NovelToon NovelToon
Terbuai Pelukan Dosa

Terbuai Pelukan Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: morieta

Tak kusangka takdir hidupku akan jadi serumit ini


Kisah percintaan seorang gadis cantik idola SMA Nusa Bangsa, bernama Ariana Kamilla dengan seorang cowok cool bernama Eza. menjadi awal mula dilema panjang cinta segi tiga dimasa yang akan datang

Pelecehan, penghianatan dan dendam membawa Ariana pada kehidupan kelam yang menyedihkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon morieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Kak Fikri 2

Pagi ini seperti pagi pagi biasanya, setelah bangun dari tidur Arin segera membersihkan diri dan bersiap untuk berangkat ke sekolah, sebelum keluar kamar terlebih dulu ia memebereskan tempat tidur dan peralatan yg akan di bawanya, setelah memastikan semua siap dan tidak ada yg tertinggal, bergegas Arin turun ke bawah untuk sarapan.

Begitu kakinya menginjak anak tangga yg terakhir tatapannya tertuju pada Ayah yg duduk di ruang tengah sambil sibuk mengotak atik ponselnya, kopi dan makanan kecil yg di siapkan bunda di atas meja sepertinyapun belum di sentuh. Entah kapan Ayah datang, padahal semalam saat Arin dan kakak kakaknya menghabiskan waktu hingga tengah malam untuk mengobrol dikamarnya, tidak ada tanda tanda Ayah pulang.

Pagi itu Kak Rio dan Kak Fikripun belum muncul. mungkin mereka bangun kesiangan, Arin menerka nerka. mengingat semalam setelah keluar dari kamar Arin mereka masih melanjutkan obrolan di ruang tengah

"Ayah sudah pulaang? kok semalem Arin nggak dengar Ayah pulang..?"

"Sudah hampir subuh nak" ayah menjawab tanpa menggeser pandangan dari layar ponselnya.

"Ayo sarapan sayang" panggil bunda yg sudah menyiapkan sepiring nasi goreng untuk Arin di atas meja

"kok kak Fikri dan kak Rio belum keliatan bunda..?

"kakakmu belum bangun, entah semalam mereka tidur jam berapa, sepertinya larut sekali

"Berapa hari Fikri ngambil cuti bun..? suara Ayah terdengar mengajukan pertanyaan pada bunda

"cuma 5 hari yah" jawab bunda sambil menyodorkan segelas susu pada Arin

*

*

"Rin...tungguin gueee. "Amel buru buru turun dari mobil yg mengantarnya, dan berlari ke arah Arin yg tengah berjalan masuk ke gerbang sekolah

"Rin jangan lupa lho..3 hari lagi ultahnya Sisi..." Amel yg sudah berjalan berdampingan dengan Arin memulai obrolannya

"ya ampuun...iya Mel, gue hampir aja kelupaan" Arin berdesis sambil mengurut keningnya, menyadari keteledoranya yg hampir saja melupakan ultah sahabatnya sendiri.

"lo dah beli kado Mel?

"gue udah siapin kado buat Sisi sekalian waktu gue liburan taun lalu, santai aja lg Riiin, taukan Sisi...diakan nggak suka di raya rayain pake kado gitu, palingan kayak taun taun kemaren, kita makan makan sambil barbequean gitu di rumahnya"

Arin mengangguk mengiyakan sambil mengingat ritual ultah Sisi yg selalu mereka rayakan bersama tiap tahunnya. meski dari keluarga yg berada, tapi Sisi bukan tipe cewek yg suka pesta pesta, ia lebih memilih berkumpul dan makan bersama sahabat dan keluarga di tiap tahun perayaan ultahnya.

*

*

Lapangan basket sore itu terlihat ramai, karena memang hari ini jadwal tim basket sekolah untuk latihan. sudah hampir 1 jam Arin menunggu Eza yg tengah berlatih bersama teamnya. rasa bosanya sedikit terbayar ketika sesekali Eza dari tengah lapangan melempar senyum dan melambai ke arah tribun penonton tempat Arin duduk menunggu.

