Disclaimer: Konflik di cerita ini mungkin sedikit tidak masuk akal dan memusingkan. Othor sudah memperingatkan dari awal.
Thalia Halley Anggara dan Thalita Halley Anggara adalah gadis kembar identik yang memiliki sifat berbeda.
Thalia Halley yang merasa tertekan dengan sikap posesif sang kekasih, yaitu Zayn Arsenio Abraham memutuskan untuk kabur sejenak dan mencari ketenangan, beberapa hari sebelum pertunangannya dengan Zayn.
Di saat bersamaan, Thalita Halley yang baru pulang setelah menempuh pendidikan selama empat tahun di luar negeri, hendak memberi kejutan pada keluarganya.
Thalita sengaja tidak memberikan kabar kalau dirinya pulang hari itu.
Namun naas bagi Thalita, karena saat baru keluar dari bandara kota, tas yang berisi ponsel serta semua kartu identitasnya dijambret oleh orang tak dikenal.
Disaat bersamaan, Zayn yang sedang berada di bandara kota, tak sengaja melihat Thalita yang kebingungan dan mengira kalau Thalita adalah Thalia.
Sejak detik itu, semua orang mengira kalau Thalita adalah Thalia dan tidak ada satupun yang percaya dengan pengakuan Thalita termasuk Mom Belle dan Dad Devan.
Bagaimana akhirnya nasib Thalita yang terpaksa berganti peran menjadi Thalia yang menghilang tak tahu rimbanya?
Apakah akhirnya Thalia akan kembali pulang dan menjelaskan pada semua orang tentang kekeliruan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERASAAN ANEH
"Dorr!" Zayn mengagetkan Thalita yang sedang asyik di dapur menyiapkan makanan.
"Tidak kaget!" Jawab Thalita santai sedikit tergelak dengan tingkah Zayn yang kekanakan.
"Sedang membuat apa?" Tanya Zayn yang kini sudah melingkarkan lengannya di pinggang Thalita.
"Hanya mengupas buah, lalu memotongnya, dan mencampurnya dengan mayonaise dan yoghurt," jelas Thalita yang kini sudah berbalik dan menghadap ke arah Zayn.
"Salad buah!" Tebak Zayn cepat.
"Kau mau?" Tawar Thalita yang sudah memamerkan semangkuk besar salad buah ke hadapan Zayn.
"Suapi!" Zayn membuka mulutnya dengan lebar.
"Maaf, tapi ini semua milikku!" Goda Thalita yang langsung membawa salad buahnya meninggalkan Zayan yang masih membuka mulit seraya menejamkan mata.
"Sayang! Kembali kau!" Zayn mengejar Thalita yang kini berlari mengelilingi dapur masih sambil membawa semangkuk salad buah di tangannya.
"Tangkap aku kalau kau bisa!" Goda Thalita seray memeletkan lidahnya ke arah Zayn.
"Awas kamu kalau tertangkap!" Ancam Zayn yang masih tak berhenti mengejar Thalita.
"Zayn, Thalia! Ada apa ini?" Tegur Papa Hans yang baru masuk ke dapur dan mendapati anak serta calon menantunya saling berkejaran bak anak kecil.
"Zayn usil, Pa!" Jawab Thalita yang sudah bersembunyi di balik punggung Papa Hans.
"Zayn hanya mau salad buah yang dipegang Thalia itu, Pa!" Sahut Zayn seraya menunjuk ke arah mangkuk besar yang masih ada dintangan Thalita.
"Apa itu, Thalia?" Tanya Papa Hans merasa penasaran.
"Salad buah. Papa mau?" Thalita menyuapi Papa Hans dengan sok mesra.
"Ish! Kok malah nyuapin Papa? Kamu calon istri aku!" Zayn sudah menarik lengan Thalita dan merangkul gadus itu dengan posesif.
"Jadi, kau cemburu pada Papamu sendiri?" Papa Hans mengernyit tak percaya pada Zayn yang masih merangkul erat pinggang Thalita.
"Papa juga suka cemburu jika Zayn bergelayut pada Mama. Jadi impas, kan!" Sahut Zayn mencari pembenaran.
"Iya, impas! Dasar tukang cemburu!" Gerutu Papa Hans sebelum keluar dari dapur.
"Papa juga tukang cemburu!" Sahut Zayn masih tak mau kalah.
"Sudah diam!" Thalita langsung menyumpalkan sesendok salad buah ke mulut Zayn agar pria itu diam dan berhenti berdebat dengan Papa Hans yang sudah tak terlihat lagi di dapur.
"Enak! Semua masakan kamu selalu enak," puji Zayn sebelum kembali membuka mulutnya.
"Modus! Biar aku masak buat kamu terus," cibir Thalita sebelum menyuapkan salad buah ke mulutnya sendiri.
"Harus dong! Kamu kan calon istri idamanku!" Ujar Zayn lebay seraya mendekap Thalita.
"Ngomong-ngomong, apa acara kita hari ini?" Tanya Thalita mengalihkan topik pembicaraan.
"Mau menyelam sambil melihat lumba-lumba?" Tawar Zayn yang langsung membuat kedua netra Thalita berbinar senang.
