Cinta Gadis Kembar Yang Tertukar

Cinta Gadis Kembar Yang Tertukar

THALIA HALLEY ANGGARA

Seorang gadis berperawakan tinggi, dengan rambut coklat sebahu berjalan menyusuri jalan setapak di tengah kompleks pemakaman.

Gadis itu berjalan santai seraya bersenandung kecil. Buket bunga mawar berwarna putih terlihat di tangan sebelah tangan gadis tersebut.

Tepat di sebuah makam yang terletak di bawah pohon kamboja, gadis itu berjongkok dan mengusap batu nisan bertuliskan Clarissa Halley.

"Hai, Mom! Thalia membawakan Mom bunga yang baru," sapa Thalia pada makam sang mom.

Thalia menyingkirkan buket bunga yang sudah layu yang ia letakkan disini beberapa pekan yang lalu dan menggantinya dengan yang baru.

"Thalia akan bertunangan dengan Zayn pekan depan, Mom!" Ucap Thalia lagi memulai curhatnya pada makam Mom Cla.

"Dan Thalita masih belum membalas pesan Thalia," imbuh Thalia lagi mdnatap pada batu nisan warna abu-abu tersebut.

Beberapa tahun yang lalu, tepat sehari setelah ulang tahun Thalia dan Thalita yang ke-7, Mom Belle mengajak Thalita dan Thalia berkunjung ke makam ini untuk pertama kali.

"Ini makam siapa, Mom?" Tanya Thalia kala itu.

"Mom Clarissa. Mom-nya Thalia dan Thalita," jelas Bellinda seraya mengusap butir bening di pelupuk matanya.

"Kenapa Mom menangis? Dan siapa itu Mom Clarissa?" Gantian Thalita yang bertanya.

"Mom Clarissa adalah mom-nya Thalita dan Thalia." Mom Belle mengusap kepala si kembar bersamaan.

"Jika Mom Belle yang sudah merawat Thalita dan Thalia sejak bayi, maka Mom Cla adalah wanita hebat yang sudah bertaruh nyawa untuk melahirkan Thalia dan Thalita ke dunia ini," jelas Mom Belle dengan mata berkaca-kaca.

"Apa itu artinya kami bukan anaknya Mom Belle?" Tanya Thalita yang matanya sudah ikut berkaca-kaca.

"Kalian tetap putri Mom sampai kapanpun. Tapi kalian juga putri dari Mom Cla. Jadi kalian juga harus menyayangi Mom Cla sama seperti kalian menyayangi Mom," pesan Mom Belle seraya memeluk kedua gadis kembar tersebut.

Sejak hari itu, Mom Belle selalu rutin mengajak Thalia dan Thalita untuk mengunjungi makam Mom Clarissa.

Dan saat usia Thalia tujuh belas tahun, Thalia tiba-tiba merasa penasaran dengan kisah yang sebenarnya terjadi diantar Mom Belle, Mom Cla, dan Dad Devan. Mom Belle selalu mengatakan, kalau Dad Devan adalah Dad kandung Thalia dan Thalita. Bukankah itu artinya Dad Devan pernah menikah dengan Mom Cla?

Namun kenapa Dad Devan selalu menghindar dan mengalihkan pembicaraan setiap kali Thalia membahas tentang Mom Cla? Dad Devan seakan benci pada wanita yang sudah melahirkan Thalia dan Thalita tersebut.

Ada apa sebenarnya?

Thalia merasa tak sampai hati jika harus bertanya pada Mom Belle. Jadilah Thalia dan Thalita bertanya pada Om Theo saja. Dan ternyata butuh waktu semalaman bagi Om Theo untuk menceritakan kisah tentang Mom Belle, Mom Cla, dan Dad Devan.

Di akhir cerita Om Theo, akhirnya Thalia dan Thalita berhasil menarik kesimpulan serta pelajaran dari kisah cinta rumit orang tua mereka.

Thalia dan Thalita benar-benar bersyukur memiliki Mom sambung sebaik Mom Belle yang tak pernah membeda-bedakan Thalia dan Thalita dari Liam dan Anne.

Mom Belle selalu memberikan kasih sayang berlimpah untuk mereka berempat dan sama-sama tegas jika ada yang berbuat salah. Bahkan Mom Belle juga mengenalkan si kembar pada Mom Cla tanpa mencelanya sedikitpun.

Benar-benar mulia hati Mom Belle.

Ting!

Suara pesan masuk di ponsel Thalia, segera membuyarkan lamunan gadis dua puluh tiga tahun tersebut.

Rupanya Thalita sudah membalas pesan yang dikirim oleh Thalia pagi ini.

[Hai, maaf baru membalas pesanmu. Aku belum bisa pulang bulan ini, Thalia] -Thalita-

[Aku akan bertunangan, Thalita! Kau tidak pulang saat pernikahan Anne kemarin. Kenapa sekarang kau tidak mau pulang juga saat aku bertunangan? Apa kau tidak menganggapku saudarimu?] -Thalia-

[Kenapa bilang begitu? Aku menyayangimu, Thalia! Tapi aku benar-benar belum bisa pulang. Wisudaku disini tinggal beberapa bulan lagi. Aku sedang mempersiapkannya agar aku bisa segera pulang dan berkumpul bersama kalian semua] -Thalita-

[Wisuda, kuliah, ujian, selalu hal itu yang kau jadikan alasan! Aku membencimu!] -Thalia-

[Jangan merajuk begitu! Aku akan mengirimkan hadiah kejutan untukmu nanti] -Thalita-

[Aku tidak butuh hadiah kejutan! Aku butuh kau datang ke acara pertunanganku!] -Thalia-

[Dan aku akan mengadukan pada Mom kalau kau tidak datang ke pesta pertunanganku!] -Thalia-

Thalia mengambil foto makam Mom Cla lalu mengirimkannya pada Thalita.

