NovelToon NovelToon
Pewaris Tubuh Suci Legendaris

Pewaris Tubuh Suci Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur / Roh Supernatural
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rick Tur

Pewaris Tubuh Suci Legendaris adalah novel fantasi kultivasi yang mengikuti perjalanan Shou Wei, seorang pemuda yang sejak kecil dianggap biasa, lemah, dan tidak menonjol, tetapi ternyata menyimpan rahasia besar dalam tubuhnya. Di balik kehidupannya yang penuh penindasan dan kehilangan, tersimpan benih kekuatan langka yang perlahan membawanya ke jalan berbahaya: jalan warisan kuno, formasi legendaris, tubuh naga, dan konflik antar dunia.

Cerita ini menyuguhkan banyak tempat skala dunia: sekte-sekte manusia, negeri demon, pulau-pulau melayang, kerajaan asing, hingga dunia lain yang memiliki teknologi, formasi, dan kekuatan jauh melampaui bayangan manusia biasa. Pertarungan yang dihadapinya bukan lagi sekadar soal hidup dan mati, melainkan soal masa depan banyak dunia.

Perpaduan cerita antara kultivasi, pertarungan, formasi, warisan kuno, intrik politik, dunia demon, perjalanan lintas dunia, dan rahasia takdir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rick Tur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lanhe City

Perjalanan dari Stone Reed Town ke Lanhe City memakan waktu empat hari.

Dua hari pertama mereka masih mengikuti jalur sungai besar, berpindah dari perahu kecil Han Lu ke kapal barang sungai yang lebih lebar dan lambat. Muatan di kapal itu campur aduk: kain kasar, garam, akar obat, peti ikan asin, serta dua kandang tertutup yang dari dalamnya sesekali terdengar suara beast kecil menggeram.

Han Lu tidak banyak bicara selama perjalanan. Ia menjaga dua peti yang dibawa dari Stone Reed Town secara bergantian dengan Guo Fen, dan setiap malam selalu memastikan tempat tidur mereka tidak terlalu dekat dengan awak kapal lain. Jelas ia sudah memutuskan untuk berhati-hati penuh soal barang dari Broken Reed Bend.

Shou Wei tidak keberatan.

Semakin sedikit orang yang tahu, semakin panjang umur rahasia itu.

Ia menghabiskan waktu di kapal untuk dua hal:

bernapas mengikuti Mistwater Breathing Method saat kabut pagi naik dari sungai,

dan mempelajari lagi manual kecil tentang array anchoring and node balance sampai hampir setiap kalimatnya tertanam di kepala.

Pada hari ketiga, mereka meninggalkan sungai utama dan melanjutkan perjalanan lewat jalan darat yang lebih lebar. Di sana barulah dunia di utara terlihat berubah.

Jalanan lebih ramai.

Kereta lebih besar.

Pengawal lebih banyak.

Kultivator yang lewat juga tidak lagi hanya rogue cultivators miskin dari pasar sungai.

Shou Wei melihat:

satu pedang terbang melintas tinggi di langit membawa pria berjubah biruseekor beast terbang hitam berparuh besi membawa dua peti di kakinyadan satu kereta mewah yang roda-rodanya diperkuat simbol perak, ditarik dua kuda bersisik abu-abuHan Lu melihat arah tatapannya dan berkata, “Lanhe City bukan Stone Reed Town. Jangan pasang wajah seperti anak desa yang baru lihat atap emas.”

“Aku hanya melihat.”

“Itu sudah cukup berbahaya kalau yang kaulihat melihatmu balik.”

Guo Fen mendengus. “Dia akan belajar cepat.”

Shou Wei memang belajar cepat.

Saat akhirnya Lanhe City muncul di kejauhan pada sore hari keempat, bahkan ia sendiri mengakui bahwa Stone Reed Town memang hanya kubangan kecil dibanding tempat ini.

Kota itu dibangun di tepi sungai besar yang membelah dataran utara. Dinding luarnya bukan tembok batu raksasa seperti kota istana, tapi pagar benteng tinggi yang diperkuat gerbang kayu besi dan menara pengawas. Atap-atap bangunan rapat bertumpuk, dari rumah bata sederhana sampai paviliun bertingkat dengan ujung atap melengkung. Di bagian tengah kota, beberapa bangunan jauh lebih tinggi dari yang lain, salah satunya menjulang dengan bendera biru tua bertepi emas.

