BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 Days Of Chasing Love
Plak
Belum juga Bianca mengucapkan salam masuk mansion wajah nya sudah terkena tamparan pedas dari pria paruh baya
"papi !!"teriak Becca mendorong Bram menjauh dari Bianca
"pi"Lirih Bianca memegangi pipinya menatap wajah Bram dengan airmata yang sudah di pelupuk matanya tinggal tunggu Bianca berkedip saja
"Kamu apa kan adek mu sampai tangan nya luka kayak gitu ha!!" bentak Bram.
"Aku nggak ngapa-ngapain dia, Pi," ujar Bianca dengan nada defensif.
"Pi, sudah, aku nggak mau kamu bentak putri kita, sayang Hay anak mami," ujar Becca lembut, membalik badan Bianca menghadap dengan dirinya.
"Kamu lihat Ambar anak itu terluka gara-gara Bianca, kamu masih membela dia?!" teriak Bram.
"Pi, dia cuman luka di tangan, Pi, dan itu bukan aku yang buat," ujar Bianca.
"Cuman luka itu kamu bilang cuman, kalau infeksi gimana ha?!" bentak Bram.
"Jadi aku, aku juga terluka, Pi. Di sini luka aku, di sini. Jika aku mati, gimana Pi ha? Papi sama mami selama ini di mana ha? Selalu tinggalin Eca sendirian. Apakah kalian tahu Eca butuh kalian, sangat butuh? Tapi apa? Selama kalian kerja di luar negeri, Eca kira kalian akan pulang dengan penuh kasih sayang untuk Eca, sayang nya. Harapan itu runtuh saat papi dan mami bawa anak itu, anak yang rusak kebahagiaan aku, Pi," teriak Bianca sambil menunjuk-nunjuk hati nya dan terakhir menunjukkan Ambar yang menundukkan kepalanya.
"diam kamu, pandai sekali kamu berbicara seperti itu seperti papi dan mami bersalah di sini"ujar Bram hendak menampar pipi Bianca lagi tapi di hadang oleh Becca
"mas, udah mas udah kita yang salah di sini kita yang salah ngak mungkin Eca kayak gini kalo bukan karena kita!!"teriak Becca menggema tak tahan lagi melihat putri nya di kasari
"Pi,apa papi ingat dengan janji papi dulu?"tanya Bianca sambil menundukkan kepalanya "kata yang papi ucap 'jika suatu saat nanti papi berbuat kasar pada princess kecil papi ini sengaja mau pun tak sengaja, princess bisa pergi tinggalin papi dan papi rela ngak bertemu dengan Eca untuk menghapus kesalahan papi sayang' "Bianca mengulang kembali perkataan yang telah di lontarkan Bram padanya dulu
Bram pria paruh baya itu langsung menggelengkan kepalanya cepat, tangan nya langsung gemetaran menatap wajah Bianca
"maaf papi nak,papi mohon jangan pergi"ujar Bram
"sayang Hay, janji itu kamu sama papi yang buat loh bukan sama mami jadi mami ngak izinkan kamu pergi nak"ujar Becca berbalik menatap wajah Bianca
"mami juga Uda pernah janji katanya gak akan ada anak yang paling mami sayangi di dunia ini kecuali Bianca,tapi yang mami kata kan cuman omongan palsu "ujar Bianca menarik tangan nya dari genggaman Becca
"kakak,aku mohon jangan kayak gini biar aku yang pergi dari sini saja"ujar Ambar
"nak,kamu belum betul betul pulih"ujar Bram menatap Ambar
"tak_
Belum selesai berbicara Ambar langsung terjatuh tak sadarkan diri, Bram dan Becca langsung panik berlari menghampiri Ambar
"SIAPKAN MOBIL KITA KE RUMAH SAKIT SEKARANG!!"teriak Bram berlari mengangkat tubuh Ambar melewati Bianca
"sayang tetaplah di mansion,mami akan segera kembali"ujar Becca mengajar Bram
Bianca Hanya menatap lurus ke depan, kemudian tersenyum lebar menghapus airmata nya
"janji tetap lah janji"ujar Bianca
"non,nona baik baik saja kan?"tanya pelayan mansion menghampiri Bianca
"tidak bi, Bianca gak baik baik aja"ujar Bianca
Semua pelayanan mansion itu memeluk nya karena sudah menganggap Bianca sebagai anak, saudari dan teman
"makasih udah selalu ada buat Bianca, Eca pamit"ujar Bianca
"nona jangan pergi!!"tarik bi Yani memeluk Bianca
"bi,bibi udah Eca anggap sebagai ibu Eca sendiri jadi izinkan anak mu ini pergi bebas dari keluarga yang toksik ini bi"ujar Bianca lembut membalas pelukan bi Yani
"bibi selalu izin non Eca tapi tidak untuk non pergi ninggalin bibi nak"ujar bi Yani
"untuk kali ini,bi "ujar Bianca,bi Yani menatap wajah Bianca tersenyum kemudian mengangguk dari pada membiarkan nona nya menderita lebih baik Bianca pergi dari mansion saja toh pasti nanti bisa ketemu lagi kan