robi lihat jodohku calon masa depan gw. menunjuk ke arah cowo berseragam SMA
yang mana ege di sana banyak orang. Lo masih bocil aja udah jodoh jodoh segala. robi menoyor kepala puri.
puri tertawa di atas sepedah miliknya.
ayo balik bentar lagi mau ujan udah gelap. ajak Robi.
jangan tinggalin gw rob rob. ucap puri namun sebelum dia mengayuh sepedanya dia menoleh kembali ke arah anak cowo yang berseragam SMA itu.
kan katanya ucapan adalah doa maka dari itu gw mau ucapin itu biar nanti jodoh gw kaya dia kalau bisa dia aja tuhan.ucapnya dalam hati puri.
pagi hari yang cerah menyilaukan setiap mata yang melihatnya begitu pun dengan mata puri yang begitu terpesona dengan ke wajah rupawan sang anak laki laki yang dia sebut jodohku.
tutup mulut Lo laler masuk.robi menutup mulut puri dengan tangannya
sialan Lo mana ada laler di sini. lagian bibir gw nga terbuka juga. puri memukul lengan Robi
lagian Lo dari tadi liatin Mulu tuh cowo kenapa. tanya Robi
cowo itu yang gw maksud. ucap puri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyzi4, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
" dia bukan pacar gw, kalau kamu jadi pacar gw gimana." tanya Al
puri menepuk pipinya saat kata kata itu keluar dari mulut Al. Saat Al menanti jawaban apa yang akan keluar dari mulut puri.
Robi datang dengan segelas air dingin di tempelkan ke pipi puri. " seru banget kayanya."
puri menoleh dan memukul lengan Robi. ' dingin tahu."
" hai kak." sapa Robi
Al kembali memasang wajah datarnya saat Robi duduk samping puri.
banyak melirik ke arah mereka bahkan banyak pula yang bergosip tentang mereka.
Puri yang sadar akan posisi dirinya berada di antara dua cowo. Membuat langsung berdiri.
Robi dan Al pun memegang kedua tangan puri untuk kembali duduk. " mau kemana." ucap keduanya
puri menoleh ke kiri dan ke kanan. Sebelum berbicara puri tersenyum. " toilet."
" gw anter...." ucap keduanya lagi
" oooo..... Tidak.... Jangan kalian di sini aja, lagian masa ke toilet harus di anter, emang gw anak TK." ucap puri melepas tangan keduanya
setelah lepas puri melambaikan tangannya. " bye... Bye..."
puri berlari dari sana dan bersembunyi di balik tembok. Saat dirinya menoleh kiri dan kanan tadi banyak mata yang melotot bahkan banyak juga yang menatap sinis padanya.
" amannnnn.... Jatung gw masih nga aman sama perkataan kak Al." gumam puri memegang dadanya.
" jangan coba coba dekatin puri.... Gara gara Lo deketin puri, membuat puri celaka." ucap Robi
" maksud Lo apa? Kapan gw buat puri celaka." tanya Al
" tanya sama cewe Lo yang sudah kaya muka tembok itu.. jauhi puri." ucap Robi pergi dari sana
Al memukul meja untuk melampiaskan amarahnya. " Leni awas kau macam macam sama puri gw buka semua kelakuan Lo."
Al pergi dari sana menuju ke dalam kelasnya, menghampiri teman temanya.
Sedangkan puri yang sedang bersembunyi kini mengintip ke arah kantin lagi untuk melihat apakah Robi dan Al masih di sana.
mata puri sibuk mencari Al dan Robi dari belakang tubuh puri. Leni menjambak rambut puri hingga mendongak melihat ke atas.
Leni menarik puri dengan menyeretnya ke arah belakang. Puri yang yang di jambak pun merasa sakit.
Puri pun mengikuti tak berontak sedikit pun. walau kulit kepalanya hampir lepas di buat oleh Leni.
setelah sampai di belakang sekolah dimana geng dari Boby duduk melingkar di sana.
