NovelToon NovelToon
Rayu Candu

Rayu Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak
Popularitas:235k
Nilai: 5
Nama Author: Armalik King

#Mature conten
#Harap bijak memilih bacaan
# Isi mengandung unsur 18+

Sebuah rayuan, bisa membuat seseorang terjebak dalam pusara angan-angan yang indah, melebihi logikanya tanpa sadar.

Disinilah kisah sang tokoh utama bermula. Elena tanpa sadar mulai masuk kedalam bujuk rayu yang akan mengubah hidupnya.

Bagaimana kelanjutan kisahnya?

Jangan lupa, untuk menekan tap Love, like serta komentnya ya, Terima kasih telah membaca.

Find me on IG @Armalik King
Facebook @Armalik King

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armalik King, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesalahan Elena

Waktu berlalu begitu cepat. Suasana di bandara kini begitu riuh. Semakin siang orang-orang semakin banyak yang berdatangan. Elena terpojok disebuah dinding yang membuat situasinya sulit. Ia mengatakan pada pria yang ada di depannya bahwa, ia keliru mengenali pria itu. “Maaf, sekali lagi! Saya pikir bahwa anda adalah tunangan saya, yang melarikan diri.”

Elena berjalan mundur perlahan berharap ia bisa kabur dari sana. Namun, pria yang ada di depannya itu memegang lengan Elena. “Hei! Apa kata maaf saja bisa merubah masalah jadi baik kembali? Hah! Aku sekarang membalikkan ucapanmu! Enak saja, kau ingin pergi setelah menuding dan memfitnahku begitu saja!?” ucap sang pria dengan menyeret Elena pergi bersamanya.

Pria itu berkata bahwa mereka harus pergi ke kantor pihak berwajib. Karena ia telah tersinggung atas tuduhan Elena. Tarikan tangannya begitu kuat. Ia tak kuasa untuk melepaskan diri dari tarikan sang pria itu. Dengan tenaga yang begitu kuatnya. Elena terus menolak, tumitnya menahan tarikan dari pria itu. Hingga, tiba-tiba terdengar suara yang memanggil namanya dari arah belakang. “Elena!” teriak seseorang yang bersuara seorang wanita, dari arah belakang Elena.

Tiba-tiba tarikannya berhenti.  Terlihat sebuah tangan putih berukuran besar dari pada Elena, terlihat memegang tangan pria yang sedang menarik lengan Elena. Elena menoleh keadah depan setelah ia menengok kearah belakang karena ada yang memanggilnya. “Darren!” ujar Elena yang terkejut melihat pria itu di depannya.

Dengan wajah setius dan terkesan garang, Darren menatap pria yang menarik lenfan Elena. “Lepaskan! Atau kau ingin berurusan dengan pengelola bandara?” ancam Darren yang memperlihatkan sebuah kartu nama pada pria di depannya itu.

“Ah, ternyata kau salah satu dari pria yang berwenang dan yang suka bermain dengan jabatannya!? Baiklah, aku lepaskan. Tapi, tolong ganti rugi biaya untuk bajuku yang robek, karena dia!” ungkap pria itu yang melirik kerah Elena.

Ya, tadi sebelum pria itu membuka masker udaranya, Elena menarik lengan dan mencoba menarik juga pakaian kaus, bagian pinggangnya. Sampai jahitannya keluar dan sedikit robek. Darren bergegas melepaskan lengan pria itu. Dan merogoh saku celanya. Benar saja, ia mengambil dompet kulit berwarna hitam miliknya dan memberikan beberapa lembar uang dari sana. “Jangan pernah terlihat lagi di sekitarnya!” ancam Darren dengan menyodorkan uang kepada pria yang mirip Xander dari bagian mata keatas dahinya itu.

Darren meraih lengan Elena. Terlihat garis merah melingkar sekitar lengannya. Dimana itu adalah bekas genggaman pria tadi yang begitu kuat. “Apa kau baik-baik saja?” tanya Darren dengan memapahnya pergi dari sana. Elena hanya mengangguk dan tak banyak bicara. Ia menunduk kecewa dan merasa bersalah pada Darren.

Mereka tiba di ruangan khusus kesehatan di bandara. Darren meminta pada sang petugas kesehatan, untuk mengoleskan obat pada lengannya Elena yang memerah karena lecet. Elena pun segera di tangani dengan baik disana. Darren juga meminta untuk menutup lecetnya dengan perban. Agar lecetnya itu segera sembuh. Sang petugas kesehatan pun memenuhi permintaan Darren. Meskipun luka lecet itu tak harus memakai perban segala, karena Darren tahu jika Elena akan bertindak gegabah dan tak akan memperhatikan lukanya itu.

Sang petugas pun bertanya mengenai Darren. Karena ia begitu paham dengan obat-obatan. “Ah, itu! Saya hanya seorang dokter yang bertugas di pedalaman,” ujarnya yang merendah. Elena hanya melirik kearah Darren dan tak berbicara apa pun. “Oh, pantas saja!” ujar sang petugas kesehatan dengan membalut luka Elena.

