"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
"Tidak ada rasa ragu apapun setelah memilihmu menjadi wanita yang mengisi hariku." jawab Andra yang begitu yakin dengan pilihannya itu.
Nina yang mendengarnya semakin geli tak percaya jika pria yang didepannya akan menjawabnya seperti itu.
"Benar-benar gila pria ini." batin Nina yang tak paham dengan jalan pikirannya pria ini.
Tiba-tiba saja tangan Nina digenggam oleh tangan Andra,"Bukannya aku ingin kurang ajar denganmu sampai menyentuh tanganmu.Aku hanya ingin memberikan kenyamanan dan ingin melindungi mu." ucap Andra yang pelan-pelan menjelaskannya.
"Bisa-bisanya kamu berkata seperti itu padaku." jawab Nina yang masih ragukan dengan apa yang dikatakan oleh Andra.
"Aku mengucapkan ini dengan serius,bahkan aku tak pernah main-main dengan apa yang aku lakukan termasuk dengan keseriusanku padamu Nina." Nina tak habis pikir Andra.
Nina menatap serius Andra,"Apa kamu sedang bermain kata-kata denganku." perkataan itu langsung dibalas oleh Andra.
"Aku benar-benar serius,tak ada kata main-main."
"Apa kamu buta,aku hanya wanita biasa bukan wanita cantik seperti lainnya.Bahkan aku bekerja sebagai pelayan apa tidak menyesal kamu memilihku?" tanya Nina yang langsung mengeluarkan kata-kata itu.
"Aku tak memandang kamu cantik,cukup kamu ada disisi itu sudah cukup.Sedangkan tentang pekerjaanmu hanyalah seorang pelayan tak membuat aku masalah ,aku yang seharusnya bekerja keras untuk membahagiakanmu.Biarkan aku menjadi laki-laki yang membahagiakanmu." diam-diam Nina tertegun,dibalik sifat kerasnya ia masih menyimpan rasa peduli.
"Apa kamu serius dengan apa yang kamu ucapkan?"tanya Nina sekali lagi.
"Aku serius,bahkan kamu minta apapun aku berikan." ucap Andra yang benar-benar serius dengan hubungan yang mereka lakukan.
Nina hanya bisa menghela nafas," Baiklah buktikan,jika kamu hanya berbohong jangan harap aku memberi kesempatan kedua padamu."
Seketika ekspresi Andra berubah tersenyum seakan dia mendapatkan lampu hijau dari Nina.Tangan Nina digenggam erat Andra seakan menandakan kebahagiaan Andra pada akhirnya Nina memberikan kesempatan untuknya.
"Terimakasih sudah percaya denganku." ucap Andra yang semakin yakin jika Nina menerima kehadiran sepenuhnya.
Nina hanya memberikan kesempatan pada pria itu, walaupun sebenarnya ia masih ragu bahkan selama hidupnya dia tak mengenal kata cinta dan lebih banyak orang yang mengincar dirinya.
"Aku coba saja,jika dia main-main denganku aku bisa memberikan pelajaran seperti aku menyiksa musuhku." batin Nina yang tahu apa yang harus dia lakukan, jika mana ada penghianat didekatnya.
Akhirnya mereka berdua pergi dan kembali ke kost, sebelumnya Andra mengantarkan Nina pulang lebih dulu.
"Ini sudah malam, sudah waktunya istirahat." Pesan Andra pada Nina,Nina hanya membalasnya dengan menganggukkan kepala.
Akhirnya Nina masuk kedalam kost,tanpa ia sadari dari dalam terlihat Lina baru saja keluar dari kamar mandi.
"Tumben lama sekali kamu keluar." ucap Lina yang pada Nina.
"Iya,tadi keluar cari makan." jawab Nina yang saat itu hendak membuka kunci kamarnya.Nina masuk kedalam kamarnya,posisi Nina berdiri terdiam di belakang pintu.
Sesekali ia menghela nafas pelan-pelan,"Apa mulai gila aku, memberikan kesempatan pada pria itu." gumam Nina yang merasa bodoh apa yang ia lakukan.
"Sudahlah,aku tak ingin memikirkan hal gila itu." Gumam Nina yang merasa kesal sendiri.
