Lestari, adalah murid jurusan sastra tingkat pertama yang pendiam dan tertutup, ia menjalani hari-harinya tanpa pernah berniat menjadi pusat perhatian. Bersama dua sahabatnya, Indah dan Puspa, ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan aktifitas sama yang berulang dan terkesan monoton. walau demikian di jurusan sastra, lestari terkenal sebagai murid yang selalu ikut lomba sastra.
Berbeda dengannya, Galang merupakan murid IPS tingkat pertama yang ceria, aktif, dan terkenal hampir seluruh murid di SMA BlueSky. Galang juga aktif ikut lomba seputar jurusan, menggambar dan matematika
Pertemuan pertama bagi galang adalah ketika ia menyaksikan lestari diatas panggung, di pesta pengenalan murid baru.
walau awalnya lestari terkesan sulit didekati, namun perlahan hubungan mereka mulai menjadi dekat. Saat galang datang ke smp tempat dulu di bersekolah, atas permintaan gurunya dulu
galang malah kecelakaan dan hilang ingatan sementara. seperti apa hubungan cinta di antara mereka setelahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourclvl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan teguh
"tapi setauku dia sedang mencoba merintis pasar gelapnya lagi, dan kali ini lebih beragam dari yang sebelumnya kamu hancurkan itu, galang" ucap arkan
"bukannya bisanya pesuruh pribadi gini nunggu perintah tuannya dulu ya bang? Aku liat difilm gitu" ucap top konyol
"itu kan di film, lagi pula itu sudah kebiasa turun temurun keluarga pengabdi kami, untuk mencari tahu hal yang sekiranya akan mengancam tuan kami" jawab arkan
"turun temurun bang?" tanya top lagi
"iya keluarga nya kak arkan emang udah ikut keluargaku dari lama, dari kakek buyut ku dulu" jelas galang
"gokil..." ucap top
"kak arkan di beritahu papa yah soal amnesia ku?" tanya galang basa basi
"bukan, aku menyaksikan insiden itu, dan ikut menjagamu bersama top dan aga" jawab arkan cepat
"insiden? Bukan kecelakaan yah... Apa kebenaran yang kamu ketahui tentang insiden itu ka?" tanya galang lagi
"dalangnya ada putra, ini masih kecurigaan aja, melihat dia sedang merintis usaha pasar gelapnya yang baru, aku baru akan mencari tahu nanti setelah raka kembali dari vilamu yang ada dibogor" jawab arkan
"bang raka kenapa ke vila yang di bogor?" tanya galang kemudian
"ini ada urusannya dengan urusan hak waris keluarga besar, nanti kalau dia kembali aku baru bisa menyelidiki putra, biar ada yang menjagamu selain teman- temanmu ini" jelas arkan
"emangnya kalau galang tidak dijaga kenapa arkan? Bukannya selama ini juga galang tidak di jaga sama kamu ya?" tanya aga penasaran
"kamu salah aga, kami berempat selalu menjaga galang dari jauh. Hanya saja tidak kalian ketahui saja" jawab arkan
"berempat? Bukannya hanya ada tiga yah? Kan kak arkan, om praditya dan mas raka, satunya lagi siapa?" tanya galang, karena setaunya hanya ada tiga orang
"dia adalah murid inti yang dilatih langsung oleh raka, lebih baik bocah itu yang bicara langsung padamu saat kalian bertemu nanti" ucap arkan
"orang itu sekarang dimana kak?" tanya galang lagi
"dia ikut raka untuk menyelidiki vila yang ada dj bogor" jawab arkan kemudian
Lalu galang dan kedua temannya pun hanya ber oh ria saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam harinya, masih di kosan Aga. ditengah malam, galang terbangun karna haus, lalu ia berjalan ke pantry untuk mengambil air. Saat akan kembali ke kamar untuk tidur, galang tertarik untuk berjalan kearah jendala, entah kenapa.
Dari tempatnya berdia ia samar- samar melihat seorang anak laki- laki yang memerhatikannya. Terlihat tatapan mengintai dari anak itu. Tapi yang membuat galang terkejut adalah wajah anak itu. Wajahnya penuh dengan luka, jadi memberikan kesan seram pada dirinya.
Lalu mereka pun saling berpandangan. Anak laki-laki itu terkejut. tak lama setelahnya ada orang lain dengan pakaian serba hitamnyang mengintai kearah galang. Jarang orang itu tidak jauh dari bocah yang wajahnya rusak tadi.
Tanpa galang sadari, ternyata arkan ikut terbangun saat merasakan tidak ada galang di dekatnya. Lalu ia melihat galang memandang ke bawah, kearah taman.
