Liburan yang harus nya bahagia, harus berakhir duka saat Renata Di jebak oleh sahabat dan calon suami nya. Renata tidak menyangka jika hari itu ia harus menikah dengan seorang pengangguran. Dengan mahar Seribu rupiah yang di miliki oleh pria asing itu, mereka pun akhirnya sah di mata para masyarakat.
Renata tidak pernah semalu itu. Ia di anggap berzina dan akhirnya di paksa menikahi pria asing.
Orang tua nya tidak tahu. Ia sendirian di sana. Mereka semua telah meninggal kan nya di desa terpencil itu.
Akan kah Renata bisa bangkit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suami asing
Renata di bawa pergi malam itu juga. Ia terus mengikuti laki-laki yang baru saja jadi suaminya. Sepanjang perjalanan, ia hanya menunduk. Saat ini para warga sudah pulang ke rumah masing-masing setelah melihat hiburan malam di desa mereka.
Laki-laki itu membawa Renata kembali ke rumah tersebut. Rumah yang Renata tempati selama beberapa hari bersama dengan teman-teman dan juga calon suami nya.
"Dimana mobil ku? Bukan kah tadi malam masih ada di sini?" Renata terkejut saat melihat mobil milik nya yang menghilang.
Ia pun langsung masuk ke dalam rumah yang pintu nya terbuka lebar. Kamar nya acak-acakan. Bahkan dompet dan juga ponsel nya pun menghilang.
Hanya tinggal pakaian dan beberapa sandal dan juga sepatu yang tersisa. Rumah itu seperti baru saja habis di rampok.
"Ambil saja apa yang ada. Jangan tanya kemana pergi nya semua barang milik mu. Aku juga tidak tahu." Suami nya Renata berkata dengan ketus.
Bukan mau nya juga menikah dengan wanita cerewet seperti Renata yang tahu nya hanya menangis.
"Tidak mungkin kamu tidak tahu. Pasti kalian semua yang ada di desa ini sekongkol untuk menjebak gadis kota seperti ku. Aku sering melihat nya di drama-drama yang aku tonton."
"Sadar diri lah. Kamu tidak secantik itu untuk dijebak. Uang mu juga tidak ada. Karena sudah di bawa kabur oleh teman-teman mu."
"Darimana kamu tahu?"
"Sebelum mereka membuat ku pingsan, aku memergoki mereka semua. Mungkin karena itu aku yang dijadikan mangsa oleh mereka untuk di jebak bersama dengan mu."
"Itu tidak mungkin. Varo adalah calon suami yang baik. Dan Marisa adalah sahabat ku dari kecil. Kami tidak pernah terpisahkan sejak dulu."
"Terserah pada mu saja. Sekarang, mau tetap tinggal di sini, atau ikut aku?"
Renata berpikir sejenak. Entah mengapa ia lebih memilih laki-laki asing yang menjadi suami nya daripada ia tinggal sendirian di rumah itu.
Takut nya nanti ada penjahat yang akan macam-macam pada diri nya. Dan juga ia tidak tahu rumah siapa yang ia tempati. Karena urusan perjalanan dan juga liburan kali ini, di urus oleh Marisa dan teman-teman nya yang lain.
Renata terus mengikuti laki-laki itu dari belakang. Mereka berjalan mengikuti jalan setapak yang tidak jauh dari tempat mereka tadi.
Jalan itu terus menuju ke sebuah perkebunan. Dari kejauhan mulai tampak sebuah rumah kayu yang di depan nya di pasangi lampu minyak.
Renata terus berjalan hingga laki-laki itu berhenti di depan rumah gubuk yang hampir rubuh. Ternyata itu adalah rumah nya.
"Assalamualaikum, Bu. Aku sudah pulang." Ucap nya .
Tidak ada jawaban dari dalam. Laki-laki itu membuka pintu dan tampak seorang wanita paruh baya yang sedang berbaring di atas dipan kayu.
Tubuh nya kurus dan mata nya cekung. Rambut nya masih tampak hitam walaupun wajah nya mulai menua.
"Siapa dia?" Renata menunjuk wanita yang sedang tidur. Di rumah itu tidak ada apapun.
"Dia ibu ku. Beliau sedang sakit."
"Terus, aku tidur dimana malam ini?"
"Ikut aku."
Renata di bawa ke sebuah ruangan kosong. Laki-laki itu menggelar tikar usang untuk Renata tidur malam itu. Renata mau menangis tapi malu.
Selama ini, ia hidup mewah di kota. Kamar nya luas dan ia memiliki tempat tidur yang harga nya sangat mahal. Tapi saat ini, ia malah menikah dengan seorang laki-laki yang membiarkan nya tidur di atas tanah beralaskan tikar usang.
