NovelToon NovelToon
Perfect Wedding

Perfect Wedding

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:180k
Nilai: 4.8
Nama Author: dheselsa

18+

Namanya Somalia Wardana, orang sering memanggilnya Somi. Tak sedikit orang mencibir namanya karena dinilai sama dengan salah satu negara miskin di dunia. Namun, ia tak kecewa, karena nama itu adalah nama pemberian Alm papanya saat bertugas di negara tersebut. Papanya hanya pulang membawa nama dan nama tersebut ialah satu-satunya pemberian untuk Somalia, Oleh karena, itu ia sangat menghargai nama pemberian mendiang papanya.

Pekerjaannya? Somi sibuk mengurusi pernikahan kliennya. Sebagai WO, Somi dituntut untuk profesional dalam menangani pernikahan para kliennya. Somi sibuk mengurusi pernikahan orang dari pada pernikahannya kelak.

Area terlarang!!! teruntuk penikmat halu belaka 😋 Siapkan hati kalian karena itu poin utamanya.

Mau tahu kisahnya bukan?
Nggak ada salahnya mampir dan menjadikan novel ini bacaan favorit kalian 🙏

Maaf novel ini slow up ya manteman. Juru ketik sedang banyak kreditan panci 😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheselsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

Seorang pria dewasa saat ini sedang uring-uringan karena tak mampu menahan emosinya. Bukan hanya tak bisa menghubungi wanitanya, namun asistennya mengabarkan bahwa sidang lanjutan untuk kasus yang memperkarakan Alex dan Amara tak akan dihadiri oleh Somalia. Sekretaris Somi sudah mengatakan perihal ketidakhadiran sang Bos pada pengacaranya yakni Gandhi. Bisa dipastikan saat ini betapa marahnya Gandhi menghadapi Somi. Ia bahkan tak tahu mengapa Somi tak ingin bertemu dengan dirinya.

"Pak ... mobil telah disiapkan untuk bapak pakai ke pengadilan!" kata salah satu staf pengacara tampan tersebut.

Hanya sebuah gumaman singkat yang menjadi jawaban dari mulut pengacara kondang tersebut. Emosinya masih di ubun-ubun dan wajahnya merah menahan amarah. Mungkin Gandhi akan lampiaskan pada persidangan kasus Amara dan Alex. Lumayan lah amarah Gandhi bisa menjadi senjata utama pada sidang kali ini.

"Apa yang kau lakukan Gus?" ketika Gusti akan mengantar Gandhi ke pengadilan. Belum sempat pria yang telah beristri tersebut masuk di mobil Gandhi, Gandhi sudah menegurnya.

"Mengantar Anda ke pengadilan Bos!" jawab Gusti dengan hati-hati. Ia takut membuat Gandhi semakin emosi dibuatnya.

"Aku akan membereskan sidang para bedebah itu, pergi cari tahu mengapa dia tak datang ke sidang kali ini! Dan awasi setiap gerak-geriknya jangan sampai terlewat sedetik pun!" Titah Gandhi pada Gusti. Gandhi sengaja menugaskan Gusti untuk mengawasi sang kekasih imitasinya. Bagaimanapun ia sangat ingin tahu mengapa Somi menghindari dirinya hari ini.

"Siap Boss, tak kan ada satu peristiwa pun yang akan luput dari penglihatan Anda!" Gusti memberi hormat dengan tangan kanannya pada atasannya yang arogan dan semena-mena ini.

Tak perlu menunggu waktu lama lagi pria gagah nan menawan tersebut telah melajukan mobilnya untuk menghadapi sidang lanjutan. Gandhi memberikan hadiah kejutan untuk sampah-sampah yang telah mengkhianati kekasihnya. Berani-beraninya mereka mencari masalah dengan Somi, apa mereka tak tahu siapa lawan mereka saat ini?