“Jika dia hanya seorang dokter kecil, tak mungkin dia mempunyai gelar S3nya dan bahkan mempunyai rumah sakit di luar negeri?” batin Elena yang mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Beberapa menit kemudian, Elena pun selesai untuk pengobatan lukanya. Darren berterima kasih pada sang petugas kesehatan dan meminta maaf, jika ia banyak sekali permintaan, pada sang petugas tersebut. Mereka pun pamit dan mulai berjalan keluar dari dalam ruangan tersebut. Ketika membuka daun pintu, Elena terkejut dengan penampakan seorang wanita di seberang pintu. Dengan jarak 7 meter darinya.

Wanita itu tinggi semampai. Dengan rambut panjang berwarna coklat panjang, dan terpilin dua yang berkacamata gaya berwarna hitam dengan topi hitam serta masker udara. Namun, raut wajah Elena kembali berubah biasa saja. Karena mengetahui cara  penampilan berpakaiannya bahwa itu adalah Lucy, sang sahabat dekatnya. “Apa kau baik-baik saja?” tanya Lucy dengan berlari kecil. menghampiri Elena.

Mereka bertiga pun pergi menuju ke tempat parkir mobil. Setelah keluar dari gedung bandara, mereka berjalan mengarah pada mobil berwarna violet. Darren masih memapah Elena, hingga mereka masuk kedalam mobil. Mobil Lamborgini berwarna violet itu pun pergi dari sana. Sepanjabg oerjalana Elena hanya terdiam. Ia masih tak memprrcayai bahwa yang dia temui bukanlah Xander. Padahal semua barang dan bahkan aksesoris gantungan ponsel yang dipakai pria itu memang milik Xander.

Darren yang duduk di kursi depan sesekali menoleh ke arah belakang, dimana Elena berada. Ia begitu khawatir pada perempuan yang menjadi cinta pertamanya itu. Karena Darren pun yang memperkenalkan seorang dokter psikolog untuk menyembuhkan mentalnya yang terganggu saat kejadian dulu. Darren mengetahui betul bagaimana lemahnya mental Elena. Ia berharap jika kehadiran dirinya dan juga Lucy akan membuat moodnya lebih baik.

“Kau tak usah memikirkan pria brengse’k itu lagi!” ujar Darren yang menoleh kearah Elena.

“Astaga! Apa tadi kau menemui si brengse’k?” tanya Lucy dengan terkejit. Karena memang ia tak mengetahui kejadian tadi. Lucu datang ketika Darren dan Elena masuk kedalam ruangan kesehatan. Elena tak menjawab ucapan Lucy.

“A-apa yang tadi pria itu? Xander?” tanya Lucy kembali. “Seharusnya kau memberitahukan aku dari awal! Jika tadi kau bersama ku, aku akan menendang pria itu tepat di area kejantanannya! Sial’an! Dia benar-benar pria tak bertanggung jawab! Seharusnya pria seperti itu di tindak lanjuti lebih jauh, sampai dua harus mendekam di penjara,” gumam Lucy yang merasa kesal.

Darren kembali menoleh dan menghentikan ucapan Lucy yang berisik, karena terus menerus berbicara. Akhirnya, sepanjang perjalanan hanya terdengar Lucy yang menggerutu pada Darren. Waktu pun berlalu. Tak terasa mobil violet milik Elena pun tiba di kediamannya yang mewah. Semua orang mulai melangkah masuk kedalam rumah. Terlihat sang pelayan pribadi Elan yaitu bi Ruby menunggu di depan pintu masuk seperti biasanya.

Melihat raut wajah Elena, dengan penampilannya yang begitu kusut dan acak-acakan. Sang bibi tampak terkejut, sambil menghampiri dengan perasaan khawatir. “Nona, apa anda baik-baik saja? Ada apa dengan lengannya?” tanya sang bibi yang menghampirinya. Darren menjawab pertanyaan bini dengan tenang seraya mencoba menenangkan keresahan sang bibi.

“Tadi ada sedikit insiden. Dan lengannya sedikit lecet, tapi sudah diobati!” ucap Darren dengan meminta pada sang bibi, untuk membawanya beristirahat.

To be continue...

1
acthur2u🔥
lanjytin tur GK BLH pingsan dulu
acthur2u🔥
sip lanjt lagi
acthur2u🔥
lanjut bosq
Thenten
Hai kak Salam dari Menikahi Mafia Kejam ya. Aku udah Fav cerita kkak tolong Fav balik ya. Terimakasih ❤
Katarina Sutirah
lanjut
ste4v7💂
up banyak2 tor
miknik👾r*b*t
ckckck aku prihatin
miknik👾r*b*t
oh, ternyata
miknik👾r*b*t
nah mesti di basmi hama itu
miknik👾r*b*t
hmm, sepertiny
miknik👾r*b*t
goshting
miknik👾r*b*t
update plis
miknik👾r*b*t
n3xt
miknik👾r*b*t
lagi lagi terus
miknik👾r*b*t
lagi up banyak
miknik👾r*b*t
woow
miknik👾r*b*t
begitu kah?
miknik👾r*b*t
up lagi
miknik👾r*b*t
ok fine
miknik👾r*b*t
lanjtkan lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!