NovelToon NovelToon
Aku Pergi, Mas!

Aku Pergi, Mas!

Status: tamat
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: Danie A

Pernikahan yang terlihat harmonis, ternyata penuh penghianatan. Celsi memilih pergi saat mengetahui suaminya berselingkuh dengan sepupunya sendiri.

"Aku pergi, Mas!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24

Aska baru saja melambatkan mobil saat melewati Gerai Geprek Cinta.

Lampu depan gerai masih menyala.

Dia sebenarnya hanya berniat lewat sebentar.

Mungkin membeli minum.

Mungkin sekadar melihat Celsi.

Namun salah satu pegawai tiba-tiba keluar dan melambaikan tangan.

"Koh Aska!"

Aska menurunkan kaca.

"Kenapa?"

Pegawai itu terlihat ragu.

"Teteh Celsi pergi ambil cabai."

Aska mengangguk kecil.

"Oh."

Pegawai itu tidak langsung masuk.

"Malah kami agak kepikiran."

Aska menoleh lagi.

"Kenapa?"

Pegawai itu menggaruk kepala.

"Tempatnya jauh banget. Masuk daerah kebun. Baru ini juga beli ke sana."

Aska langsung diam.

"Sendiri?"

Pegawai itu mengangguk.

"Tadi sempat dibilang jangan sendiri."

Aska langsung mengambil ponsel.

"Dia berangkat kapan?"

"Sekitar satu jam lalu."

Aska menekan nomor Celsi.

Tidak diangkat.

Sekali.

Dua kali.

Tetap tidak diangkat.

Perasaan tidak enak langsung muncul.

Pegawai itu buru-buru berkata,

"Oh iya Koh. Tadi saya minta teteh aktifin serlok live biar aman."

Aska langsung menoleh.

"Ada?"

Pegawai itu membuka ponselnya.

"Iya. Saya dipakai berbagi lokasi beberapa jam."

Aska cepat berkata,

"Kirim ke saya."

Pegawai itu langsung mengirim.

Aska melihat titik lokasi.

Jauh.

Terlalu jauh.

Dan sepi.

Aska menatap jalan beberapa saat.

Lalu langsung menyalakan sein.

"Kalau Celsi hubungi, bilang saya lagi nyusul."

Pegawai itu membelalak.

"Koh hati-hati."

Mobil Aska langsung melaju.

Sepanjang jalan dia beberapa kali menghubungi Celsi.

Tetap tidak diangkat.

Dia mencoba tenang.

Tidak boleh berprasangka macam-macam.

Mungkin sinyal jelek.

Mungkin sedang berkendara.

Namun entah kenapa dadanya tidak nyaman.

Tangannya menggenggam setir makin kuat.

Jangan sampai terjadi apa-apa.

Jangan.

Sementara di jalan sepi itu.

Salah satu pria mulai melangkah mendekat.

Celsi mundur.

"Aku mau pulang."

Pria itu tertawa.

"Ya pulang. Kita temenin."

Yang satu lagi berkata pelan,

"Turun dulu."

Celsi langsung memutar motor tiba-tiba.

Motor bergerak miring.

Karung cabai bergeser.

Dia hampir jatuh.

Tapi dia tidak peduli.

Dia langsung meninggalkan motor.

Lari.

Pria-pria itu sempat terdiam.

Lalu terdengar suara.

"Eh lari!"

Celsi berlari secepat mungkin.

Napasnya berantakan.

Helm masih menempel.

Air mata membuat pandangannya kabur.

Jalan panjang itu kosong.

Sepi.

Dia tidak tahu harus ke mana.

Yang dia tahu cuma satu.

Lari.

Terdengar suara motor di belakang.

Dia makin panik.

Jangan.

Tolong.

Tolong.

Lalu dari kejauhan.

Lampu mobil.

Mendekat.

Celsi hampir tidak melihat jelas.

Namun saat mobil itu berhenti mendadak di depannya dan pintu terbuka...

Suara itu keluar cepat.

"Celsi masuk!"

Celsi langsung membeku.

Aska.

Aska turun setengah badan.

"Cepat!"

Celsi langsung masuk tanpa pikir panjang.

Begitu pintu tertutup.

Dia langsung menangis.

Tangannya gemetar hebat.

Aska langsung mengunci pintu.

"Celsi lihat aku."

Celsi tidak bisa bicara.

Di belakang.

Dua motor berhenti.

Salah satu pria menggedor kaca.

"Keluar!"

Aska langsung mengambil ponsel.

Tangannya tetap tenang.

"Iya Pak. Saya di jalan kebun arah keluar. Ada percobaan penghadangan."

Pria di luar makin menggedor.

Aska tetap bicara.

"Iya. Ada perempuan. Mohon segera."

Telepon ditutup.

Aska menoleh.

"Celsi."

Dia tidak mendapat jawaban.

Celsi menggigil.

Aska melepas jaketnya.

"Tarik napas pelan."

Air mata Celsi makin turun.