*

Gandhi yang biasanya akan tersenyum sombong dan sinis bila berhasil memenangkan sebuah sidang, namun kali ini ia tak melakukan hal yang seperti biasa ia lakukan. Bukan karena kalah, bukan pula karena tak puas atas sikap hakim. Namun lebih tepatnya ia mendapatkan kabar mengejutkan dari Gusti bahwa Somi tengah bersama seorang pria dengan tingkat keakraban yang cukup intim.

Seperti biasa ia tadi melampiaskan semua emosinya ketika sidang, bahkan JPU yang biasanya membela kliennya serta mendesak tersangka menjadi korban amukan Gandhi karena dinilai kurang efektif dalam menyampaikan tuntutan. Ia tak segan mematahkan argumentasi dari saksi yang dihadirkan dari pihak tersangka. Tak ayal Gandhi memang dijuluki sebagi sang predator persidangan.

"Apa yang wanita itu lakukan? Bisa-bisanya dia mengabaikan aku demi bersama pria lain!" umpat Gandhi sebelum masuk ke mobilnya. Gandhi sengaja ingin mencari perhitungan pada Somi saat ini juga karena diduga Somi telah menduakan dirinya. Menduakan? Ia bahkan belum menyatakan cintanya, bagaimana bisa ia berpikir Somi akan menduakan dirinya sedangkan Gandhi saja masih menjadi pengecut seperti ini.

Tanpa ba-bi-bu, pria itu langsung tancap gas guna menggerebek kekasihnya yang sedang berduaan dengan pria lain menurut informasi yang ia dapatkan dari Gusti. Yang ia pikirnya hanya ingin secepatnya bertemu dan ingin memastikan kebenaran yang disampaikan oleh Gusti.

Gandhi segera menuju tempat yang telah Gusti informasikan padanya, segera saja pria dewasa itu memasuki sebuah toko yang menjual perhiasan mahal yang berada di salah satu pusat perbelanjaan paling terkenal di kota ini. Tanpa pikir panjang Gandhi segera melayangkan sebuah pukulan keras untuk pria yang saat itu tengah memilih cincin bersama Somalia.

"Hentikan ...!" Teriak Somi ketika ia melihat Gandhi ingin memukul pria yang tengah tersungkur di lantai toko perhiasan tersebut.

Somi berusaha mencegah Gandhi yang tampak ingin membabi buta ke pria malang itu.

"Sayang, kamu bahkan lebih membela orang busuk ini dari pada aku?" Tak terima dengan apa yang ia dengar, Gandhi tak percaya bila Somi lebih memilih pria busuk itu dari pada dirinya.

"Tentu saja, karena dia klienku ..." Maki Somi dengan segera membantu pria yang diketahui adalah klien Somalia tersebut. Sudut bibir pria malang tersebut terlihat mengeluarkan darah segar akibat ulah Gandhi.

"Aku tak percaya! kalian bahkan tampak mesra dan kalian memilih cincin pernikahan!" Gandhi masih mempertahankan egonya meski Somi telah menjelaskan siapa pria itu.

"Aku minta maaf atas keributan ini Tuan, nanti aku akan mengganti rugi semua yang Tuan derita," Somi meminta maaf pada Sandy nama pria yang sebenarnya merupakan klien Somi. Pria itu ingin memberi kejutan pada calon istrinya yakni berencana melamarnya.

"Benarkah dia bukan selingkuhanmu sayang?" Gandhi berusaha mengejar Somi yang tengah berada dalam puncak emosi jiwa dan raga.

"Selingkuhan? Kau pikir aku ini apa? Aku tak akan pulang ke rumahmu lagi kalau kau tak membereskan masalah ini dengan klienku tadi!" Tak kalah murka dari Gandhi tadi, kini giliran Somi yang mengancam pengacara tampan tersebut.

"Ayolah Sayang, jangan merajuk seperti ini! Iya ini salahku karena tak mencoba cari tahu lebih dahulu!" Gandhi terlihat berusaha mencoba menenangkan sang kekasih hati dengan merayunya.

"Satu lagi, jangan samakan aku dengan dirimu! Pulang tengah malam karena sibuk berduaan dengan wanita lain!" maki Somi sebelum ia menutup dengan kasar pintu mobilnya.