Puri di dorong oleh Leni hampir terjatuh di hadapan geng Boby. puri merapihkan rambutnya terlebih dahulu dan bersikap santai.
Leni berdiri di hadapannya bertolak pinggang. " cewe kaya gini enaknya di apain guys." tanya pada teman teman Boby
" di gilir...."
" di nikmati..."
" di obok obok..."
" Poto syuttt... bikinkan."
" ide Lo semua bagus juga." jawab Leni
semua menatap ke arah puri dengan wajah minat yang menggebu gebu.
" sebelum Lo buat dia seperti yang Lo sebut tadi, kita buat dia tahu apa itu rebut pacar orang." ucap Leni
suara bell sudah berbunyi suasana sekolah sudah sepi semua murid sudah kembali ke kelasnya masing masing.
Robi yang di dalam kelas merasa aneh kenapa puri tidak ada di kelas.
" Neni... Suttt cuy, mana puri." tanya Robi berbisik
" mana gw tahu, gw ikut kabur tadi pas temen temennya kak Al pergi." jawab Neni sama dengan berbisik.
" sial pasti ada yang terjadi pada gw ke sana." gumam Robi dalam hatinya
sebelum ijin keluar Robi mengirim pesan pada teman temanya terlebih dahulu. " kita cari puri, firasat gw kalau puri terjadi sesuatu. Kita cari di belakang sekolah."
setelah terkirim dan di balas oke oleh teman temanya. Kini Robi melancarkan aksinya untuk meminta ijin keluar.
' pak maaf, ijin ke toilet."
" baru saja selesai istirahat masa udah ijin ke toilet aja."
" udah nga tahan pak kebelet, nanti kalau saya keluar di sini gimana."
" udah buruan sana jangan buat bau satu kelas." jawab sang guru
Robi pun keluar dengan berlari, namun Robi berlari menuju belakang sekolah biasanya hanya itu tempat anak anak bolos atau anak rese berkumpul.
Saat di belokan antara kantin dan kelas di belakang kanting ada gudang yang tak terpakai. Robi, Dio, Andi dan Bayu berjalan perlahan ke arah sana.
Mereka sedikit mengintip ke arah itu dan benar saja di sana terdengar suara orang yang tengah berbicara.
Saat itu puri yang terus melawan sudah ke habisan tenaga sehingga dengan mudah Leni menampar dan membuat luka di wajah dan lengan puri.
kini Leni akan menarik seragam puri sebelum itu Leni ingin merekamnya. Robi dan yang lain pun segera berlari dan menendang tubuh orang yang memegang kedua tangan puri.
Hingga orang itu terjatuh dan Leni pun sama di tendang oleh Bayu hingga ponselnya terlempar.
Puri yang sudah lemas pun hilang ke sadaraanya dia terjatuh tak sadarkan diri.
Sedang mereka berempat kini tengah baku hantam dengan geng Boby, tidak begitu sulit bagi mereka mengalahkan pasukan Boby karena dari geng Boby hanya berani keroyokan mereka tidak bisa bela diri.
geng Boby pun pergi satu persatu, Leni yang merasa sakit di bagian perut pun meronta meminta pertolongan.
Sebelum Robi pergi dia menginjak tangan Leni dan berjongkok. " sekali lagi Lo buat puri celaka, maka hidup Lo nga akan aman. Ingat itu."
. Bayu, Andi dan Dio membawa puri ke UKS untuk di obati. Sampai di UKS sang perawat pun terkejut melihat wajah puri yang bercucuran darah dan kedua tangannya pun sama.
" apa yang telah terjadi." tanya sang perawat.
" obati dulu, Bu.... Periksa masih hidup apa tidak." ucap Andi
" cepat temen kita lemes nga gerak gerak." ucap Dio
perawat pun segera mengambil peralatan yang ada di sana dan meminta mereka untuk keluar terlebih dahulu.
