NovelToon NovelToon
Dua Kali Jatuh Cinta

Dua Kali Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi
Popularitas:952
Nilai: 5
Nama Author: SAIDA VALE

Nadia mati mengenaskan akibat dikhianati. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan memindahkan jiwanya ke tubuh Chelsea Latief, gadis kaya raya yang sedang koma.

Terbangun sebagai Chelsea, Nadia tidak hanya harus mencari cara untuk menghancurkan orang-orang yang telah membunuhnya di masa lalu, tetapi ia juga harus bertahan hidup di rumah mewah yang penuh dengan konspirasi racun, sekaligus menghadapi Reynald—tunangan arogan yang tiba-tiba berbalik mengejar cintanya.

"Aku bukan Chelsea yang bisa kamu injak-injak lagi, Tuan Reynald."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAIDA VALE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Riak di Air yang Tenang

Malam pertama setelah perang terbuka di aula mansion Latief berlalu dengan keheningan yang menipu. Nadia tahu, orang-orang seperti Hendra dan Keysha tidak akan tinggal diam setelah harga diri mereka diinjak-injak. Mereka pasti sedang menyusun rencana baru yang lebih rapi untuk menyingkirkannya.

Namun, Nadia tidak selemah Chelsea yang asli. Sembari menyesap teh kamomil hangat yang kini ia buat dengan tangannya sendiri—tanpa memercayai pelayan mana pun—Nadia menatap sebuah berkas digital di laptopnya. Berkas itu berisi laporan keuangan kuartal terakhir dari yayasan keluarga Latief yang sempat ia retas secara mandiri menggunakan sisa kemampuan teknisnya di kehidupan lampau.

"Ternyata dugaanku benar," bisik Nadia sembari menyipitkan mata. Layar laptop memantulkan kilat dingin dari manik matanya. "Paman Hendra sudah menyelewengkan dana yayasan hampir tiga puluh persen untuk menutupi kerugian investasi pribadinya. Ini bisa menjadi senjata yang mematikan jika waktu yang tepat sudah tiba."

Drrrtt... Drrrtt...

Ponsel Nadia di atas meja bergetar, memutus konsentrasinya. Sebuah pesan teks masuk dari nomor yang kini sudah ia simpan namanya: Reynald.

Reynald: Besok malam ada jamuan makan malam bisnis tahunan di Hotel Grand Hyatt. Datanglah sebagai tunanganku. Gaun dan tim rias akan tiba di mansionmu jam empat sore. Jangan terlambat.

Nadia menatap pesan singkat, padat, dan bernada perintah itu dengan senyuman tipis. "Pria ini benar-benar tidak suka membuang waktu," gumamnya. Alih-alih merasa terbebani, Nadia justru melihat ini sebagai kesempatan emas. Jamuan makan malam bisnis adalah panggung terbaik untuk menunjukkan pada dunia—dan pada musuh-musuhnya—bahwa Chelsea Latief yang baru telah lahir.

Keesokan harinya, tepat pukul empat sore, sebuah mobil boks mewah berhenti di depan pelataran mansion Latief. Tiga orang perancang busana dan penata rias profesional turun membawa beberapa kotak besar, dipimpin oleh seorang wanita modis yang langsung meminta izin untuk menemui Nadia.

Paman Hendra dan Keysha yang kebetulan berada di ruang tamu lantai satu hanya bisa menatap kedatangan tim tersebut dengan wajah masam dan penuh rasa iri.

"Ayah, lihat itu! Sialan, kenapa Reynald malah bersikap semakin royal padanya setelah dia bangun dari koma? Bukankah seharusnya Reynald mencampakkannya?" bisik Keysha dengan nada kesal sembari meremas bantal sofa.

Hendra mengepalkan tangannya, matanya menatap tajam ke arah tangga lantai dua. "Tenang, Keysha. Biarkan jalang kecil itu menikmati harinya untuk saat ini. Begitu obat yang kita pesan tiba, dia tidak akan punya kesempatan lagi untuk menghadiri jamuan makan malam mana pun."

Di dalam kamar, Nadia membiarkan tim penata rias bekerja. Dua jam kemudian, transformasi itu selesai.

Saat Nadia berdiri di depan cermin besar, para penata rias bahkan menahan napas mereka kagum. Nadia mengenakan emerald green satin gown berpotongan simpel namun sangat elegan, yang melekat sempurna pada tubuh sintal Chelsea. Rambut cokelat madunya ditata dengan gaya updo modern, menyisakan beberapa helai yang membingkai leher jenjangnya. Riasan wajahnya tegas, dengan lipstik merah gelap yang memancarkan aura dominan dan misterius.

