Belle Ursula yang waktu itu masih pelajar di sekolah menegah atas kelas dua belas di sukai oleh Lettu Harrel Jitro karena kecantikan dan kelincahan Belle di lapangan voli. Pertemuan itu, membuat Harrel berusaha mendekati Belle yang masih duduk di kelas dua belas. Mereka perpacaran. Ketika Belle lulus seleksi kuliah di fakultas kedokteran pada salah satu universitas negeri di Jogja. Cinta mereka di uji waktu dan jarak. Apakah cinta pertama Belle akan abadi??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selesai Tugas
Kedatangan pangdam dikawal juga oleh Kapten Yeni Christin. Ketika melihat dan mendengar semua saat itu. Hatinya hancur dan kemarahannya memuncak, namun dia harus menahannya. Dia juga kenal dengan Harrell Hugo ini. Prinsipnya selama belum disahkan oleh dinas dan gereja dia masih punya kesempatan.
Kondisi Belle sudah membaik. Hugo juga sudah sembuh dan sudah beraktivitas seperti biasa. Tiga hari kegiatan peresmian markas sementara angkatan darat ini akan berubah menjadi markas korem. Bangunan sudah siap dengan asrama besar dan beberapa bangunan perumahan buat pimpinan disini serta klinik pengobatan yang lengkap. Anggota yang baru sudah datang dan satgas yang baru siap untuk di tarik kembali ke tempat asal mereka di Jakarta.
Tim medis sebenarnya sudah waktu penarikan kemarin. Namun oleh Hugo mereka di tahan. Besok baru mereka kembali dengan pesawat tentara yang siap mengantar mereka kembali. Rencana ada dua pesawat herkules yang masuk dan satu pesawat kecil milik tentara.
Upacara Peresmian dan penarikan satgas selesai dilaksanakan. Letnan Kolonel Harrell Hugo Allo menyerahkan tugas kepada Komandan Korem yang baru. Siang harinya mereka mulai berangkat satu persatu menuju Jayapura. Di sana mereka akan di tampung di aula kodam dan dengab kapal perang mereka kembali ke Jakarta.
Lima tim medis bersama dengan rombongan petinggi tentara disatu pesawat. Hugo selalu menjadi pelindung bagi kekasihnya itu. Kondisi Belle belum membaik sempurna. Di dalam pesawat tentara Hugo menjaga kekasihnya dia berdiri didepan Belle dan dia tidur sambil memeluk tubuh Hugo. Semua mata yang memandang tersenyum melihat cara Hugo melindungi kekasih yang sudah menyelamatkannya. Ini alasan Hugo meminta menunda keberangkatan tim medis nusantara.
Sampai di Jayapura pasukakan satgas menuju kodam, karena meraka akan di tampung di sana. Belle sementara di bawa ke rumah sakit dan menerima donor darah dari papanya. Apa yang di alami putrinya sudah dia ketahui. Di rumah sakit Hugo menemani Belle. Bahkan besok keberangkatan rombongan satgas mereka menuju Jakarta akan di kawal oleh Wadan Mayor Agus. Lettingnya Hugo. Dia akan ke Jakarta nanti bersama Belle.
"Hugo berjanji akan menjaga dan melindungi Belle om, tante. Karena di tubuh ini, sudah ada darahnya yang mengalir."
"Papa percaya sama kamu Hugo."
"Terima kasih, terima kasih papa sudah membantu Hugo. Karena Hugo Belle begini."
"Dia anak kuat Hugo, mama kenal betul siapa itu Belle anak mama."
Setelah menerima satu kantung darah dari papanya, kondisi Belle kembali membaik. Raut wajahnya susah mulai memerah. Hugo yang baru pulang dari pelabuhan mengantar anggotanya, kembali menemui Belle.
Semalam Belle melihat papa dan Hugo berbicara berdua. Dia tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Selama Belle di rawat Hugo menemani orangtua Belle di rumah sakit menjaganya. Empat rekan Belle sudah kembali ke Jakarta. Rencana empat hari lagi mereka akan bertemu di kemantrian kesehatan. Untuk acara penerimaan tim medis. Hugo yang akan menyerahkan tim medis nusantara dari lokasi pegunungan Papua.
