NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Menyiksaku

Sistem Kekayaan Menyiksaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Satu lembar uang sepuluh ribu rupiah terakhir di dompet Satria sudah berubah bentuk menjadi gumpalan lecek.
Di depannya, layar mesin ATM berkedip-kedip, menampilkan menu penarikan tunai yang terasa mengejek.

Satria menghela napas berat. Ia menekan tombol "Informasi Saldo". Dia sudah tahu angkanya akan mengenaskan, tapi dia tetap perlu melihatnya untuk memastikan seberapa jauh dia harus menahan lapar minggu ini.

Layar berganti. Angka yang muncul membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.
SALDO REKENING ANDA:
Rp 270
Bukan 270 ribu. Bukan pula 270 juta. Hanya dua ratus tujuh puluh rupiah.

[SISTEM TOTAL KEKAYAAN]
Sisa Waktu: 00:58:42
Target Pengeluaran: Rp 50.000.000,00
Status Saat Ini: Rp 0 / Rp 50.000.000,00
Peringatan: Kegagalan akan mengakibatkan sanksi 'Kemiskinan Absolut' (Saldo dipotong menjadi Rp 27).

“Lima puluh juta. Satu jam."

"Kepala bapak kau ambyar!” umpat Satria,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 24

Langkah kaki Baskoro Hendarso terdengar berat di atas lantai koridor luar gedung yang bergaung sepi.

Pria paruh baya itu berjalan dengan pundak yang merosot dalam, gambaran nyata dari seorang kapten yang kapalnya baru saja karam ditelan ombak.

Di sampingnya, Freya berjalan sambil menunduk dalam-dalam.

Rambut panjangnya yang biasa tertata rapi kini agak acak-akan, menyembunyikan wajah cantiknya yang mulai diselimuti gumpalan mendung kesedihan.

Penghinaan terang-terangan dari Budi Hendarso di lobi utama tadi benar-benar menghantam telak sisa-sisa harga diri keluarga mereka.

Sementara itu, di belakang mereka berdua, Satria berjalan dengan santai.

Sandal jepit karetnya mengeluarkan bunyi.

plek!-plek!

Yang khas setiap kali bergesekan dengan lantai marmer koridor.

Tangan kanannya dengan cuek dimasukkan ke dalam lipatan sarung kotak-kotak pudar yang membungkus pinggangnya, sementara tangan kirinya diam-diam menggenggam ponsel di balik saku.

Di layar yang sengaja ia redupkan itu, sebuah notifikasi rahasia dari Sistem Total Reversal sedang memancarkan teks berwarna keemasan yang sangat terang, berkedip seirama dengan detak jantung Satria.

[SISTEM TOTAL KEKAYAAN - OPERASI AKUISISI BAYANGAN]

Analisis Target Berhasil: Budi Hendarso terdeteksi memindahkan seluruh aset curian dari perusahaan Baskoro ke tiga bank sekuritas internasional terselubung untuk menghindari pajak.

Dana Taktis Perang Diaktifkan: Rp 1.000.000.000.000,00 (Satu Triliun Rupiah) dari brankas kuantum sistem resmi disalurkan melalui Satria Corporation.

Instruksi Sistem: Perintahkan Nisa dan Wahyu untuk melakukan akuisisi senyap terhadap 85% saham vendor penyuplai bahan baku utama serta jaringan distribusi logistik milik Budi Hendarso per detik ini juga.

Aturan Mutlak: Tetaplah berlagak bodoh, polos, dan miskin di depan keluarga Hendarso. Jika Anda tidak sengaja mengeluarkan kartu debit hitam atau ketahuan kaya sebelum waktunya, Anda wajib memakai sarung di kepala seperti ninja daster selama 24 jam penuh saat mengawal Freya.

Status Misi: Berjalan dari balik layar.

Satria hampir saja menyemburkan tawa kecilnya saat membaca hukuman ninja daster itu.

'Sistem sompret, hukuman lu makin hari makin menguji batas kewarasan gua sebagai triliuner baru,'

Gumam Satria dalam hati sembari mengetikkan satu perintah singkat berkode khusus ke nomor pribadi Nisa:

"Eksekusi Triliun Pertama. Potong jalur logistik Budi Hendarso sekarang juga. Jangan pakai nama gua, pakai nama Satria Corporation."

Hanya butuh waktu tiga detik bagi Nisa, sang sekretaris super profesional di lantai tertinggi Menara Cakrawala, untuk membalas pesan tersebut dengan satu kata yang sangat menenangkan:

"Dimengerti, Bos. Wahyu sudah mulai menyapu pasar senyap. Dalam tiga puluh menit, Budi Hendarso tidak akan punya barang untuk dijual."

Satria tersenyum sangat tipis, sebuah senyuman dingin yang penuh perhitungan, sebelum akhirnya memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku sarung dalam-dalam.

