NovelToon NovelToon
Beyond The Castle Walls

Beyond The Castle Walls

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Kerajaan
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: minttea_

Terperangkap dalam sangkar emas Aethelgard, Putri Aurelia mendambakan dunia di balik dinding istana yang megah. Beruntung, ada Lucas, seorang pemuda logistik istana yang tampak biasa namun menjadi satu-satunya orang yang berani membuka jalan bagi sang putri untuk menggapai kebebasan yang ia impikan. Namun, perjalanan mereka tak semudah yang dibayangkan. Reruntuhan dunia luar menyimpan kejutan dan bahaya tak terduga. Bersama Lucas, Aurelia harus mengungkap misteri yang telah lama terkubur di Aethelgard. Salah satunya adalah rahasia di balik kematian ibunda tercinta yang ternyata menyisakan plot twist mengejutkan. Akankah ia berhasil menemukan kebenaran yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon minttea_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak Emas di Balik Layar

Malam kembali menyelimuti Aethelgard dengan kabut tipis yang turun dari pegunungan utara, menyamarkan langkah-langkah yang tak diinginkan di lorong istana.

Aurelia berdiri di balik tirai kamarnya, menatap kosong ke arah halaman bawah. Pikirannya masih tertuju pada ayahnya, Raja Valerius. Sore tadi, ia melihat ayahnya duduk terdiam di meja makan, menatap kursi kosong mendiang ibunya dengan pandangan yang kosong dan hancur.

Ayahnya bukan tidak mencoba mencari keadilan. Belasan tahun yang lalu, Raja pernah mengerahkan seluruh penyelidik terbaik untuk mengungkap penyebab kematian Ratu Seraphina.

Namun, setiap kali sebuah bukti muncul, bukti itu selalu hilang secara misterius—terbakar dalam insiden "kecelakaan" atau saksi kuncinya ditemukan tewas sebelum sempat bicara. Kini, ayahnya hanya tersisa sebagai cangkang kosong yang terpuruk dalam melankolia, menyerahkan urusan rutin istana kepada para menteri dan orang-orang yang ia anggap setia.

"Jika Ayah tidak bisa menemukannya karena mereka membutakan matanya, maka aku yang harus menjadi matanya," bisik Aurelia pada kegelapan.

Dengan jubah beludru biru tua yang menyamarkan siluetnya, Aurelia menyusuri lorong sayap timur. Tujuannya adalah kantor administrasi Lord Varick, sang Menteri Keuangan. Ia tahu, di ruangan itulah semua catatan pengeluaran harian disimpan. Jika benar mawar-mawar itu adalah pesanan rutin, maka jejak uangnya pasti tertinggal di sana.

Saat melewati koridor yang hanya diterangi beberapa obor redup, Aurelia melihat sesosok pria sedang memeriksa lampu minyak di dinding. Itu Lucas. Pria itu tampak sangat santai, bersiul pelan sambil mengisi minyak lampu satu per satu. Aurelia menahan napas, merapatkan tubuh ke balik pilar marmer agar tidak terlihat.

"Tuan Putri?" suara Lucas memecah kesunyian tanpa menoleh sedikit pun.

Aurelia tersentak, jantungnya berdegup kencang. "Aku hanya... ingin ke perpustakaan bawah, Lucas. Ada buku yang tertinggal."

Lucas akhirnya menoleh, memberikan senyum miring yang sulit diartikan di bawah cahaya obor yang temaram. "Hati-hati dengan lorong depan ruang menteri, Tuan Putri. Pengawal di sana baru saja mendapat jatah kopi ekstra malam ini, jadi mata mereka sangat terjaga. Mungkin sebaiknya kau lewat jalur pelayan di belakang dapur jika ingin mencari 'buku' yang hilang."

