untuk cerita kali ini aku akan menceritakan kisah cinta Lardo Devhan Sanjaya
buat yang belum paham kalian bisa baca dulu novel turun menurunnya.
1. CEO JATUH CINTA
2.ALVARO SANJAYA
semoga kalian suka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berangkat bersama
Oliv sudah sampai di apartemennya bersama Risa, sangat bahagia sekali wajah Oliv hari ini, padahal tadinya sangat takut jika akan terkena amarah, siapa sangka ia mendapat jp dari bosnya dengan gaji 2 kali lipat bulan ini.
"ris, sering seringlah rayu pak Lardo, kali aja gaji gue di naikin lagi" ucap Oliv yang langsung mendapat pukulan di lengannya.
"jangan bikin gue malu ya liv, syukur syukur lo di naikin gaji, ingat aja traktir gue"
"hilih... sudah ada pacar kaya raya masih aja cari traktiran, harusnya yang minta itu gue, pajak jadian kalian" tutur Oliv
"ogah... enak aja, gue sepakat sama pak Lardo buat nutupin hubungan dulu, gue gak mau orang orang pada mikir buruk tentang gue" kata Risa dengan menghembuskan nafasnya begitu berat.
"iya juga ya, ngomong ngomong lo jadi cewek gak ada romantisnya ris, masa pacar sendiri di panggil pak, orang itu ya honey, beby, ayang, yangg, my love, ini malah pak... lo pikir dia bapak lo apa" ucap Oliv yang begitu cerewet menurut Risa
"terserah gue lah.mm dah gue mau mandi dulu dan pinjem baju lo" kata Risa sambil melangkah menuju kamar mandi.
Risa menyiapkan air di bathub dan tak lupa memberikan busa busa yang banyak, untuk menjernihkan pikiran.
I love you, baby
And if it's quite all right
I need you, baby
To warm these lonely nights
I love you, baby
Trust in me when I say
nada dering ponsel Risa berbunyi, dan tertulis nama bos sombong di sana, Oliv begitu kaget melihat nama yang tertera di ponsel sahabatnya.
memang gak bakat punya cowok lo ris.../Oliv
📞...Bos Sombong
Lardo" hallo sayang...
omg omg... gue gak salah denger kan, SAYANG, demi apa?.../Oliv
Oliv" maaf pak, saya Oliv... Risa sedang mandi pak.
Lardo" oh... suruh dia membalas pesan saya nanti
Oliv" siap pak, jangan lupa pj saya pak
Lardo" hmmmm..
TUT.......
Lardo mematikan sambungan teleponnya begitu saja...
"ehh dasar bos gak ada akhlak... salam kaga main matiin ajah" gumam Oliv merenggut kesal.
"kenapa liv? ohh ya gue denger hp bunyi, siapa yang telepon gue?" tanya Risa yamg baru saja keluar daru kamar mandi
"gak usah pura pura lupa, jelas lah yang telpon itu bos sombong kesayangan" ledek Oliv
"gue mau telepon papa dulu, gue belum izin buat tidur di apart lo" kata Risa mengalihkan pembicaraan.
"kata pak Lardo, jangan lupa baca chatnya" ucap Oliv menyampaikan pesan Lardo saat menelpon.
"oke oke..."
***
Lardo sedang berbaring di kasur empuk miliknya, bayangan Risa lagi lagi datang dalam pikiran. pengaruh Risa sangat besar bagi Lardo.
bahkan besok adalah hari dimana dia harus menahan segala emosi, tentu saja untuk memberikan pelajaran bagi orang yang berani mengusik miliknya.
Lardo besok akan menjemput Risa di kediaman Oliv, untuk pertama kalinya mereka akan berangkat ke kantor dengan status sebagai kekasih.
namun hubungan mereka Lardo tidak ingin publish ke orang kantor lebih dulu, tidak ingin mengusik ketenangan Risa saat bekerja.
sebenarnya Lardo ingin mengatakan ke semuanya, bahwa Risa adalah calon masa depan untuknya, tapi tidak untuk sekarang.
"semoga hubungan ini bisa benar benar buat gue lupa dengan dia..." gumam Lardo sembari memejamkan matanya.