Di tempat lain
"Apa ,dia menerimamu?" tanya Yogi, yang benar-benar terkejut dengan langkah cepat dari Andra.
"Iya,dia akhirnya menerimaku." langsung saja Yogi menepuk bahu Andra.
"Nah gitu dong,jadi tidak sia-sia perjuanganmu." jawab Yogi yang merasa puas dengan kerja keras ia untuk mendapatkan hati Nina.
"Sia-sia apanya?" tanya Doni yang baru saja mengumpul dengan mereka.
"Ini teman kita akhirnya lolos juga jadian sama Nina." jawab Yogi dengan bangga.
"Apa kamu jadian sama Nina?" tanya Doni yang tak percaya jika akhirnya Andra jadian dengan Nina.
"Begini,aku ceritakan dari awal." Pada akhirnya Yogi menceritakan semuanya dan Doni menanggapi dengan senyuman.
"Wah,lagi yang ada bahagia nih." ucap Doni yang malah menggoda Andra.
"Masih perjuangan." jawab Andra yang tak begitu langsung bahagia,masih banyak hal-hal yang harus ia pikirkan apalagi dengan hubungan mereka berdua.
"Tapi nyatanya kamu dapat lampu hijau dari dia.Tandanya kamu diterima." jawab Yogi yang tak mengira Nina menerima Andra.
"Aku paham,tapi tetap saja aku harus menyakinkan dia untuk menerima kehadiran sepenuhnya aku." jawab Andra walaupun sebenarnya ia di terima dirinya tetap harus menyakinkan jika ia benar-benar serius.
Di pagi hari
Sepertinya kegiatan paginya,Nina sudah bekerja di depan laptop yang dimana ia mendapatkan pesan dari Milano.
"Aku harus segera menyelesaikan masalah di perusahaan, nanti malam adalah momen penting untuk menghabisi mereka."gumam Nina yang segera menyelesaikan pekerjaannya.
Setelah Nina sudah siap barulah Nina bergegas berangkat,saat Nina berangkat tanpa ia sadari dari belakang sudah ada Andra yang baru saja keluar dari kost.
"Telat aku." gumam Andra.
"Telat kenapa Dra?" tanya Doni pada Andra.
"Itu Nina sudah terlanjur pergi." jawab Andra yang sedikit kecewa.
"Mungkin saja ia buru-buru ada urusan di tempat kerjanya,kamu kan bisa menghubunginya lewat handphone." jawab Doni yang dengan santai menanggapinya.
"Nanti aku coba menghubungi dia nanti siang." jawab Andra yang akhirnya mengalah dan dia akan berusaha menghubungi Nina.
Posisi Nina sudah sampai di kantor,ia sengaja menyamar memakai baju santai agar orang lain tak mencurigai kehadiran dirinya di tempat itu.
Kini posisi Nina sampai di lift menuju ruang kerjanya,Saat hendak masuk keruang kerjanya dari arah samping sudah ada Milano yang lebih dulu datang.
"Selamat datang Nona Angel." sapa Milano pada Nonanya.
"Apa sudah kamu siapkan baju yang aku inginkan?" tanya Angel pada Asistennya.
"Sudah Nona." jawab Milano dengan menganggukkan kepala.
Akhirnya Nina menuju ruang rahasia yang ada didalam ruang kerjanya,diruangan itu ada kamar untuk ia istirahat dengan kamar mandi yang ada didalamnya.
Di bagian samping ada lemari khusus untuk ia menyimpan senjata miliknya.Setelah semuanya sudah siap,kini Angel kembali bekerja seperti biasanya.
Milano menemani Nonanya menyelesaikan pekerjaan itu,"Nanti malam kamu harus bersiap-siap,jangan lupa beritahu beberapa anak buah kita untuk beraksi ke lokasi persembunyian mereka." Perintah Angel yang sudah sedari awal memberitahukan pada Milano untuk segera membantu Lukas untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.
"Iya Nona saya mengerti." jawab Milano yang tahu betul apa yang sedang direncanakan oleh Nonanya.
Bahkan sedari awal Nonanya lakukan demi mengungkapkan kebenaran yang dengan tujuan mencari keadilan yang menimpa kehidupan Nonanya.