NovelToon NovelToon
Happy In Sin - Dosa

Happy In Sin - Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Patahhati
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vienbluu

“Sikapmu sekarang sama seperti wanita murahan.”

“Kau yang membuatku terlihat seperti itu, jadi jangan salahkan aku.”

•••

Giselle Uchiyama tak pernah tahu apa arti sebenarnya dari kebahagiaan sebelum ia bertemu dengan seorang pria yang anehnya dapat membuat Giselle bertingkah gila hanya untuk mendapat perhatian.

Namun…

Bagi Jio Pratama, Giselle hanyalah iblis berparas bidadari yang siap menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vienbluu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

•••

Mendapat informasi bahwa pria yang dicarinya berada di rooftop gedung departemen tersebut dari Yoshi yang ternyata adalah teman Jio Pratama, Giselle bergegas menaiki tangga menuju rooftop.

Sampai di depan pintu keluar-masuk rooftop Giselle segera membukanya. Pemandangan pertama yang menyapa netranya adalah presensi seorang pria yang tengah duduk bersandar pada dinding di belakang tubuhnya sambil memegang sebuah buku di tangan kanannya.

Giselle berjalan menghampiri pria tersebut kemudian duduk di sampingnya tanpa permisi.

"Apa yang kau baca?"

Pertanyaan yang diajukan secara tiba-tiba itu sukses membuat Jio, si pria, terkejut ditambah lagi dengan kehadiran Giselle yang sudah berada di sampingnya mengingat dirinya hanya seorang diri tadi.

"Sedang apa kau di sini?"

"Menemuimu. Apa lagi?"

"Menyingkirlah."

"Oh ayolah aku sudah berkeliling mencarimu sedari tadi, setelah menemukanmu bukannya menyambutku kau malah bicara seperti itu?"

Jio tak lagi menjawab melainkan berdiri dari duduknya kemudian melangkah pergi yang segera dihentikan oleh Giselle dengan mencekal tangannya.

"Begitu caramu bersikap pada seseorang? Tidak sopan."

"Lebih tidak sopan mana denganmu yang tiba-tiba muncul dan duduk di sampingku tanpa izin dariku?"

"Apa duduk di sini aku masih harus meminta izin darimu? Lagipula kita kan berteman untuk apa meminta izin segala."

"Aku tidak akan pernah berteman dengan gadis sepertimu. Satu lagi, kita tak saling kenal jadi jangan bersikap seolah kau mengenalku." Ujar Jio sinis.

"Baiklah kita tidak akan berteman karena aku akan menjadikanmu the next Giselle's boyfriend."

"Dalam mimpimu!"

"Kau bisa bicara seperti itu sekarang, tapi lihat saja nanti kupastikan kau akan berlutut di hadapanku memohon padaku untuk menerimamu sebagai kekasihku."

"Tidak akan."

"Kalau kau lupa aku bisa mengingatkanmu, aku masih memegang kendali atas dirimu."

Ucapan Giselle membuat Jio mengernyitkan alisnya.

"Kau tak bisa lolos semudah itu dariku, Jio Pratama."

Giselle dapat melihat bagaimana tangan Jio mengepal hingga buku-buku jarinya memutih, tanda bahwa pria itu berusaha keras menahan amarahnya sekarang.

Giselle harus bersyukur atas statusnya sebagai seorang perempuan, jika saja Giselle seorang pria mungkin dia sudah berakhir babak-belur di tangan Jio.

Mengingat Jio pernah membuat Jevan patah tulang saat kejadian di club kala itu, lagi Jio seorang petarung yang handal. Membayangkannya saja sudah cukup membuatnya begidik ngeri.

Jio yang kesal berakhir pergi meninggalkan Giselle yang tersenyum miring memandangnya remeh.

"Jika bukan karena taruhan bodoh itu, aku juga tak akan mau berurusan dengan pria batu sepertinya." Gumam Giselle.

Flashback on

Hari sebelumnya saat Giselle, Karina, dan Yesha tengah makan siang di kantin.

"Seperti apa pria itu? Apakah dia tampan?" Tanya Karina antusias.

"Hmmm... lumayan."

"Mau bertaruh? Setelah menemukannya kau harus mengajak dia berkencan. Bagaimana?" Tanya Yesha.

"Baiklah setuju. Jika berhasil aku mau mobilmu."