Informasi dari dokter kondisi Belle sudah membaik. Hugo sudah memesan tiket pesawat untuk mereka berdua.
"Besok kita sudah berangkat ke Jakarta. Kakak sudah pesan tiket. Sore ini adek di ijinkan pulang. Kita semua staycation di hotel ya."
"Papa, mama sudah tahu."
"Sudah."
Belle dan Hugo sudah berada di pesawat. Hugo protektif menjaga Belle. Bahkan perhatiannya melebihi pramugari di pesawat.
"Kak, aku baik - baik loh."
"Iya, aku tahu sayang." Hugo mengatur rambut - rambut kecil yang menutupi wajah Belle. Dan terlihat senyuman manis pacar kecilnya. Hugo langsung mendaratkan ciuman di bibir Belle.
Kecil bukan karena pendek postur tubuhnya. Tetapi karena usia mereka yang berjarak lima tahun itu.
"Kak, orang lihat loh."
"Cepat aja."
Perjalanan empat jam.mereka lalui. Pesawat garuda ink terbang menuju Timika dan lanjut ke Bali, di Timika penumpang lanjutan tidak turun, karena hanya cepat di bandara ini. Di bali yang transit lumayan lama sekitar tiga jam. Dan dari Bali langsung terbang ke Jakarta. Meskipun mereka berangkat pagi hari, tetapi mereka tuba di Jakarta sudah pukul enam sore.
Hugo membawa Belle ke apartemennya. Apartemen Hugo minimalis, namun tetap di terjaga kebersihannya. Hanya ada satu kamar utama.
"Besok kita akan ada di kementrian. Selama kamu di Jakarta, kamu akan tinggal disini."
"Kak??"
"Kalau kamu mau kakak disini, ya kakak akan tetap disini sama kamu."
"Kak, jangan aneh - aneh ya." Hugo tertawa.
"Anggota kakak tiba, kakak akan ada di markas kopasus dek. Tetapi kapan pun kakak akan datang kesini."
"Oke ....oke."
"Jadi selama mereka belum tiba di tanjung priuk, kita bersama. Kakak akan peluk kamu puas - puas."
"Maunya."
"Emang adek ngak mau kakak peluk??"
"Mau lah."
"Barang - barang kamu di Jogja, kita akan cari waktu, setelah kami di terima kakak akan mendapat cuti seminggu, waktu itu kita ke kos kamu dijogja beresi barang - barang kamu."
"Siap komandan."
"Good calon ibu persit hebat." Belle tersenyum.
Besok upacara penarikan tim medis nusantara selesai dilaksanakan di aula kementrian kesehatan. Ada orang nomor satu negara ini juga bersama mentri - mentrinya. Belle kaget ternyata di Jakarta selain apartemen, Hugo juga mempunyai mobil mewah. Dan mobil ini yang di gunakan Belle dan Hugo ke kantor kementrian kesehatan.
Besoknya kapal berang yang membawa satgas kopasus sudah ada di pelabuhan angkatan laut. Keluarga serta kerabat sudah datang menjemput anggota keluarga mereka. Jefry tadi juga ikut bersama Belle dan Hugo.
"Dari sini kita kemana dokter??"
"Ke markas besar kopasus."
Tidak lama Hugo dan Beni sudah datang menuji mobilnya Hugo. Mayor Agus sudah bersama anak dan istrinya. Mereka menuju ke arah mobilnya Hugo.
"Sayang kenalkan ini, istrinya Wadan Agus."
"Selamat sore, Belle."
"Ria."
"Ma, Belle ini dokter."
"Cantik Hugo, pacar kamu. Ayo cepat permohonan. Biar aku ada teman." Belle hanya bisa tersenyum.
Beni sudah berada di mobil. Dia duduk di belakang bersama Jefry. Sampai di markas besar kopasus, semua anggota satgas senang sekali. Apalagi mereka bertemu dengan Jefry. Karena selama mereka di Mulia, Jefry ini yang paling sabar merawat mereka. Sampai mereka berencana mengada acara untuk kumpul dengan tim medis nusantara.