Seorang gadis desa yang di Carikan jodoh oleh sang kakek,badan yang semakin lelah dan umur yang kian bertambah usia,membuat sang kakek mencari kan sang cucu jodoh,agar ada yang menemani cucu nya yang tidak punya siapa - siapa lagi,di saat kakek nanti sudah tiada. dan di pertemukan dengan 2 Pria kakak beradik yang sangat berbeda sikap nya membuat Reina sangat binggung saat di suruh oleh sahabat kakek nya memilih siapa yang akan Reina pilih sebagai suami.
hari - hari Reina di mulai di rumah itu untuk mengenal sebelum ia menjatuhkan pilihan.
Menurut kalian siapa yang akan di pilih Reina?,Yuk di simak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24 - Sedih
Reina masuk ke kamar nya dan lansung Membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur.
Ia membuang nafas dalam - dalam sembari menatap ke langit - langit kamar nya.
"Elang." Nama itu yang terlintas di pikiran Reina saat ini.
"Kakek,Mungkin Aku akan memilih Elang menjadi suami ku,semoga saja ini pilihan yang tepat." Ucap Reina
Reina lalu beranjak dari tidur nya untuk mandi karena tubuh nya merasa sangat lelah hari ini.
Setelah ia selesai mandi,ia pun segera membaringkan tubuh nya lalu tertidur di tempat tidur.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya.
Karena ini hari Minggu,Reina pun memutuskan untuk membaca novel saja di perpustakaan.
Saat sampai di perpustakaan yang ada di rumah besar itu,Reina mulai melihat novel mana yang akan dia baca.
Hingga saat ia sedang melihat - lihat di rak - rak,mata Reina tertuju pada sebuah Rak yang terletak di pojokan ruangan itu.
Reina berjalan perlahan mendekati rak itu dan melihat begitu banyak buku ada di rak itu,tapi dia tidak melihat ada novel di sana.
"Jangan sentuh buku - buku di rak ini." Sebuah tulisan mengharuskan Reina membaca nya karena tertulis sangat besar dan jelas tertempel di sebuah kertas di lemari rak ini.
Reina yang awal ingin menyentuh buku itu pun mengurungkan niat nya karena ia takut salah.
Saat Reina akan kembali ke rak novel,Mata nya kembali terfokus pada sebuah buku biasa yang terletak di atas bagian tengah rak itu.
Reina yang membaca itu tentu saja jadi Reflek menyentuh buku itu.
"Apa kau bodoh?." Ucap Gilang. dan segera Reina menoleh dengan cepat karena ia terkejut. saat ia sedang sendirian tiba - tiba seseorang ada di belakang nya dan berbicara dengan nada yang menurun Reina kasar.
"Kau tidak bisa membaca ya?,Sudah di bilang jangan menyentuh buku di rak ini,tapi kau masih saja menyentuh nya." ucap Gilang dengan suara tegas nya.
"Em,Maaf,aku hanya ingin melihat judul nya." Balas Reina tidak enak.
"setelah melihat judul nya,kau akan membaca nya juga kan,lain kali patuhi apa yang sudah di beri tahu." Ucap Gilang.
"I - iya." Balas Reina.
saat sedang berbicara,tiba - tiba saja lampu mati dan membuat Reina sangat terkejut.
Ruangan yang begitu tertutup dan juga sepi membuat Reina sangat takut,Reina sangat takut kegelapan dan membuat ia akan panik dan juga histeris saat ia di dalam kegelapan.
Sontak saja Gilang yang berdiri di hadapan nya lansung ia peluk pergelangan tangan Gilang. Reina yang memeluk nya tentu saja membuat nya risih.
"Lepaskan." Ucap Gilang sembari mencari ponsel di saku celana.
"Tolong,biarkan aku sebentar begini sampai lampu nya hidup,aku sangat takut kegelapan." Balas Reina yang sangat gelisah.
Gilang pun hanya diam saja dan menuntun Reina untuk meja membaca,memang bagi Gilang ini sangat konyol dan berlebihan,tapi itu lah kenyataan nya,Reina sangat takut pada kegelapan.
Saat Lampu hidup,Reina pun dengan cepat melepaskan pegangan angan nya pada Gilang.
"Maafkan aku,aku tidak sengaja." Kata Reina tertunduk.
Gilang lalu berdiri tanpa mengatakan apa pun pada Reina dan berjalan keluar dari ruangan perpustakaan.
Sementara Mata kedua Reina menatap punggung pria itu, yang berjalan keluar dari perpustakaan itu.
Reina merasa sedih kenapa Gilang begitu bersikap acuh dan dingin kepada nya.
Bersambung
gak suka tp nempel x