NovelToon NovelToon
Gadis Culun Milik Tuan Marco

Gadis Culun Milik Tuan Marco

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lily Quinza

NOVEL INI MENGANDUNG BACAAN DEWASA || PILIHLAH BACAAN YANG BIJAK. DILARANG PLAGIARISME!

JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM: LilyQuinza || info update visual disana yah 🥰❤

"Liora, mungkin ini semua salah mengingat aku Pamanmu, tapi, jika mengingat kita tak sedarah, aku tidak perduli!"

"MarcoI—itu apa?"

"Kau harus membiasakan diri baby, cobalah berkenalan dengannya."

"Gila benda itu tidak akan cukup jika—"

"Ssstttt, Cobalah... "

"Ini sakit!"

"Sial! Kau sangat cantik saat kau tidak memakai kacamata itu!"

"Berhenti menggodaku, aku bisa gila Marco!"

Liora adalah gadis culun yang selalu menyembunyikan kecantikannya di balik kacamata tebal, pakaian sederhana, dan sikap pemalu. Ia hanya ingin menjalani kehidupan kampus dengan tenang tanpa menarik perhatian siapa pun. Namun, semua berubah karena Marco.

Marco adalah adik angkat ibu kandung Liora yang usianya hanya terpaut lima tahun darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Quinza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Disisi lain.

"Liora bagaimana kencanmu dengan Marco?"

Liora mencubit pinggang Karens. "Aw ini menggelikan."

Semua mahasiswa, menatap keduanya dengan tatapan yang bingung dan saling memandang.

Karens menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sedangkan Liora tersenyum masam.

"Ini semua karenamu." bisik Liora.

Setelah seratus menit. Bell berbunyi menandakan kelas telah selesai. Sebelum pulang, Liora dan Karens menuju perpustakaan terlebih dahulu. Keduanya berjalan berdampingan sembari membawa tas masing-masing.

"Liora, apa kau tidak ingin memperkenalkan aku pada pamanmu?"

"Hah? Kenapa kau tidak berkenalan sendiri saja!"

"Nanti saja saat aku ingin main ke tempatmu."

"Baiklah!"

"Liora? Bagaimana perasaanmu saat kau tahu Marco pamanmu?"

"Aku benar-benar terkejut, awalnya kami berantem setiap hari."

"Lalu?" tanya karens yang mendengarkan dengan seksama.

"Sekarang tidak, bahkan aku semakin hari semakin bingung dengan perasaanku sendiri Karens."

"Hah? Jangan-jangan kau menyukainya?"

Mata Liora membulat sempurna. Perkataan Karens bagaikan petir yang menyambar gadis itu di siang bolong.

"Tidak! Itu tidak mungkin."

Karens menarik pergelangan tangan Liora agar mereka menepi dan duduk di bangku kayu yang berada di perpustakaan. Liora tersentak saat Karens menarik tangannya.

"Ini diam-diam saja!" bisiknya pelan.

Liora menatap Karens dengan alis terangkat. Dan mengangguk pelan.

"Kau tahu tidak, kalian tidak sedarah Liora. Banyak sekali kemungkinan jika kau menyukainya."

Liora menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. "Tapi—itu tidak mungkin Karens.

"Kemungkinan Liora, kau bisa menyangkalnya tapi apa perasaanmu bisa di bohongi?"

Liora tersenyum hambar sembari menggelengkan kepala.

"Itulah, banyak sekali dinegara kita ini. Keponakan menjadi kekasih paman angkatnya sendiri."

"Tapi itu—"

"Kau tahu, Marco tidak hanya tampan. Tapi dia adalah pusat perhatian."

Liora menelan ludah susah payah. Ia merasakan tenggorokannya kering.

"Dia tidak mungkin menyukaiku Karens. Kami hanya paman dan keponakan. Aku semakin dilema saat ibuku tidak berada di rumah. Karena kemarin aku tak sengaja masuk kedalam kamar Marco."

"Hah?"

Karens tersenyum miring, senyum itu penuh kejahilan dan sangat sulit di artikan. Membuat Liora menatap Karens dengan bingung.

"Hei ada apa denganmu, kenapa ekspresimu seperti itu?"

"Kau pasti sudah melakukannya ya dengan Marco? "

Alis tebal Liora bertaut. "Apa maksudmu? Aku tidak mengerti!"

Karens semakin tersenyum miring. "Liora kau ini sangat polos, jangan berpura-pura bodoh Liora."

"Aku benar-benar tidak mengerti."

"Kau tahu, dinegara kita kebanyakan gadis sudah melepaskan virginnya, saat sudah di usia kita seperti ini."

Liora terkejut, "Karens apa kau gila?"

"Tidak, itu bukan gila, tapi fakta."

Liora menutup bibirnya dengan telapak tangan, ia bahkan tak menyangkan jika sahabatnya sudah berpikir sejauh itu.

"Apa kau pikir aku bagian dari mereka."

"Siapa tahu?"

"Jangan-jangan kau yang sudah melakukannya yah?"

"Tentu saja tidak, tapi jika ada yang menginginkannya aku siap."

"Karens kau nakal sekali."

"Lih, aku tidak nakal, tapi setiap aku menonton film dewasa aku selalu bergetar Liora."

Liora tak menyangka dengan penuturan Karens, terkejut ia sangat terkejut dengan gadis itu.

"Karens kau suka menonton film dewasa?"

"Tentu saja, karena aku sudah dewasa Liora. Melihat seseorang berciuman bibir saja. Aku menggigit bibir bawah ku Liora. Andai saja aku punya kekasih mungkin aku akan sering meminta jatah ciuman."

"Yatuhan apa yang sedang kita bicarakan saat ini."

"Ssssttt, dunia tidak seputih itu Liora! Kalau kau ingin nakal. Lanjutkan saja. Do'akan juga agar aku memiliki kekasih Liora agar aku bisa berciuman setiap hari."

Liora dan Karens tertawa bersama-sama. Karens yang selama ini Liora sangka dia gadis diam-diam ternyata gadis itu absurd dan tengil sekali ,bahkan sangat nakal tapi saat bersama Liora dan mungkin nanti saat bersama kekasihnya juga demikian.

1
Lilyyy
HALLO GUYS, JANGAN LUPA BERIKAN ULASAN YA JIKA BERKENAN TRIMAKASIH UNTUK YANG SUDAH MAMPIR 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!