NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Delapan belas

"Bu, ini dua teman aku yang aku bilang kemaren." ucap Tini.

"Ooo iya Tin, suruh tinggi sebentar ya." ucap bu Soraya yang sibuk membalik ayam goreng di penggorengan.

"Baik bu." ucap Tini berbalik, menemui teman temannya.

"Kalian tunggu di sini dulu ya, ibu lagi masih sibuk di belakang." ucap Tini, lalu menyediakan minum untuk ke dua temannya itu.

"Baik Tin." angguk ke dua wanita muda itu.

"Aku tinggal ya, aku mau lansung kerja." ujar Tini.

"Iya nggak apa apa, kami nunggu bu Soraya di sini." ucap Susi dan di angguki oleh Ria.

Setengah jam menunggu, akhirnya bu Soraya keluar dari dapur dan menghampiri dua calon karyawannya di warung.

"Maaf ya membuat kalian menunggu." ucap bu Soraya tersenyum ramah.

"Nggak apa apa bu." ucap Susi dan Ria, ke dua gadis muda itu berdiri dan memberi salam hormat kepada bu Soraya.

"Silahkan duduk saja, jangan sungkan." ucap bu Soraya, lalu ikut duduk berhadapan dengan ke sua calon anak buahnya.

"Kalian siap bekerja di sini? " tanya bu Soraya yang tidak ingin berbasa basi.

"Siap bu." ucap ke dua gadis itu.

"Tapi kerja di sini capek loh, udah gitu harus cekatan." ucap bu Soraya lagi.

"Iya bu, kami siap, kerja apa pun sudah pasti semua capek." jawab Susi tersenyum hormat.

"Baiklah, besok kalian siap masuk kerja? " tanya bu Soraya lagi.

"Bisa bu." jawab ke dua gadis itu penuh semangat.

Bu Soraya mengangguk. "Kerja di sini kalian gajiannya dua minggu sekali, dan kalian dapat makan dua kali sehari, apa bila target tercapai, kalian bisa dapat bonus dan waktu liburnya seminggu sekali, harus bergantian ." papar bu Soraya memberi tahu ke dua calon karyawannya.

Wajah ke dua gadis itu lansung berbinar cerah, akhirnya mereka di Terima kerja di Soraya Catering itu.

"Baik bu." ucap mereka senang.

"Ada pertanyaan? " tanya bu Soraya.

"Nggak ada bu." ucap ke duanya kompak.

"Kalau begitu, untuk hari ini cukup sampai di sini, besok jangan lupa datang sebagai keluarga baru Soraya Catering. " ucap bu Soraya tersenyum lembut, lalu berdiri dari duduknya.

"Baik bu terimakasih, besok kami datang lebih awal." ucap Susi Semangat.

Bu Soraya mengangguk dan tersenyum ramah.

Setelah ke dua orang itu pergi, bu Soraya kembali ke dapur, untuk membantu para karyawannya yang sedang sibuk menyiakan makan siang untuk perusahaan pak Riki, karena sebentar lagi mobil jemputan mereka akan datang.

"Gimana? " tanya bu Rini, saat bu Soraya kembali ke dapur.

"Mmm... Angguk bu Soraya, besok mereka mulai masuk." jawab bu Soraya.

Bu Rini mengangguk.

"Wahhh.... Cepat juga kerja kalian." puji bu Soraya melihat box berisi nasi dan lauk pauk, sudah tersusun rapi, dan Tini sudah mulai menyusunya ke dalam kantong merah ukuran besar,, agar nanti gampang membawanya ke dalam mobil.

"Iya dong bu, masak kita yang muda kalah gesit sama bu Soraya dan bu Rini." sahut Tini, bibirnya berbicara, tapi tangannya tetap sibuk dengan pekerjaan yang sedang dia kerjakan.

Bu Soraya, bu Rini dan beberapa karyawan yang berada di dapur jadi tertawa mendengar celetukan Tini.

"Hahaha... Kamu ini bisa aja." kekeh bu Rini, menimpali.

"Sepertinya kita juga butuh tenaga laki laki ya, buat bisa mengangkat yang berat berat." ucap bu Soraya yang ingat tentang hal itu.

"Iya, kamu benar, kita butuh juga tenaga laki laki, bisa untuk menemani belanja barang, dan membantu mengangkat barang yang berat berat." sahut bu Rini.

"Siapa ya kira kira.? " ucap bu Soraya mulai berfikir siapa yang bisa membantu mereka.

"Si Anton Saja Ya, kemarenan dia sempat nanya sama aku, ada lowongan di sini, dia baru saja di PHK." usul bu Rini.

"Kasihan banget anak itu, ya sudah besok suruh ke sini aja." ucap bu Soraya yang juga kenal dengan Anton.

"Baiklah." jawab bu Rini.

"Bu, ada tamu yang kemaren di Warung." seru Ina di pintu masuk dapur.

"Wahhh... Cepat juga dia datang." ucap bu Rini dengan mata berbinar, terbayang banyak kesuksesan makin nyata di depan mata, dan berharap sahabatnya makin sukses.

"Suruh tunggu sebentar ya, ibu mau membereskan ini.... "

"Sudah, di tinggal aja, kami bisa mengerjakannya, segeralah temui sumber cuan baru kita." sela bu Rini mengusir bu Soraya dengan wajah berseri.

"Baiklah.... " ucap bu Soraya tersenyum haru.

"Assalam mu'alaikum, pak Tono. Maaf membuat bapak menunggu." ucap bu Soraya menghampiri pak Tono yang ikut berdiri menyambut ke dagangan bu Soraya, lalu mereka berjabat tangan .

