Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja
Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri
Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Aini berhenti, Andra merasa menang saat melihat gurat keraguan yang terpancar dari wajah istrinya
"Kamu bilang apa? Kamu ingin memisahkan aku dari putriku sendiri?" Tanya Aini dengan suara dingin
"Jika kamu mau menerima Sarah, maka kamu bisa tetap bersama Kasih. Tapi jika kamu menolak, selamanya kamu tidak akan melihat putrimu lagi, Aini" Andra memberi peringatan, berharap jika istrinya ini menurut
"Aku tidak akan pernah mau berbagi dengan wanita tua seperti dia" Tatapan Aini sinis kearah wanita lain suaminya
Mendengar hinaan dari istri pertama suaminya membuat Sarah kesal setengah mati, bisa-bisanya wanita seperti Aini ini menghina nya
"Apa kamu bilang? Maksud kamu apa bilang saya tua?"
"Cukup Sarah! Kamu jangan membuat keributan!" Bisik Andra pada istri Keduanya, dirinya tengah membujuk Aini, Sarah malah mengacaukannya
"Kamu gak denger dia bilang apa?" Kesal Hati Sarah karena suaminya malah membela wanita lain
"Kamu gak terima? Denger yaa Tante!" Sepertinya Aini hebat jika membuat lawan bicaranya kesal "Wanita seperti kamu itu memang bisanya hanya merebut suami orang lain, karena gak akan ada yang mau sama tante-tante yang hobinya merayu seperti kamu ini"
"Cukup Aini" Andra tidak berpikir jika istrinya yang terkenal pendiam bisa bicara begitu kasar
"Ada apa mas? Kamu gak terima aku menghina selingkuhan mu ini?" Aini menatap tajam suaminya
"Keputusan aku sudah bulat, Sarah akan tinggal bersama kita di rumah ini" Sarah tersenyum penuh kemenangan
"Silahkan! Kamu bisa tinggal disini bersama istri murah___ kamu ini! Aku gak sudi" Aini masuk hendak menuju kamar namun Andra mencegahnya
"Kamu mau meninggalkan Kasih? Dia masih membutuhkan ibunya" Andra akan berusaha membuat wanita ini bertahan pada pernikahan mereka
"Apa kamu berpikir seperti ini sebelum menikahi wanita ini? Apa kamu bertanya pada aku sebelum kamu menikah lagi? Kamu mengambil semua keputusan ini sendiri dan aku juga akan melakukan hal yang sama"
Andra mencengkram lengan putih itu "Kamu tidak akan bisa mendapat hak asuh atas Kasih"
"Aku gak peduli!" Aini melepas cengkraman itu lalu melayangkan tamparan keras pada pipi sebelah kiri suaminya
Aini mencoba menenangkan lagi emosinya, ia tidak ingin membuang tenaga lebih hanya untuk meladeni pasangan selingkuh ini
"Aku akan berjuang untuk anakku, kamu ingat ini mas!" Aini melangkah pintu keluar, ia tidak tahan bersama pasangan ini untuk satu detik saja
Rasanya begitu sesak, sakit yang tidak bisa terlihat lukanya. Aini melirik wanita hamil yang baru saja dibawa oleh suaminya
Rasanya begitu menyakitkan, membayangkan pria yang ia cintai berada di ranjang yang sama dengan wanita lain
"Mas Andra itu udah bosen sama kamu, liat aja! Kamu bahkan gak bisa dandan" Sarah mencibir, usia Aini memang masih muda, tapi dirinya ini masih unggul untuk kecantikan
"Kamu tau, Tante? Aku pernah secantik kamu atau bahkan lebih cantik" Aini menghadap pada madunya ini "Tapi karena aku mendampingi laki-laki itu dari nol, aku jadi seperti ini"
Aini hendak berlalu namun ia mundur lagi "Aku saranin agar kamu selalu menjaga kecantikan kamu ini! Kamu dampingi saja mas Andra hingga kembali ketitik nol"
