*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
# Dua puluh empat
“Apa maksud dari ucapanmu?” Leon menuntut penjelasan dari pernyataan Zura yang sangat ambigu. Tidak mungkin kan Al adalah putranya? Bila benar itu adalah anaknya, mengapa setelah anak itu sudah besar baru datang padanya?
Zura tertunduk, ketika Leon mengajukan tanya padanya dia tak bergeming. Malah matanya yang muali berkaca-kaca kembali, sepertinya stok air mata buaya Zura masih banyak.
Tidak ingin wanita di depannya itu terus menangis, Leon mengulurkan sapu tangan miliknya. Dengan enggan Zura meraih kain tipis tersebut. “Terima kasih.”
“Akan aku berikan berapapun yang kamu mau, tapi tolong hilang dari pandanganku!”
Zura langsung mengangkat wajahnya, jujur meskipun tujuannya ke sini ia butuh uang. Tapi ia juga memiliki motif tersembunyi, menjadi Nyonya Leon itu juga tujuannya ke mari. Al, anak kecil itu hanya sebagai alasan baginya untuk mendekati mantan bosnya tersebut.
“Tapi dia putramu!” bibirnya kembali bergetar ketika mengatakan hal yang mungkin akan mengejutkan bagi mantas atasannya tersebut.
“Jangan menipuku!”
“Aku berkata jujur.”
“Lalu mengapa kau baru muncul?” tatapan menuduh ia berikan ke pada wanita yang mengaku melahirkan anak darinya. Sebenarnya pria itu merasa shock yang hebat, bagaimana bisa mantan sekretarisnya datang tiba-tiba dan bilang memiliki anak darinya?
“Tanyakan pada Nyonya Besar!”
“Maksud kamu? Apa hubungannya dengan Mama?” Leon makin pusing, mengapa Mamanya malah disangkut pautkan dengan Zura serta anak itu.
“Pak Leon bisa tanyakan langsung pada beliau.”
“Jangan bertele-tele! Katakan apa yang sebenarnya terjadi!”
Zura pun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, sebuah alat perekam ia nyalakan.
Begitu tombol on ditekan, terdengar suara wanita yang tak asing di telinga Leon. Itu adalah suara Mamanya. Dengan tenang ia mencoba mendengar apa yang Mamanya katakan di balik suara tersebut.
“Gugurkan! Aku akan memberikan kompensasi yang cukup. Tapi, tinggalkan kota ini! Jangan sampai Leon bisa mendapatimu!”
“Tapi, Nyonya!”
“Aku tahu, wanita seperti apa dirimu. Bila kamu tetap nekat menemui putraku. Aku pastikan kamu akan menyesalinya.”
Suara rekaman pun berakhir, Leon mencengkram pegangan kursi yang ia duduki. Mengapa masalah menjadi pelik seperti ini. Ia yakin itu rekaman asli, tapi mengapa Mamanya berbuat seperti itu? Bukankah itu juga cucunya?
Kesal, Leon mengebrak meja. Ia merai gagang telpon dan menghubungi orang-orangnya.
“Aku sudah menyuruh anak buahku untuk mencari keberadaan anakmu! Sekarang pergilah dari dini.”
“Tapi...”
“Beri aku waktu untuk berpikir, Zura!”
Tak membantah, Zura pun meninggalkan ruah kerja Leon. Saat sampai di ambang pintu, pandangan mata Zura mulai gelap, wanita itu malah pingsan dan jatuh.
“Zura!” pekik Leon yang langsung menghampiri tubuh Zura, dilihatnya tangan dan kaki wanita itu membiru. Lebam di mana-mana, sepertinya terlalu banyak penyiksaan yang ia terima.
Kasihan dan iba, maka ia pun menolong Zura saat itu juga. Leon membopong Zura, meletakannya di atas sofa di ruang kerja.
“Zura... Zura! Bangun!” Leon mengerakkan pipi wanita tersebut. Diraihnya ponsel yang ada di atas meja, pria itu pun menelpon dokter untuk memeriksa Zura.
Setengah jam kemudian, seorang pria datang ke ruang kerja Leon. Dia adalah dokter yang Leon hubungi sesaat lalu.
“Ada apa dengannya, Dok?”
“Tubuhnya lemah, dan sepertinya ia mengalami banyak luka dalam.”
“Luka dalam?” Leon menatap miris pada Zura, memang tubuh wanita itu banyak sekali lebam di kulit putihnya, sehingga begitu kentara.