"Aska…"

Aska menatap lurus.

"Kamu aman."

Pria di luar menendang pintu.

"Keluar!"

Aska langsung menyalakan mobil.

Di depan.

Satu motor sengaja dipasang melintang.

Aska menggenggam setir.

"Celsi."

Celsi menoleh dengan mata merah.

"Pegangan."

Mobil langsung maju.

BRAK.

Motor di depan terpental.

Aska langsung melaju.

Di belakang terdengar teriakan.

Salah satu motor mengejar.

Namun tidak lama.

Dari depan muncul suara sirene.

Lampu merah biru menyala.

Motor-motor itu langsung buyar.

Dua kabur ke arah kebun.

Satu tertangkap.

Mobil Aska berhenti.

Polisi mendekat.

Namun begitu melihat kondisi Celsi yang menangis dan tidak bisa bicara, mereka tidak banyak bertanya.

Salah satu polisi berkata pelan,

"Bu, nanti saja keterangannya."

Motor Celsi dan karung cabai diamankan.

Aska mengurus semuanya.

Sementara Celsi duduk diam di mobil.

Kosong.

Aska kembali masuk.

Menatap wajah Celsi cukup lama.

"Mau pulang ke rumah orang tua atau ke kontrakan?"

Celsi diam.

Lalu pelan.

"Jangan rumah."

Aska mengerti.

Kalau pulang ke rumah sekarang, pertanyaan orang-orang bisa membuat semuanya lebih berat.

Aska mengangguk.

"Oke."

Sepanjang jalan menuju kontrakan.

Celsi diam.

Sampai tiba-tiba pelan sekali dia berkata,

"Ko…"

"Hm?"

"Tadi aku takut."

Aska menoleh sebentar.

Lalu kembali melihat jalan.

"Aku tahu."

Suara Celsi pecah.

"Aku pikir… aku nggak bakal bisa pulang."

Aska diam lama.

Lalu menjawab pelan.

"Kamu pulang."

Celsi menunduk.

Aska melanjutkan.

"Dan lain kali…"

Celsi menoleh.

Aska tersenyum tipis.

"Boleh sesekali nggak harus kuat sendirian."

1
sunaryati jarum
Hubungan diawali kurang baik akan berakhir kurang baik juga, sungguh sangat adil
Lyeend
menantu? bukankah aska husband nya celsi,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
sunaryati jarum
Sifat iri kok piara Bu Weni,buang yang jauh toh cari Syukur , hidupmu akan nyaman
Susilawati Arum
kan bukannya Aska pernah bertemu sebelumnya dengan Rangga dan Vena..kok Aska nggak tau kalau itu Rangga
sunaryati jarum
Nah kan kecebong Aska sudah ada yang tumbuh di rahim Celsy,dia nggak ngalami tanda- tanda kehamilan
Dilla Fadilla
lanjut thor yg bnyk 💪
sunaryati jarum
Nah ketahuan jika kau memalsukan hasil tes kesuburan Rangga dan Celsi.
Ambo Nai
hamil kembar
sunaryati jarum
Semoga Chelsi hamil
sunaryati jarum
Nah benar perkiraan emak, yang mandul itu Rangga.Anak dulu yang dituduhkan anaknya, ternyata jebakan
sunaryati jarum
Ayo semangat buat adonan bayi Koh Aska,benih anda semoga tok cer langsung tumbuh Walau difonis mandul siapa tahu ada kesalahan.Dan kandungan Vena bukan benih Rangga.
Syahdu: Gak akan bosen deh, Novel ada chat lucunya😆 di I Love you Brutally. Cewek yang naksir kakak kelas secara terang-terangan! Terima kasih dukungannya🤍🫶🏻😆
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
sunaryati jarum
Nah ,sadar diri gitu Rangga.Prnyesalan tidak ada gunanya.Apalagi entar kamu sama Vera tak kunjung punya anak,tapi Celsi yang langsung hamil.Emak ingin tahu reaksi kamu dan ibumu.
Ma Em
Rangga kamu sdh menceraikan Celsi dan kamu sdh ada Vena perempuan pilihan mu sekarang Celsi sdh dapat pengganti mu jauh lbh baik seorang pengusaha properti yg sukses .
Lyeend
omongan yang mantap dan padu😂😂
sunaryati jarum
Ingin hati memprovokasi dan membatalkan pernikahan.Celsi ,belum keluar ucapannya sudah dikunci ,Asaka.Bravo Aska, sepertinya kamu tahu siapa yang mengaku Rian.
sunaryati jarum
Astaga saudara kok kaya gitu , tidak menghargai kakaknya,bukan itu anaknya yang merebut mantan suami Celsi
sunaryati jarum
Kukira tetangga julid ternyata baik malah memberi nasehat walau melalui candaan, segera menikah ya
sunaryati jarum
Ayo Celsi gugup ta, orang yang kau rindu menepati janjinya
sunaryati jarum
Ayo Celcy, terima .Toh kamu juga sudah ada rasa sama Aska
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!