NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Mafia

Benih Rahasia Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Anak Genius
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Tujuh tahun lalu, malam penyerangan musuh menghancurkan segalanya.

Venus terpaksa pergi membawa rahasia kehamilan yang belum sempat diungkapkan pada suaminya—Dante.

Kini, Venus harus bertahan hidup bersama Sean, putra mereka yang memiliki tatapan sedingin es milik ayahnya.

Saat takdir mempertemukan mereka kembali, dunia Venus seketika runtuh. Dante telah menikah lagi dengan wanita yang menyelamatkan nyawanya.

Meski Dante tak pernah mencintai istri barunya dan terus mencari Venus, Venus memilih bungkam. Venus tak ingin menghancurkan rumah tangga pria itu.

Namun, saat mata Dante tertuju pada sosok Sean, rahasia tujuh tahun itu terancam

Akankah Dante berhasil menemukan Venus dan mengenali Sean sebagai putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24 Obrolan Pagi

Sinar matahari pagi Amsterdam yang pucat menembus melalui celah gorden dapur, menyinari uap hangat yang mengepul dari piring-piring di atas meja. Pagi itu terasa sedikit berbeda, ada energi yang lebih hidup di dalam rumah kecil tersebut. Setelah satu minggu menjalani masa skors akibat menghajar teman sekolah yang mengejek wajah ibunya, Sean akhirnya bersiap kembali ke medan tempur pendidikan.

Venus berdiri di depan kompor, membalik telur dadar dengan gerakan lincah. Meski topeng kulitnya sudah terpasang rapi, aura kebahagiaan seorang ibu tidak bisa disembunyikan.

Di balik punggungnya, Sean sedang sibuk memasukkan beberapa buku tebal ke dalam ranselnya, sementara Leo duduk di meja makan sambil menyesap kopi hitam dengan wajah yang masih mengantuk.

"Kau yakin tidak mau membawa bekal sandwich tuna ekstra, Sean? Mama dengar kantin sekolahmu sedang renovasi," ucap Venus sembari meletakkan piring berisi sarapan di depan putranya.

Sean mendongak, merapikan dasi sekolahnya yang sedikit miring. "Tidak perlu, Ma. Aku bisa bertahan dengan apel dan biskuit. Lagipula, aku tidak mau menarik perhatian lebih banyak lagi setelah drama minggu lalu."

Leo terkekeh, suara tawanya serak seperti khas orang baru bangun tidur.

"Drama? Kau menyebut mematahkan hidung anak direktur bank itu sebagai drama? Itu namanya pertunjukan seni, Bocah. Aku bangga padamu."

"Leo! Jangan ajarkan dia yang tidak-tidak," tegur Venus, nada suaranya terdengar geli. "Sean, Mama ingin kau berjanji. Jangan gunakan tinju mu lagi, oke? Gunakan otak cerdas mu untuk membungkam mereka."

Sean duduk di kursi makan, mulai menyuap sarapannya dengan tenang.

"Aku akan mencoba, Ma. Tapi jika mereka mulai menghina wajah Mama lagi, aku tidak bisa menjamin otakku tetap dingin. Beberapa orang memang butuh diingatkan secara fisik bahwa mulut mereka punya konsekuensi."

"Itu baru keponakanku. Tapi tenang saja, hari ini Paman yang akan mengantarmu sampai depan gerbang. Kita lihat saja apa ada yang berani menatapmu dengan aneh saat melihat pamanmu yang tampan ini," ucap Leo mengacungkan jempolnya ke arah Sean.

"Paman memakai topeng yang menyeramkan pagi ini," celetuk Sean datar, membuat Leo langsung meraba wajahnya sendiri.

"Hei! Ini topeng edisi terbatas, tahu! Ini membuatku terlihat seperti detektif tangguh di film-film aksi," protes Leo sambil berpura-pura tersinggung.

Tawa kecil pecah di ruang makan itu. Venus duduk di samping Sean, mengusap bahu putranya dengan lembut.

"Sean, soal pembicaraanmu dengan Paman Leo semalam... apa kau tidur nyenyak?" tanya Venus.

Gerakan sendok Sean terhenti sesaat. Ia tahu ibunya sedang memancing reaksinya soal Dante. Namun, dengan kecerdasan emosional yang melampaui usianya, Sean memilih untuk menjaga suasana tetap ringan.

"Aku tidur nyenyak, Ma. Tapi aku bermimpi paman Leo merayu nyonya ular itu sampai dia pingsan karena ketakutan. Itu mimpi yang sangat lucu sekaligus menjijikkan," jawab Sean sembari melirik Leo dengan tatapan jahil.

Leo hampir saja tersedak kopinya.

"Sialan! Sampai masuk ke mimpi pun wanita itu tetap merepotkan! Kau tahu tidak, Sean? Semalam dia hampir membuatku gila karena mabuk. Dia meracau soal berlian, gaun, dan betapa dia membenci monster. Aku bersumpah, jika bukan karena rencana kita, aku sudah meninggalkannya di trotoar."

Venus tersenyum, meski ada sedikit kecemasan di matanya saat mendengar nama Bianca.

"Tapi rencana kita berjalan, kan? Dia sudah mulai mempercayaimu, Leo?"

"Dia sudah mulai bergantung padaku, Kak. Tadi pagi asistennya mengirim pesan, menanyakan jadwal luangku karena Bianca ingin aku menemaninya ke butik sore ini. Sepertinya dia butuh pelampiasan karena Dante terus mengabaikannya," lapor Leo dengan wajah masam.

