Memiliki suami dan anak. Tetapi Cyra tidak pernah menginginkan Lian dan Anak mereka Angel, hadir dalam kehidupannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lie_lili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Jam 2 Malam
Waktu dimalam hari, dimana semuanya telah tertidur. Tetapi kadang disitulah seorang anak bayi akan berjaga, seperti saat ini yang terjadi kepada Cyra dan Angel. Anaknya terjaga membuat Cyra merasa kesal.
"Angel, tidur enggak kamu!" perintah Cyra kepada anaknya yang memang sama sekali belum mengerti apa yang orang tuanya katakan.
Angel saat ini sudah berusia 3 minggu. Jika hari-harinya Cyra merawat Angel dengan bantuan dari mami Luci, tetapi jika sudah malam, tentu mami Luci memilih untuk beristirahat dan Angel akan bersama mama dan papanya.
"Iiiiihhhh bising lihat kamu ini enggak mau tidur-tidur" ucap Cyra yang mulai sangat kesal.
Angel masih terlihat merenggek kecil saja, karena dibiarkan begitu saja oleh mamanya.
"Kamu tau enggak sih, ini sudah jam berapa, ini jam 2 malam" ucap Cyra dengan galaknya.
"Tidur enggak?" Bentak Cyra pada anaknya yang masih sangat bayi ini.
"Cyra apaan kamu membentak Angel yang sekecil ini" tegur Lian yang langsung terbangun mendengar suara bentakan Cyra.
Padahal Lian hari ini sangat kelelahan, dia dari subuh sudah bangun dan pulang hampir tengah malam juga, bahkan ketika dia pulang, dia tidak dapat bermain bersama anaknya karena sang anak sedang tertidur dan ketika dia tertidur lelap, anaknya terbangun.
Lian merasa emosi karena Cyra membentak Angel, hingga membuat Angel kini menangis kuat, lalu langsung digendong oleh Lian.
"Cup, cup, cup! Anak papa, tenang ya ini papa nak" ucap Lian sambil mencium kening anaknya. Lian pun mengendong sambil mengayunkan badannya, berharap anaknya tidak menangis lagi.
Hampir setengah Lian terus begitu membujuk anaknya untuk tertidur. Kemudian dia pun meletakkan anaknya diranjang dekat dengan Cyra sambil melotot melihat kearah Cyra. Istrinya ini dengan santai bermain ponsel.
Lian tidak mau bersuara lagi untuk menganggu tidur anaknya, dia pun hanya terus menatap tajam kepada Cyra berharap Cyra menyadari kesalahannya.
"Besok kita urus, yang terjadi malam ini" ucap Lian penuh penekanan. Terlihat emosi yang dia tahan ketika mengucapkan kalimat tersebut.
Cyra hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Lian. Dia pun seolah tidak merasa bersalah.
Lian tidak ingin jam tidur kali ini terganggu lagi, dia juga selalu mengerti jika istrinya butuh istirahat. Walau dari pagi hingga menuju malam, istrinya dibantu mami Luci untuk menjaga anaknya. Tetap saja bagi Lian menjaga anak lebih berat dari pada bekerja.
"Apa salah ku" batin Lian, sakit dia rasakan dalam batinnya. Mungkin hanya karena dia laki-laki, dia berusaha lebih kuat.
"Apa aku salah memilih Cyra sebagai istri!" Lian berkata dalam batinnya dengan lirih.
"Mungkin disini aku yang masih salah"
"Aku harus bisa mengubah situasi ini" pikiran Lian mulai bangkit.
Lian berusaha untuk merubah terlebih dahulu dirinya, kemudian baru dia akan membantu merubah Cyra lebih baik lagi. Karena saat ini, dia adalah kepala keluarga. Dia tau istri adalah cerminan suami.
Sudah setengah jam Lian terus berkotak-katik di dalam pikirannya, mencari jalan keluar yang baik untuk hidupnya. Dia merasa sulit sekali untuk tertidur lagi, dia terus memperhatikan kearah anaknya. Lian juga berharap anaknya dapat tidur nyenyak.
"Besok main ya nak, sama papa" ucap Lian sambil tersenyum kecil.
Angel lah penenang hati Lian selama ini, dari dalam kandungan. Lian berusaha sabar dengan sikap mamanya Angel, itu karena Angel hadir dalam keluarga kecil mereka.
konfliknya
seorang istri yang berbuat semaunya, tidak menghargai suami masih mengharapkan pria lain dan korbannya anak yang terabaikan dan suami yang tersakiti
penyelesaian konflik
cerai dan membesarkan anak meraka tampa ikatan apapun (gitu saja)
kesimpulan novel ini
istri durhaka pada suami dan anak dan mereka bercerai dan hidup damai masing2 membesarkan anak mereka (sekian Terima kasih)
yang diharapkan (harapan tinggal harapan karena karena gak mutlak ada ditangan author)
seorang istri yang melakukan kesalahan fatal pada anak dan suaminya, akhir anak dan suaminya meninggalkan nya, dan dia sadar akan kesalahannya, berjuang ang mennebus kesalahanya, tulus minta maaf, berjuang dapat kesempatan kedua, mengobati luka anak dan suaminya dengan limpahan kebahagiaan (alias perjuangan seorang istri yang telah melakukan kesalahan fatal untuk menebus kesalahannya dan berjuang membuktikan dia pantas dapat kesempatan itu)
atau orang tua nya tanya lebih dulu ke anaknya bahagia kah atau tidak
Jang liat keadaan anaknya yang selalu tersenyum atau menurut, dihatinya pasti anaknya juga ada rasa kecewa. bukan cuma orang tua aja yang kecewa
pasti cyra juga punya rasa kecewa