(Belum Revisi)
Menceritakan pernikahan seorang "Raka wijaya" yang merupakan CEO tampan tapi playboy dengan "Raina Agestia" gadis biasa dari kalangan bawah. dan kisah pertemuan antara "Reno" playboy kelas kakap sekaligus sahabat "Raka" dengan "Nela Sasmita" biduan dangdut yang merupakan sahabat Raina.
Penasaran kan??
yukkk mari kepoin!!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part.24
Raina yang sudah sangat sakit hati mendengarkan perkataan raka memilih keluar kamar. sedangkan raka sudah memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Loh rai raka mana ko gk ikut turun "tanya bu sandra
"Masih mandi mah "jawabnya
"Wajah kamu kaya ada yang beda rai, tadi bukannya pakai riasan yah, terus itu mata kamu merah kenapa"tanyanya lagi
"Iya mah, rai hapus soalnya tidak terbiasa pakai make up. "jawab raina
"Terus tadi rai cuma kelilipan mah, kemasukan debu. "jawabnya lagi
"Apa ini semua ulah raka? apa raka yang membuat menantu kesayangan mamah ini nangis "selidiknya
Apa maksud mamah? "sahut raka yang sudah berjalan ke arah mereka
"Sudah-sudah jangan ribut terus, mending kita mulai saja sarapannya. cacing diperut papah sudah minta jatahnya. "ucap pak wijaya sambil mengelus perutnya
Apa maksud perkataan mamah"batin raka
Semuanya memilih sarapan tanpa ada yang bersuara. Raina yang sudah selesai duluan memilih kembali ke kamarnya di susul raka dibelakangnya. sedangkan kedua orang tua raka memilih bersantai di taman belakang rumah.
"Apa yang kamu bicarakan ke mamah hah "bentak raka yang baru memasuki kamarnya.
"Saya tidak bicara apapun tuan "jawab raina yang sedang duduk bersantai di soffa.
"Tidak usah ngelak, "bentaknya
"Benar tuan, saya tidak bohong "jawab raina dengan penuh ketakutan.
"Awas kalau kamu sampai ngadu semua perlakuan saya ke kamu selama ini, saya tidak segan-segan menyakiti keluarga kesayanganmu itu dikampung. "ancamnya
"Jangan tuan, biar saya saja yang dihukum "ucap raina yang sudah mengambil posisi berlutut dihadapan raka.
"Baiklah anak manis, "ucap raka sambil membelai pucuk kepala raina lalu mendorongnya.
"Aww "rintih raina memegangi keningnya yang berbentur lantai.
"Itu balasan untuk orang yang sudah coba-coba mencari perhatian mamah. "ucap raka kemudian berlalu pergi meninggalkan raina yang masih bersimpuh di lantai.
Mengapa sekarang kau berubah tuan, dulu pertama kita bertemu perlakuanmu tidak sekasar ini kepadaku. "gumam raina yang sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
"Pah, lihatlah mawar ini sangat indah "ucap bu sandra yang sedang duduk di kursi taman sambil mencium setangkai mawar putih yang sudah dipetiknya.
"Papah percaya, tapi lebih indah seseorang yang di sebelah papah. "jawabnya
"Papah bisa aja "ucap bu sandra yang sudah tersipu malu
"Mamah ingat tidak dulu pertama kali papah mengungkapkan perasaan papah ke mamah, papah bawa tas mahal dan cincin berlian untuk mamah tapi mamah menolak. mamah malah meminta mawar putih ke papah. "ujar pak wijaya
"Iya mamah ingat, menurut mamah tas mahal ataupun berlian tidak seindah mawar putih ini. "jawabnya sambil mencium aroma mawar putih yang dipegangnya.
"Mamah memang istri terbaik. "ucapnya sambil merengkuh istrinya kedalam pelukannya.
"Maka dari itu papah memilih raina jadi menantu kita mah. "ucapnya lagi
"Apa hubungannya raina dengan mawar putih pah. "tanya bu sandra
"Ishhh bukan mawar putih mah tapi raina itu menurut papah sama persis seperti mamah. tulus dan baik. yang pasti tidak matre. "jawabnya
"Kalau itu mamah tau. "jawabnya
"Semoga saja raka bisa merubah kelakuannya setelah menikah dengan raina. "ucap pak wijaya
"Mamah juga berharap seperti itu pah. "sahut bu sandra
Memang sudah sejak awal pak wijaya sengaja menargetkan raina menjadi calon menantunya. karena dilihatnya raina gadis baik dan tulus. tidak seperti wanita-wanita yang selama ini mendekati raka atau yang didekati raka. mereka hanya menawarkan tubuhnya dan raka menawarkan barang mewah sebagai imbalannya. baginya wanita seperti itu tidak layak menjadi bagian dari keluarga wijaya.
Sungguh pasangan yang harmonis "gumam raina yang melihat kebersamaan kedua mertuanya dari jendela kamar lantai atas.
Ada keinginan dihatinya mendapatkan perlakuan manis seperti pasangan suami istri pada umumnya.
sabar ya Nela
bodohnya raina.
penyesalan itu, selalu datang diakhir.
kalo diawal namanya pendaftaran.
msih jauh dri kata Hot.