"Anda benar-benar luar biasa cantik, Nona Chelsea. Sangat berbeda dari biasanya," puji sang ketua penata rias dengan tulus.

"Terima kasih," jawab Nadia tenang. Ia menatap pantulannya di cermin dengan puas. Ini adalah zirahku untuk malam ini, batinnya.

Pukul setengah tujuh malam, sebuah mobil sedan Bentley hitam mewah milik Reynald telah terparkir di depan mansion. Saat Nadia melangkah turun melewati ruang tamu, Hendra dan Keysha hanya bisa mematung dengan mulut sedikit terbuka. Mereka seolah melihat sosok ratu yang megah, bukan lagi Chelsea yang manja dan kekanak-kanakan. Nadia bahkan tidak melirik mereka sama sekali saat berjalan melewati mereka.

Begitu pintu mobil dibuka oleh sang sopir, Nadia mendapati Reynald sudah duduk di dalam dengan setelan tuksedo hitam yang membuatnya tampak luar biasa tampan dan berwibawa. Pria itu sedang menatap tablet di tangannya, namun gerakannya langsung terhenti saat Nadia duduk di sampingnya.

Reynald menatap Nadia dari atas ke bawah tanpa berkedip selama beberapa detik. Ada riak keterkejutan yang sangat jelas di dalam mata elangnya, meskipun dengan cepat ia tutupi dengan ekspresi datar andalannya.

"Kamu tidak mengecewakan untuk malam ini," ucap Reynald, suaranya berat dan terdengar sedikit serak.

"Tentu saja, Tuan Reynald. Saya selalu menghargai investasi dan kesepakatan bisnis kita," balas Nadia sembari tersenyum anggun.

Mobil mewah itu membelah jalanan kota yang mulai padat. Di dalam kabin yang senyap, Reynald tiba-tiba melipat tangannya dan bersandar. "Aku sudah menyuruh orang-orangku untuk memeriksa nomor asing yang meneleponmu dua hari lalu."

Nadia menoleh, ketertarikan langsung terpancar dari wajahnya. "Lalu? Apa yang Anda temukan?"

"Nomor itu adalah nomor prabayar yang dibeli menggunakan identitas palsu di pasar gelap. Sinyalnya terdeteksi aktif di sekitar area menara pemancar yang tidak jauh dari mansion keluargamu," jelas Reynald, matanya menatap tajam ke arah Nadia, mencoba membaca reaksinya. "Artinya, dugaanmu benar. Si penelpon berada sangat dekat denganmu."

Nadia tidak tampak terkejut. Ia justru terkekeh pelan, sebuah tawa dingin yang membuat Reynald semakin penasaran dengan isi kepala wanita di sampingnya ini.

"Itu bagus. Setidaknya dengan begitu, ruang gerak mereka menjadi lebih sempit," kata Nadia dengan tenang. "Oh ya, Tuan Reynald. Di jamuan makan malam nanti, saya mendengar paman saya, Hendra, juga mengundang salah satu investor besar dari Baskoro Corp untuk hadir?"

Mendengar nama Baskoro Corp, rahang Nadia sempat mengetat selama sepersekian detik, sebuah detail kecil yang untungnya tidak luput dari pengamatan tajam Reynald.

"Ya, Baskoro sendiri dikabarkan akan hadir bersama tunangan barunya. Perusahaannya sedang gencar mencari suntikan dana setelah kematian misterius mantan CEO mereka, Nadia Kirana," jawab Reynald datar, mengamati setiap perubahan ekspresi di wajah Chelsea. "Kenapa? Apa kamu mengenal mereka?"

Nadia memalingkan wajahnya ke arah jendela luar, menatap pendar lampu kota yang bergerak cepat. Senyuman dingin dan penuh dendam terukir jelas di bibirnya yang merah.

"Mengenal mereka?" bisik Nadia dengan suara yang sangat rendah, hampir menyerupai bisikan angin. "Lebih dari sekadar mengenal, Tuan Reynald. Mereka adalah alasan kenapa saya kembali dari kematian."

Reynald mengernyitkan alisnya, merasa ada makna yang jauh lebih dalam dan gelap dari kalimat tunangannya tersebut. Namun belum sempat ia bertanya lebih lanjut, mobil mereka telah berhenti tepat di depan lobi megah Hotel Grand Hyatt. Permainan di panggung yang lebih besar kini telah menanti mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!