Dokter pun menatap Leon dengan tatapan sedikit curiga, apa Leon yang telah menyakiti wanita yang baru ia periksa.
Leon yang dapat tatapan tak enak itu, langsung melakukan pembelaan. “Sepertinya dia disiksa kekasihnya.”
Pak dokter mangut-mangut, seolah mengerti. “Saya resep kan obat, dan sebaiknya Nona ini dibawa ke rumah sakit untuk melakukan general check up!” seru dokter sambil mengulurkan sebuah kertas dengan bubuhan tulisan resep di atasnya.
“Terima kasih, Dok!”
Selepas dokter itu pergi, Leon memanggil Desi. Ia meminta sekretarisnya itu untuk membantunya menangani Zura.
Begitu Desi masuk ruang kerjanya, wanita itu langsung mengerutkan dahi. ‘Siapa lagi wanita ini?’ batinnya ketika membantu Zura meminum obat.
Sore hari, Zura sudah siuman. Di depannya ada Leon yang menatapnya.
“Aku sudah suruh orang untuk mencari anakmu. Sekarang kamu sebaiknya ke rumah sakit, mengapa tubuhmu penuh luka begitu?”
Zura tak menjawab, ia diam sesaat kemudian meraih tasnya. “Terima kasih bantuannya, Pak! Saya permisi.”
“Kamu mau ke mana? Tubuhmu bahkan belum pulih benar.”
“Saya akan mencari anak saya.”
“Zura!”
Mantan sekretarisnya itu pergi meninggalkan Leon, mungkin ia kecewa karena Leon tak mengakui anaknya.
Pria itu sendiri kini sedang kacau pikirannya, kehadiran Zura yang tiba-tiba membuat hidupnya yang semula tenang kini bagai terombang-ambing. Bagaimana bila Hanum tahu masalah ini? Jangan-jangan istrinya itu malah pergi meninggalkan dirinya.
Tidak ingin hal itu terjadi, Leon akan menyembunyikan masalah ini rapat-rapat dari istrinya tersebut. Jangan sampai Hanum tahu, jangan!
Malam hari, pukul setengah tujuh Leon baru sampai di rumah. Begitu pulang, Sean sudah menyambutnya dengan pelukan hangat.
“Papa!” Gadis mungil itu langsung menghambur dalam pelukan sang Papa.
“Sean,biar Papa mandi dulu.” Dari belakang Hanum muncul, ia mengambil alih tas yang dibawa suaminya. “Berikan padaku!” ucapnya sambil melempar senyum manis.
Leon yang kala itu masih banyak pikiran, wajahnya datar kembali ketika masuk dalam kamar. Selesai mandi, baju ganti sudah disiapkan Hanum. Ia meraih baju itu,menatapnya dengan nanar. Pikiran bagaimana bila Hanum tahu bahwa ia memiliki anak lain, membuat kepalanya mau meledak.
“Mas!” Panggil Hanum yang baru masuk dalam kamar. Ia heran mengapa pakaian itu cuma dipegang oleh suaminya. Bukannya malah dikenakan?
“Eh.. iya!” Leon pun masuk ke dalam kamar ganti, di sana ia kembali murung.
Selesai ganti pakaian, Hanum mendekati suaminya yang nampak lelah itu. “Apa ada masalah di perusahaan?”
Leon menggeleng.
“Lalu mengapa wajahmu kusut begitu?”
“Oh, mungkin aku lelah. Sepertinya aku butuh tidur sejenak.” Leon pun merebahkan tubuhnya di ranjang.
‘Tumben sekali ia ingin tidur, ini juga belum malam-malam betul,’ gumam Hanum sembari mendekati Leon. Ia pun duduk di bibir ranjang.
“Ada masalah apa, katakan padaku?”
Leon pun meraih lengan Hanum.
“Hanum, apapun yang terjadi. Bisa tidak kamu berjanji padaku.”
“Janji? Janji apa?”
“Jangan pernah pergi lagi dari kehidupanku.”
Hanum menatap aneh pada suaminya, sebenarnya apa yang terjadi.
“Tergantung sikapmu padaku, Mas!” canda Hanum. Ia ingin mencairkan suasana yang terasa galau itu.
“Bagaimana bila aku melakukan kesalahan di masa lalu?”
"Tergantung, seberapa besar kesalahan itu.”
‘Sepertinya dia akan meninggalkanku bila tahu kesalahan apa yang sudah aku lakukan! Sepertinya aku memang harus memendamnya sampai mati!’ pikir Leon.
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️