"Bagus," ucap Sean, matanya berkilat cerdik. "Saat dia di butik, itu waktu yang paling pas untuk kita memantau pergerakan di gedung Golden Lotus. Dia pasti akan membawa pengawal pribadinya ke butik untuk membawa belanjaannya, dan penjagaan di gedung pusat akan sedikit melonggar."

Venus menatap putranya dengan rasa takjub sekaligus sedih. Di satu sisi ia bangga pada kecerdasan Sean, di sisi lain ia merasa bersalah karena putranya harus terlibat dalam strategi yang berbahaya ini.

"Setelah pulang sekolah, kau langsung pulang, ya? Jangan mampir ke mana-mana," pesan Venus sungguh-sungguh.

"Iya, Ma. Aku mengerti," jawab Sean. Ia menghabiskan susunya dalam sekali teguk, lalu berdiri dan menyandang tasnya. "Ayo, Paman. Nanti aku telat. Aku tidak mau dihukum lari keliling lapangan di hari pertama masuk kembali."

"Siap, Bos Kecil!" Leo berdiri, menyambar kunci mobilnya. "Kak, aku pergi dulu. Jaga rumah baik-baik. Dan tolong, tutup lehermu itu dengan syal. Merah-merahnya masih sangat jelas, nanti tetangga mengira kau habis dikeroyok tawon raksasa."

Venus secara refleks menutupi lehernya dengan telapak tangan, wajahnya kembali memerah.

"Leo! Pergi sekarang atau aku akan menendang mu!"

Leo terbahak-bahak sembari berlari keluar rumah, diikuti Sean yang hanya menggelengkan kepala melihat tingkah pamannya.

Venus berdiri di ambang pintu, melambaikan tangan saat mobil SUV hitam itu menjauh dari halaman rumah mereka.

Setelah suasana menjadi sepi, Venus kembali masuk ke dalam rumah. Ia berdiri di depan cermin besar di ruang tamu, perlahan menurunkan kerah bajunya. Jejak kemerahan yang ditinggalkan Dante di sana masih nampak jelas, sebuah tanda kepemilikan yang menyakitkan sekaligus dirindukan.

Ia teringat ciuman Dante di balkon, sentuhan tangannya yang posesif, dan bagaimana pria itu memohon padanya untuk kembali. Hatinya bergetar hebat. Di satu sisi, ia adalah Venus yang sangat mencintai suaminya. Namun di sisi lain, ia adalah Detektif Ve, wanita yang dikhianati oleh keadaan yang tidak adil.

"Maafkan aku, Dante," bisik Venus pada bayangannya sendiri di cermin. "Aku tidak bisa kembali secepat itu. Aku harus memastikan Sean aman, dan aku harus memastikan wanita yang menghancurkan hidup kita mendapatkan balasan yang setimpal."

Ia mengikat rambutnya tinggi-tinggi, lalu mengenakan syal sutra untuk menutupi jejak semalam. Hari ini ia punya banyak pekerjaan. Ia harus membedah data yang diberikan Sean soal sistem keamanan gedung milik keluarga Bianca.

Drrt! Drrt!

Ponsel Venus bergetar. Ia menyamar ponselnya.

"Dante?" gumamnya. "Ya, halo?" sapa Venus sembari menempelkan ponsel ke telinga.

"Keluarlah, aku sudah di depan pintu rumahmu," ucap Dante.

"Apa? Kau sudah di luar?" pekik Venus.

1
Tiara Bella
pedes bngt loh Dante kata² anakmu...
Nice1808
bacanya sambil mewek lihat sean yg menangis dlm pelukan dante😭.Ayolah sean terima dan maafkan papamu agar bianca gk ambil papamu lagi🤣
Senja: kyak Teletubbies😆
total 3 replies
Arbaati
othooor...tanggung jawab...aku mewek ini
Senja: peluk jauh kak😚
total 1 replies
Sri Rahayu
ayolah Sean maafkan papa mu...karena semuanya itu bukan keinginan Dante...lanjut Thorr😘😘😘😘😘
Senja: Siapp
total 1 replies
tinie
akhirnya mulai luluh tembok dingin itu😭😭😭
Senja: huuhuhum
total 1 replies
Sri Rahayu
baru tau kamu Dante....anak mu Sean sangat cerdas, mulutnya pedas dan pemberani...lanjut Thorr😘😘😘
tinie
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/🤣rasakan kau dantee
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tidak bergeming = tidak diam?
Senja: Beda2 ya kak, 🤣🤭
total 4 replies
tia
nikmati benih u dante 😁😁
🇧🇬
😆😆😆
D
infooo si Venus makan apa sih waktu hamil??
sampe punya anak seJenius Sean??
Eh tapi kayaknya Anak seJenius Sean cuma ada di Novel deh 🫪
D
tau tuh si Dante, loe mau anak istri loe kembali,
tapi loe masih punya istri lain???
Huweeeeekkkkkkk, Venus gak akan sudiii Oiiiiii 😠
D
Udah didalem kamar pun masih nyaut 🥸
Tiara Bella
papahmu itu Sean....
D
bener kata Sean Ve,,,,, Suami mafia mu itu,, Oneng nya tuh Ngoneng bangettt /Scream//Scream/
D
Wkwkwkkwkwkwk
Boleh juga idenya si Leo 🤪🤣🤣
lovely_day
ayo Sean.. makan with papa🤗
D
Ttttaaapiiiii ucapan Sean bener loh 😳
D
Sayangnya suami mamamu itu adalah papamu Sean 👀👀
gimana donk??
D
Tapi elooo juga punya istri baru dante,
kata² cinta loe 7 tahun lalu itu Beneran pretttttttt pada waktunya 🙎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!