Aurelia tertegun. Lucas tidak bertanya lebih jauh, ia justru memberinya peringatan seolah tahu bahwa perpustakaan hanyalah alasan. Tanpa membuang waktu, Aurelia mengikuti saran itu dan menyelinap melalui jalur sempit yang pengap hingga mencapai pintu samping ruang administrasi yang tidak terjaga.

Ruangan itu beraroma kertas tua dan tinta yang menyengat. Di atas meja jati besar milik Lord Varick, tumpukan dokumen tertata rapi. Aurelia segera mencari buku besar yang mencatat pengeluaran harian. Jarinya menelusuri tumpukan hingga ia menemukan sebuah buku dengan sampul kulit berwarna cokelat gelap bertuliskan Logistik Khusus - Kuartal Kedua.

Ia membukanya dengan hati-hati. Matanya bergerak cepat menyisir kolom-kolom angka. Pakan kuda, gaji prajurit, renovasi tembok barat... Semuanya tampak normal hingga ia menemukan satu baris pengeluaran yang diulang setiap dua minggu sekali selama bertahun-tahun: Biaya Pemeliharaan Taman Rahasia - Paviliun Barat.

Aurelia mengernyit. Paviliun Barat adalah area yang sudah lama tidak digunakan dan hampir seluruhnya merupakan bebatuan mati. Tidak ada taman di sana. Dan yang lebih aneh, dana yang dikeluarkan sangat besar, melebihi biaya makan satu batalion prajurit. Di samping catatan itu, terdapat stempel kecil berbentuk lingkaran biru yang identik dengan simbol di peti porselen yang ia lihat siang tadi.

"Sesuatu yang dibayar rutin..." gumam Aurelia. Ia mulai menyadari bahwa dana kerajaan sedang dikuras untuk membiayai kematian yang diselundupkan masuk.

Tiba-tiba, suara langkah kaki bot yang berat terdengar mendekat. Langkah itu lambat, namun berdentum dengan otoritas yang menakutkan. Aurelia segera menutup buku besar itu dan menyelinap ke balik tirai jendela besar yang menjuntai hingga ke lantai.

Dari celah tirai, Aurelia melihat sesosok pria masuk. Lampu di ruangan itu sangat temaram, hanya menyisakan siluet pria yang mengenakan jubah militer lengkap dengan lencana emas di bahunya. Sosok ini tegap dan sangat tenang, sangat berbeda dengan Lord Varick yang bertubuh tambun.

Pria misterius itu berjalan menuju meja menteri, mengambil sebuah amplop kecil dari laci rahasia, lalu meletakkan sebuah kantong kecil yang berdenting pelan—bunyi koin emas yang berat. Ia berdiri di sana selama beberapa saat, menatap ke arah jendela tempat Aurelia bersembunyi dengan pandangan yang seolah bisa menembus kain tirai tersebut.

Aurelia menahan napas sekuat mungkin. Aroma manis yang samar—aroma yang sama dengan bunga perak yang ditemukan di sapu tangan ibunya—tercium sangat kuat dari arah pria itu. Seolah-olah pria ini baru saja memegang tanaman maut tersebut secara langsung.

Setelah pria itu keluar dan mengunci pintu, Aurelia keluar dari persembunyiannya dengan tubuh gemetar hebat. Ia belum tahu siapa wajah di balik siluet itu, namun satu hal yang pasti: pengkhianatan ini bukan dilakukan oleh menteri keuangan saja pikirnya. Ini dilakukan oleh seseorang yang memiliki akses langsung ke jantung militer istana, seseorang yang dipercayai ayahnya untuk menjaga nyawanya.

Aurelia segera memanjat keluar melalui jendela dan mendarat di taman. Ia tidak lagi melihat Theo di menara pengawas; area itu sunyi, seolah dunia sedang membiarkannya menghadapi rahasia ini sendirian. Ia harus membawa catatan ini ke Elara. Jika tanggal pembayaran ini cocok dengan hari-hari di mana ibunya mulai merasa sesak napas belasan tahun lalu, maka ia telah menemukan pola sang pembunuh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!