"Merampokku hah? Kau ingin aku dipukul Ayahku? Minta yang lain saja lagipula dibanding mobilku, mobilmu masih lebih bagus."

"Tck... Jam tangan edisi terbaru."

"Setuju."

"Kalian yakin mau bertaruh?” Tanya Karina.

“Giselle, bagaimana jika Jio Pratama itu sama seperti mantan kekasihmu yang lain? Seperti yang kita tahu mereka hanya menginginkan paras dan tubuhmu saja. kau sudah berpacaran dengan banyak pria, lalu kau memutuskan mereka saat mereka menginginkan sesuatu yang lebih darimu. " Ucap Karina khawatir.

"Bukankah aku juga sudah mengatakannya, aku berpacaran dengan banyak pria hanya untuk membuktikan bahwa mereka sama brengseknya?"

"Aku menghawatirkanmu bodoh!"

"Tenang Karina. Aku tahu batas, aku tak akan memberikan mahkota berhargaku untuk bajingan seperti mereka."

Giselle tidak pernah membiarkan laki-laki menyentuhnya sejauh itu. Seburuk bahkan sejalang apapun orang-orang berpikir tentangnya yang berganti pacar seperti mengganti pembalut, ia tidak pernah mengizinkan pria manapun menyentuh tubuhnya.

Karina menghela nafas, "Aku mengerti kau hanya bermain-main tapi tidakkah kau lelah, sampai kapan kau akan melakukannya?"

"Sampai aku menemukan seseorang yang benar-benar tulus, seseorang yang bisa mengalahkan teoriku tentang pria yang hanya menginginkan paras dan tubuhku saja."

"Kalau begitu aku akan mendoakanmu agar Tuhan memberimu umur yang panjang, sampai kau menemukan pria yang benar-benar bisa mematahkan teori gilamu itu." Ucap Yesha yang di amini oleh Giselle juga Karina.

"Emm semoga saja." Gumam Giselle.

Flashback off

"Aku akan buktikan kalau kau sama brengseknya dengan pria lain di luar sana yang otak dan pikirannya hanya wanita dan selangkangan saja. Tunggu saja, Jio Pratama."

•••

Jio dengan perasaan kesal yang masih belum reda, turun menuju parkiran universitas di mana ia memarkirkan motornya. Berpapasan dengan Yoshi yang juga akan mengambil motornya di tempat yang sama.

"Jio... kau di sini, bukankah Giselle pergi menemuimu tadi?"

"Jadi kau yang mengatakan pada gadis gila itu tentang keberadaanku?"

Yoshi mengangguk polos, "Iya... aku bertemu dengannya di depan perpustakaan tadi, dia bilang sedang mencarimu katanya ada urusan jadi aku tunjukkan di mana tempatmu berada. Bisa jadi dia mau mengucapkan terima kasih padamu karena telah menolongnya bukan."

"Kau..."

Jio hanya bisa mengacak rambutnya frustasi akibat kelakuan Yoshi.

"Harusnya kau tak perlu mengatakannya. Tidak, kau bahkan tak perlu repot-repot bicara dengannya."

"Apa salahku? Aku hanya menjawab saat orang bertanya, apalagi yang bertanya gadis secantik Giselle. Mana mungkin aku mengabaikannya?"

Jio menghela nafas, "Kau harus tahu, gadis gila itu memegang kendali atas kelemahanku sekarang."

"Apa maksudmu?"

"Dia tahu aku bertarung di underground illegal." Ucap Jio sedikit berbisik bertujuan agar tidak ada orang lain yang mendengar.

Yoshi melotot, "Aghh... Sial. Kenapa aku tak berpikir sejauh itu. Tapi bagaimana mungkin Giselle tahu tentang hal itu?"

"Kapan hari sebelum perjalanan ke tempat pertandingan, aku singgah di minimarket karena Yasmeen menitip sesuatu padaku. Keluar dari sana aku tak sengaja bertabrakan dengannya, aku tak menyangka dia akan mengikutiku sampai ke tempat boxing."

"Lalu bagaimana sekarang?”

“Bagaimana jika dia membocorkan rahasia ini? Kau bisa terkena masalah di kampus belum lagi jika Ayahmu tahu. Giselle bisa saja memanfaatkan keadaan."

"Aku tidak akan membiarkannya.”

“Bagaimanapun caranya. Giselle... Uchiyama."

•••Vienbluu (annavienbluu)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!