[Kau sedang mengunjungi Mom? Sampaikan salamku untuk Mom, oke!] -Thalita-

[Tidak akan! Kau harus mengunjungi Mom sendiri dan menyampaikan rasa rindumu itu sendiri! Aku tidak mau mewakilimu!] -Thalia-

[Jahat sekali!] -Thalita-

[Kau lebih jahat!] -Thalia-

[Baiklah! Sebaiknya kita ahiri perdebatan ini, karena aku harus mandi sekarang sebelum airnya membeku. Bye!] -Thalita-

Thalia hanya menatap pesan terakhir saudara kembarnya tersebut. Sudah satu tahun lebih Thalita belum pulang ke negara ini. Dan Thalia begitu merindukan saudara kembarnya tersebut.

Ting!

Ada pesan yang masuk lagi di ponsel Thalia.

[Kau dimana, Sayang? Kenapa tidak menghubungiku?] -Zayn-

[Aku sedang mengunjungi Mom] -Thalia-

[Di pemakaman? Tadi kesana naik apa?]-Zayn-

[Tadi diantar Dad] -Thalia-

[Tunggu disana! Aku akan datang menjemputmu!] -Zayn-

[Jangan kemana-mana!] -Zayn-

Thalia hanya memutar bola matanya dan tak membalas lagi pesan Zayn.

Thalia yakin kalau sekarang ini Zayn sedang mengendarai mobil sportnya dengan kecepatan 120km/jam ke arah pemakaman ini. Dan pria itu pasti tak akan berhenti membunyikan klakson jika lalu lintas di hadapannya macet.

Kenapa tidak naik helikopter saja sekalian atau menyewa jasa paspampres untuk membuka jalan?

Dasar pria lebay!

Pria lebay yang sebentar lagi akan menjadi tunangan serta suami Thalia.

Bolehkah Thalia kabur saja dari pertunangan bodohnya bersama Zayn?

"Jangan makan terlalu banyak, Thalia! Nanti kamu sakit perut!" Ucap Zayn di satu waktu.

"Jangan membeli makanan di pinggir jalan begini! Nanti kalau kamu kena penyakit pencernaan bagaimana?" Ucap Zayn di lain waktu.

"Sering-seringlah memakai gaun dan highheels, agar kau terlihat sedikit feminim!"

"Jangan memotong rambutmu lagi! Aku ingin rambutmu tumbuh panjang agar kau terlihat semakin cantik!"

Ouh ya ampun!

Belum jadi istrinya saja, Zayn sudah mengatur-atur Thalia sesuka hatinya.

Apa kabar nanti kalau Thalia sudah resmi menjadi Nyonya Zayn? Mungkin Thalia akan mati berdiri dengan semua peraturan konyol dari Zayn.

"Hai, Sayang! Maaf membuatmu menunggu lama," sapa Zayn yang sudah tiba di pemakaman.

Lama?

Perasaan belum ada sepuluh menit Thalia menunggu pria ini datang.

"Kita langsung pulang?" Thalia berbasa-basi pada Zayn.

"Kau sudah makan? Kita bisa mampir makan dulu kalau kau lapar," tawar Zayn yang masih melingkarkan lengannya di pinggang Thalia. Pasangan itu sudah berjalan meninggalkan pemakaman.

"Aku masih kenyang. Tadi makan siang kebanyakan," jawab Thalia sedikit meringis.

"Kalau makan itu secukupnya saja! Jangan banyak-banyak! Aku tidak mau kau sakit perut!" Cerocos Zayn panjang lebar yang hanya membuat Thalia memutar bola matanya.

"Iya, Zayn! Aku masih ingat dengan pesanmu yang itu! Aku minta maaf, oke!" Sahut Thalia cepat sebelum Zayn kembali mengoceh panjang kali lebar.

Thalia sedang malas berdebat dengan pria ini. Mood Thalia benar-benar sedang hancur sekarang karena Thalita yang tak kunjung pulang.

"Kita langsung pulang saja kalau begitu!" Ucap Zayn seraya membukakan pintu mobilnya untuk Thalia.

"Pakai sabuk pengamanmu!" Ujar Zayn selanjutnya sembari memasangkan sabuk pengaman Thalia.

"Zayn, aku bisa sendiri!" Gerutu Thalia sebal.

"Baiklah! Terserah saja!" Gumam Thalia selanjutnya yang memilih pasrah saat dipasangkan sabuk pengaman oleh Zayn.

Tak butuh waktu lama, dan mobil Zayn sudah melaju meninggalkan pemakaman.

.

.

.

Langsung nyambung ke "Bukan Suami Pilihan" yang adegan Anne ngidam mi tektek trus dibeliin satu gerobak sama Abi 😂😂

Yang karya ini slow update ya gaees!

Nanti ceritanya sambung menyambung ke ceritanya Anne (Bukan Suami Pilihan) dan Liam (Gadis Gendut Milik Sang Idola).

Nanti cerita tentang Audrey Zivia Abraham aku sisipin sedikit juga disini, sebelum cerita utama tentang Audrey yang nanti ada judulnya sendiri.

Visual ada di Bab 3

Terima kasih yang sudah mampir.

Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

Terpopuler

Comments

Yuli Silvy

Yuli Silvy

otw Zayn dulu🤭

2023-09-12

0

Anonymous

Anonymous

punya pasangan terlalu posesif kelaut aja😂

2022-03-02

0

Wahyunii

Wahyunii

cinta Zayn mungkin seperti Saga ya..
aku sih enak kalo begitu😆

2022-02-11

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!