NovelToon NovelToon
My Future Husband

My Future Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:9.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Gulla

Arkan Bagaskara seorang duda yang dijodohkan dengan seorang mahasiswanya yang hobi membuat masalah dikelasnya. Arkan merasa diumurnya yang cukup matang menjalin hubungan dengan Febriana Indriana adalah hal yang sulit, dia ingin hubungan yang serius bukan seperti anak remaja yang baru jatuh cinta. Apalagi sifat kekanak-kanakan dan memberontak yang Febri miliki membuat kepalanya sakit. Tapi mau bagaimana lagi keluarganya memiliki hutang budi dengan keluarga Febri dan mau tak mau Arkan harus menikahi Febri. Namun apakah semua berjalan Lancar disaat Febri jatuh Cinta dengan pria yang lebih muda darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Febri mengangguk pelan, Dikau tersenyum senang melihat itu. Tanpa sadar Dikau mencium kening Febri lama dan dalam. Febri terkejut akan hal itu, muncul perasaan bersalah telah menghianati Arkan karena hal ini. Hati Febri gundah, ia merasa menjadi wanita jahat yang telah mempermainkan kedua pria itu. Apalagi statusnya yang sudah beristri, apakah Arkan akan membencinya jika mengetahui fakta ini, padahal kemarin dia sudah berjanji pada Arkan. Rasa bersalah itu menyelimuti hati Febri. Ia bingung, tidak ada rona bahagia dan jantung yang berdebar-debar setelah pengakuan cinta Dikau yang ada hanya rasa bersalah pada Arkan.

Apa ia mencintai Arkan? Tanya batinnya, hanya hembusan angin yang menjawab semua kegundahannya. Ini tak seindah yang ia bayangkan.

"Saya mencintai kamu," tiba-tiba suara bisikan Arkan yang mengatakan mencintai dirinya terdengar di inderanya. Febri terdiam, ini semua salah tapi ia sudah terlambat.

"Maafkan saya mas," bisik Febri pelan.

Arkan mengepalkan tangannya, ia tidak menyangka jika Febri akan melakukan hal itu. Febri menghianatinya, hatinya terluka, bahkan ia cemburu ia tidak menyukai istrinya melakukan hal ini membiarkan laki-laki lain menyentuhnya. Arkan ingin sekali menghampiri mereka berdua dan memakinya tapi Arkan menahannya. Tidak ada gunanya lagi, mungkin benar ia hanyalah sampah. Apakah benar-benar tidak ada kesempatan lagi untuknya? Ini juga salahnya andai dulu ia tidak menolak Febri dan meninggalkan Febri pasti mereka berdua akan saling mencintai satu sama lain hingga saat ini. Arkan menyesali kebodohannya, ia juga menyesali apa yang telah terjadi di masa lalu.

tergores luka indah yang telah lama kutafsirkan

menitih kehancuran yang telah meracuniku

rasa penat seakan mengarungi langkahku

yang membuatku terkapar dan membisu

berderai air mata membasahi pipiku

terlukis rasa perih menyayat relung sukmaku

saat kau hianati cinta didalam hatiku

rasa gundah terurai di jiwaku

Air mata Arkan jatuh tanpa disadarinya, apakah ini semua balasan dari cintanya. Namun apakah ia harus menyerah dengan semua ini. Baiklah jika ini yang diinginkan Febri, Arkan akan mengabulkannya. Bukankah cinta itu buta, yang terpenting adalah melihat wanita yang ia cintai bahagia itu sudah cukupkan. Mungkin Febri memang tidak pernah bahagia bersamanya, ini juga salahnya bukankah ia sudah memutuskan untuk pergi jauh dari kehidupan Febri semenjak peristiwa itu lalu kenapa ia malah mengusik Febri kembali.

telah ku akhiri semua

hanya dapat memendam rasa yang telah bersinggah

dan tiada arti aku berdiri menantimu

rasa kecewa dihati mengiris kalbu didalam batinku

teruntai sebuah kata pahit menggelora jiwa

membungkam satu kisah kelam yang teramat singkat

haruskah ku menepikan bayangmu disisiku

yang telah bernaung didalam takdirku

Arkan membalikkan badannya meninggalkan kedua orang tersebut. Arkan menangis di balik kaca mata hitamnya. Hatinya masih terasa sakit dan perih, akankah ia menyerah dengan semua ini dan membiarkan wanita berstatus istrinya mencari kebahagiaan lain. Febri tidak pernah mencintainya.

"Selamat tinggal Febri, mungkin saya bukan bahagiamu. Pergilah dan carilah bahagiamu walau itu bukan saya..." Arkan tahu ia sudah kalah. Ia tidak bisa melakukan apapun lagi. Jika itu adalah yang Febri inginkan maka Arkan akan mundur. Rasanya menyakitkan sekali melihat semua ini. Arkan tidak sanggup melihat lagi. Tubuhnya lemah akan cinta. Airmatanya tumpah karena cinta. Dan hatinya terluka karena cinta. Bodohnya dia yang begitu menggilai cinta. Padahal ia tidak dicintai sama sekali oleh cinta-nya. Apa cuma seperti ini akhir dari perjuangan kisah cintanya?

telah ku akhiri semua

hanya dapat memendam rasa yang telah bersinggah

dan tiada arti aku berdiri menantimu

rasa kecewa dihati mengiris kalbu didalam batinku

telah ku akhiri semua

hanya dapat memendam rasa yang telah bersinggah

dan tiada arti aku berdiri menantimu

rasa kecewa dihati mengiris kalbu didalam batinku

1
Indrayani setiadi
kapan nikahnya Al sama celse
Nana Niez
ini cerita yg beda kah? kok saya g paham ya tb2 ada nama tokoh utama berganti
mbak i
Rangga,,,kasihan deh loe,,sukurin
Telik sandi Megantara
ini mencela ata menyela kakak?
mohon maaf kak author cantik
wgulla_: iya typo hehe
total 1 replies
mbak i
ya ampun alwan🤣🤣malah gelut
Telik sandi Megantara
rasanya aku pernah baca novel ini, tapi lupaaa. diulang lagi biar gak penasara
Telik sandi Megantara: sama²
total 2 replies
gulla daisy
Bagus sekali
Damiri
bagussss
Damiri
semangat
Komang Diani
Luar biasa
Nana Niez
lhaaa cm segitu aja?????? astaghfirullah,,
Nana Niez
karakter febri dri muda smp tua g ada akhlak
Nana Niez
hehehehe, g suka karakter febri,, semena mena bangett
Nana Niez
kok mKin kesini makin kacau karakter febri nya
Nana Niez
Luar biasa
Nana Niez
Lumayan
Lenny Tumbol
Luar biasa
Trisna
dosen frek
Trisna
ehem...
batuk nih dudanya meresahkan
G.Lo
Setiap baca noveltoon yang saya dpati selalu perjodohon...apa semua pilihan editor cuihh...cerita modelan jaman Siti Nurbaya...jaman Moderen cerita kadaluarsa wkwkwkkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!