"bosan ya sayang.."

"sedikit" Arin mendongakkan wajahnya, menatap wajah Eza yg tiba tiba sudah muncul di hadapannya.

Arin meraih sebotol air mineral dan menyodorkanya pada Eza.

"makasih sayang.." sambil tersenyum Eza meraih botol mineral itu dan meneguknya,

"kamu capek sayang..." Arin menyeka keringat yg deras menetes dari kening Eza dengan sebuah handuk keci, Eza membalasnya dengan belaian lembut pada pucuk rambut Arin

"makasih sayaaang... udah setia nungguin aku..rasanya tenagaku nggak akan ada habisnya kalau kamu selalu nungguin aku gini" Eza menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi, senyuman di wajahnya begitu lebar, menggambarkan kebahagianya melihat Arin yg dengan setia menunggunya selama latian.

Arin melingkarkan lenganya di perut Eza, di punggung kekar pria pujaan hatinya itu di sandarkan kepalanya dengan nyaman, merasakan setiap degupan jantungnya. hingga tanpa terasa pagar rumah Arin sudah terlihat dari kejauhan. Eza menghentikan motornya tepat di depan pagar, melepas helm yg di kenakan Arin dengan mesra

"i love you sayang"

"i love you too sayang" Arin membalas mesra ungkapan cinta Eza sambil mencubit ujung hidungnya yg mancung

Eza pun berlalu pergi di iringi langkah kaki Arin berjalan menuju ke dalam rumah

"Aasalamualaikum..."

tak ada yg membalas salam Arin dari dalam rumah, pandangan Arin menyapu ke seisi ruangan yg tampak sepi, hingga pandanganya tiba di ruang tengah, tampak Ayah tengah duduk di sofa, sedang Kak Fikri berdiri mematung di depan Ayah, wajah mereka tampak tak biasa, wajah Ayah tertunduk lesu sedang Kak Fikri menatap ayah dengan sorot mata yg tajam, Arin tak mendengar sepatah katapun dari bibir mereka. namun Arin yakin bahwa tengah terjadi perang dingin disini

"Ee..eehh...Arin sudah pulang?" suara Ayah tergagap mendapati Arin yg muncul dari arah ruang tamu

Kak Fikri tampak mengusap wajahnya kasar,

"kok sepi ...bunda kemana?"

"bunda nengokin Tante Ira deek...di antar Kak Rio" senyum kak Fikri terlihat di paksakan ketika menjawab pertanyaan Arin

Arin masih dengan teliti mengamati ekspresi wajah kedua pria kesayanganya itu, meski kak Fikri lebih memilih memalingkan wajahnya ke sudut lain. pertanyaan besar menggantung di benak Arin tentang apa yg sebenarnya terjadi

Malam ini semua berkumpul di rumah. bunda sengaja meminta untuk tidak ada yg meninggalkan rumah malam ini, termasuk Ayah, bunda memintanya untuk mengatur ulang jadwalnya. mengingat besok Kak Fikri sudah harus pulang ke Kota B, jadi bunda ingin semua berkumpul untuk makan malam bersama

Usai makan malam, seperti kebiasaan keluarga Arin dulu, semua berkumpul di ruang tengah untuk sekedar ngobrol menceritakan hal hal yg terjadi seharian atau sekedar bercanda dan tertawa, menceritakan hal hal lucu. tapi justru saat seperti itu yg paling Arin rindu dari keluarganya. saat itu keluarganya begitu hangat, namun tanpa sadar kebiasaan itu kini perlahan mulai berubah, semua sudah sangat sibuk dengan urusan masing masing, hingga rumah hanya menjadi tempat persinggahan sementara.

