NovelToon NovelToon
Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:434
Nilai: 5
Nama Author: Ratna_dee

"janji ya kita harus bareng-bareng sampai besar nanti.. sampai aku bisa ajak kamu jalan-jalan keliling dunia!" seru Sena pada Arunika, gadis dengan rambut kepang duanya itu. "hm! Sena gak boleh ingkar janji ya, Aru bakalan nunggu janji Sena!" angguk gadis itu semangat sambil menyambut jari kelingkin Sena

namun sebuah kesalahpahaman menghantam keduanya, mengukir benci tanpa akhir. perpisahan tak dapat terelakkan hingga takdir mengikat keduanya kembali Cinta dan Benci, Rindu dan Dendam mempermainkan mereka dalam kisah masa-masa SMA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna_dee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dia Aru?

ketika melewati pekarangan rumah pak Dani, Lusi melihat buah belimbing yang sudah menguning, senyumnya mengembang sempurna

"hehe.. pak Dani minta belimbing nya yaa.." teriak Lusi berbisik

"iya Lusi, boleh aja.." jawabnya lagi sambil tertawa kecil

ingat dengan sarung yang di titip ibunya untuk Bisma, Lusi menggunakannya untuk menutup kepala dan wajahnya hanya menunjukkan mata untuk melihat targetnya di atas pohon sana

karena pohon nya cukup besar dan kokoh Lusi tak takut untuk memanjat, baru memetik dua buah pak Dani dan seseorang datang memergoki dirinya dengan berpura-pura batuk, mata Lusi melotot saat melihat kebawah

'De.. Deva? ngapain dia di sini sama pak Dani? aduh.. jangan sampai pak Dani nyebut nama gue, kalo enggak Deva bisa tau ini guee!!' batinnya menatap ke bawah entah ada urusan apa pak Dani dengan Deva hingga se kebetulan itu bersama

"kebiasaan ya kamu nyuri belimbing!!" bentak pak Dani

"anak bapak juga sering nyuri kelengkeng di rumah saya" jawab Lusi dengan suara yang sengaja di serak-serak kan

"nyahut kamu Aru!!" teriak pak Dani bersiap ingin mengejar, Lusi loncat turun dan berlari sekuat tenaga menjauh dari dua orang yang masih berdiri di sana

"minta buahnya ya pak, lain kali Aru kasih kelengkeng deh!!" teriak Lusi menjauh, sangat lega rasanya karena pak dani menyebutnya Aru bukan Lusi, Deva tidak akan tau siapa dirinya setelah malam itu

Deva menatap terkejut ke arah gadis yang berlari dengan tampilan maling itu, sarung yang di gunakan nya benar-benar membuatnya seperti maling.

"Aru?" tanya Deva menatap pak Dani

"iya Aru, anaknya pak Surya kamu inget kan Sena?" jawab pak Dani mengajak keponakannya itu untuk masuk kerumah

Deva tiba-tiba berlari mengejar, namun sudah terlambat Deva kehilangan jejak Lusi yang saat ini sudah berlari menaiki bukit. Deva kembali dengan perasan campur aduk yang benar-benar mengganggu nya, harusnya tadi dirinya menahan Aru lebih cepat ada begitu banyak hal yang ingin di ucapkan nya pada gadis itu terlebih sudah 7 tahun tak bertemu Deva sangat ingin tau bagaimana wajah gadis itu

"Aru.. Aru?" gumamnya berjalan pelan

"Arunika... dia Aru? heh.. dia disini!" lanjutnya berbisik pada diri sendiri

"kamu kenapa lari?" tanya Dani yang menyusul, Deva menggeleng tak ingin menjawab apapun

"haihh.. paman tau kamu pasti kangen kan sama Aru? lain kali paman ajak kamu ketemu dia ya?" lanjut Dani tersenyum. Deva tak menjawab kepalanya sedang sibuk sekarang ini, Dani tak tau jika Deva masih salah faham dan membenci Surya dia berfikir jika keponakannya itu benar-benar sangat merindukan Aru sahabat kecilnya

"Aru sekarang tumbuh jadi gadis cantik lho.. paman yakin kamu pasti bakalan jatuh cinta sama dia, cuma ya gitu dia agak nakal sekarang suka bikin kesel warga" cerita Dani membuka pintu rumahnya

.