Gadis itu mengangguk dengan cepat.
"Suapi aku dulu kalau begitu! Kita habiskan salad ini!" Tutur Zayn sebelum kembaki membuka mulutnya.
Thalita dan Zayn kembali asyik menikmati semangkuk salad buah berdua.
****
Pulau Bali,
Matahari sudah nyaris terbenam, saat Thalia dan Daniel berjalan menyusuri pasir putih di tepi pantai yang mulai sepi oleh pengunjung.
Thalia masih berjalan memakai tongkatnya dan sedikit tertatih. Namun tentu saja, Daniel dengan sigap membantu Thalia agar tidak jatuh terjerembab ke atas pasir.
"Ayo duduk dulu!" Ajak Daniel seraya membimbing Thalia agar duduk perlahan di atas pasur putih.
"Berapa lama kau akan berada di pulau ini, Daniel?" Tanya Thalia memecah kebisuan diantara dirinya dan Daniel.
"Sampai pekerjaanku selesai. Tapi Bos hanya memberi batas waktu tiga bulan," jelas Daniel seraya menatap ke lautan lepas dimana ombak yang bergulung terlihat semakin besar.
"Jika sebelum tiga bulan, semua pekerjaan sudah beres, aku bisa langsung pulang," imbuh Daniel lagi yang kali ini ganti menatap ke arah Thalia yang duduk di sampingnya.
Tangan Daniel sudah terulur untuk merangkul pundak Thalia dan membawa gadis itu ke dalam pelukannya.
Dan Thalia tak lagi merasa canggung untuk menyandarkan kepalanya di dada bidang Daniel. Thalia seolah sudah lupa pada Zayn, karena tak bisa dipungkiri kalau Thalia sudah mulai terbiasa dan nyaman dengan sosok Daniel.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Daniel yang sudah menggenggam erat tangan Thalia sambil sesekali mengecupnya.
"Tidak ada! Aku hanya merasa senang ada disini bersamamu," jawab Thalia yang semakin memangkas jarak di antara dirinya dengan Daniel.
Tak ada lagi percakapan setelahnya. Dua sejoli itu saling diam menatap ke arah matahari yang mulai turun ke peraduannya. Semburat oranye di ufuk barat perlahan menghilang, bersamaan dengan gelapnya malam yang mulai menjelang.
Thalia dan Daniel akhirnya ikut meninggalkan pantai yang ombaknya tak lagi bersahabat.
****
Di atas kapal.
Thalita masih duduk di bangku panjang yang ada di geladak utama kapal. Zayn sudah kembali seraya membawa dua gelas minuman untuk dirinya dan untuk Thalita.
"Matahari akan terbenam sebentar lagi," ucap Thalita pada Zayn seraya menunjuk ke arah garis cakrawala.
"Kita akan menikmatinya dari sini," ujar Zayn yang kini mengambil posisi duduk di bdlakang Thalita.
Thalita sendiri segera menyamankan posisinya untuk bersandar pada Zayn yang mendekapnya dengan mesra.
"Kau senang dengan liburan kita kali ini?" Tanya Zayn yang kini sudah menyandarkan dagunya di puncak kepala Thalita.
"Ya. Apa keluargamu sering berlibur seperti ini?" Thalita balik bertanya pada Zayn.
"Dulu, saat Audrey belum menikah kami sering berlibur bersama seperti ini. Tapi sejak Audrey menikah dan pindah rumah, kami sudah jarang mengagendakan liburan keluarga." Zayn mengusap lembut tangan Thalita dan menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan ceritanya.
"Aku sudah sibuk membantu mengurus bisnis perhotelan milik Papa. Jadi liburan hanya menjadi prioritas kesekian dalam hidupku," tutur Zayn menyambung ceritanya.
"Tapi mungkin setelah kita menikah nanti, aku akan menyempatkan banyak waktu untuk kita berlibur," ujar Zayn lagi yang sudah memutar posisi duduk Thalita dan ganti menangkup wajah gadis itu.
Thalita tersenyum pada Zayn.
"Beruntung sekali gadis yang akan menjadi istrimu nanti," gumam Thalita tiba-tiba yang sontak membuat Zayn mengernyit heran.
"Bukankah gadis itu adalah kau, Sayang? Jadi, apa kau sedang memuji dirimu sendiri?" Tanya Zayn terkekeh.
Thalita ikut terkekeh meskipun sedikit kaku. Gadis itu segera menghambur ke pelukan Zayn.
Thalita merasa ingin menangis sekarang, namun Thalita tidak mau menangis di depan Zayn. Biar saja Thalita bersandar di pelukan hangat Zayn, selagi masih ada kesempatan.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.
baca terus ini. dari awal mom Belle, Theo, Nick, Hans dan skg anak2nya urut 😍😍😍👍👍👍
TERUS BERKARYA BUNDEW...👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
RENATA JUGA BGITU, SETELH KGUGURN RAHIMNYA ADA LUKA, JDI TDK BOLEH HAMIL DLU SMPE RAHIM NYA BNAR2 SEHAT..