Andra berteriak memanggil nama istrinya saat wanita itu melangkah keluar rumah. Aini bahkan tidak membawa pakaiannya
"Aini" Andra menyusul namun Sarah mencegah
"Kamu mau apa lagi sih mas? Bukannya bagus yaa kalau si Aini itu pergi"
"Apa kamu gak ngerti? Setelah ini Aini pasti akan menceraikan aku" Andra tidak bisa berpikir lagi, rupanya rencananya gagal, Aini tetap memilih pergi walaupun ia mengancam dengan nama Kasih
"Bukannya itu bagus? Aku ada disini, aku akan menjadi istri kamu satu-satunya"
Sarah merasa dirinya menang, ia bisa memiliki Andra sepenuhnya tanpa membaginya dengan wanita lain
"Kasih itu sangat dekat dengan Aini, saat bangun dia pasti akan mencari ibunya" Sekarang Andra mengkhawatirkan keadaan putrinya
"Kamu tenang aja! Aku ada disini, aku akan membuat Kasih dekat dengan aku dan melupakan ibunya" Sarah mengusap bahu suaminya
"Terserah kamu aja! Aku pusing" Andra melangkah menuju kamar yang ia tempati bersama Aini
Karena suaminya telah masuk kamar, Sarah memutuskan untuk menyusul. Setelah ini dirinya akan terus bersama suaminya tanpa harus menunggu waktu
Aini membawa langkahnya yang berat menyusuri jalanan kota malam ini, seolah ikut merasakan kesedihan nya, hujan turun dan membasahi bumi
Tetesan air ini membantunya menutupi kesedihannya, air matanya menyatu dengan hujan yang membasahi tubuhnya
"Brengsek"
Aini terduduk, karena hujan jalanan ini sepi. Aini menumpahkan segala tangisannya disini
Selama berhadapan dengan Andra serta selingkuhan nya, ia berusaha menahan air matanya agar dirinya tidak terlihat lemah
Tapi sekarang semuanya tumpah, ia tidak sekuat itu, dirinya tidak begitu tegar dengan segala pengkhianatan yang diterima
Bagaimana bisa semua ini terjadi? Bagaimana bisa Andra melakukan semua ini? Apa kesalahannya sebagai seorang istri?
"Kenapa? Kenapa ya Allah? Kenapa harus aku?" Aini terisak, air matanya mungkin tidak terlihat tapi suara tangisannya menunjukkan seberapa terluka dirinya sebagai seorang istri
"Maafin ibu Kasih, kamu tenang aja nak, ibu akan berjuang untuk mendapatkan kamu, dan kita bisa bersama"
Aini telah bertekad untuk melawan suaminya, tidak peduli bagaimana caranya, yang jelas dirinya akan bekerja keras untuk bisa mendapatkan hak asuh atas putrinya
Aini bangkit, tubuhnya terasa lemah namun ia berusaha mempertahankan kesadarannya
Saat hendak kembali melangkah, sebuah kendaraan roda dua berhenti disampingnya. Hujan cukup deras dan ia tidak melihat siapa yang berhenti
"Kak Aini" Faris terkejut melihat keadaan kakak iparnya, tubuh Aini basah kuyup karena hujan "Kakak ngapain disini?"
"Pergi dari sini, Faris!" Aini hendak melangkah lagi namun pemuda tampan itu menarik tangan nya
Beruntung tidak jauh dari tempat Aini berdiri terdapat sebuah halte bus. Faris menarik kakak iparnya ini ketempat itu untuk berteduh
Aini diam saja, Faris yang melihat ini merasa khawatir. Pemuda itu lebih dulu membuka helm yang melindungi kepalanya
"Kak Aini" Faris bahkan sampai mengguncang tubuh wanita ini
"Apa kamu tau?"
"Apa?"
nunggu aini kerja gajian anakmu dah mati, di tinggal ke kantor suami mu, kl gk di kasih susu ma Sarah seharian gimana. kok gk mikir to aini ini. saking miskin dah oon nya.