Baskoro tiba-tiba menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kaca menuju area parkir luar. Ia berbalik, menatap Satria dengan tatapan mata yang dipenuhi rasa bersalah.

"Satria... maafkan perkataan kakak saya tadi, ya."

"Dia memang sudah berubah sejak menguasai perusahaan keluarga."

"Dan... maaf kalau saya belum bisa memberikan fasilitas yang layak untuk kamu sebagai pengawal Freya."

"Jangankan mobil operasional, untuk ongkos bensin kita hari ini saja saya harus memutar otak."

Satria langsung menampilkan wajah paling polos yang bisa ia pasang. Ia mengibaskan tangannya dengan gestur sangat santai.

"Aduh, Pak Baskoro, jangan sungkan begitu sama saya."

"Jangankan gak ada mobil, dulu waktu Saya masih jadi penulis miskin di kosan Depok, saya kalau ke mana-mana modalnya cuma jalan kaki sama numpang ojek temen yang gak pernah saya modalin bensinnya."

"Naik angkot aja Saya sering pura-pura ketiduran pas keneknya nagih ongkos. Jadi, situasi begini mah udah kayak makanan sehari-hari buat saya pak."

Mendengar cerita absurd Satria, Baskoro tertegun lalu tersenyum getir, merasa sedikit terhibur oleh kepolosan pengawal barunya yang tidak tahu gengsi itu.

Namun, Freya yang berjalan di samping Satria tampaknya memiliki reaksi yang berbeda.

Gadis itu berjalan agak melambat, sengaja menyamakan langkah kakinya dengan ritme sandal jepit Satria hingga posisi mereka sejajar, agak terpisah dari jarak pandang Baskoro yang sudah berjalan lebih dulu menuju mobil tua mereka.

Suasana koridor luar gedung yang semi-terbuka itu terasa sejuk oleh embusan angin siang.

Freya menatap lurus ke depan, namun jari-jarinya yang lentik tampak gelisah, meremas ujung kemeja biru mudanya sendiri.

"Hei, Mas Bodyguard..."

Bisik Freya dengan nada suara yang sangat halus, sangat kontras dengan nada ketus dan sombong yang ia tunjukkan saat sesi wawancara di rumahnya kemarin.

Satria menoleh, menatap wajah samping Freya yang tampak begitu anggun dari jarak dekat.

"Iya, Mbak Freya? Ada yang bisa dibantu? Mau gua ambilin sandal jepit terbang lagi buat jaga-jaga kalau ada anak buah rentenir lewat?"

Freya reflex mencubit lengan Satria dengan pelan, membuat Satria mengaduh kecil secara teatrikal.

"Ih, bukan itu! Serius sedikit napa sih!" ketus Freya, meski sebuah senyuman tipis sempat tersembunyi di sudut bibirnya. Wajahnya kemudian kembali meredup.

"Makasih ya... buat yang di lobi tadi. Kamu berani banget ngomong begitu ke Om Budi, padahal kamu tahu dia orang berkuasa sekarang."

Freya menghentikan langkahnya, membuat Satria ikut berhenti di samping pembatas koridor.

Gadis itu menoleh, menatap langsung ke dalam manik mata Satria dengan sepasang mata yang mulai berkaca-kaca karena menahan tumpukan beban emosional yang teramat berat.

"Tapi jujur, Mas... aku takut banget. Aku takut kalau perusahaan Papa beneran gak bisa diselamatkan."

"Terus... terus kalau utang Papa ke bos rentenir itu jatuh tempo minggu depan dan Papa gak bisa bayar... aku... aku beneran harus nikah sama bos rentenir tua itu?"

Air mata Freya akhirnya menetes satu titik, membasahi pipinya yang mulus.

Ketakutan terbesar seorang gadis muda yang masa depannya terancam dijadikan barang jaminan utang akhirnya tumpah di depan seorang pria yang baru ia kenal selama dua puluh empat jam.

Satria terdiam melihat air mata itu. Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ada sebuah desakan kuat untuk langsung merobek penyamarannya, mengeluarkan kartu hitam Sultan miliknya, lalu berkata:

'Lu gak usah takut, gua pemilik Satria Corporation yang punya dana setengah triliun di bursa efek dan satu triliun lagi di saku sarung gua!'

Namun, bayangan harus memakai sarung di kepala seperti ninja daster selama dua puluh empat jam penuh saat mengawal Freya di tempat umum membuat Satria menahan diri kuat-kuat.

Ia harus tetap berada di dalam jalur komedi miskinnya demi kelancaran sistem.

Satria menarik napas panjang, lalu mengembuskannya dengan perlahan.

Ia merapikan ikatan sarung kotak-kotaknya yang agak miring ke arah kiri, lalu menepuk dadanya sendiri dengan penuh rasa percaya diri yang tinggi, memamerkan kaus oblong putihnya yang sedikit melar.

