Ini kisah lanjutan #LuckyDaisy yang bercerita keluarga Buwono setelah kelahiran Kenzie. Bagaimana dokter Lucky dan istrinya dokter Daisy menikmati kehidupan rumah tangganya bersama dengan pebinor nya, Winston. Belum kasus dengan divisi kasus dingin termasuk dokter Lucky masih saja takut dengan tim arwahngers. Kemungkinan sampai kehamilan Elina dan kelahirannya yang penuh warna.
Generasi ke 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Daisy Jengkel
"Assalamualaikum ... Aku pulang," sapa Daisy seperti biasa dan hidungnya tercium bau masakan Italia. "Mas? Kenzie? Winston?"
Dokter cantik itu berjalan masuk dan nyaris dia terbahak karena putra serta anjingnya duduk anteng, melihat ke arah dokter Lucky yang sedang sibuk memanaskan lasagna.
"Ya ampun, kompak kali Kenzie dan Winston," kekehnya.
Dokter Lucky menoleh dan tersenyum lembut ke Daisy. "Sorry sayang, aku sedang jadi MasterChef dan mereka adalah penonton setiaku."
Daisy cekikikan. "Mereka nunggu makanan, Mas. Bukan penonton."
Dokter Lucky pun manyun. "Penonton ah, Jeng."
Daisy tertawa. "Iya deh. Mama mandi dulu ya Kenzie, nanti sama Mama. Oke?" ucapnya ke Kenzie yang minta gendong.
Dokter Lucky tahu Kenzie mau menangis karena merasa ditolak ibunya, bergegas menghampirinya.
"Kenz, peluk Winston dulu. Anget lho."
Kenzie lalu memeluk Winston yang hanya diam saja. Winston pun whining ( merengek ), seolah mengadu kasihan Kenzie.
"Sabar dong. Mama kan mandi dulu biar bersih dari bakteri. Nggak ninggalin Kenzie, kok W." Dokter Lucky merasa seperti bicara dengan dua bayi.
Kenzie auto memeluk Winston. "Incon ... Incon."
"Lha kenapa jadi incon?"
***
Malam ini Daisy merasa senang karena suaminya membelikan makan malam menu Italia. Dia tahu dokter Lucky hendak mengajak ke restauran Italia favoritnya tapi memilih untuk membeli dan membawanya pulang karena demi tidak menitipkan Kenzie ke keluarganya.
"Aku sudah dapat tuh serum kejujuran dari Piktor. Kalau kamu mau ketemu besok Jumat di PRC, kasih aja," ucap dokter Lucky sambil makan raviolinya.
"Masih dipakai buat maling Snack?" kekeh Daisy.
"Masihlah! Mbakyuku satu itu kan harus mendapatkan bukti yang otentik! Kalau Tole memang ga bisa diapa-apain. Dia memang jiwanya maling Snack mbak Nana. Lha kalau Oom Rayyan? Meh piye? Wong seringnya nggak ngaku," malas dokter Lucky membuat Daisy cekikikan.
"Ya namanya juga mbak Nana."
"Jeng, aku mau ngomong serius. Ini beneran serius." Dokter Lucky menatap dalam mata hijau Daisy.
Entah kenapa, bulu kuduk Daisy merinding dan dia tahu suaminya punya masalah tersendiri. Namun dia tidak menduga dengan apa yang diucapkan suaminya.
***
"Apa?" serunya membuat Kenzie dan Winston kaget. "Dia minta kamu jadi teman dekat anaknya? Bapak gila! Bagaimana bisa seorang bapak mendukung anaknya jadi pelakor!"
"Dia di final stadium autoimunnya Jeng."
"I don't care, Mas! Dia kalau mau sekarat, jangan jadi pelakor! Banyak doa bukan malah kudu dituruti last wishesnya! Terus, Mas Lucky mau gitu?" pendelik Daisy.
"Ya nggak lah! Aku auto tolak mentah-mentah! Jeng, kita sudah menikah hampir tiga tahun dan selama itu kita jatuh bangun agar tetap bersama. Apalagi aku ada Kenzie. Oh tidak! Terlepas bapak mertuaku Mafioso dan yang sudah pasti main tembak kepala aku dan badanku dilempar ke empang piranha biar dapat gizi yang bagus, aku tetap menolak! Aku cinta kamu Jeng! Aku cuma mau kamu dan Kenzie! Aku cuma ada perasaan bucin cuma sama kamu, Kenzie dan Winston karena pasti nanti aku kena tubruk kalau nggak disebut! Percaya padaku, pawang aku banyak di Bhayangkara! Kalau aku macem-macem, Suster Liliput auto bikin aku koma! Apalagi dok Rahmat, dok Juno, belum Hanabi!" ucap dokter Lucky panjang lebar membuat Daisy tertegun.
"Mas ...."
"Apa?" balas Dokter Lucky dengan napas terengah.
"Kok bisa kamu bicara panjang lebar tanpa belibet ya?" senyum Daisy.
"Eh? Kamu lebih fokus panjangnya aku ngomel?" Dokter Lucky melongo sementara Kenzie dan Winston menatapnya bingung.
Daisy tersenyum. "Mas Lucky, aku tahu kamu pasti sudah tahu mana yang menjadi kepentingan utama. Bedanya bapak si sundel bolong itu dengan Daddyku adalah, kita sama-sama salah meskipun tidak salah. Tapi kita sama-sama single. Lha ini, sudah tahu kamu punya aku, punya Kenzie, kok ya masih nekad!"
"Aku tahu ujian pernikahan itu hingga lima belas tahun tapi aku berharap tidak terjadi pada kita," ucap dokter Lucky.
"Aamiin."
"Jeng Daisy, aku bisa menghandle nya. Kamu tidak usah khawatir."
Daisy mengangguk. "Tapi aku tetap akan ke rumah sakit kamu mas. Ingin tahu!"
***
Di atas tempat tidur, Daisy memeluk tubuh liat dokter Lucky yang masih rutin berolahraga dan MMA bersama AKBP Victor serta sepupu iparnya. Wanita itu tampak berpikir tentang cerita suaminya. Terlepas si Susana itu sakit keras tapi tetap tidak diperbolehkan seperti itu.
"Kenapa harus mas Lucky? Padahal kan ada banyak dokter lajang di Bhayangkara," batin Daisy kesal.
Dia bertekad akan pergi ke RS Bhayangkara secepatnya sesudah mengurus baby sitter untuk Kenzie. Daisy memang ada pembantu yang datang seminggu tiga kali tapi soal baby sitter itu lain cerita.
"Awas kamu sundel bolong!"
***
Yuhuuu up Siang yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kasihan banget flint, padahal dia nggak tau apa-apa
ayahnya itu ampun deh...
ibunya juga kurang aware😓😓😓
lgian,spa jg yg bkln sbar kl ktmu orng ga wrs ky gt....bgus bgt idenya dok gabut yg mau bkin dia gatal2,biar kapok....
yang dikhawatirkan sama kan.... pispot🤣🤣🤣🤣