"besok kak Fikri pulang jam berapa" Kak Rio memulai obrolan setalah beberapa saat lalu suasana terasa hening

"pagi yo...jam 08.00 Kakak terbang"

"trus kapan kakak pulang lagi

"iiihhh...dasar manjaa..., belum juga kakak berangkat udah di tanya kapan pulang" kak Fikri mengacak acak ujung rambut Arin gemas, "makanya punya pacar, jadi nggak nempelin kakak terus"

"mana ada kak yg mau pacaran sama anak manja gitu"

"yee...kalau cowoknya model kak Rio, Arin juga ogah.." Arin menimpali ledekan kak Rio, membuat suasana makin ramai

"cari cowok jangan asal cakep deek...cari yg tanggung jawab, nomer satu harus setia, jangan cari yg tukang selingkuh"

meski hanya dalam candaan dan perbincangan santai namun kata kata kak Rio seolah bukan sekedar candaan belaka, bahkan Arin sempat membulatkan matanya heran mendengar kata kata kakaknya itu

"memang siapa yg ngizinin Arin buat pacaran" semua mendadak terdiam mendengar perkataan Ayah barusan

"sampai kapanpun Ayah nggak ngizinin anak gadis Ayah mengenal yg namanya pacaran"

"kenapa yah...Ayah takuuutt...kalau.."

"Fikriii....!!!, ini mutlak dan nggak ada tawar menawar", belum sempat kak Fikri menyelesaikan kalimatnya, Ayah memekik dengan nada tinggi. mata Ayah membulat

bunda yg sedari tadi hanya menjadi pendengar dan penikmat obrolan saja, terperanjat dengan nada tinggi Ayah.

suasana menegang beberapa saat, hingga ponsel Ayah berdering,

"entah siapa yg menelepon dijam begini" batin Arin, meski dalam hati Arin bersyukur karena telepon itu menyelamatkan mereka dari situasi yg tidak nyaman

1
Fitri Riyani
akhirnya benar tebakan ku, ariana akan kembali ke sendy
Endang Supriati
laki2 mulutnya manis, krn belom dapat. begutu udh dapat engga bakalan mau nikahin.apalagi msh kecill vegitu nikah 10 thn lagi.
udh bosan kali erza..si arin ukur 17 thn kaya umur 25 thn keliatan tua,,peyot,suram wajahnya tubuhnya langsung melar, pantatnya langsung turunnnn, buah dada nya langsung kendor kaya udh netein anak.
si arza nanti nikahnya sama yg msh perawan, yg msh suci,tertutup dan tdk liar lagj murahan.
jeong hyang
thooor kpn up nya dah lama nich aqoh pinisirin sm Sendy and Arin apakah mereka akan bersama lagi?? semangat buat kmu thooor ceritanya keren asli👍💪🌹
Heni R
lanjut......
jeong hyang
Kon up thooor
Lusye Noerdin
lanjuut
Ayu Lundong
visual'y g cocok , d luar imajinasi yg kt'y cantik bgt si Arin'y .
Ayu Lundong
kebanyakan tokoh td bingung , 😄
Ema Ajja
daftar kuliah
Yunia Abdullah
zinah ITU smanis madu karna nafsu yg d butakan dngn alasan cinta yg bkin merusak Dan mnyesal.
Yunia Abdullah
jenuh bca y
Yunia Abdullah
tak ADA gading yg tak retak s arin terlalu egois ksalahan orang lain d cerminin ksalahan sendri d ttupin
Yunia Abdullah
masa s arin GA BSA mngontrol emosi y dia kan ahli d bdang pdikolog
Yunia Abdullah
mungkin d daftarin kuliah
Yunia Abdullah
dramatisir bnget s arin
Yunia Abdullah
s arin jg kya jalang sih sikap y
Billy Wonk
thor kok gk up lg?? udah lamaaa bgdddddd.... lanjut gk nih cerita nya?
Endah Hardyansyah
thooor
Lusye Noerdin
up Thor...duh tanggung DECH..🤣🤣🤣
44342
lanjut thor persatukan sendy dan arin ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!