NovelToon NovelToon
Menjadi Bunda Untuk Anak Nakal

Menjadi Bunda Untuk Anak Nakal

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:881.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Siti Salmah Inara

Bertemu dengannya Membuatku Terpesona Tapi... Aku sadar bahwa dia adalah Ustadz. Apa Bisa perempuan biasa sepertiku bisa mendampingi seorang yang sangat alim?.

"Boleh kan Alif memanggil Kak Cia Sebutan Bunda?" tanya anak kecil polos itu kepadaku..
Hah, mimpi apa aku semalam, ayahnya itu Ustadz Cia, sadar sadar.

"No Alif, No aku bukan bunda mu" jawab ku seadanya.
" Makanya Alif ingin Kak Cia Jadi Bunda Alif" Jawab anak kecil ini tetap kekeh dengan permintaan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Salmah Inara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bodyguard Cia

Di pagi hari

Memakan roti yang di lapisi coklat dan minuman susu. Di dampingi sang mommy yang juga ikut makan. Tak berapa lama kak Irfan datang menghampiri dan menarik kursi dan duduk di sebelahku.

Terlihat wajah kak Irfan yang lelah letih.

"Kakak kenapa?" Tanyaku sambil memakan roti. Kak Irfan menoleh.

"Kakak sedang menyelidiki kasus yang sangat bahaya. Kakak takut mereka mengincarmu karna kakak, kakak sudah mendapatkan bodyguard untuk menjaga keselamatan mu " ucap kak Irfan lalu mengalihkan pandanganya pada mommy, meminta jawaban nya.

"Itu yang terbaik buat kamu nak, " sahut mommy tersenyum yang mengamati kedua anak nya.

"Tapi kak, Cia udah gede ngapain harus di jagain?" Bantahku.

"Untuk keselamatan kamu dek" Ujar kak Irfan lalu mengolesi rotinya.

Aku mendengus kesal, tak berapa lama laki-laki berseragam hitam datang kemari. Aku curiga padanya.

"Selamat pagi tuan, Nona Dan Nyonya" Salamnya membungkuk hormat pada kami. Kak Irfan menghentikam sejejenak makan nya.

"Dia Arka, bodyguard Mu" Ucap kak Irfan.

"Arka, kamu sudah tau kan tugasmu?" Tanya kak Irfan dengan tegas sambil melanjutkan makannya.

"Saya tahu tuan, Perkenalkan saya Arka, saya akan menjaga dan melindungi Nona Elicia Nisa" ucapnya memperkenalkan diri dengan membungkuk.

Aku melihat tubuh Arka dari atas sampai bawah, tubuh berotot namun wajahnya sangat tampan. Sepertinya seumurku.

"Ck, kakak kau memilih satu kak?" Tanyaku pada kak Irfan.

"Tentu saja, karna kakak tau kau itu matanya suka jelalatan" jawab kak Irfan. kak Irfan tau aja kalau aku suka laki-laki tampan. mana mau kak Irfan punya banyak Bodyguard banyak yang tampan. kalau iya pun aku sangat senang.

"Ck kakak tapi gapapa lah untung ganteng" ucapku tersenyum pada Arka, tapi reaksinya hanya muka datar. Kak Irfan hanya bersikap cuek.

"Jangan Cuek-cuek Yang penting Harmonis" ucapku keceplosan langsung di pelototin kak Irfan.

"Okeh Arka, kau temani aku hari ini ke mall, banyak daftar belanjaan yang harus ku beli" ucapku lalu mengambil tas slempamg.

"Baik nona " Ucap bodyguard Arka.

"Dah mom" cium Ku ke mommy.

"Kakak ngga di kasih?" Tanya kak Irfan me unjukan pipinya.

"No!" Kak Irfan cemberut, aku langsung berlalu diikuti Raka. Irfan mendengus kesal.

Di mall aku berbelanja kebutuhanku di ikuti Arka yang setia di belakangku.

Ketika di toko pakaian pria seperti kaos aku menghampiri Arka.

"Arka kau tidak ingin berbelanja?" Tanyaku pada Arka.

"Tidak nona, tugas saya hanya menjaga keselamatan saya tidak lebih" jawab Arka dengan patuh. Aku mendengus kesal. Ish kakak memberiku bodyguard seperti patung.

Aku langsung kembali ke toko pakaian membelikan beberapa kaos. 2 paper bag. Yang satu untuk ku dan untuk Raka tanpa penolakan.

