Diana seorang gadis pintar dan cantik. Ia dipertemukan dengan seorang bos yang ternyata adalah teman masa kecilnya. Ya teman kecil yang sangat usil padanya.
Selama menjadi salah satu karyawannya, hal-hal konyol selalu terjadi dan membuat si bos dingin itu menjadi bobrok. Adu mulut dan pertengkaran kecil pun tak terhindarkan.
Hingga suatu hari mereka harus menyetujui pernikahan yang tak berlandaskan cinta satu sama lain.
Bagaimana kelanjutannya?
Yuk kita kepoin cerita sama-sama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sripujiayu620, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 24
Betapa terkejut nya Diana karena tidak melihat neneknya. Ia bingung kemana neneknya pergi. Apakah neneknya di culik? itulah yang ada dalam otak Diana.
"Sus, dimana ya nenek saya? " Tanya Diana pada salah seorang suster yang sedang merapikan tempat tidur bekas neneknya.
"Nenek atas nama Jumanti bukan? " Tanya suster tersebut memastikan.
"Ya betul. " Jawab Diana antusias. Ia berharap kalau suster itu tahu di mana keberadaan neneknya.
"Nenek mu udah di pindahkan ke ruang VIP" Jawab suster tersebut membuat Diana kaget bukan kepala.
"Sus, kenapa kalian ini memindahkan nenek ku ke ruang VIP tanpa seijin heh? kalau aku tidak mampu bayar gimana? " Ucap Diana kesal.
Suster tersebut tersenyum tipis pada gadis yang sedang berada di hadapannya itu.
"Tenanglah nona, kami memindahkan nenek anda pun tidak sembarangan. Kami di suruh oleh salah seorang pemuda. Dia bilang kalau ia adalah suami anda. Pemuda itu telah menanggung semuanya. " Jelas Suster itu.
Diana langsung kaget dengan penuturan suster itu. Otaknya sudah tertuju pada sebuah nama yaitu Rifki.
"Ini pasti si kutu air itu yang ngaku-ngaku suami ku. Orang masih gadis gini juga. " Batin Diana.
"Di mana ruangan nenek ku? " Tanya Diana ketus.
"Di sebelah sana nona . " Ucap suster menunjuk ke arah ruangan dimana nenek Jumanti di rawat.
Tanpa pikir panjang, Diana langsung pergi menuju ruangan neneknya. Diana membuka perlahan ruangan tersebut. Mata Diana terbelalak melihat fasilitas yang ada di ruangan neneknya. Mulai dari tv dan sofa.
"Nenek." Ucap Diana menghampiri neneknya.
"Nek, siapa yang membawa nenek ke sini? " Tanya Diana penuh selidik. Tapi di dalam otaknya sudah menduga kalau Rifki lah orangnya.
"Rifki nak, ternyata dia orang yang baik loh nak. "Puji Nenek Jumanti.
" Iya dia memang baik nek. " Jawab Diana dengan senyum terpaksa nya.
"Diana, nenek mau bicara sama kamu. " Ucap Nenek Jumanti.
"Iya nek. "
"Dulu, ayah kamu sudah menjodohkan mu dengan Rifki nak. Apa kamu mau? " Tanya Nenek Jumanti .
Bagaikan tersambar petir saat mendengar hal itu di ucapkan oleh neneknya. Kemarin Tuan Pandu yang membahas tentang perjodohan sekarang neneknya. Padahal Diana ingin melupakan kejadian kemarin, tapi neneknya mengungkit-ungkitnya.
"Tadi, sebelum kamu datang om Pandu kesini membahas tentang perjodohan apa kamu mau nak? " Nenek Jumanti menatap cucu nya penuh dengan harapan.
"Nek, aku itu udah gede aku bisa cari pasangan hidup ku sendiri nek.. " Lirih Diana.
"Perjodohan ini juga permintaan ayahmu yang belum tercapai nak. " Seperti ingin berdebat, Nenek Jumanti tak mau kalah beradu argumen dengan sang cucu.
"Sekarang aku tahu alasan si kutu air kampret itu membawa nenek ke ruangan yang lengkap dengan fasilitas ini. Pasti dia mau mengambil hati nenek ku dan menikah dengan ku. heh murahan sekali caramu itu..! " Batin Diana penuh kesal dan amarah yang membara-bara.
"Aku keluar bentar dulu ya nek. " Ucap Diana dan beranjak pergi dari ruangan neneknya.
Diana langsung mengambil ponselnya dan menelpon Rifki.
Rifki yang sedang menyuapi ibunya makan berhenti sejenak untuk mencek siapa yang sedang menelpon nya. Tertera nama 'Monyet Liar'.
"Pi aku mau ngangkat telepon dulu yah, jadi papi aja yang siapin mami. " Ucap Rifki berjalan menuju ke luar ruangan.
"Napa? " Ucap Rifki dengan ketusnya.
"Napa-napa dasar gak nyadar! Kenapa kamu bawa nenek ku keruang VIP heh? " Tanya Diana tanpa basa-basi.
kata Khan peta ,,,
😅😂🤣 ithu Khan kata Dora ,,,
smga kedepan'a lebih seru dan menghibur,,,😅