Jika orang lain memilih pergi saat tahu suaminya mendua, aku memilih bertahan dan memberi kejutan manis untuk suamiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susan saliman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendapat Tamu Kejutan Like n komennya ya, Terima kasih
" Biar aku saja Nur yang antar pak Kliwon berobat, sekalian aku anterin belanjaanku ke rumah, kan satu arah ke klinik rumah ku, mari pak", Dani langsung memapah pak Kliwon setelah Menur mengangguk setuju, sementara Yudi menyiapkan mobilnya.
" Makasih ya mas Dani, ini nanti buat bayar betobatnya, minta di periksa darah juga ya biar lengkap hasilnya", Menur memberikan beberapa lembar uang berwarna merah pada Dani.
" Nanti setelah selesai betobat pak Kliwon sekalian aku antar pulang dan mobil aku kembalikan kesini, nitip motor ku ya Yudi", Dani krmudian pamit dan memvawa pak Kliwon berobat.
" Iya mas", Yudi menganggukkan kepala.
Menjelang mahgrib, Dani mengembalikan mobil sekalian memberikan surat cuti dari dokter punya pak Kliwon pada Menur.
" Nur, Maaf baru beres nunggu hasil lab darahnya agak lama, ternyata pak Kliwon anemia, deman karena kecapean dan ada infeksi lambung serta tekanan darahnya juga tinggi", Dani memberitshukan Menur tentang kondisi pak Kliwon ysng fi jalaskan dokter tadi kepadanya.
" Oh, ya terima kasih mas atas bantuannya, selama pak Kliwon sakit bagaimana kslau mas gsntiin beliau semrntara? Mau ya bantuin Menur?", Menur berucap dengan penuh permohonan.
" Iya Nur, besok mas usahakan datang jam 8 pagi ya, sekarang aku pamit dulu", Dani pun menuju motornya terparkir, kemudian pulang.
" Siapa?", Tanya Yoga prnasaran melihat Menur ngobrol akrab dengan seseorang.
" Oh, itu mas Dani", Menur kemudian menceritakan kejadian tadi siang saat pak Kliwon pingsan dan kemudian Dani yang mengantar ke klinik.
" Siapa Dani, dari kampung mana?", Tanya Mas Yoga sinis.
" Hmm.... Tetangga jauh mas, itu yang kampungnya sebelah kampung ku, dulu dia itu kakak kelasku di SMA 1", Jawab Menur.
" Kok bisa akrab begitu sih?", Tanya Yoga penuh seludik.
" Ya dulu kan satu sekolah, udah kenal dari dulu mas", Jawab Menur.
" Terus dia besok mau gantiin pak Kliwon?", Tanya Yoga lagi penasaran.
" Iya, sementara mas", jawab Menur lagi.
" Hanya sementara, dan jangan terlalu dekat", Yoga kemudian berlalu meninggalkan Menur yang masih terbengong.
" Menur, Nur..... Menur ", Bu Salim memanggil Menur.
" Iya bu".
" Kapan hasil pemeriksaan itu keluar?", Tanya bu Salim.
" Besok baru akan di kabari bu, kapan Menur harus ambil hasil dari pemeriksaan itu", jawab Menur.
" Lama banget, apa kudu begitu?", Sungut bu Salim.
" Ya Menur kurang tahu bu, yang penting semua prosedur sudah menur lalui dan kita harus sabar menunggu hasil", Jawab Menur santai.
" Maaf bu, Menur mau ke kamar dulu", Menur pamit meninggalkan ibu mertuanya karena hendak melaksanakan mahgrib, sementara sang ibu mertua hanya mendengus kesal.
" Mas, kemungkinan besok hasil test ku keluar, doain ya hasilnya bagus", Ucap Menur setelah selesai sholat.
" Hmmm", Yoga fokus dengan ponselnya.
🐝🐝🐝🐝
Keesokan harinya, benar Dani datang menggantikan pak Kliwon yang sedang sakit.
Menur memberi tahu kemana saja hari ini harus mengantar belanjaan pelanggan.
" Makasih ya mas Dani atas bantuannya, mau datang hari ini, kebetulan banyak yang harus di anter, mulai dari semen, pasir, keramik, cat sampai kayu kayu juga mas, biar nanti Yudi sama Ferdi yang mengarahkan dan Iman yang jadi keneknya", Menur menjelaskan.
" Iya Nur, mas juga senang bisa bekerja dengan Menur", Jawab Dani penuh senyum.
