Serenity Martinez adalah seorang gadis cantik yatim piatu yang menjalani kerasnya kehidupan sejak kecil. Berasal dari keluarga miskin, berantakan dan berakhir tragis. Sempurna sekali kan. Mendiang ayahnya meninggal tertabrak truk ketika mencoba merampok truk tersebut. Sedangkan ibunya bunuh diri karena lelah dengan kehidupannya yang miskin dan menderita.
Ada sesuatu yang unik dari Seren yaitu dia memiliki mata heterochromia. Itu artinya dia memiliki 2 warna mata yang berbeda, tetapi dia memilih menutup kelebihannya itu dengan menggunakan softlens agar tidak mencolok.
Regan Riley Robert, seorang pria tampan dengan kehidupan yang sempurna tanpa cela. Dilahirkan di keluarga kaya raya dan bahagia. Menjalankan bisnis warisan sang ayah dan merupakan putra tunggal. Dan dikelilingi oleh wanita wanita cantik yang ingin menjadi pendampingnya.
Mereka dipertemukan oleh takdir dan dipisahkan pula oleh takdir..bagaimana kisah mereka? yuk Ikuti kisah mereka ya...
Semua novel otor minim konflik seperti biasanya...jangan suruh otor untuk bikin konflik berat ya..semua tergantung otor mau dibuat apa cerita dan endingnya..skip aja kalau ga suka ya gaees...
ig author @zarin.violetta
(sedang proses revisi puebi dll)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#26
Setelah makan pagi, Regan mengajak Seren berjalan jalan menaiki mobil sportnya. Agatha pun mengijinkannya karena ingin Seren bisa menikmati keindahan kota Paris.
"Kita akan kemana Regan?", tanya seren yang merasa sepertinya mereka pergi terlalu jauh dari mansion.
"Menculikmu", jawab Regan santai dengan satu tangan berada di setir dan tangan lainnya memegang tangan Seren dan menciumnya.
"Regan..aunty akan mencari kita", kata Seren.
"Mommy..panggil dia mommy Ser..aku sudah mengirim pesan pada mommy dan sekarang aku mematikan ponselku", Regan tersenyum nakal pada Seren.
Seren hanya menggeleng melihat kelakuan Regan.
Mereka memasuki sebuah gerbang yang cukup tinggi dan memasuki sebuah Villa yang mempunyai pekarangan sangat besar dan masih benar benar alami.
Villa terletak 200 meter dari gerbang utama. Seren sangat menikmati pemandangan yang masih sangat alami disekitar villa. Dan dia menyukainya.
"Apakah hanya kita berdua disini Regan?", tanya Seren.
"Hmm...mereka sudah mengisi semua bahan makanan di kulkas dan tempat penyimpanan makanan...kau tidak keberatan kan jika kita memasak sendiri? tidak ada pelayan disini", kata Regan.
"Aku sudah terbiasa hidup sendiri, Regan..aku tidak membutuhkan pelayan..oiya bagaimana dengan baju baju kita?kita tidak membawa apapun", kata Seren bingung.
"Mereka juga sudah menyiapkannya", kata Regan enteng.
Lalu Regan keluar dari mobil dan menggendong Seren masuk ke dalam villa.
"Sangat menenangkan", kata Seren.
Regan mendudukan Seren di sofa panjang di tengah tengah ruangan villa.
Regan tampak berjalan ke dapur dan mengambil jus dari kulkas.
"Minumlah", Regan memberikan segelas jus jeruk pada Seren lalu Seren meminumnya sedikit.
Regan duduk disamping Seren dan merangkul bahunya.
Seren sedikit gugup duduk terlalu dekat bersama Regan.
'Apakah dia akan melakukan hal itu sekarang?' , batin Seren.
"Kita tidak akan melalukannya sekarang..aku benar benar menuruti apa kata mommy", Regan seolah tahu apa yang dipikirkan Seren.
"Aku hanya ingin mengajakmu berlibur", Regan tersenyum dan mencium puncak kepala Seren.
"Berapa lama kita tinggal disini?", tanya Seren.
"Sampai aku bosan", jawab Regan asal.
Seren ingin mencoba menikmati hal ini. Setidaknya dia ingin hidup normal kali ini. Tidak ingin bersembunyi lagi dibalik masa lalu keluarganya yang kelam.
Tidak ada yang dilakukan mereka hari ini. Mereka hanya menonton film sepanjang hari karena Seren juga masih belum bisa menggunakan kakinya.
"Lukamu sudah kering..apa masih sakit?", Regan mengganti perban Seren di keesokan paginya.
"Hmm...kulitku terasa tertarik..hanya saja sudah tidak terlalu nyeri lagi", jawab Seren.
Setelah mengganti perban, Regan mendudukan Seren di kursi dapur. Dia dan Seren akan memasak makanan mudah yaitu spageti bolognaise dan daging panggang.
Mereka saling membantu di dapur dan akhirnya proses memasak pun selesai.
"Hmm enak..kau pintar memasak", kata Regan.
"Dulu aku pernah bekerja di restoran....aku sering melihat chef disana memasak dan terkadang dia meminta bantuanku", Seren menjelaskan.
Regan senang Seren menceritakan hal ini padanya. Itu artinya Seren sudah mulai terbuka padanya.
"Setelah ini kita akan berjalan jalan keluar..kau sudah bisa berdiri kan?".
Seren mengangguk.
Setelah kegiatan mencuci piring, merekapun Keluar villa untuk melihat lihat pemandangan di sekitar villa.
Regan masih menggendong Seren tetapi terkadang Seren ingin mencoba berjalan meskipun masih lambat.
"Udara disini sangat sejuk..", Seren menghirup dalam dalam oksigen yang ada di hutan pinus ini.
Lalu Regan memeluk Seren.
'Terasa hangat...tolong jangan ambil kebahagiaan ini dariku Tuhan...izinkan aku ingin menikmatinya sampai aku mati', batin Seren.
sumpah ceritanya bagus banget, smua judul udah aku baca berulang2.
& ini paling penting GK ada PelakorNya.
suka karena part-nya juga GX terlalu bnyak GX bertelele 🤗👍👍👍