"Berduaan? Dengan wanita lain? Apa maksud wanita ini?" Gumam Gandhi pelan karena mencerna perkataan kekasihnya. Ia bahkan tak mengerti dengan apa yang Somi katakan.

Kini ia harus segera menyelesaikan masalah dengan Sandy, klien Somi yang sudah ia pukul tanpa aba-aba tadi. Ia menepis ego dan harga dirinya demi Somi. Agar wanita itu mau pulang lagi ke rumahnya. Gandhi akan mencoba berdamai dengan pria tadi.

Gandhi mengajak pria yang sudah babak belur ia pukuli ke sebuah kedai kopi paling terkenal yang berada di dalam pusat perbelanjaan tersebut. Ia menawarkan negosiasi demi sebuah akhir yang indah. Untung saja pria itu adalah seorang bisnisman, dan kebetulan sekali ia sedang mencari partner hukum untuk perusahaannya. Gandhi bahkan harus memberikan kesanggupan hatinya untuk memberikan layanan konsultasi gratis pada pria itu. Demi Somalia!

Kesepakatan telah didapatkan, kini ia ingin memberikan kabar bahagia ini untuk Somi. Dan bersiap menghukum Gusti karena memberikan informasi yang salah kaprah. Segera ia menghubungi Somi, namun siap wanita itu masih enggan menerima panggilan darinya.

Akhirnya ia hanya mampu mengirimkan pesan ke handphone Somi, adapun isi pesan tersebut tak lain dan tak bukan ingin merayu Somi.

Sayang, aku sudah membereskan masalah tadi. Nanti malam aku jemput ya? Kita dinner bersama! Gandhi memencet tombol send.

OGAH adalah pesan balasan dari Somi.

1
Emon
visual cowoy banci
Windarti08
aku biasa baca novel yang udah tamat.
pas ketemu sama judul ini baca sinopsisnya dan ada tulisan #tamat serta episodenya yang gak panjang langsung tertarik...
tapi ternyata... judul ini belum tamat, bahkan dari komentarnya ditulis lebih dari setahun yang lalu yaitu bulan 2 tahun 2022, apa judul ini gak dilanjutkan lagi?
kecewa sih, karena udah terlanjur baca dan sebenarnya ceritanya bagus juga, sayang mandek di tengah jalan
dina: ya,baru mau baca udah gak semangat deh😑
total 2 replies
Windarti08
kok gak ada part Alex dan Amara ya Thor...
penasaran gimana mereka berkhianat di belakang Somi
Merry Merr
Kpn upnya jgn lama2 gak sabar menanti
dheselsa: Untuk sementara ke novel on going aja kak, lagi buntu ide. Maaf ya
total 1 replies
Merry Merr
Kpn upnya lg ditunggu
Merry Merr
Blm ada kelanjutan lg ya semangat kutunggu kelanjutannya
Merry Merr
Layak dibaca
Anonymous
Dasar pelakor nggak kapok2 juga ya
Tri Widayanti
Mampir
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
wis aq ae sing milih 😂😂😂
Shen月呀: mampir juga kak ke CS ku
total 1 replies
Rhesinta Saipul
up lg..up lg😘😘😘😘
Risfa
sidah pakai hati juga milihnya somiiii 😂😂
dheselsa: Yang pertama atau kedua?🙈
total 1 replies
Isye Olivia
kasihan
Rhesinta Saipul
lanjut kpn nikahnya😪
Risfa
wehh ketinggalan banyak akuu, balek manehhh
Isye Olivia
kasihan gandi
dheselsa: Gpp Kak biar sehat🤩
total 1 replies
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
nah kan mimpi apa semalam kamu gandhi 😂😂😂
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆: mas naka iki atik ngejak 2 gandhi 😂😂😂
total 2 replies
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
siap2 aja kena amukan singa betina 😂😂😂
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
😂😂😂😂😂
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
rasain kamu Amara 🤧🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!