Afnan seorang remaja SMA berusia 17 tahun, ia bertemu dengan seorang wanita cantik sholeha bernama Rayya saat dalam perjalanan menuju sekolah dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama yang ternyata wanita itu adalah guru bantu disekolahnya...
Rayya mendapatkan masalah yang mengharuskan dia menikah dengan seseorangbyangbtidak dikenalnya yang dikenal kejam dan tanpa diduga Afnan datang menolongnya dan menikahinya dihadapan ayahnya yang sedang dalam kondisi kritis
Bagaimana kelanjutan kisah cinta...
baca terus dan ikutin ceritanya ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cika Haskiazao, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nikmat yang tertunda
"Sekarang cepat katakan apa yang kamu mau?" Itu ucapan pertama yang dilontarkan saat dia kembali tempat semula
"Tenang kak jangan terburu emosi, lebih baik kakak minum dulu deh biar turun emosinya" Rayyapun mengikuti apa yang dikatakan Irwan dia menenggak habis minuman yang dipesannya untuk Irwan dan benar saja emosinya pun perlahan menurun
"Ok...sekarang aku bisa mengatakannya" ucap Irwan yang melihat Rayya yang lebih santai
"Aku minta maaf atas kejadian kemaren, aku khilaf....aku merasa tidak adil karena kakak lebih memilih Afnan yang manja dari pada aku...aku dan Afnan punya posisi yang sama aku juga kaya dan bisa beri apapun yang kak Rayya inginkan dan aku lebih mencintai kakak dibanding dia" Awalnya Rayya tidak melihat ketulusan saat mengucapkan maaf namun ekspresi Irwan berubah setelahnya seolah olah dia sedang mengeluarkan semua kekecewaannya pada Rayya, ada rasa iba pada diri Rayya
"Tapi apa yang sudah kamu lakukan padaku itu tidak benar dan aku belum bisa memaafkan, dan perlu kamu ketahui kenapa aki lebih memilih Afnan dari pada kamu bukan karena kekayaan tapi dia lebih gigih dan tulus mencintaiku jika kamu lebih mencintaiku seperti yang kamu bilang seharusnya kamu tidak melakukan hal itu padaku" Rayya berkata tegas pada Irwan sambil mengipas ngipaskan tangannya entah kenapa udara didalam cafe ini makin panas apa karena ACnya tidak terasa akibat penuhnya tamu saat ini atau rasa marahnya pada orang yang ada didepannya entahlah.. yang jelas saat ini dia merasa tidak nyaman dengan dirinya, dilihatnya sekilas Irwan tersenyum lebar padaku
"Lebih baik kita bicara diluar, sepertinya AC diruangan ini sudah tidak terasa karena ramenya pengunjung" tanpa berpikir panjang rasa nyaman didalam dirinya membuat Rayya mengikuti Irwan
"Bro bini lo kemana?" tanya Randy pada Afnan sekembalinya dari toilet
"Paling lagi gabung sama yang lain" jawab Afnan dengan enteng
"Wah gawat bro, kita harus cari bini lo" ucap Randy yang terlihat panik
"Maksud lo apa" ta ya Afnan yang ikut khawatir
"Tadi gua lihat bini lo lagi duduk dipojokan sono sama Irwan dan gua lihat dia masukin sesuatu diminuman yang diminum bini lo" Afnan terlihat kaget dan marah
"Kenapa lo baru bilang sih"
"Sorry bro gua kebelet tadi" dengan perasaan bersalah Randy menjawab
"Ya udah disini gua yang handel lo sama Randy cepetan cari kak Rayya" ucap Fathan yang juga sahabat Afnan, Afnan dan Randypun berjalan keluar tanpa membuat semua yang hadir curiga
Setelah keluar dari ruangan Cafe miliknya Afnan berlari diikut Randy kearah keluar namun tak ada tanda tanda Istrinya dan mantan sahabatnya itu, emosi Afnan naik seketika saat tidak menemukan Rayya
"Sekarang dimana lagi kita cari, kalo sampai dia kenapa napa lo yang tanggung jawab Ran" Afnan mencengkeram kerah Randy, dan Randy tak berkutik dia hanya diam dan merutuki kesalahannya yang mungkin saja bisa berakibat fatal, karena dia tau irwan adalah orang yang nekat dan tak pernah menyerah sebelum mendapatkan yang dia mau
"Basement!" ucap Randy seketika dan mereka berdua segera berlari menuju basement dan berpisah kedua arah
Ditelusurinya basement dan masih belum terlihat Rayya dan Irwan, rasanya hampir putus asa bercampur rasa khawatir dan takut jika istrinya mendapatkan perlakuan yang sama seperti kemaren
"Awas lo wan sampai lo ngapa ngapain istri gua, gua habisin lo" gumam Afnan
"TOLONGG..."
