Darah dibalas dengan darah begitupun nyawa dibalas dengan nyawa dan rasa sakit dibalas dengan rasa sakit.
Tak ada kata kasihan pada diri Lea Meowni,dendam yang ada pada dirinya sudah menutup mata dan hatinya untuk menerima kalau musuhnya adalah papa kandungnya sendiri.
Bagi Lea Meowni atau biasa dipanggil Meow, Air mata mamanya adalah kesakitan untuknya,siapapun yang menyakiti mamanya akan habis ditangannya termasuk papanya sendiri.
Banyak nyawa yang sudah melayang ditangan seorang Lea Meowni tapi siapa sangka demi membalaskan dendam kepada sang papa dia bisa berpura-pura menjadi cewek polos nan lugu.
Lea bertemu dengan CEO kulkas 99999999 pintu yang sangat dingin dan mau menjadi pacar bohongan dari pria itu untuk memperlancar rencananya menghancurkan papanya.
Cinta yang dulu hanya sebuah bohongan kini tumbuh nyata dihati seorang CEO KULKAS.
Bagaimana kisah mereka?
MARKICA( Mari kita baca)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HMM
Lea meringkuk diatas sofa sambil terus memegangi perutnya.
"Sakit banget ya?" tanya Fano sambil mengelus perut Lea berharap bisa mengurangi sedikit rasa sakitnya.
Lea tak menjawab pertanyaan Fano tapi Fano tau apa jawaban Lea dari mimik mukannya yang sangat terlihat seperti menahan rasa sakit.
'Kayaknya sakit banget ya? pantes biasanya Jenni sampai gak keluar kamar dan gak kerja karna dapet.'
Fano merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya lalu menelfon seseorang.
"Halo Jen,lo dimana?"
"Gue dibutiklah mau dimana lagi."
"Kekantor gue sekarang sekalian bawain baju buat Lea."
"Bawa baju buat Lea? lo gak abis macem-macem sama Lea kan kak?"
"Kagak,pikiran lo kotor amat si."
"Terus ngapain lo nyuruh gue bawain baju buat Lea?"
"Lea dapet,roknya kotor,dia sekarang pake baju gue,tapi gak mungkin dia keluar pake baju guekan,ini aja badannya tenggelem."
"Yaudah bentar gue cari dulu bajunya." jawan Jennie lalu mematikan telfon.
"Main matiin aja ni bocah." Fano meletakkan ponselnya dimeja dan kembali fokus mengelus perut Lea yang masih kesakitan.
"Kita kerumah sakit aja gimana,aku gak tega lihat kamu kaya gini?"
"Gak usah,ntar juga sembuh sendiri."
"Biasanya dikasih apa lagi biar sembuh?"
"Yang aku suruh beli mana?"
"Minuman itu ya?" Fano mengambil minuman yang sebelumnya dia kira skincare.
"Nih mau yang mana ada 2?"
Lea mengambil 1 botol kiranti rasa orange lalu meminumnya setelah Fano membantunya buat duduk.
1 botol kiranti habis dan Lea kembali tuduran lagi dengan Fano yang masih setia ngelus perut Lea.
"Kamu kerja aja,ini bentar lagi sembuh kok."
"Kamu gak usah mikirin kerjaan aku,aku gak akan fokus juga kalau suruh kerja dengan kamu yang kesakitan gini."
30 menit kemudian Jennie sudah sampai dikantor Fano dan dia juga sudah berada diruangan Fano.
"Lah gimana, malah pada tidur semua." posisi Lea tidur disofa sedangkan Fano duduk dilantai dengan kepala disenderkan kesofa dan tangan berada diperut Lea.
Jenni meletakkan papper bag berisi baju dimeja depan sofa tempat mereka tidur.
"Cuma Lea doang yang bisa bikin kak Fano sebucin ini bahkan dia sampai ninggalin pekerjaannya yang numpuk demi Lea,gue harap Lea gak akan ninggalin lo kak." Jenni pergi meninggalkan Fano dan Lea yang masih tertidur dan menyuruh orang kantor untuk ridak mengetok pintu Fano kalau emang tidak ada sesuatu yang darurat.
*****
"Ma,papa kemana kok gak pernah jenguk Gita? papa gak sayang Gita ya?"
"Papa sayang sama kamu kok cuma papa lagi ada kerjaan aja jadi belum bisa jenguk kamu."
"Kerja terus,Gita juga butuh kasih sayang bukan uang doang." Gita sedikit merasa kecewa karna 5 hari dia dirawat tak pernah Darel menjenguknya walau hanya sesaat.
"Nanti mama suruh papa kesini ya."
"Gak usah kasih dia harapan ma,si bang*at gak akan dateng kesini." Ucap Adit yang tiba-tiba sudah ada diruangan itu.
"Jaga mulut kamu Dit,dia papa kamu."
"Papa yang udah bunuh papa kandung Adit." Adit tersenyum hambar.
"Papa kamu itu kecelakaan bukan dibunuh sama mas Darel."
"Terserah apa kata mama deh intinya Adit bahagia karna dia udah salah nyari musuh dan dia gak akan lepas sekarang."
"Ma-maksud kakak apa?"
"Udah berapa kali gue bilanng jangan panggil gue kakak,gue bukan kakak lo."
"Iya-iya, apa maksud lo papa gak akan lepas?"
"Lo tau siapa yang bantu gue nyiksa lo gak?"
PLAK
1 tamparan mendarat dipipi Adit dari sang mama. "Adit,jadi kamu yang udah bikin Gita kaya gini?"
"Mama nampar Adit karna anak haram ini." Adit memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan sang mama.