"Mbak Freya, lihat gua," ucap Satria dengan nada suara yang mendadak berubah menjadi sangat tenang dan berwibawa, membuat Freya reflex menghapus air matanya dan menatap pengawalnya itu.

"Di dunia ini, ada satu hukum alam yang gak bisa diganggu gugat oleh uang atau kekuasaan mana pun.

Namanya hukum karma—hukum pembalasan yang berbalik."

Satria menunjuk ke arah gedung tinggi milik Budi Hendarso di belakang mereka.

"Orang yang merasa sedang berada di atas angin karena hasil memfitnah, menipu, dan menginjak-injak saudaranya sendiri, biasanya jalannya bakal dibuat licin sama takdir."

"Mereka gak sadar kalau di depan mereka itu ada jurang yang sangat dalam. Makin tinggi mereka melompat karena kesombongan, jatuhnya bakal paling berisik, paling hancur, dan paling memalukan."

Satria melangkah satu langkah lebih dekat, memberikan rasa aman yang aneh bagi Freya.

"Jadi, Mbak Freya gak usah menangis lagi."

"Tugas Mbak sekarang cuma satu: tersenyum dan temani Pak Baskoro dengan baik."

"Urusan rentenir tua atau paman lu yang sombong itu... percayalah sama bodyguard sarungan pilihan Papa ini."

"Semua bakal berbalik dalam waktu dekat, dan mereka yang bakal ngemis-ngemis di depan kaki keluarga Mbak."

Freya tertegun, matanya terpaku menatap senyuman tulus, jenaka, namun penuh dengan keyakinan mutlak yang memancar dari wajah Satria.

Ada sebuah karisma misterius yang sangat kuat di balik pakaian pas-pasan pria itu, sebuah aura yang membuat Freya mendadak merasa bahwa seluruh ketakutannya menguap begitu saja ditiup angin koridor.

Di dalam lubuk hatinya, ada rasa hangat dan rasa aman yang belum pernah ia rasakan dari pria mana pun sebelumnya.

"Kamu... beneran bisa dipercaya kan, Mas?" bisik Freya pelan, wajahnya agak memerah karena menyadari jarak mereka yang terlalu dekat.

"Tentu saja, Mbak. Dedikasi gua sebagai bodyguard sarungan setara dengan ketahanan mi instan di dalam air mendidih: tidak akan hancur sebelum misinya selesai!" sahut Satria dengan cengiran khasnya, merusak momen puitis mereka dalam sekejap.

Freya langsung tertawa kecil, memukul pundak Satria dengan tas tangannya.

"Ih! Dasar mas-mas absurd! Ayo cepat jalan, Papa udah nungguin di mobil!"

Saat mereka berjalan menuju mobil tua Baskoro yang sudah berasap tipis di area parkir, Satria tersenyum lebar di balik punggung Freya.

Gadis itu tidak pernah tahu, bahwa pada detik yang sama saat mereka melangkah masuk ke dalam mobil, di lantai tertinggi Menara Cakrawala, Wahyu dan Nisa baru saja menyelesaikan penandatanganan dokumen akuisisi senyap senilai satu triliun rupiah atas nama Satria Corporation.

Jaringan bisnis Budi Hendarso baru saja dipotong habis dari akarnya, dan jam hitung mundur menuju kehancuran total sang paman yang sombong serta para rentenir hitam kini resmi berjalan di bawah kendali tak terlihat sang Sultan bersarung.

1
BaekTae Byun
masa saldonya kaga nambah nambah
BaekTae Byun
setiap misi nya ngga ada hadiah uang trs kalo uang nya habis gmna
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
boleh tuh
miilieaa
semangat yaa author
Gege
masih menjalankan misi tanpa ada hadiah ini Thor.. apa sistemnya korslet apa bijimane ini?
Dav Nana: uang yang masuk kesaldo mc, harusnya hadiah dari sistem nya, dia sistem yang kelebihan uang tentu aja hanya bisa memberi uang saja sebagai hadiah, kurang inisiatif beli barang lain nih sistem nya haha
total 1 replies
Gege
piyee kalimat Iki Thor... ga jelas banged..trus biaya denda ini dikasih siapa? kalo MC ga Nerima duitnya..
Dav Nana: uang dendanya dialokasikan buat pasang kaca film kak, biar dari luar gak keliatan daster bu miminya haha, jadi sama aja MC nya rugi karena yang untung kan perusahaan nya dapat keuntungan pemasangan kaca film geratis dari mc
total 1 replies
Gege
menjalankan misi tapi ga dapat hadiah Thor... 🤣
Gege
gaasss 10k kata di luncurkan...bawa santai ringan kocak...jangan dikit dikit mafia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!