terdengar teriakan dan Afnan mengenal suaranya yaa...itu adalah suara istrinya Rayya, dengan segera Afnan berlari menghampiri asal suara tadi dan benaer saja dia melihat Irwan yang memaksa Rayya masuk kedalam mobilnya dengan kondisi lengan baju yang sobek dan tubuh yang bergetar karena menahan panas dan gairah yang melonjak didalam dirinya, sekuat tenaga dengan melantunkan doa Rayya menahannya dan seketika emosi Afnan memuncak
Buugghh
pukulan yang sangat keras mendarat diwajah Irwan seketika membuat Irwan tersungkur kelantai karena pukulan Afnan yang tidak disadarinya, tak lama Randy menghampirinya dan memukul Irwan yang hendak bangun berkali kali meluapkan kemarahannya
"Gua yang urus dia, Lo bawa bini lo kekamar kerja lo, lakukan yang seharusnya dilakukan kasian dia, tubuhnya sudah terlalu lama menahan" ucap Randy dan Afnan langsung menggendong Rayya dan membawanya kedalam ruang kerjanya yang lengkap dengan kamar untuk istirahat lewat pintu lorong yang memang di sediakan sebagai pintu rahasia
Rayya membuka matanya, saat ini dia berada didalam ruangan yang tak dikenalinya, ada ketakutan didalam dirinya namun saat dia melihat sosok suaminya langsung menghampirinya dan tanpa aba aba Rayya langsung mendaratkan ciuman dibibir Afnan yang langsung mendapatkan balasan dari suaminya itu dengan senang hati Afnan meladeni Rayya yang sedang bergairah akibat obat yang diberikan Irwan padanya entah apa tujuannya Afnan tidak mau memikirkannya karena saat ini dia ingin fokus pada istrinya agar terlepas dari efek obat itu
Afnan melancarkan aksinya yang sebelumnya dipelajarinya dulu dari video yang dikirimkan Randy, yang ternyata tidaklah sulit untuk dipraktekkan
Hampir kewalahan Afnan meladeni Rayya yang saat ini bisa dibilang tidak sadar karena obat itu dan lebih agresif dari afnan yang masih pemula namun dia sangat menikmatinya hingga merekapun melakukan malam pertama yang lama tertunda, tidak hanya sekali tapi mereka melakukan berkali kali karena Rayya yang belum sepenuhnya sadar dan selalu menggoda Afnan dan itu membuat Afnan sangat antusias menerimanya karena dia juga merasa ketagihan setelah merasakan hal baru yang biasanya selalu dihindarinya meskipun hanya menonton videonya yang sangat Nikmat hingga mereka berdua kelelahan hingga membuat Rayya terlelap
Afnan mengirim pesan pada Riyyan dan Lifa untuk menghandle cafe saat ini dan mengatakan kalo dia tidak pulang untuk malam ini, dan kembali ketempat tidur dan berbaring disamping istrinya yang sudah nyenyak dalam tidurnya
"Terima kasih beib, hari ini aku mendapat hadiah yang sangat berharga dari kamu, mahkotamu, kenikmatan dunia yang aku rasakan pertama kali dan itu bersamamu bersama wanita yang aku cintai dan pastinya sudah halal" Afnan tersenyum sendiri mengingat kejadian panas yang dilakukan berdua, dia membayangkan respone dari istrinya nanti saat bangun yang sudah dipastikan akan terlihat menggemaskan dimata Afnan
"Kamu cantik beib, kalo aku tau rasanya senikmat tadi, pasti sudah aku lakukan dari dulu, huh...menyesal aku kenapa harus aku tunda" tangan Afnan membelai wajah istrinya dan tak lama diapun ikut terlelap menyusul disamping istrinya.
Assalamualaikum... alhamdulillah hari in bisa up 2 episode ya...mudah mudahan gak mengecewakan kalian semua ...Happy reading♥♥♥