NovelToon NovelToon
Catatan Cinta Dalam Diary

Catatan Cinta Dalam Diary

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:166.6k
Nilai: 4.4
Nama Author: Putritritrii

"Benaran bukan urusanmu kan! kita orang asing , dan seperti katamu aku menyusahkanmu, dan Aku tidak boleh mengganggumu apa lagi berteman denganmu! Kau menyuruhku untuk tidak muncul di depanmu , terus kenapa kau yang muncul di depanku! kenapa kau peduli ke manapun aku berada! Jadilah konsisten dengan ucapanmu!."


"Apa kau senang seperti ini?"

"Aku? kenapa kau bertanya denganku. Bukannya kau yang mau. Dan aku akan benar - benar tidak akan muncul di depanmu lagi Arya seperti keinginanmu. Aku sudah berpikir sangat keras usai kau memarahiku membawaku di depan tadi untuk berpikir matang." Akhirnya air mata itu tumpah kembali, benteng pertahanan carrol pun hancur karena mata Arya menatapnya teduh.

"Jangan menjadi keras kepala. Kau nggak tahu betapa sakitnya hatiku menunggumu, menunggu kabar darimu! menunggu balasan surat yang aku kirim untukmu. Sampai kau memblokir Nomorku? kau sengaja menghindar dariku Carrol. Apa itu adil untukku? hah? aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu.:

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

"Aku sangat merindukanmu." ucap Carrol.

 

"Aku juga, sangat merindukan dirimu. Pakai syal mu yang benar, karena ini musim dingin." balas Bryan merapikan syal Carrol.

 

"Terima Kasih,"

 

"Sudah, ayo masuk. Marry sudah menunggu kita." ucap Bryan.

 

Keduanya pun berjalan masuk ke resto Korea yang sudah di booking oleh Bryan. Tampak Merry tersenyum melihat kedatangan Carrol, Ia pun berdiri berjalan menghampiri Carrol dan memeluknya.

 

"Apa Kabar, Carrol." ucap Merry.

 

"Baik, bagaimana denganmu?" tanya Carrol senang.

 

Ya keduanya sudah akrab, setelah Marry mengenal betul sifat Carrol yang sebenarnya menyenangkan. Dan Carrol sering membantunya , di saat situasi genting saat mereka berkuliah.

 

"Aku sangat baik, duduklah. Ayo kita makan siang."

 

"Terima Kasih." balas Carrol .

 

"Bagaimana, keadaan kamu di kantor itu?" tanya Bryan, ia tahu masalah perjodohan Carrol yang di lakukan papanya. Erica memberi tahukan ke Bryan.

 

"Entahla... sampai mati pun aku tidak mau dengannya." balas Carrol jijik.

 

"Ssttt... enggak baik ngomong begitu. Itu bisa doa untukmu, Carrol." sambung Marry.

 

"Kalian berdua sih enak , sudah tunangan. Sedangkan aku , LDR. Mana baru tahun lalu, aku resmi pacaran dengan Arya." balas nya memasang wajah sedih.

 

"Kamu harus menceritakannya ke Arya, Rol." Bryan memberi saran.

 

"Aku takut, kau tahu bagaimana Arya kan? Aku tidak mau menggangu pekerjaan nya, Kalau dia tahu aku di jodohkan, yang ada Arya akan langsung terbang menjemputku."

 

"Sudah... tahan dulu. Pesan makananmu." Merry mencela.

 

"Iya... Aku sudah sangat lapar."

 

Carrol memesan makanan yang ia sukai, mereka berempat sangat gemar memakan masakan Korea. Arya paling suka , selama satu bulan, ia tiga kali mengajak Carrol dan yang lainnya untuk menikmati makanan asal Korea itu.

 

Tak lama, pesanan mereka datang dan di hidangakan di atas meja. Bukan Bryan, namanya kalau hanya fokus di saat maka. Ia pun melanjutkan perbincangan yang sempat terputus.

 

"Terus bagaimana , Carrol? apa yang akan kau lakukan?"

 

"Entahlah, aku tidak suka dengan pria pemaksa seperti, dia." Carrol mengangkat bahunya.

 

"Pemaksa? Maksud kamu gimana, Rol?" tanya Merry.

 

"Di memaksakan semua kemauannya denganku, sudah aku katakan kalau aku sudah punya kekasih dan aku tidak akan mau di jodohkan dengannya. Eggg... tadi aja dia mengajakku makan siang, dan aku menolak dia meluk aku secara paksa. Kasar banget enggak?" tanya Carrol.

