NovelToon NovelToon
Kampung Angker

Kampung Angker

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Horor / Tamat
Popularitas:194.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: UNI NANNI

Sejak kami kedatangan tetangga baru, kampung yang begitu tenang kini berubah menjadi mengerikan. Semua orang takut keluar rumah ketika malam. Makhluk tak kasat mata tidak pernah berhenti datang siang maupun malam. Bahkan mereka mengambil nyawa orang-orang satu per satu.

Kami bahkan tidak tau apa penyebabnya. Tiba-tiba sakit dan langsung di kabarkan sudah meninggal. Bahkan di tubuh mayat mempunyai bekas telapat tangan yang berwarna keunguan.

Pertanda apa semua ini, aku yang mempunyai kemampuan mengobati, tidak bisa berbuat apapun. Meski aku sering melihat makhluk tak kasat mata, tetapi aku begitu takut. Karena energi mereka begitu besar.

Apa yang harus aku lakukan?
Apa yang harus dilakukan warga di kampungku?
Kami merasa takut ketika setiap bulan, berjatuhan korban yang meninggal. Kepanikanku bertambah ketika adikku sakit, aku khawatir adikku akan seperti korban lain yang hanya mengalami sakit demam dan langsung meninggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UNI NANNI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketukan Pintu Di Malam Hari

Malam telah tiba, bulan dan bintang mulai menampakkan sinarnya. Aku sibuk di dapur, menyiapakan makan malam. Tidak lama, ayahku, dan adik-adikku datang.

"Kak, kenapa kaki kakak jadi pincang sebelah?" tanya aidil dengan mulut polosnya. Aku sudah berusaha untuk menutupi dari ayahku, jika dia tau kejadiannya, dia bisa marah padaku.

"Aku habis jatuh, biasa tanah licin," kataku mengeles. Entah mereka percaya atau tidak, tetapi alasanku cukup masuk akal. Sore tadi hujan turun, jadi mereka pasti mengira jika aku benar jatuh.

"Tapi kal, saat aku pulang sekolah. Kaki kakak sudah pincang?" tanya aidil lagi, pertanyaannya begitu meresahkan. Padahalkan, dia hanya anak kecil, seharusnya tidak memeperhatiakannya.

Ayah dan idar mulai serius melihat kakiku, aku menjadi gugup. bisa kena amukan jika ketahuan.

"Yah, aku tadi beneran-"

TUK... kata-kataku terpotong ketika mendengar suara seperti ledakan di luar rumah. Kami semua menoleh ke sumber suara.

"Sepertinya, asalnya dari luar yah," kata idar.

"Ayah, aku takut..." Rengek aidil yang bergerak kepangkuan ayahku.

Aku menutup mataku, mencoba melihat sesuatu di luar. Tetapi, hanya sebuah bayangan yang hitam yang berlari drngan keras dan terpantul di pintuku. Sepertinya, dia tidak bisa masuk. Tidak lama, bayangan hitam tersebut, pergi tanpa memperlihatkan wajahnya.

"Ada luis, kau tahu sesuatu?" tanya ayahku yang memperhatikan diriku.

"Tidak yah, aku hanya mengantuk, makanya memejamkan mata sebentar" kataku kembali duduk di kursi.

"Aku heran, selama ini, kampung kita tidak pernah di teror begini. Tetapi, sejak keluarga kak rian datang, banyak masalah di kampung ini. Apa kakak tidak merasa curiga dengan keluarga mereka?" tanya idar tiba-tiba, aku hanya menggeleng kepala.

"Tidak baik berprasangka buruk dengan tetangga, jika kita butuh sesuatu, pasti meminta tolong padanya," kata ayahku sambil makan.

"Tapi yah..." aku memegang tangan adikku untuk tidak bicara. Jika ayahku di ganggu, dia terkadang tidak makan dengan kenyang. Dia langsung pergi.