Siang harinya datang sebuah mobil berwarna putih, hati menur penuh tanya siapa gerangan datang ke rumah, nampak dari luar di belakang kemudi seorang perempuan cantik dengan kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya.
" Assalamualaikum...... Mau bertemu ibu Mrnur, ada?", Tanya sang pengemudi mobil setelah keluar dari dari mobilnya.
" Waalaikum mus salam.... kirain siapa, ya Alloh dokter Gita, mari masuk, hayo kita ke rumah saja", Menur menghiring dokter Gita menuju rumah bukan di toko, mengajak masuk dan duduk di ruang tamu.
" Mari silahkan dok, sebentar ya..",enur meminta mbak Nah untuk membuatkan minum dan juga menyajikan camilan.
" Rupanya ada tamu, siapa Nur?", Sapa bu Salim ikut nimbrung di ruang tamu.
" Saya Gita bu, dokter yang kemarin menjadi salah team yang memeriksa kesuburan Menur, saya kesini untuk memberikan kejutan pada Menur karena dia adalah trman lama saya, dan juga mau mengantar hadil dari test tersebut, ini", Dokter Gita memverikan sebuah amplop yang ia ambil dari dalam tasnya kepada Menur.
" Ya Alloh... deg degan aku, Bismillah....", Ucap Menur mendekat smplop tersebut di dadanya.
Dengan gemetar Menur membuka amplop perlahan, "Ya Alloh.... Bismillah....", Begitu mulut Menur terus melafatkan doa dengan hati ysng gemuruh.
" Ya Alloh.... apa ini?", Menur menitikkan sir matanya, dengan tangan gemetar dia berikan kertas itu pada dokter Gita.
" Iya bacakan dan jelaskan dok, apa hasilnya", Bu Salim nampak tidak sabar untuk mengetahui hasilnya.
" Jadi begini Menur dan juga ibu, berdasarkan serangkaian pemeriksaan yang sudah mbak Nur jalani kemarin, ada empat tahab ya bu, dan semuanya menunjukkan jika mbak Menur itu sehat, subur, bahkan panggulnya juga cukup lebar jika nanti hamil dan melahirkan secara normal, pada garis besarnya mbak Nur ini adalah wanita sempurna, siap untuk hamil kapan saja, rahimnya juga bersih bu", Terang dokter Gita sejelas jelasnya.
Menur langsung terisak, air matanya mengalir tanpa bisa di tolak, tangisan haru, bahagia, rasa syukur semua memenuhi dadanya.
" Jadi ibu tidak perlu kawatir mbak Menur pasti bisa hamil kok bahkan sangat subur bu, mbak Nur bisa punya anak berapapun dia inginkan", Dokter Gita kembali menyakinkan bu Salim sambil memeluk erat Menur.
" Syukurlah, ibu hanya tinggal berharap kebenaran akan pemeriksaan dokter, jika benar adanya begitu berarti Menur pasti bisa hamil, namun jika belum saja, bagaimana dok, sebaiknya bagaimana?", Bu Salim madih tidak percaya dengan hasil pemeriksaan itu.
" Mas Yoga dan mbak Menur bisa melakukan inseminasi buatan bu, atau bayi tabung, tapi terlepas dari semua itu adalah berserah diri pada sang khalik bu, Dialah sang maha pemberi dan pengabul segala doa terbaik kita", Ucap dokter Gita bijak, bu Salim hanya diam dengsn tatapan kosong entah apa ysng brlusu pikitksn saat ini.
" Oke, rasanya begitu saja mbak Nur, maaf mengagetkan ya, sengaja, aku tahu pasti dirimu menunggu hasil ini dengsn cemas", Ucap dokter Gita drngan senyum renyahnya.
" Dok, dirimu jahil ya ternyata", Menur mendelik galak tapi dengan bibir sedikit tersenyum.
" Diminum dulu jusnya", Imbuh Menur.
" Ya, wah sepertinya seger nih jus 🍓 nya mantap", ucap Dokter Gita setelah meminum jus segar itu.
" Silahkan dok, ibu petmisi dulu", Bu Salim pun beranjak menuju kamarnya untuk istirahat siang.
" Apa yang kamu bayangkan setelah suami mu tahu hasilnya, reaksi suami mu Nur maksud ku?", Tanya dokter Gita penasaran.
Sama tokoh yoga,gak ada insyafnya
Semakin tua,bukannya keimanan diperkuat,dipeluk diam aja,kaya kucing
Garong,udah thor pisahin aja mereka
Biar aja menur jadi janda daripada dibohongi terus,tobat sambel
bagus ceritanya
sukses
semangat