Lardo beranjak dari ranjang menuju laci meja yang berada di depannya. di bukanya laci tersebut dan ada sebuah foto kenangan masa lalu yang begitu mesra, wanita yang dulunya di harapkan untuk menjadi masa depan dan juga ibu dari anak anaknya kelak, namun semua itu semu, dan hanya sebuah kenangan buruk bagi Lardo.
"Aurin andai lo lebih milih gue, mungkin sekarang kita bahagia dan memiliki anak, tapi sayang lo lebih milih berkhianat dan menikah hanya karena dia seorang produser kaya, padahal gue sendiri bisa lebih buat lo terkenal" gumam Lardo tersenyum miring dengan kisah masa lalunya yang begitu pahit.
Clarisa, satu nama yang kini sudah mulai mengisi hatinya, walaupun dalam hati masih terisi nama Aurin tapi Lardo benar benar serius dengan hubungannya dengan Risa, bahkan Lardo ingin jika Risa bisa mengganti Aurin di dalam hatinya.
"maafin aku sayang, mungkin saat ini hati aku belum sepenuhnya buat kamu, tapi aku janji kamu yang terakhir" ucap Lardo melirik layar wallpaper ponselnya, disitu ada foto Risa yang tersenyum sangat manis.
***
Menjelang pagi, Oliv dan Risa baru saja selesai sarapan. awalnya Oliv ingin mengajak Risa untuk berangkat bersama, tapi Lardo sudah lebih dulu mengatakan ingin menjemputnya.
"mentang mentang sudah ada doi, gue di lupain.." gerutu Oliv
"hehe... maaf cantikku, lain kali gue berangkat sama lo ya" kata Risa mengelus pipi sahabatnya yang sedang cemberut.
"oke oke... tau deh gue yang lagi mabuk kasmaran"
getaran ponsel Risa berbunyi, Risa segera pamit kepada Oliv, karena ternyata itu adalah chat Lardo yang mengatakan jika sudah sampai di depan.
Risa berjalan keluar apartemen dengan stelan formal seperti biasa jika ke kantor, terlihat sangat cantik.
"morning sayang..." ucap Lardo mencium kening Risa
"morning, apa kamu sudah sarapan?" tanya Risa tersenyum
"sudah, aku selaku sarapan di rumah... ayo berangkat" ucap Lardo membuka pintu untuk Risa masuk ke dalam mobil mewah miliknya.
dalam perjalanan tidak ada yang bersuara, Risa sedikit bingung dengan Lardo yang hanya diam membisu.
"ada apa hmm..?" tanya Lardo saat mereka berhenti di lampu merah
"gak apa apa, aneh aja kamu diam terus" ucap Risa
Lardo tersenyum dan mengelus pipi Risa dengan penuh perasaan.
Lardo menautkan jari jemari Risa dengnya, entahlah... ada rasa takut dalam diri Lardo, namun apa penyebabnya tidak tau.
"sayang..." panggil Lardo
"ya.."
"kalau nanti hubungan kita terjadi masalah yang besar, tolong jangan tinggalkan aku, tolong jangan lepaskan genggaman tanganku, tolong jangan memutuskan hubungan kita... aku merasa akan terjadi sesuatu" ucap Lardo berkata jujur dengan apa yang ia rasakan.
"maksud kamu apa?" tanya Risa yang masih belum mengerti maksud Lardo
"kamu janji dulu sama aku, apapun yang terjadi tetap berada di sampingku, jangan berfikir pergi dari hidupku" kata Lardo
"aku gak bakal tinggalin kamu, kalau kamu masih mencintai aku, tapi aku akan pergi dari sisimu jika kamu tidak mengharapkan aku," ucap Risa membuat Lardo semakin takut.
"aku akan tetap bersama kamu, apapun yang terjadi kita akan terus sama sama dan selesaikan bersama" ucap Lardo
suara klakson kendaraan berbunyi nyaring, ternyata lampu sudah hijau, dan mereka keasikan mengobrol, hingga tidak melihat lampu lalu lintas.
aku akan berusaha menjaga hubungan ini, sekalipun kamu pergi, aku bakal menunggu kamu kembali.../Lardo