{ Lanjutan dari cerita SAHABAT KU AYAH PUTRI KU tapi ini tentang Kanz dan Ana }
Kanz Altaf Siagian, seorang ketua OSIS di sebuah sekolah,ia memiliki wajah yang sangat tampan dan banyak di idolakan oleh kaum hawa .
Melihat dari latar belakang nama nya Kanz bukan orang sembarangan namun pria itu memilih untuk menutupi dan hidup seperti orang lain ,hidup yang damai itu tiba-tiba kacau setelah kehadiran wanita bar-bar .
Ariana Gauri Aleena nama wanita itu ,yang selalu membuat Kanz habis kesabaran nya namun siapa sangka berjalannya waktu keduanya semakin dekat.
Hingga terjadi sesuatu di antara keduanya saat acara puncak sekolah keduanya terpaksa harus hidup bersama !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Ana menarik napas lega bersamaan dengan berakhir nya ujian hari pertama masih ada hari-hari berikutnya namun kepalanya mendadak nyut-nyutan.
Untuk sesaat Ana memejamkan matanya dengan kuat berharap rasa sakit itu hilang tapi saat membuka matanya perlahan apa yang di lihat di depannya membuat nya kembali memejamkan matanya.
Hanum yang melihat sikap Ana yang tidak biasanya segera menggeser kursinya mendekati wanita itu .
" Ana ,kamu baik-baik saja " Mendengar suara Hanum yang tidak biasa Tasya pun ikut mendekat " Kenapa ? Kamu pengen muntah ? " Keduanya terlihat khawatir tak kalah Ana tetap memejam kan matanya .
Suara bising di dalam ruangan membuat kepala Ana semakin berat sehingga akhirnya memilih untuk berbaring dengan menjadikan lengan nya sebagai penahan kepala nya .
" Aku hubungi kakak Kanz ya " Gelengan kepala Ana menjadi jawaban, karena pria itu sendiri pasti masih mengikuti ujian sekalipun dia juga pasti sudah selesai .
" Kita ke UKS mau tidak ? " Tawar Hanum bergetar menandakan beta khawatir nya wanita itu para sahabat nya .
" Aku baik-baik saja " Cicitnya seperti berbicara pada diri sendiri tapi kedua sahabatnya masih mendengar gumaman kecil yang ke luar dari mulut Ana .
Tasya dan Hanum saling melempar pandang dan berbicara tanpa suara , hingga akhirnya Hanum memberanikan diri mengirim pesan pada kanz. Mereka tidak ingin terjadi papa dengan sahabat mereka,apa lagi masih hari pertama ujian masih ada hari-hari selanjutnya.
Disisi lain Kanz yang juga baru selesai ujian sedang berbincang dengan ketiga sahabat nya membahas soal-soal dan jawaban yang mereka isi tadi hingga akhirnya getar yang ada di saku celananya mengalihkan perhatian nya .
" Hanum " Kanz menaikan alisnya sebelah segera membuka pesan dari wanita itu .
" Kenapa ? " Tanya Faiz saat melihat wajah Kanz seketika berubah saat melihat ponsel nya .
" Aku harus ke ruangan Ana " Ujar Kanz panik sambil mengisi barangnya yang masih berserakan di atas meja .
" Kita ikut" Ujar ketiga nya bersamaan.
Saat ke empat nya ke luar dari ruangan bersamaan dengan Alena yang ingin ke ruangan Kanz .
" Kanz " Panggil Alena namun ke-empat remaja itu terus melanjutkan langkah besar nya tanpa mempedulikan wanita itu " Kenapa mereka seperti buru-buru " Alena menatap punggung Kanz yang semakin menjauh " Apa terjadi sesuatu pada wanita itu " Seketika bibir Alena tertarik ke atas berbentuk sebuah senyuman " Kalau benar aku akan berdoa semoga dia cepat mati " Lanjut nya ,niat awal ingin pergi ke ruangan Kanz akhirnya Alena kembali ke ruangan nya dengan senyum yang tidak pudar karena membayangkan terjadi hal buruk pada Ana .
...----------------...
Melihat kehadiran Kanz dan teman-teman nya Tasya dan Hanum langsung berdiri dari duduknya, syukur nya ruangan mereka sudah mulai sepi hanya tinggal mereka saja .
" Sayang " Kanz berjongkok di samping Ana untuk melihat wajah wanita itu " Mual lagi " Lanjut nya mengelus punggung Ana dengan perlahan .
" Kepala Ana pusing,berat " Cicitnya pelan.
" Kalau gitu kita langsung pulang ya " Ajak Kanz lembut,Ana hanya memberikan anggukan kecil.
" Tas lo biar aku yang bawah " Kanz langsung melepaskan tasnya lalu memberikan pada Fauzi .
" Ayo sayang " Ana mengakat kepalanya pelan " Hanum sama Tasya saja " Tolak Ana pelan .
" Kenapa ? " Tanya Kanz heran .
" Mungkin Ana kurang nyaman Kanz ,apa lagi ini di sekolah pasti masih ada anak-anak yang lainnya di luar sana "Usul Radit ,Kanz menghela napas berat lalu mundur beberapa langkah .
" Pelan-pelan Sha ,Num " wajah Kanz terlihat jelas bagaimana khawatir nya pria itu namun dia bersikap seolah baik-baik saja .
" Iya Kak " Jawab kedua nya .
" Tas kalian lepas saja biar kami yang bawah " Keduanya langsung melepaskan tas ransel mereka .
" Gila " Umpat Tasya polos .
" Lo makan apa Na ,berat banget " Lanjut nya meringis namun tetap membantu Ana berdiri.
" Tasya " Tegur Hanum,tapi ucapan wanita itu benar.
" Makan batu " Ana masih sempat-sempatnya menjawab ucapan Tasya .
" Bercanda Na, sensi amat lagi PMS Lo " Ujar Tasya ,kini mereka sudah berada di dekat pintu ruangan Ana .
" Kamu PMS sayang ? Kapan ? Kan tadi malam belum ada ? " Langkah Tasya dan Hanum langsung berhenti dan menatap ke arah Kanz begitu juga dengan ketiga sahabat nya .
" Abang " Ingin sekali Ana memukul kepala Kanz jika saja keadaan nya benar-benar baik .
"Mulutnya " Radit sampai menggelengkan kepalanya pelan " Syukur sudah sepi kalau tidak kamu bisa buat heboh satu sekolah Kanz " Lanjut nya ,namun Kanz menanggapi nya dengan menaikkan kedua bahunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Kanz dan Ana menjadi novel favorit kalian 😘 😘 😘
Like
Koment
vote
Jangan lupa hadiah bunga dan juga ⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐
"
jawaban nya hanya Author yg tau 🤣🤣
lanjut thor 🙏🙏💪💪
melahirkan tidak di dampingi suaminya rasanya sedih banget 😭😭