"oh kalian udah bertemu yah" tanya arkan yang tiba- tiba mengejutkan galang
"oh! Kaget aku kak, maksud kakak apa? Apa anak itu adalah orang keempat yang kakak katakan? Orang yang ikut menjagaku?" tanya galang
Dan arkan pun hanya mengangguk.
"dia siapa ka? Wajah anak itu kenapa? Kenapa dia terkejut saat kami tak sengaja bertatapan?" tanya galang lagi dengan beruntun
"kenapa bertanya? Kamu takut debgan wajah anak itu? Tapi memang banyak murid raka yang takut jika dekat dengannya" tanya arkan, alih- alih menjawab pertanyaan galang sebelumnya
"dari pada takut aku lebih penasaran dengannya, apa yang sebenernya terjadi padanya" jawab galang cepat
"tunggulah besok, biar bocah itu yang memberitahu mu sendiri. Itu adalah permintaannya saat mengetahui kabar bahwa kau amnesia. Sepertinya besok raka juga akan membicarakan sesuatu denganmu bersamanya, sudah ayo tidur" jawab arkan, lalu mengajak galang untuk kembali tidur.
Galang yang sebenernya masih sangat penasaran pun kesulitan untuk tidur. Namun ia memaksakan untuk memejamkan matanya, dan kemudian tertidur.
Ternyata arkan tidak lanjut tidur, ia memandangi galang.
'seandainya kamu tau dia siapa, galang. Kamu pasti akan kembali bersedih, seperti saat kalian kecil dlu. Untunglah bocah itu sepertinya sudah mengetahui kebenaran dari kejadian kala itu' - batin arkan
Lalu setelahnya ia pun menyusul galang untuk kembali tertidur.
KEESOKAN HARINYA
Galang sudah berada di rumahnya bersama arkan, ia tadi pulang bersamanya. Kedua orang tuanya masih berada di luar kota untuk urusan pekerjaan. Jadi dirumah itu hanya ada dirinya, arkan, dan rami, kepala pelayan dirumah itu.
"tante rami, papah ada titip pesan tidak yah?" tanya galang yang baru sampai rumah bersama arkan.
"eh aden sudah pulang? Tidak ada den, tuan dan nyonya tidak ada titip pesan apa- apa pada saya" jawab rami
"oh yasudah galang mau teh bunga talang dong, pengen banget gatau ini tiba- tiba" ucapnya pada rami, lalu di balas anggukan olehnya
"galang, kamu tidak ada rencana keluarkan hari ini? Anak laki- laki itu ingin menghadapmu bersama raka" ucap arkan memberitahu galang
"iyah aku tidak ada rencana keluar hari ini kak, ya sudah aku tunggu dikamar. Nanti kalau mereka sudah datang, langsung naik saja ya" ucap galang pada arkan, lalu ia menaiki tangga dan masuk kekamarnya di lantai dua.
Lalu arkan berjalan ke arah dapur untuk membuat kopi
"anak itu apakah benar- benar sudah siap bertemu aden galang?" tanya rami tiba- tiba
"yang dia katakan seperti itu. Tapi galang tak sengaja bertatapan dengannya malam tadi. Seperti biasa dia selalu saja berjaga disekitarnya kan" jawab arkan, sambil membuat kopi
"aden galang gimana responnya? Ketakutan tidak?" tanya rami sangat khawatir, terlihat jelas di raut wajahnya
"jangan meremehkan tuan galang, walau dia amnesia. Dia tidak mungkin membenci orang karena rupanya. jika tidak, mana mungkin ia menolong ibu bocah itu dulu, walau kini ibunya telah tiada" jawab arkan
"tapi tetap aja berbeda, rupa anak itu dengan ibunya dulu. Ibunya tidak separah itu luka di wajahnya, tidak sebanding dengan anaknya ini" ujar rami lagi
"walau bagaimana pun juga kak, tuan galang tidak ketakutan sama sekali. Aku melihatnya sendiri. Ia memang terkejut saat mereka tak sengaja bertatapan. Tapi tuan berkata tidak takut sama sekali. Ia malah bertanya padaku, apa yang sudah di lalui bocah itu sampai memiliki wajah seperti itu" jelas arkan
"apa maksud paman arkan?" tanya orang yang tiba- tiba datang, ia adalah bocah laki-laki yang sedang di bicarakan. Namanya adalah teguh.
"seperti yang kamu dengar, teguh" jawab arkan
"tuan.. Tidak takut dengan rupaku? Atau paman berbohong hanya untuk menghiburku?" tanya teguh dengan tatapan sendu