NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Pangeran Arya

Istri Bodoh Pangeran Arya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Murni
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Di hari pernikahannya. Aluna menggantikan sang adik untuk menikahi pangeran Arya. Adik dari raja yang rumornya menderita penyakit aneh. Setiap penyakit itu kambuh, Dia akan membunuh siapapun yang mendekatinya. Tetapi, Setelah bertemu Aluna. Penyakit Arya melunak, Bahkan begitu lembut menghadapi sifat kekanakan Aluna meskipun penyakitnya kambuh.

Lalu, Bagaimanakah Aluna hidup bersama Arya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DALAM BAHAYA

Hukuman Zephira baru saja selesai. Gaji bulanannya yang selama ini hilang itu telah ia dapatkan kembali. Dengan wajah gembira ia keluar dari kediamannya sambil membawa sebuah keranjang kayu. Yang di dalamnya terdapat ayam panggang. Ia tak sabar menemui baskara untuk mengajaknya makan bersama.

3 bulan gajinya ditahan, Dan 3 bulan tidak boleh juga ia tak bisa makan enak, Dan tak sekalipun baskara datang menemuinya, bahkan saat dia sakit demam.

Hari ini, akhirnya ia kembali menunjukkan wibawanya. Sebelumnya ia terlalu malu untuk datang unjuk diri. Apalagi dengan rumor soalnya yang pencemburu.

Zephira keluar dengan hanfu terbaiknya. Wajahnya dipoles cantik. "Lena, siapkan hadiah untuk Ibu Suri. Aku harus menunjukkan kalau aku sudah berubah." perintahnya.

Lena, pelayannya, menunduk dengan wajah tidak enak. "Yang Mulia..."

"Apa?"

"Yang Mulia Pangeran... tadi pagi tidak di ruang sidang."

"Terus dia di mana?"

"Di... di Paviliun Melati, Dari semalam. Bersama Selir Yena."

Darah Zephira yang sudah susah payah ia dinginkan selama 3 bulan, langsung mendidih lagi sampai ke ubun-ubun. Tangannya mengepal kencang.

"Apa katamu? Semalam?"

"Iya. Pelayan dapur bilang, Pangeran meminta sup sarang burung untuk dua orang. Dan pagi ini jubahnya masih di sana."

Pluk!

keranjang di tangan Zephira jatuh begitu saja, Mood bagus yang sudah ia siapkan dari 3 bulan yang lalu kini hancur berantakan.

"Baru 3 bulan! Baru 3 bulan aku tak hadir dan dia sudah—" Napasnya memburu. Matanya merah. "Bawa aku ke sana!"

"Yang Mulia jangan! Ibu Suri bilang—"

"Aku Permaisurinya! Aku istrinya yang sah! Selir itu cuma mainan!" Zephira berjalan cepat menyusuri lorong istana. Lena mengejar dengan panik.

***

Paviliun melati

Baskara keluar duluan, merapikan lengan jubahnya. Wajahnya terlihat puas dan santai. Di belakangnya, Yena mengikutinya keluar, rambutnya masih agak berantakan, pipinya merona, hanfunya tipis.

"Yang mulia, nanti malam datang lagi ya? Aku sudah siapkan teh kesukaanmu," manja Yena, tangannya sengaja mengelus lengan Baskara di depan semua pelayan yang lewat.

Baskara tersenyum — senyum yang tidak pernah lagi Zephira lihat selama 3 bulan. "Tentu. Tunggu aku." Dan di momen itu, Zephira sampai di gerbang.

Mereka bertiga bertemu.

Baskara langsung mengubah wajahnya menjadi datar dan dingin saat melihat Zephira. Yena? Yena malah menunduk dengan sopan, tapi kalau dilihat dekat...

Dia tersenyum.

Senyum licik yang sangat tipis. Hanya Zephira yang bisa melihatnya dari jarak itu.

"Oh? Permaisuri," sapa Yena dengan suara lembut. "Salam, Kakak Permaisuri. Akhirnya Kakak keluar dari hukuman. Adik kangen sekali."

Kata-katanya sopan. Tapi matanya seolah berkata Lihat? Suamimu tidur di kamarku semalaman. Dan kau tidak bisa melakukan apa-apa.

"YENA!" Zephira hampir maju, tapi Lena menahan tangannya kuat-kuat. Baskara langsung berdiri di depan Yena, melindunginya.

"Zephira. Jaga sikapmu. Kau baru selesai dihukum, jangan cari masalah lagi," ucap Baskara dingin. Zephira menatap suaminya. Pria yang dulu selalu membelanya di depan semua orang. Sekarang berdiri di depan perempuan lain untuk melindunginya dari Zephira.

"Yang Mulia... kau membelanya?" suara Zephira bergetar. Baskara tidak menjawab. Ia malah menggandeng tangan Yena. "Ayo, aku antar kau sarapan." Mereka berdua pergi, meninggalkan Zephira sendirian di gerbang paviliun melati.

Semua pelayan yang melihat menunduk, pura-pura tidak melihat permaisuri mereka dipermalukan. Dan Yena, sambil berjalan digandeng Baskara, Ia sempat menoleh ke belakang. Menatap Zephira.