 

"Yeehh.. Aku sependapat denganmu, Roll." ucap Brayan.

 

"Iya... Aku juga, kalau Arya dia tidak pernah begitu terhadapmu kan, Rol? malahan Arya menunggumu. Jadi, aku tidak akan tinggal diam. Jikalau suatu saat nanti kau sempat menererima perjodohan itu. Kau tahu, betapa banyak Arya mengorbankan perasaan?" tanya Merry.

 

"Yah, aku sangat tahu. Karena itu, aku tidak akan menyia-nyiakan ketulusannya padaku."

 

"Good, aku suka sama pendirianmu." sambung Merry dengan mengacungkan jempolnya seraya mengunyah.

 

"Ya sudah, habiskan makananmu. Jangan di pikirkan, ini sedang musim dingin, kau akan sakit bila terus memikirkan serperti itu."

 

Carrol menyunggingkan tawanya, "Siap, Pak Direktur."

 

"Aapaan sih! Kau itu sangat berlebihan."

 

"Lah, kan benar aku katakan, ya kan Mer? Bukankah, calon suamimu ini seorang Direktur. "

 

"Benar... Tapi Dia tidak suka di panggil seperti itu, Rol. Katanya ketuaan." tutur Merry.

 

 

"Wuh... Kalau sudah tua, mau apa lagi. Jangan mendustai umur!" celetuk Carrol.

 

"Kau ini, semakin cerewet saja. Seperti ibu ku."

 

"Ya iya... karena aku tinggal bersama, ibumu. Apa kalian sudah mengunjunginya?" tanya Carrol dengan menajamkan tatapannya.

 

"Habis dari sini, aku dan Merry akan segerah ke sana. Kau tenang saja, aku masih ingat dengan mama dan papaku." balas Bryan dengan mengerucutkan bibirnya.

 

"Baguslah, kalau begitu bayarlah. Habis itu kalian antar aku ke kantor." ucap Carrol dengan mengedipkan matanya.

 

"Kau sangat senang makan geratis kan?" ledek Merry.

 

"Yah... apa lagi tumpangan gratis." Carrol terkikik.

 

Bryan dan Merry pun sama-sama tertawa, "Wajahmu memang geratisan." balas Bryan seraya berdiri ke meja kasir, sedangkan Marry dan Carrol tertawa bersama dan berjalan ke arah keluar.

 

Usai membayar, Bryan dengan cepat berjalan ke mobilnya. Tampak Carrol sangat bahagia, bertemu dengan dirinya dan Marry. Hanya satu keinginan, Bryan. Dia mau Carrol bisa bahagia, seperti Bryan menemukan Marry. Bryan sendiri , sangat merestui bila Carrol bisa menikah dengan Arya. Sahabat yang menurutnya baik, dan bertanggung jawab. Sedangkan Carrol, sepupu yang paling dia sayangi.

 

Beberapa menit kemudian, Bryan sampai di depan kantor Carrol. Carrol turun dari mobil Bryan, dan langsung saja , Bryan melambaikan tangannya pada Carrol, memberikan semangat dan dukungannya seraya melajukan pelan mobilnya.

 

"Terima Kasih sepupu terhebatku," Carrol membalas lambaian tangan Bryan dengan teriakannya.

 

Dari kejauhan , Brent masih menatap pada Carrol. Seakan panas, ia tidak pernah melihat senyum Carrol yang begitu manis dengan mata bulatnya yang berbinar, seakan menggambarkan kebahagiaannya. Selama Carrol , bekerja di perusahaannya, Wajah Carrol selalu tampak datar dan tidak bergairah jika melihat Brent. Brent sebenarnya tahu, Carrol sangat membencinya. Hanya saja , Carrol bertahan di sana karena papa dan mamanya.

 

Brent bersikeras, untuk mendapatkan cinta Carrol. Walu ia tahu, itu sangat tidak mungkin. Tidak mungkin untuk di gapainya, setidaknya ia akan mencoba, sampai pada titik di mana Brent mundur dari perasaannya sendiri.

 

Carrol tiba di ruangannya, dan ia di sambut hangat oleh teman - teman satu ruanganya.

 

 

"Roll, ayo sini gabung kita makan." ucap Mikha dengan mulut yang penuh pizza.

 

"Wah... acar apaan nih?" tanya Carrol mendekati teman satu teamnya.

 

"Ini, michelle menang undian. Jadinya dia traktir kita Roll." sambung Elena.