"Terimalah, ini hadiah ku untukmu karena sudah menemaniku. " Ucapku meyerahkan 1 paper bag pada arka. Yang berisi kaos casual. arka mengenyitkan dahinya bingung untuk menerimanya.

"Terimalah, tidak ada penolakan!" Ucapku dengan tegas. Dan Arka dengan sungkan menerimanya.

"Terima kasih nona muda" aku menghiraukan nya. Lalu pergi. Saat akan melangkah di kejutkan dengan suara anak kecil.

"Kak Cia" teriak bocah itu dari arah belakang. Kami membalikan badan arah suara nya yang nampak tidak asing bagiku.

"Eh ..kamu lif" jawabku tersenyum menunduk melihat bocah itu di depanku. Diikuti di belakang nya si ayahnya, mas Azzam menenteng barang belanjaan.

Mas Azzam dan Alif memandang Arka tak suka. Sedangkan Arka bersikap datar dan dingin tidak peduli dengan itu.

Arka mengernyitkan dahinya bingung siapa bocah itu dan ayahnya kenapa bisa dekat dengan nona nya. Tapi Arka memilih diam.

Aku yang tau bodyguard nya bingung dan penasaran membiarkan nya.

"Kak Cia siapa dia? Apa pacar kak Cia? Kak Cia jangan berpacaran dengan siapapun biar Alif yang jadi pacar kakak" ucap Alif dengan polosnya memandang Arka tak suka. Arka hanya bingung dengan bocah umur 4 tahun itu bersikap bodo amat.

Aku yang mendengar ucapannya tertawa geli sampai perutku sendiri sakit. Bagaimana bisa si bocah jadi pacarku. Hahaha.

Mas Azzam tersenyum malu mendengar ucapan anaknya. Ia mendekat ke cia. Ia meminta maaf.

"Maafkan perkataan anak ku dek Cia" ucap mas azzam merasa tidak enak .

"Kenapa minta maaf mas, Alif hanya anak kecil" ucapku tersenyum. Alif memandang kedua orang dewasa berbicara tidak mengerti. Raka hanya diam menjadi patung di belakang Cia.

"Dia Arka , teman kakak " ucapku memperkenalkan Arka. arka membungkuk hormat.

"Perkenalkan saya Arka. Saya adalah...." Ucapannya terpotong.

" Dia temenku udah itu aja" potongku dengan cepat. Aku melorotkan mata sebentar ke Raka. Tanda mengkode jangan memberitahu tentang siapapun. arka yang tau hanya diam.

Alif dan mas Azzam seakan percaya.

"Oh ya tadi kalian habis dari mana?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan.

"Habis beli baju buat Alif" jawab mas Azzam.

" Mmmm kalau .....

Drrrttt...Drrrttt..Drtttttt

Panggilan kak Irfan, segera ku ambil dari tas ku dan mengangkatnya.

"Halo kak"

"Kamu dimana?" Suara tegas nampak khawatir

"Di mall" jawabku malas.

"Ada Arka bersama mu?"

"Tentu" jawabku dengan cepat.

"Pulang sekarang, kakak ingin mengobrol penting denganmu!'

"Tapi kak...." Ucapanku terpotong oleh sambungan terputus. Membuatku kesal saja, sifat kak Irfan yang tegas mulai lagi.

"Punya kakak ngeselin banget" gerutu kesal ku.

Mas Azzam dan Alif yang menyadari

"Kak Cia Nggapapa?" Tanya bocah itu padaku yang melihat wajahku nampak kesal.

Bocah itu perhatian juga.

"Nggapapa kok, Kak Cia harus pulang sekarang, Bye sampai bertemu lagi " aku mencium pipi gembul Alif.

Alif nampak kecewa terlihat dari raut wajahnya.

"Alif ikut kak Cia pulang " rengek nya menarik baju ku.

"Emm..."

Mas Azzam langsung memegang tubuh Alif.

"Jangan ganggu kak Cia lif, dia nya lagi sibuk, Alif sama Abi aja"

Alif memberontak di tubuh mas Azzam

"Nggamau, Ngga mau Alif maunya sama kak Cia" Bentak Alif memelukku.

Pengunjung lain menyaksikan kami, aku dan yang lainya jadi malu.

"Apa saya harus melepaskan bocah itu pada Mu Nona?" Tanya Raka yang menatap Alif tak suka yang memeluk Nona nya begitu erat. Aku menggelengkan kepala seolah bicara tidak usah. Raka pun diam.