Dan dia tersenyum lagi. Senyum kemenangan yang licik, puas, dan penuh racun.

Di kejauhan, dari Paviliun Anggrek yang sepi Selir Luna sedang duduk minum teh pagi, Pelayannya terus berbicara tentang berita pagi ini.

Dia tertawa kecil.

"Kasihan sekali, Dua wanita itu berebut sesuatu yang sejak awal tak bisa di miliki." Gumam selir Luna sambil tersenyum miring.

***

Gong besar dipukul tiga kali, Sidang pagi di mulai dengan serius. Raja Derry duduk di singgasana naga emasnya. Di bawahnya, semua pangeran, jenderal, dan penasehat sudah berbaris. Termasuk Putra Mahkota Seno yang baru kembali dari patroli perbatasan.

Pintu aula terbuka.

Seorang pria masuk dengan langkah berat. Jubah perang hitam dengan lambang serigala biru.

Pangeran Arnold.

Anak kedua Raja Derry. Adik dari Seno, Pria yang terkenal kejam dan tidak pernah meleset dalam memburu buronan.

"Ayahanda," Arnold berlutut, tapi kepalanya tetap tegak. "Hamba menghadap." Hormatnya.

Raja Derry menatapnya tajam. "Arnold. Kau bilang ada laporan penting soal penyusup Dariyan?" Tanya raja Derry serius.

Arnold tersenyum. Senyum yang membuat semua orang di aula menahan napas.

"Benar ayahanda, Dua orang yang hamba temui 3 bulan lalu di desa salim... hamba sudah periksa ulang." Seno yang berdiri di barisan depan, diam-diam mengepalkan tangannya.

Arnold mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya. Sebuah lukisan wajah seseorang yang sangat amat di kenali.

"Aku sudah memeriksa orang Dariyan itu, Mereka memang benar orang Dariyan. Mereka menyusup ke sini untuk mencari informasi mengenai negeri kita." Ucap Arnold, Tangan Seno semakin mengetat.

Raja Derry menyipitkan mata. "Itu... Pangeran Arya, Adik raja Bastian!" Desisnya tajam.

"TEPAT!" Arnold berdiri. Suaranya menggelegar. "Dan hamba sudah melihat sendiri wajah mereka, ayahanda! Seorang pria dengan luka di bahu kiri, usia 20-an, wajahnya sangat mirip dengan... Pangeran Arya yang di kabarkan mati! Dan gadis itu, Dia hanya seorang pelayan yang di paksa oleh pangeran Arya."

Arnold berhenti sejenak, menatap Seno dengan sengaja. Seolah bangga karna lebih dulu mendapatkan informasi.

Seluruh aula langsung gempar.

"Apa?!"

"Orang Dariyan menyusup ke Xuan?!"

Seno langsung memucat. Tangannya gemetar memegang liontin kebanggaannya. Raja Derry berdiri, matanya merah karena amarah. "KAU YAKIN, ARNOLD?!"

"Hamba berani bersumpah di atas darah, Yang Mulia!" Arnold menunduk dalam. "Dua orang itu memang orang Dariyan! Mereka pasti masih bersembunyi di desa-desa perbatasan! Jika kita tidak segera menangkapnya, mereka akan membawa rahasia istana kita ke Dariyan!"

Seno maju selangkah. "Ayahanda, tunggu—"

"DIAM, SENO!" bentak Raja Derry. "Kau sudah 3 bulan mencari dan tidak menemukan apa-apa! Sekarang adikmu yang menemukan petunjuknya!"

Raja Derry menatap semua jenderalnya.

"PERINTAHKU! Tutup semua perbatasan! Periksa setiap rumah! Setiap gubuk! Bawa mereka hidup-hidup ke hadapanku! Jika mereka melawan... BUNUH PRIA-NYA! DAN BEBASKAN GADIS ITU JIKA TAK BERSALAH!"

Seno membeku di tempatnya.

Di kepalanya hanya ada satu, Mengamankan Aluna dan Arya yang berada di kediamannya. Jika pasukan Arnold mengetahui keberadaan mereka, Ini bisa jadi ancaman. Karna ia tak punya bukti kuat untuk melindungi Aluna.

"Arnold, Jika kau berhasil menangkap kedua orang Dariyan itu, Aku akan mengabulkan satu permintaan untukmu." Ucap raja Derry, Wajah Arnold semakin cerah mendengar hal itu.

"Baik, Ayahanda." Sebelum pergi, Arnold menatap Seno yang hanya diam dengan tatapan kemenangan. Jika berhasil menangkap pangeran Arya, Ia akan meminta tahta sebagai balasannya. Setelah mendapatkan tahta, Ia bisa dengan mudah menyingkirkan seno.

TBC

like dan komen.

1
jenny
semoga Seno bisa menyelamatkan Arya dan Aluna.
jenny
Terima kasih kak, sudah update kembali.
ditunggu kelanjutannya 🙏
Nycthophile
yok arti buat anak 🤭🤭
Nycthophile
tiba tiba banget
Nycthophile
dih dasar pangeran busuk mending ama Arya ke mana-mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!