"Wa'alaikum salam, nggak kok bu, saya juga baru sampai lima menit lalu." ucap pak Tono, tangannya sibuk mengeluarkan dokumen dari tas hitamnya, dokumen kerjasama Perusahaan Abadi Jaya dan Catering Soraya.

Lalu pak Tono menyerahkan dokumen itu kepada bu Soraya, "Silahkan ibu baca dokumen ini, mungkin ada poin poin yang tidak berkenan, atau ada yang ingin ibu tambahkan." ucap pak Tono.

Bu Soraya menerima dokumen itu, lalu membacanya dengan seksama, pak Tono menatap wajah ayu bu Soraya, "Bergumam dalam hati." benar benar istri idaman, sudah cantik, pekerja keras, dengar dengar mempunyai anak yang berprestasi pula, beruntung sekali laki laki yang menikahinya." gumam pak Tono dalam hati.

"Saya setuju pak, tidak ada yang harus di rubah." ucap bu Soraya tersenyum sopan, lalu menandatangani berkas itu.

"Semoga kerjasama kita berjalan lancar." ucap bu Soraya mengembalikan dokumen itu kepada pak Tono.

"Aamiin.... " ucap pak Tono, lalu pak Tono sibuk memisahkan perjanjian kerjasama antara perusahaan Abadi Jaya dan Catering Soraya, mana yang akan di bawa ke perusahaan mana yang akan menjadi milik bu Soraya.

"Ini untuk pegangan ibu, dan ini untuk perusahaan kami." ucap pak Tono.

"Baik pak." angguk bu Soraya.

Lalu pak Tono juga menyerahkan amplop ukuran lumayan besar dan tebal ke arah bu Soraya.

"Ini uang muka kerjasama kita." ucap pak Tono.

Bu Soraya menerima dengan tangan bergetar, dan mata yang berkaca kaca, dia tau ini alah awal dan berharap kerjasama mereka bisa berjalan lancar dan tidak ada halangan sedikit pun.

"Pembayaran selanjutnya akan lansung kami transfer ke rekening ibu, pembayarannya di bayar setiap dia minggu sekali." ucap pak Tono lagi.

"Baik Pak, terimakasih." angguk bu soraya.

"Kalau begitu, saya undur diri ya bu, soalnya masih ada janji di tempat lain." ucap pak Tono melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Baik pak, hati hati di jalan." ucap bu Soraya dengan hormat melepas pak Tono pergi.

ke dua tangan bu Soraya memeluk erat amplop besar itu di dadanya, matanya berkaca kaca, tidak menyangka usahanya bisa sampai di titik ini, semua tidak lepas dari bantuan sahabat dan keluarga sahabatnya.

"Terimaksih Tuhan, engkau angkat derajat kami."

Bersambung....

Haiii.... Jangan lupa like komen dan vote ya... 😘😘😘

1
Azda Syafril
sabar eaa bu Soraya..... ibu mertuMu takut ATM brjln ny macet Krn pa galih kecelakaan dn TDK bisa bkrj mncri nafkah ge....
Erna Fkpg
lihat saja si Hindun anaknya kecelakaan palingan GK mau ngerawat soalnya hanya butuh uang anaknya saja
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
baru saja hidup Bu Soraya & pak galih membaik, eh malah dapat musibah...
Erna Fkpg
Alhamdulillah kehidupan Bu Soraya sukses
Muft Smoker
sumpah serapah mak2 satu ini boleh gx sih ,,
geraam banget liatny ,,
Ariany Sudjana
kenapa bukannya Hindun yang kecelakaan, biar cepat mati? sudah bau tanah, masih juga jahat sama menantu
Naning Naning: iyah betol itu harusnya hindun yang dibuat kecelakaan biar bungkam tu mulut
total 1 replies
Shee_👚
udah berapa hari gak up, eh pas up berasa baru baca dah abis🤭
Shee_👚
usir aja pak, kalau perlu seret aja keluar
Shee_👚
nenek peot gak ada otaknya, dah tau bu Soraya kerjaan cuma dirumah ya otomatis lakinya kerja y bu soraya dirumah aneh nenek satu ini🙄
Shee_👚
kirain pak tono ini orang yang dulu asisten perusahaan yang nawarin kerja sama, taunya beda ya
Shee_👚
duh jangan sampai pak galih meninggal atau cacat kasian bu Soraya, baru juga galih berubah malah kecelakaan😭
Shee_👚
ini bu rini kali ta yang ngomong 🤔
Yantie Narnoe
lanjut up kak...ditunggu
Ma Em
Semoga nenek yg dikampung tdk seperti nenek dari papamu , pasti mereka akan senang dan menyambut kedatangan mu Laras .
Marifatul Marifatul
kooo dikit .......
yg bnyyyykkkk doooongggg /Drool/
Shee_👚
setidaknya galih dah sadar akan kesalahannya sekarang. semoga gak kumat lagi
Shee_👚
astaghfirullah dah selama itu mereka gak pernah liat kakek neneknya, jahatnya galih😭😭😭
Shee_👚
wow Gibran aku padamu🥰🥰
Shee_👚
kasian sekali kalian, dah takut duluan karena penolakan keluarga dari pihak keluarga pak galih😭😭😭
tenang dek keluarga dari ibumu pasti menerima kalian🫂
Shee_👚
betul apa yang pak sandi ucapkan. jangan ngomong apa² dulu ke bu hindun. aku yakin kalau kamu ngomong pasti gagal dah rencana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!