannya juga perlahan mengusap rambut belakang Deva yang terurai.

"Hik hiks..."

"Sudah, sudah! Malu ish, nangis didepan anak! Ayo, kamu khan Mama yang kuat! Yang selama ini sudah bertahan dengan hebatnya melawan badai! Lihat..., Ericko menatapmu kebingungan! Sayang, sayang...sun Mama! Bilang Mama, jangan sedih-sedih, gitu Nak! Ada Papa Gege yang akan selalu bersama. Iya? Iya Coco sayang? Coco ayo bilang, semangat Mama...! What??? O nooo, Coco kenapa kamu pipis sebelum pakai pampers? Dev, Deva lihat nih...Pipisnya Coco mancer kena kaoskuuu... Huaaa!!!"

Sungguh keributan luar biasa yang unik yang sampai membuat Devana yang tadinya menangis, jadi tergelak.

Kini giliran Gege yang berjingkrak-jingkrak karena Ericko meng*ncinginya hingga basah bagian tengah kaos oblongnya.

"Kakak kenapa geli banget sama sesuatu yang berhubungan dengan bayi?" tanya Dev setelah puas tertawa dan memakaikan pampers serta pakaian Ericko.

Sementara Gege juga sudah selesai mandi karena kena ompol Ericko.

Sebuah pertanyaan yang membuat Gege langsung pucat.

Ia tak ingin mengingat kembali masa lalunya yang suram. Sangat tidak nyaman bahkan sampai dadanya seperti sesak nafas jika kembali mengingat masa kecilnya.

Dev menyadari, keringat dingin yang mengucur di dahi dan pelipis Gege secara tiba-tiba.

"Kakak...! Apa Kakak baik-baik saja?" tanya Deva sembari memegang dahi suami kontraknya itu.

"Tidak! Aku tidak baik-baik saja! Aku..., pada dasarnya memang benci bayi! Sangat benci sekali dengan yang namanya bayi! Maaf...! Maaf, aku permisi!"

Deva bingung. Jawaban Gege membuatnya insecure dan jadi berfikir negatif karena terdengar mengambang ambigu.

Kenapa memangnya bisa benci dengan bayi? Bukankah bayi adalah makhluk Tuhan yang paling suci, polos dan belum memiliki dosa? Ada apa kak Gege sampai benci dengan bayi?

Devana hanya termangu menatap punggung Gege yang keluar dengan langkah tergesa-gesa.

Seperti ada yang sangat ingin Gege sembunyikan tentang masa lalunya.

Apakah ada trauma masa kecil yang begitu berat hingga Gege seolah tak mau menceritakan sebab musababnya ia benci pada bayi dan balita?

Devana hanya menghela nafas panjang serta mengangkat bahu tak mengerti.

💌TO BE CONTINUE

1
di sinopsis 2 bulan bukanya?
Ary Aryanie
Bagus
Trisara Wati
segitunya ya sama darah dagingnya sendiri hanya karena kasta dan golongan pdhal di surga nanti tdk ada kasta, harta dan golongan
Lili Adelia
rumit yah ceritanya
Ara Aulia
keren
Ara Aulia: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Na Gi Rah
masyaAllah raja bulan kenapa ada di sini🤭
lina
i love you gitu 🤣🤣
lina
🤣🤣🤣 ganggu bae y
lina
waduuuh jd pngn pnya babi lg 🤣🤣🤣
lina
udh brp hr y ora kesini 🤣🤣
TK
terima kasih atas pembelajaran yang ada pada novel ini 😍😍🙏
Embun Kesiangan: 🙏🙏🙏😉🌻
total 1 replies
TK
aamiin 🤲
hiks 😢
TK: 🥺🥺🥺🙏🙏🙏
total 2 replies
TK
Demian buat gue aja 😙😙😙
Embun Kesiangan: pakeeet😁
total 3 replies
TK
UU pernikahan udah ganti woiii
min cewek 20 th 😂😂😂
TK: wehhh no no no 🙊
total 4 replies
TK
kyknya kalau kondangan gak pernah ada denger lagu barat diputar saat acara nikahan 😂😂🙊
Embun Kesiangan: 😅biasanya musik degungan y
total 1 replies
TK
satria kakaknya Akila, atau Surya abdi yang menatapnya 🤔
Embun Kesiangan: surya abdi😢🤕😷efek crazy nih
total 1 replies
TK
semangat untuk Demian ☕✍️✍️
Embun Kesiangan: nuhun🙏🙏🙏😭😭😭
total 1 replies
TK
keadaanku dan Zahira

ini ditujukan pada siapa dan yang mengucapkan siapa ya? 🤔🤔🤔
Embun Kesiangan: mengliyeur Ella😭hiks banyak typo dan ketikan ngawur
total 1 replies
Ara Aulia
q kasih jempol bun
TK
apa Jo dan Zahira akan menerima Demian begitu saja
FIE: sepertinya tidak semudah itu jamal😅✌🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!