Seorang perempuan bernama Olivia Al Farish, ia adalah seorang ibu dari putri bernama Yasmin Putri Permana.
Olive sudah berpisah dengan mantan suaminya, sejak delapan bulan yang lalu.
Banyak orang yang mempermasalahkan dengan status "Janda" memang apa yang salah dengan status seperti itu.
Tidak ada yang menginginkan rumah tangganya hancur, dan mendapatkan status seperti itu.
Olive atau pun orang lain tidak ada yang menginginkannya sekali pun.
Seberat dan sepahit apa pun, hidup ini harus terus berjalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FitriRahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arjuna dan Olive
Waktu tidak terasa sudah jam lima sore. Olive sudah selesai dengan pekerjaannya. Ia pulang dengan Arjuna, kali ini tidak bisa menolaknya.
Arjuna dan Olive pulang bersama dengan menaiki mobil.
Langit sore yang begitu gelap dengan datangnya hujan yang mengguyur disore hari. Ditambah lagi dengan kilatan petir yang mengelegar membuatnya semakin takut. Olive mengnyilangkan tangannya kedada karena hujan yang mengguyur dengan deras, membuat tubuhnya kedinginan.
Arjuna yang menyadari akan hal itu segera meminggirkan mobilnya kepinggir jalan dan memberikan jaket kepada Olive. "Pakai ini, aku gak mau kamu sakit!"
Olive hanya tersenyum, ia merasakan perasaan seperti ini dulu saat masih bersama Angga. Tapi sekarang ada lelaki lain yang perhatian tulus kepadanya adalah Arjuna.
Mobil melaju begitu cepat dan sampai didepan gang. "Mas, ga usah turun. Terima kasih ya. Udah mau antar aku." Ucap Olive segera membuka pintu mobilnya, tetapi tangannya keburu ditarik oleh Arjuna.
"Tunggu, aku ikut. Kamu tunggu disini dulu." Balas Arjuna membuka payung lalu dipakainya bersama Olive...
Mereka berdua berjalan berdua dibawah guyuran hujan. Olive dan Arjuna sampai dirumah bude.
Jam 18.00 WIB.
Dirumah bude Yani.
Olive melihat baju Arjuna basah. Tidak tega melihatnya kedinginan jika harus disuruh pulang lagi. "Mas, kamu mampir sini.. Baju kamu basah!" perintahnya, tapi ditolak oleh Arjuna.
"Tidak usah, aku pulang saja yang penting kamu sudah sampai sini. Sampaikan salam aku buat Yasmin." Ucap Arjuna yang sudah menggigil kedinginan. Lalu ia permisi pulang dengan guyuran hujan yang masih turun.
Olive masuk kedalam dan mengucapkan salam. "Assalamualaikum."
Dilihatnya Yasmin dan Salma yang sedang bermain.
Olive memandang kearah luar jendela. Hujan yang deras diluar, ia terus memikirkan Arjuna! Bagaimana dengan mas Juna ya, semoga cepat sampai rumah! Batinnya.
"Akhh.... kenapa juga ia harus memikirkan lelaki itu." Gerutu Olive kesal.
"Ada apa Liv?" Tanya bude yang mendengar ocehan Olive barusan.
"Gak ada apa-apa bude!" Sahutnya dan tertunduk malu, karena bude mendengarnya.
Satu jam Olive menunggu hujan reda, akhirnya ia memutuskan untuk pulang kerumah.
"Sayang, udah malam kita pulang ya!" Ajak Olive dan Yasmin mengiyakannya.
Olive pun berpamitan ke bude dan ia pulang kerumah dengan mengendong Yasmin.
"Aduh badan Yasmin udah berat ya! Mama ga kuat gendong sekarang ya!" Ucap Olive pada Yasmin.
"Kan aku udah gede mah! aku jalan aja deh." Pinta Yasmin pada mamanya! Yasmin pun akhirnya berjalan.
Mereka sampai kerumah rasa ngantuk sudah melanda mereka dan akhirnya mereka bedua tertidur pulas sampai pagi.
-
-
Jam 04.30 WIB.
Suara adzan shubuh membangunkan Olive. Ia segera melaksanakan sholat shubuh.
Pagi hari ia mulai disibukan dengan aktifitas memasak, mencuci udah menjadi rutinitasnya setiap hari.
"Awww." Teriak Olive merasakan tangannya sakit akibat luka yang dialaminya. Ia mengibas-ngibaskan tangannya kerena perih terkena air.
Sudah jam tujuh aku harus siap-siap. Batinnya. Ia langsung merapikan Yasmin dan menyuruhnya untuk sarapan!
Olive dan Yasmin pergi bersama kerumah bude..
Dijalan Yasmin tidak bisa diam, sambil bernyanyi dan bercerita. Langkah kaki mereka berdua berhenti didepan rumah bude yang sederhana.