"Ada hal penting yang harus kak Cia pergi"

"Tapi kak Cia" ucapnya mata nya berkaca kaca. Sungguh aku tak tega meninggalkannya.

Kenapa anak ku yang nakal yang tidak pernah dekat pada wanita kecuali keluarganya bisa sedekat begitu pada wanita asing, batin Azzam

Drrttt drttt drtttt

Ponsel ku bergetar lagi.

Aku bingung harus mengajak Alif atau tidak.

Tiba tiba mendengar ada yang memanggilku di belakangku.

"Hai Cia!" Sapanya dengan suara berat, ku edarkan pandanganku ke belakang. Sekarang lelaki Memakai seragam polisi yang masih menempel di pakaianya. Ia mendekatiku.

" Yuk pulang " ajaknya memegang Punggungku seketika lamunanku terbuyar.

"Ah kak Latif , kok bisa ada di mall" ucapku menatap wajah itu yang tampan.

Latif melihat CIA bersama orang tak kenalnya.

"Kebetulan aja, yuk pulang " ajaknya menarik lenganku. Aku sedikit kaget. Seketika tangan ku yang di pegang Alif lepas. Alif hanya bingung menatap kami.

"Tapi kak...

"Sudahlah, Hay anak manis Hay aku duluan" pamitnya pada mas Azzam yang sedari tadi diam. Lalu pergi diikuti Raka

Arka sudah tau siapa Latif karma sudah di hbungi pesan oleh kak Irfan bahwa ada Cowo yang akan pergi bersama Cia dan tidak ada larangan .

Mas Azzam segera memeluk Alif dengan erat takut anaknya pergi.

Mas Azzam memandang Latif tak suka tapi biarlah.

Banyak lelaki yang menyukai dek Cia, batin Azzam merasa frustasi. tidak Ingin cia di dekati wanita lain tapi ada daya nya yang bukan siapa-siapa.

Sebenarnya ada rasa nyaman di dekat Cia apalagi Sifat cia yang menyanyangi anak nya. tapi mas Azzam menyangkalnya.

"Kak Cia Bi" ucap Alif memberontak di pelukan mas azzam

"Sssttt sudah biarlah kak Cia pergi bersama orang lain, ada Abi disini", ucap mas Azzam memeluk tubuh Alif berusaha menenangkan yang memberontak ingin mencegah Cia bersama orang lain.

...

Oh ya setelah ini aku kayaknya sibuk dengan Dunia Nyata, Bakalan jarang UP, Maafin aku yah Guys🙏🙏🙏. Tapi.... Ada tapi nya Loh, Kalo Banyak Like, komen, Hadiah Dan Vote, Nanti aku usahain UP.

seee you🤗🤪🥰

Btw Novel Ini Belum Ter kontrak.

1
Shaluna 👑
berasa di tangkap nya alif/Facepalm/
Shaluna 👑
udah punya anak loh, anak kamu momy /Facepalm/
Shaluna 👑
hahahaha 🤣
Shaluna 👑
wkwkwk 🤣
asridiani
berbohong Thor bukan berhobong 🤭🤭
asridiani
berbohong Thor bukan berhobong 🤭
asridiani
mobil yg kena paku, nasib nya gmn Thor?😅
asridiani
gagal fokus kalimat pertama Thor😅, "celana jeans sedang merutuki.....

nama nya siapa sih ,ku penasaran akhirnya 🤭
Call Me Salma: huhuhu typo typo🤭
total 1 replies
Tri Hartati
.
Tri Hartati
o p onl p on. . p PP z
Ditaa
mending ganti bahasa "udah bukan jaman dulu lagi." jgn pake tahun 2021
Ida Sagita
lanjuttt thorr udah sya bom like
Priskha
fokus thor nulisnya banyak typo nich 😁😁😁😁
Call Me Salma: Maaf yah banyak Typo, Saya manusia biasa
total 1 replies
Yuli Yuli
lanjut thor,jgn gantung🙏😂
Call Me Salma: Btw Masih pada mau lihat Extra Part selanjutnya? 😅
total 1 replies
Atoen Bumz Bums
sm fatimah
Lizz Wiwik
Maryam atau Aisyah
Lizz Wiwik
namanya IRFAN bukan Arfan jgn bikin bingung
Lizz Wiwik
anak pak ustadz pastinya
Mari ani
mampir nih
Irma Herawati
😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!