"Aku tidak bisa tidur seperti ini." Hiks
"Kalau tidak bisa tidur, ya jangan tidur. Menangis saja sampai besok pagi."
"Kamu jahat. Dasar suami tidak bertanggung jawab."
Laki-laki itu menghembuskan nafas kasar. Ia dan ibu nya begitu miskin. Untuk makan saja susah. Dan sekarang, malah memiliki istri yang suka menangis. Entah cobaan apalagi yang harus ia terima di dunia.
"Lalu aku harus apa? Aku memang orang miskin. Aku juga tidak memiliki pekerjaan yang tetap."
"Usaha! Mulai besok kamu harus usaha. Kamu punya istri dan ibu. Jangan hanya diam dan menunggu."
"Ya aku tahu. Tapi, entah mengapa setiap kali aku menanam sesuatu tidak pernah berhasil. Aku ini pembawa sial. Bapak meninggal karena aku. Ibu sakit juga karena aku. Bapak hanya meninggalkan lahan perkebunan yang tidak bisa aku kelola. Aku tidak mengerti cara nya."
"Bodoh! Siapa nama mu?"
"Nama ku Fuad. Fuad Rahman."
"Hey Fuad. Kamu ini anak kampung. Masak iya tidak mengerti cara menanam dan merawat tanaman. Aku saja yang anak kita, sering membantu bibi di kebun."
"Kamu punya kebun di kota?"
"Punya. Tapi tidak luas. Mama ku insinyur pertanian. Jadi, Mama memiliki lahan untuk riset. Aku sering belajar dari Mama. Aku juga di ajari bagaimana cara menanam sayuran dan juga tanaman lainnya sesuai musim."
Laki-laki yang bernama Fuad itu pun terdiam. Ia merasa malu pada Renata yang berasal dari kota.
"Hmmm, aku adalah anak yang durhaka. Dulu, Bapak dan Ibu ku termasuk orang berada. Hanya saja, aku terlalu gengsi dan tidak mau untuk meneruskan usaha Bapak ku. Lihat lahan yang membentang luas ini. Semua milik Ibu dan Bapak. Namun, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku gagal sebagai anak."
Renata terdiam. Ia tidak menyangka jika suami asing nya ini memiliki cerita sendiri di hidup nya. Pantas saja ia di nikahi dengan mahar seribu rupiah. Ternyata Fuad memang tidak memiliki uang.
Malam itu, Renata dan Fuad terus bercerita sampai mereka ketiduran karena kelelahan. Untung saja sebelum kembali ke rumah suami nya, Renata sudah mandi dan membersihkan diri.
Kini mereka berdua ,tidur di dalam satu ruangan. Renata dan Fuad, adalah orang asing yang terpaksa bersatu karena keadaan.
Benarkah karena keadaan atau memang takdir lah yang menyatukan mereka.
******
Pagi itu ....
"Fuaaaaad! Apa yang kamu lakukan? Siapa gadis cantik ini?"
Suara teriakan ibu nya Fuad membuat Renata dan juga suami nya terbangun. Di luar masih gelap. Tapi suara ayam berkokok sudah terdengar.
Seperti nya Renata baru saja memejamkan mata nya. Tapi ia harus kembali bangun dengan rasa pusing.
"Bu, jangan teriak-teriak. Dia istri ku. Namanya Renata."
"Istri? Kapan kamu menikah? Dan, apa yang sebenarnya terjadi?"
Fuad bangun dan memegang ibu nya. Ia takut penyakit ibu nya kambuh. Jadi, ia membawa ibu nya keluar dan menceritakan semua yang terjadi malam tadi.
"Begitu ceritanya. Dia gadis yang malang. Ia di jebak oleh calon suami dan juga sahabat nya, Bu." Ucap Fuad.
"Jadi begitu? Sungguh sangat kasihan. Ibu tidak menyangka ada manusia sejahat mereka. Kalau begitu, saat kalian menikah, berapa mahar yang kamu berikan pada menantu ibu?"
"Seribu rupiah, Bu."
"Apa? Fuaaaaaaaaaad!"
kasih racun saja tuh 🤣🤣🤣🤣
aduh kan ya gmn masa iya krn uang bnyk trus bnyk istri kan ya kasihan istri sah pertamnya kan
tinggal ngu aja kapan itu datang
weeekkk
ahahaha soookorrrrr
ben kapok
perlu di tiadakan itu
jangan2 fuad anak jenius tp krn kecelakaan jd kek gtu
pasti trauma yg buat dya sprti anak kecil stop di memori di situ juga
ringan dan bisa belajar dari ketulusan berteman it seperti apa