"Assalamualaikum." Tidak lupa diucapakn oleh Olive dan Yasmin. Mereka berdua melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah bude.
"Waalaikumsalam." Jawab bude dari dalam yang sedang mencuci baju. Kemudian maju kedepan untuk menemui Yasmin dan Olive.
Barulah Olive berpamitan untuk pergi kerja. Kali ini ia pergi dengan menaiki angkutan umum.
Lalu lalang kendaraan menuju restaurant cukup ramai, banyak orang pergi beraktifitas dipagi hari dengan kendaraan pribadi maupun umum. Sehingga menyebabkan kemacetan dipagi hari.
Olive terlihat gelisah, sudah jam delapan kurang lima menit tapi masih dijalan. angkutan yang ia tumpangi terlalu lama ngetem belum lagi kalau harus menghabiskan waktu ditengah kemacetan seperti ini.
"Bagaimana ini, sudah jam delapan sekarang." Olive mengerutu, walaupun restaurant itu punya Boy dan Arjuna tetapi ia ingin tetap bersikap profesional.
Olive berlari cepat menuju restaurant, sampai disana sudah jam delapan lewat lima belas menit. Seorang lelaki sudah berdiri, siapa lagi kalau bukan Arjuna.
Kenapa sepagi ini mas Juna sudah ada disini? Pikirnya. Matanya tertuju kepada lelaki tersebut, ia berjalan cepat dan sampai didepan Arjuna.
"Assalamualaikum mas? Maaf telat!" Ucap Olive tersenyum, tapi yang disapa cuek saja.
"Walaalaikumsalam."
Olive segera pergi kedapur untuk bersiap-siap, ia membereskan piring dan gelas direstaurant. Olive bekerja dengan giat.
"Olive kan nama kamu?" Tanya Yuna pegawai restaurant dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Iya, ada apa ya!" Timpal Olive tersenyum yang merasa heran dengan perempuan yang ada didepannya. Dari mana dia tau nama Olive.
"Tidak ada apa-apa! Aku tau nama mu karena pak Boy dan pak Arjuna memanggil mu! Benar kan! Kamu begitu dekat dengan mereka!" Yuna kembali bertanya karena penasarannya tentang hubungan Olive dan Arjuna. Tapi Olive biasa saja.
"Ya benar mereka berdua adalah teman ku!"
Yuna kembali bekerja karena ada yang sedang memperhatikan mereka berdua dari balik pintu.
Olive yang tidak sadar sedang diperhatikan terus bekerja. Dan Arjuna melangkah mendekati Olive.
"Kerja, jangan ngobrol terus!" Goda Arjuna kepada Olive dan Olive tidak menyadari kalau yang menegurnya adalah Arjuna. Olive hanya menunduk tanpa menoleh sedikit pun. Hanya kata maaf yang didengar Arjuna dari mulut Olive.
Arjuna kembali mengoda Olive dengan menyolek pipinya dengan tangannya dan spontan Olive menampar pipi Arjuna.
"Awww..." Arjuna teriak yang merasa pipinya kesakitan. Dan kejadian tersebut dilihat oleh pegawai yang lainnya.
Olive terkejut bahwa yang ditamparnya adalah Arjuna. "Maaf mas, aku tidak tau kalau itu mas Juna. Aku kira orang lain." Olive menundukan kepalanya karena malu.
"Lumayan ya, Liv. Sakit juga! Aku kapok deh ngerjain kamu!"
Lagian ngapain juga mas Juna ngisengin aku. Ga ada kerjaan aja! Batin Olive.
Arjuna masih memegang pipinya yang sakit, Olive pun berinisiatif untuk mengobatinya.
"Ayok mas, aku obatin!" Ajaknya, karena merasa bersalah.
"Mau kamu obatin pake apa Liv?" Tanya Arjuna yang penasaran pada Olive. Sebenarnya pipinya tidak luka hanya terasa sakit sedikit saja. Tapi ia sengaja bersikap begitu biar Olive selalu dekat dengannya.
"Pa...pake air hangat mas, biar ngilangin rasa sakitnya." Sahut Olive. Melihat wajah Arjuna yang tidak ada lebam dipipi.
"Mas Juna serius sakit banget? Tapi kan ga ada luka ya!"
Olive sedikit binggung, apa mas Juna mau ngerjain dirinya!"
Olive mengompres pipi Arjuna dengan air hangat dan handuk kecil.
"Sakit Liv, pelan-pelan dong." Teriak Arjuna yang manja. Sebenarnya tidak sakit.
Arjuna terus memandangi wajah Olive yang cantik, ketika mereka saling berhadapan.
Semoga kalian suka dengan cerita ku♥️♥️.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya!
harus nya itu olive yang di bela bukan nya Wina,
harus nunggu di suruh bapaknya baru berangkat,jd greget saya Thor 😂
heeeee warbinasahhhh bengalnya andah pak!!!!