Setelah membersihkan luka di wajah dan tangan. Perawat membuka baju puri untuk melihat apa masih ada luka lain di tubuhnya.
Dan benar saja perut dan bagian pungung pun penuh dengan lebam. Sebelum mengobatinya sang perawat mengirim pesan gambar puri pada sang guru BK.
guru BK yang mendapat kiriman gambar puri pun bergegas menuju ruangan UKS.
" sedang apa kalian di sini kenapa tidak masuk kelas kalian." tanya
" teman kita di dalam Bu." ucap Robi
" teman kalian. Sekarang kalian masuk terlebih dahulu ke kelas kalian masing masing setelah jam pulang kalian kumpul di ruangan saya." ucap sang guru BK
" baik Bu." ucap semua berjalan gontai menuju kelas nya masing masing.
Guru BK dan perawat berdiskusi dan akan melaporkan tindakan pembulian di sekolah ini pada kepala sekolah. Karena ini sudah tindakan kriminal.
Sudah ada korban yang sang memprihatinkan, bila tidak ada tindakan dari sekolah maka para pelaku akan terus melakukan tindakan kejahatannya pada teman temannya yang lemah.
Puri pun di pindahkan ke RS terdekat oleh pihak sekolah. Dan memberitahukan keadaan anaknya pada keluarganya.
Bell pulang sekolah pun terdengar namun ada suara pemberitahuan dari guru BK untuk semua murid berkumpul di lapangan sekolah.
semua murid bertanya tanya ada apa dan apa yang telah terjadi di sekolah hingga mereka harus berkumpul di lapangan.
Setelah semua berkumpul. salah satu guru akan menyampaikan apa yang di perintahkan oleh kepala sekolah.
" baik anak anak murid bapak yang bapak cintai. Pasti kalian bertanya tanya kan apa yang ingin bapak sampaikan."
semua kompak menjawab " iya...."
" bapak di sini, akan menyuarakan orang orang yang lemah atau bahasa gaul kalian, yang di bully. Bapak minta siapa saja yang merasa dirinya di bully kalian bicara sama kami. Pasti kami bantu membuat si pelaku untuk jera. Jangan sampai ada lagi korban bully yang masuk rumah sakit samapi terluka parah. Bapak himbau untuk semua nya, stoopppp pembullyan. Itu tidak baik untuk mental kalian dan jiwa kalian."
" bapak prihatin melihat korban bully hingga terluka sampai parah. Coba kalian bayangkan bagaimana dengan keluarganya dan bagaimana bila itu keluarga kalian yang terkena." ucap lagi sang guru.
" ayo semua murid bapak, bila kalian melihat teman atau murid yang di bully tolong bantu jangan diam atau abai. bila mereka menyerang kalian minta tolong lah pada kami sebagai guru kalian di sekolah."
" mari kita berdoa untuk teman kita yang sedang terkena musibah ini. Semoga pelaku juga segera bertaubat dari perbuatan perbuatan yang sudah melanggar hukum."
" sekian dari bapak, bapak ingat kan sekali lagi. Agar kalian untuk kompak melawan pembullyan di sekolah atau pun di lingkungan rumah kalian. Sekian bapak ucapkan terima kasih."
semua murid pun kini bertanya tanya siapa yang sudah menjadi korban bully di sekolah ini. Mereka masih bertanya tanya.
Al yang mencari puri pun tidak melihat sama sekali bahkan teman temanya pun tidak terlihat.
" apa iya mereka pulang lebih dulu." gumam Al
" Lo kenapa Al." tanya dera
" Lo tahu yang di bicarakan pak Hendra." tanya Ali dan Bimo
Al hanya menggelengkan kepalanya karena dia tidak pokus pada apa yang di sampaikan oleh guru tadi.
Al masih bertanya tanya kemana perginya puri dan teman temannya. Mereka tidak mungkin pulang karena gerbang sekolah masih di tutup walau tidak di gembok.