"Ma-maafin mama Dit." Lisa ingin memegang pipi Adit namun langsung ditepis sama Adit.
"Gak usah sentuh gue,awalnya gue mau bantuin kalian buat bujuk Beyond sama Cat kasih keringanan buat si Bang*at tapi apa yang gue dapet?"
"Maafin mama Dit."
"Gak usah sentuh gue,rasanya gue akan nerima tawaran Jebi buat ikut nyiksa si bang*at."
"Kak jangan siksa papa!"
"Apa perduli gue,puas lo udah ambil mama gue?" Adit langsung pergi sambil membanting pintu,mama yang selama ini dia sayang dan slalu dia bela nyatanya tega nampar dia demi anak haram dari hubungan gelap mamanya dengan lelaki bang*at itu.
Adit pergi kemarkas Beyond berniat menemui Jebi.
"Ngapain lo kesini."
"Gue mau kalian nyiksa si bang*at semenderita mungkin." Kemarahan itu tak bisa Adit sembunyikan.
"Lo kenapa si dateng-dateng nyuruh kita nyiksa orang,si bang*at siapa juga?"
"Darel pambuna." Adit menatap kesatu arah dengan tatapan seperti ingin memakan orang.
"Kalau dia kita gak bisa nyiksa secara fisik,ntar kalau mau kita penjarain jadi kita juga kena masalah."
"Terus kalian diem aja gitu?"
"Kalau lo mau bikin dia menderita lo bisa ikutin rencana kita."Jebi membisikkan sesuatu pada Adit dan disambut dengan senyum miring dibibir Adit.
*******
Sore harinya,keluarga Brista sedang berkumpul diruang keluarga,disana ada Hendri sang paman juga.
Tapi karna Jenni dan fano belum pulang dan Zidan sedang belajar buat ujian jadilan cuma Rendra,Fanya dan Hendri saja yang disana.
"Muka lo kenapa Hen?" tanya Rendra yang melihat muka Hendri seperti banyak masalah.
"Gue bingung nyari investor kemana lagi?"
"Kenapa harus nyari investor? apa ada masalah dikantor?" Fanya ikut bertanya karna bingung kenapa tiba-tiba adik iparnya ini ingin mencari investor.
"Client gue banyak yang mutusin kontrak kerjasama sama gue karna gue gak pernah kirim barang."
"Lah lo kenapa gak kirim tu barang,itu namanya yang salah lo."
"Gue slalu kirim barang cuma supir yang bawa barang ntah dari pabrik sini kebandara atau dari bandara sana sampai keperusahaan client gue slalu dihadang,dihajar dan barangnya diambil."
"Lo tau pelakunya?"
"Preman jalanan,banyak juga yang digituin katanya."
"Gue bakal bantu tapi gak bisa banyak."
"Beneran lo mau bantu bang?"
"Iya ntar gue bantu."
"Makasih bang makasih banget."
"Lo ini adek gue,udah sepatutnya kita saling bantu." Senyum mengembang terlihat dibibir Hendri.
*****
Lea terbangun dan kaget melihat Fano tidur sambil duduk bahkan sekarang tangan Fano melingkar di perut Lea.
Lea mengelus rambut Fano membuat Fano menggeliat.
"Lucu banget si kalau lagi tidur." Gumam Lea sambil memandang lekat wajah Fano.
"Gak usah dilihatin ntar naksir." Fano perlahan membuka mata dan menemukan Lea yang salting dengan pipi merah merona mirip kepiting rebus.
"Cie yang ngeblush." goda Fano.
"E-enggak kok,siapa juga yang ngeblush."Jawab Lea sambil menutup kedua pipinya.
"Nahkan salting."
"Fano ih,udah ah aku mau pulang." Lea ingin berdiri tapi tangan Fano yang tadi memeluk perut Lea malah semakin erat.
"Fano lepasin ah." Lea mendorong tangan Fano tapi tak bisa karna kekuatan pelukan Fano lebih besar.
"Siapa bilang kamu boleh pulang hm?"
"Ini udah sore Fan,noh lihat udah mau jam 6." Jawab Lea sambil melirik jam didinding.
"Temenin aku makan dulu baru boleh pulang."
"Ntar aku dimarahin mama kalau pulang kemaleman."
"Ntar aku yang ngomong sama mama,kalau perlu sekalian Zoe sama Jebi."
"Tap-"
"Gak ada penolakan."
"Iya deh iya."
"Yaudah sana ganti baju dulu,tu Jenni udah anterin baju buat kamu."
"Kapan kak Jenni dateng?"
"Pas kita tidur mungkin."
"Kamu gak apa-apain aku kan." Lea menatap tajam Fano.
"Emang kamu mau aku apa-apain?" jawab Fano sambil tersenyum jail.
"Ua ngak lah,udah aku ganti baju dulu." Lea mengambil paper bag lalu pergi ke kamar mandi.
Setelah Lea selesai ganti baju,mereka pergi ke resto langganan Fano.
"Mau makan apa?"
"Apa aja yang enak,aku gak tau makanan yang enak disini apa."
"Ok bentar aku pesen dulu." Fano memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan.
Sambil menunggu makanan mereka ngobrol santai,ngobrol sesuatu yang gak penting tepatnya.
"FANO."
'Makan sama cogan mah gini ada aja yang manggil,tapi ni cewek seksi amat ya,gitar spanyol aja insecure lihat ni cewek,bodynya behh mantep bun.'Batin Lea.
*********************************
...BERSAMBUNG...
tapi jangan pakai saya kamu kesannya kaku
saran aja sich✌️