"Ini meja makan, bukan tempat bicara. Cepat habiskan makanan kalian!" perintah ayahku yang membuat kami semua makan.

Setelah selesai makan, aku melihat jam di dingding. Pukul tujuh, belum larut malam juga. Aku dan idar sibuk menonton tivi, sementara ayahku, menikmati kopinya. Aidil sudah tidur lebih dulu, setelah kenyang. Begitulah tingkah anak-anak.

"Kakak mau tahu, kenapa kakiku tidak bisa di gerakkan waktu itu?" tanya idar yang mengangguku.

"Nanti bezok saja ceritanya, aku lagi serius menonton," kataku tanpa menoleh. Pandanganku masih fokus ke tivi.

"Kak, dengar dulu penjelasanku. Aku yakin, setelah kak luis mendengarnya, pasti akan curiga dengan keluarga kak rian," kata idar yang membuat diriku sedikit tertarik.

"Apa?" tanyaku yang menoleh padanya.

"Saat sore, aku menyapu halaman rumah. Tetapi, aku melihat kak rian berada di samping rumah. Kayak sedang mencari sesuatu. Aku mengikutinya, saat aku sampai di belakang rumah, dia sudah tidak ada di sana. Dia seperti menghilang. Setelah itu, aku kembali ke rumah. Dan magribnya, kakiku sudah tidak bisa di gerakkan." kata idar memberi penjelasan.

"Lalu hubungannya dengan rian apa?" tanyaku heran.

"Kau tidak curiga, bisa jadi dia yang menyimpan santet di rumah kita," kata idar yang semakin melotot padaku.

"Ayah kan sudah bilang, yang menyantet kita itu paman. Bukan rian,"

"Tapi, aku jelas curiga dengannya. Dia seperti mempunyai sesuatu yang di sembunyikan,"

"Hemm, kalau bicara denganku jangan keras-keras. Aku ini kakakmu, tidak sopan bicara seperti itu," kataku yang menasehati adikku.

"Maaf kak, aku hanya menyampaikan pendapatku saja. Maaf jika aku salah," kata adikku dengan cemberut.

"Kau marah?" tanyaku.

"Tidak, hanya saja, kakak seperti membela kak rian,"

"Bukan seperti itu," kataku ingin menjelaskan, tetapi suara pintu rumah kami terdengar di ketuk seseorang.

Aku menoleh melihat ayahku, sepertinya dia juga mendengarnya.

"Kalian tunggu di sini, aku akan memeriksannya." kata ayahku yang berjalan keluar.

"Jangan yah!!, perasaanku tidak enak. Seperti ada sesuatu yang akan terjadi," kataku dengan cepat. Mata batinku terbuka dan menampilkan seperti itu.

"Tenang luis, jika kita hanya diam saja, kita akan terus di teror, entah dia siapa dan apa tujuannya," kata ayahku yang tetap melanjutkan langkahnya ke depan.

"Tapi yah" kataku tetapi, ayahku suda memegang gang pintu untuk membukannya.

1
S
Susah kalo peran utamanya b3g0 kebangetan 😒
Yudi Christian
semamgat thor
Yudi Christian
pada lelet kasian idar
Yudi Christian
candaan nya kurang natural kesan nya thor
Yudi Christian
gas thor
Yudi Christian
gass lgi thor
Yudi Christian
si rain itu yng di pohon
Yudi Christian
rain ngaku..tapi blum tentu Msalah selesai
Yudi Christian
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ asli lucu si idar
Yudi Christian
biar berkurang musuh satu
Yudi Christian
kejam itu mama rian
Yudi Christian
hebat author
Yudi Christian
semedi dulu luis
Yudi Christian
pake wa luis
Yudi Christian
kabur luis
Yudi Christian
seru
Yudi Christian
waduh..apa lgi ini
Yudi Christian
apa kira² bisikan ana sih
Yudi Christian
episode ini paling seru
Yudi Christian
gass thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!