"dapet di mana?" tanya Yulia melihat belimbing yang Lusi bawa

"hehe, biasa" Lusi cengengesan menjawab

"kok cuma dua" Yulia menatap kecewa belimbing yang hanya dua buah itu

"enak tuh" sahut Claudia juga

"ketauan, pak Dani keburu dateng mana sama Deva lagi" jawab Lusi lesu

"hah? Deva??" serempak keduanya kaget

"gak tau mereka ada urusan apa, kok bisa ya mereka barengan gitu untung gak ketauan kalo gue yang maling belimbing" jawab Lusi lagi.

paginya, mereka bersiap untuk turun bukit sebelum itu mereka sempatkan untuk sarapan terlebih dahulu. di perjalanan turun mata mereka terus di manjakan oleh kuda dan sapi ada juga rusa yang muncul satu dua kali

sampai di desa, mereka kembali berkumpul di lapangan kantor kepala desa. pak Dharma dan Surya memberi beberapa pidatonya untuk mereka selama setengah jam sebelum mereka berangkat untuk pulang

Deva tak hadir dalam barisan itu, dirinya sudah duduk dengan wajah yang di tutup hoodie kedua lengannya menyilang di bawah dada. kata-kata Endii berputar-putar di kepalanya, jika memang di suap mengapa bahkan pamannya sendiri tak mempermasalahkan Surya? bahkan dalam pandangan pamannya Surya adalah kepala desa yang adil dan bertanggung jawab? apa uang yang di berikan Surya sangat besar hingga membuat pamannya melupakan rasa persaudaraan? bahkan nenek dan kakeknya pun tak bicara hal buruk tentang Surya, apa yang Surya berikan pada mereka hingga begitu patuh? ada yang salah!! Deva begitu pusing memikirkannya, apa yang Endii inginkan darinya jika berbohong?

"gue cariin, ternyata loe disini? bikin khawatir aja loe Dev!" gerutu Samudra yang duduk di samping Deva

"gue kira loe masih di rumah nenek?" sahut Alvin juga, satu persatu siswa mulai menaiki bus, mereka akan berangkat pulang pagi ini banyak yang tak rela untuk pulang karena belum puas dan masih ingin tinggal lebih lama

"tadi Sella nyariin loe tau! dia ngasih ini nih buat loe" Samudra memberikan bekal untuk Deva

"kita berdua juga di kasih, katanya buat makan siang nanti di perjalanan.. eh dapet titipan salam juga dari mama sama papanya Sella" lanjut Samudra

Deva mengambil bekal itu, bibirnya mengembang sempurna hatinya juga menghangat, tiba-tiba dirinya menyesal tidak turun tadi

"please deh! gue bakal kangen banget sih sama tuh Bocil" celetuk Alvin menatap ke luar jendela melihat teman-teman nya masih berbondong memasuki bus mereka masing-masing

Deva juga menatap ke luar, ada begitu banyak hal yang akan membuatnya merindukan tempat ini setiap hari, terutama Kakek dan Neneknya. sebulan lagi dirinya akan kembali ke tempat ini, tentu dirinya tak sabar menunggu waktu satu bulan kurang itu

mata Deva tertuju ke arah Lusi yang tertawa dengan teman-teman sekelasnya, setidaknya kota tidak begitu membosankan sekarang..

bus mulai meninggalkan desa, hati para siswa begitu berat meninggalkan tempat itu, alamnya yang indah dengan warga yang ramah membuat mereka akan sangat merindukan tempat itu. jalan demi jalan yang mereka lewati memang penuh tantangan seperti sebelumnya namun itu membuat mereka senang karena rasa lelah di ombang ambing dalam bus akan selalu mereka ingat

"seru banget!! libur sekolah nanti gue mau liburan kesini ah!" ucap Mega semangat

"tapi jangan kecewa kalo gak dapet izin masuk ya?" sahut Yulia menggoda, Mega seketika menghela nafas kesal

"huh! gue tetep bakalan pilih tempat ini buat jadi target wisata gue nanti!" ucap Mega tak menyerah

Sella dan teman-teman sebayanya bermain di pematang sawah sambil menarik benang layang-layang, tawa mereka seakan terdengar dari kejauhan hal itu di tangkap oleh kamera Alvin dan mata Deva. sekali lagi Deva merasa dejavu, layangan dengan gadis kepang dua itu membuatnya teringat dengan Aru yang berpenampilan maling semalam

Deva tak sadar jika dirinya tertawa kecil mengingat hal semalam, namun tiba-tiba buyar ketika memori tentang Surya melintas. Deva terus memandang Sella dan anak-anak lainnya bermain sampai bus membawa mereka terlalu jauh untuk melihat gadis kecil itu lagi

"indah banget.." gumam Alvin

"loe foto Sella?" tanya Deva, Alvin mengangguk tanpa memalingkan wajahnya dari kamera

"kirim foto nya ke gue" lanjut Deva, Alvin dan Samudra tiba-tiba memandang satu sama lain, senyum mereka mengembang bersamaan

"Sella manis banget Njir, bakal gamon sih gue" gumam Alvin

"bulan depan gue balik kesini, kalian mau ikut?" tanya Deva tiba-tiba menawarkan, mata dua orang itu berbinar tentu saja mereka mau tak ada kata menolak dari keduanya

1
v_v aja🩵🩷🩶
bagus banget 😍💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!