Bahkan dari kejauhan saja, Shou Wei bisa merasakan:

kota ini punya lebih banyak uang,

lebih banyak kekuatan,

dan lebih banyak bahaya.

“Yang berbendera biru emas itu apa?” tanyanya.

Han Lu mengikuti arah pandangnya. “Blue River Auction House.”

Nama itu menempel langsung.

Rumah lelang.

Lebih besar dari Reed Hall.

Lebih besar dari apa pun yang pernah ia lihat.

Han Lu tersenyum miring tanpa banyak humor. “Jangan menatap terlalu lama. Tempat seperti itu membuat orang miskin mulai bermimpi, dan orang bodoh mulai menjual nyawa.”

Mereka masuk kota menjelang senja.

Gerbang Lanhe City dijaga jauh lebih rapi. Para penjaga mengenakan armor kulit lapis besi dan membawa tombak panjang. Beberapa jelas manusia biasa terlatih, tapi satu orang di samping gerbang memegang pedang pendek dengan aura qi halus di tubuhnya—setidaknya Qi Gathering yang stabil. Setiap kereta diperiksa. Setiap binatang besar didata. Setiap orang yang masuk harus punya alasan.

Han Lu sudah siap.

Ia menunjukkan surat izin barang sungai, membayar biaya masuk, lalu membawa mereka ke dalam tanpa masalah berarti.

Begitu melewati gerbang, Lanhe City terasa hidup dengan cara yang sangat berbeda dari Stone Reed Town.

Jalan utamanya lebar.

Toko-toko berjajar rapi.

Orang-orang berjalan lebih cepat, tapi juga lebih teratur.

Pedagang tidak berteriak liar.

Bahkan para pengemis di sudut pun memilih tempat duduk yang tidak mengganggu jalur pelanggan kaya.

Di sisi kiri jalan, Shou Wei melihat toko senjata dua lantai dengan deretan tombak di dinding.

Di sisi kanan, ada kedai obat dengan papan besar bertuliskan puluhan nama pil.

Lebih jauh lagi, sebuah paviliun beast menjual telur dan rantai penjinak beast kecil.

Dan di atas semua itu, berdiri megah Blue River Auction House.

Bangunannya bukan sekadar besar.

Ia indah dengan cara yang dingin.

Dinding batu putih kebiruan, pilar kayu hitam mengilap, dan jendela tinggi berlapis kisi perak. Di depan pintu utama ada dua patung beast air berleher panjang dengan mulut terbuka ke arah jalan. Bendera biru emas berkibar di lantai dua, dan di tangga depannya keluar masuk orang berpakaian lebih baik daripada siapa pun yang pernah dilihat Shou Wei di Stone Reed Town.

Ia tidak berhenti menatap terlalu lama.

Tapi di dalam hati, sesuatu bergerak.

Suatu hari nanti, pikirnya, aku tidak akan datang ke tempat seperti ini hanya sebagai bocah pembawa barang.

Han Lu membawa mereka ke penginapan barang sungai di distrik timur, jauh dari pusat kota tapi cukup layak. Tempat itu bernama River Lantern Lodge. Tidak mewah, namun bersih, dan punya ruang penyimpanan di belakang untuk peti-peti yang perlu dijaga dari mata sembarangan.

“Kita tinggal di sini dulu,” kata Han Lu. “Besok aku cari saluran jual yang aman. Kalian berdua jangan jalan terlalu jauh tanpa alasan.”

Guo Fen menjatuhkan karungnya ke lantai dan langsung duduk. “Kalau bisa, aku tak mau lihat rawa lagi selama setahun.”

Han Lu mengabaikannya dan menoleh pada Shou Wei. “Kau ikut aku besok pagi. Kita akan lihat Blue River Auction House dari dekat. Jangan bicara kalau tak perlu.”

1
Muhammad Arsyad
ini...kapan saktinya...lama amat🤭🤭
Simon Semprul
nie cerita pendekar apa misterii si thor /Gosh/
Daryus Effendi
ada b.ingrisnya jadi gak enak bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!