 

"Wuhhh... Thank you Michelle." balasnya dengan mengambil potongan pizza dan ikut makan dengan para temannya.

 

"Iya... ayo semuanya di habiskan ya. Aku sudah sangat kenyang," balas Michelle dengan mengelus perutnya.

 

"Aku juga... Cukup satu potongan. Aku ke pantry dulu mau buat teh," ucap Carrol dengan mulut penuhnya.

 

"Suruh, Ob aja Rol." imbuh si Michelle.

 

"Enggak apa-apa mba, aku pengen buat sendiri. Biar pas," katanya dengan berjalan keluar ruangannya, dan hampir tiba di depan pintu pantry, langkahan kaki Carrol terhenti, karena Brent berada tepat di depannya. Brent menatapnya, lalu tersenyum kecil mendekati Carrol.

 

 

Carrol terdiam saat wajah sendu Brent terlihat di raut wajahnya yang sedih. Kemudian Brent menyentuh sudut bibir Carrol dengan lembut, menghapus sisa makanan di bibirnya.

 

"Ada saos, di bibir apa kau itu anak kecil?" tanyanya dengan aura kesedihan, lalu ia berjalan meninggalkan Carrol.

 

Carrol merasa ada yang aneh, kenapa juga pikirnya si Brent berubah dalam hitungan jam. Menjadi lembut tetapi menyedihkan. Carrol menggelengkan kepalanya, dan berjalan masuk ke ruangan pantry. Membuat teh kesukaannya.

 

"Carrol," teriak Mikha dari luar ruangan pantry.

 

"Ada , apa Mikh teriak - teriak." seru Carrol saat Mikha mendekatinya.

 

"Ada kiriman itu di meja kamu, Kurir langsung yang antar, buruan di terima." balas Mikha.

 

 

Carrol membawa teh nya , dan berjalan keluar bersama Mikha kembali ke ruangan mereka. Dan benar, kurir itu membawa subuket mawar merah kesukaan Carrol dan satu kotak yang terikat pita merah.

 

"Ini, Nona. Silahkan di terima dan di tanda tangani." ucap sang kurir.

 

Semua teman-teman Carrol menatap senang pada Carrol. Mendapatkan bunga plus kotak hadiah, perempuan mana yang tidak sesenang itu.

 

"Terima kasih Tuan." ucapnya pada si Kurir , lalu kurir meminta izin untuk pamit. Mata Brent, menatap dari jauh. Tepat di depan pandangannya, Carrol kembali menebar senyuman dan dengan mata berbinar.

 

"Pakailah selama musim dingin. Aku mau, kehangatan kota ini, juga menghangatkan dirimu. Seperti halnya cintaku padamu. I love you, my sweet heart."

 

Tertanda Arya.

1
Ratnadarmayani
berasa di posisi Nena😂😂
Kustri
nyimak lg..msh blm paham
Kustri
nyimak dl
mybaby_huy
saya suka
Devinta Primasari
nyesel deh baru Nemu novel sebagus ini
☠✿𝔻𝕒𝕣_𝕃𝕚𝕟𝕘°✦დ
ceritanya bagus.. happy ending.. 😍😍😍
☠✿𝔻𝕒𝕣_𝕃𝕚𝕟𝕘°✦დ
ceritanya seru thor😍😍😍
☠✿𝔻𝕒𝕣_𝕃𝕚𝕟𝕘°✦დ
makin seru..jadi penasaran
Elin Elin jenong
nie mah cerita nyh kaya sekolah beneran ajah😁
A Y A
Ampe ikutan nyesekkkk Thor aku bacanya 😭😭
Niken Retno Arumsari
kereeeeeennnnnnnnn ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Kristkristinaaa: numpang promosi yaa thorr..
Mampir dikaryaku yuk kak

Tunanganku Bos Galak 🤩

semoga sukaa 🥰
total 1 replies
LaRa SeRa
mantap cerita..
LaRa SeRa
Terima kasih thor kerana Carrol dan Arya jadian..😍😍😍
Kristkristinaaa: numpang promosi yaa thorr..
Mampir dikaryaku yuk kak

Tunanganku Bos Galak 🤩

semoga sukaa 🥰
total 1 replies
LaRa SeRa
Jangan pisahkan Carrol dan Arya thor kasian..
LaRa SeRa
semangat thor...di tunggu seterusnya
LaRa SeRa
suka suka...
LaRa SeRa
asyik.
LaRa SeRa
😢😭😢😭😢😭
LaRa SeRa
sedih thor...😢😢😢
LaRa SeRa
makin seru...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!