NovelToon NovelToon
Polisi Surga Untuk Putri Mahkota

Polisi Surga Untuk Putri Mahkota

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: hapsah anwar

Azea Ruanna Atmajaya,gadis cantik berhijab yang multi talent,seorang artis dan pengusaha sukses dari keluarga Konglomerat dijodohkan dengan Rangga Dirgantara,Polisi tampan dari keluarga sederhana tapi Azea sudah lama menjalin cinta dengan Andrey Athala yang juga seorang artis papan atas.

Rangga memang berasal dari keluarga yang sederhana,tapi bukan berarti kalau dia juga ingin di jodohkan dengan wanita kaya yang manja seperti itu.Dia seorang bapak Komandan yang tegas dan dingin,sangat sulit baginya untuk menerima perjodohan ini.

siapakah yang akan menjadi pasangan halal Azea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hapsah anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Rangga yang masih duduk di ruangannya dengan perasaan kesalnya,yang entah apa yang membuatnya kesal seperti itu.Apa karena tidak suka kalau Azea di goda lelaki lain?entahlah.Dia mengambil handphone di mejanya dan segera menghubungi Azea.Berkali kali dia menghubungi Azea tapi nomornya tidak aktif,mungkin karena dia masih live di acata TV.Akhirnya Rangga menghubungi Boby yang berada di belakang panggung.

"Oh my god...mas Rangga" teriak Boby melihat ada panggilan Rangga yang masuk.

"Ayo cepat angkat" ucap Diana

"Assalamualaikum mas Rangga"

"Waalaikumsalam" jawab Rangga dari balik telfon.

"eemmm..ada yang bisa aku bantu mas?" Tanya Boby

"oiya Bob..jam berapa kalian pulang?"

"oww itt..itu..biasanya sekitar jam satu mas" Boby takut mendengar suara tegas Rangga

"ha'...kalian pulang selarut itu?" suara Rangga makin tegas

"ii..ii..iya mas" melirik Diana disampingnya dengan wajah yang sangat takut

"hei..ada apa?" bisik Diana penasaran melihat wajah Boby tiba tiba berubah eneh.

"ya sudah beri tahu bos kalian kalau aku yang akan menjemputnya"perintah Rangga

"ii..ii..iya mas nanti aku kasih tahu"

telfon terputus setelah Rangga mengucap salam.

"yah ampun Yan-Yan...Rasanya jantungku ingin copot"

"kenapa sih" Diana sangat heran melihat raut wajah Boby.

"Tahu nggak...Pulang nanti kita akan di jemput mas Rangga"

"ha'...." Diana sangat kaget

"dan kamu tahu,dari nada bicaranya seperti orang kesal gitu"

"masa sih..tapi kenapa mas Rangga kesal?" Diana ikut bingung.

Terdengar suara para host yang sedang menghentikan sementara acara karena jeda iklan.Kedua asisten ini segera keluar membantu nona bosnya berjalan ke ruangannya di belakang panggung karena gaunnya yang begitu panjang menjuntai ke lantai membuatnya susah untuk melangkahkan kakinya dengan cepat.

"Nona bos...ada yang ingin kami beri tahu"Boby yang sudah duduk dalam ruangan khusus di dekat Azea.

"Apa sih...tumben minta izin hanya untuk ngomong doang" Azea bingung.

"Jadi gini..." menatap ke Diana

"Apa sih kalian ini..?" Azea makin bingung dengan ucapan asistennya seperti orang bingung.

"jadi malam ini kita pulangnya dijemput mas Rangga" Diana meneruskan ucapan Boby

"ha'..mas Rangga"dengan refleks membesarkan nada suaranya mendengar ucapan asistennya.

"husttt...jangan keras keras,nanti orang orang pada dengar" Diana menenangkan Azea yang masih terkejut itu.

"tapi kenapa lelaki itu ingin menjemput kita" Tanya Azea dengan nada rendah

kedua asistennya hanya mengangkat bahu pertanda mereka juga tidak tahu.

"oh Tuhan...Aku sungguh tidak mengerti dengan lelaki itu" Azea menyandarkan kepalanya ke sofa tempatnya duduk.

***

"ahh...bodoh.Kenapa aku harus menjemputnya,ada apa denganku" mondar mandir didalam ruangannya,kesal dengan dirinya sendiri.

seorang polisi berjalan hendak masuk ke ruangan Rangga membawa nampan berisi makanan.

"eh..apa itu?" tegur Adit yang pangkatnya masih di atas polisi yang memegang makanan ini.

"ini makan malam buat pak Rangga komandan"

"oh sini,biar aku yang membawa ke ruangannya" mengambil nampan makanan tersebut dan menuju ruangan Rangga.

"permisi Komandan" Adit masuk membawa makanan.

Rangga yang masih mondar mandir segera duduk di sofa ruangannya karena tidak ingin kalau Adit melihat tingkah bodohnya itu.

"eh..kenapa kamu yang membawa itu,perasaan bukan kamu yang aku suruh"

"anggap saja aku sangat peduli kepadamu komandan" Adit menyimpan nampan makanan ke meja depan Rangga

"sudah ratusan kali kau menyatakan itu" Rangga mengambil makanan di hadapannya itu.

"oiya..kamu peduli kan sama aku?" tanyanya sambil menyendok makanan ke mulutnya

"iya dong komandan.Selain kamu komandanku,kamu kan juga sahabat terbaikku" Adit duduk disamping Rangga

"ok.Kalau begitu jam satu dini hari nanti kamu jemput nona artis yang kamu idolakan itu,antar dia pulang..!"perintahnya sambil memakan makanannya.

"ha'..ak..aku"Adit menunjuk dirinya dengan wajah yang penuh tanya.Rangga hanya menganggukkan kepalanya.

"jangan bercanda bro..mana mungkin aku yang menjemputnya,kan kamu calon suaminya" Adit tertawa kecil.

"ini perintah..!" tegas Rangga

"ta..tapi..aku kan bukan siapa siapanya dia" terus menolak perintah Rangga.

"gini deh bro.Misalkan aku kesana menjemput dia,belum tentu juga dia akan ikut denganku.Pertama dia tidak kenal denganku,yang kedua dia itu seorang artis dengan pengawalan ketat,yah nggak mungkinlah aku bisa mengajaknya walau aku seorang polisi sekalipun."

Rangga diam sejenak dengan piring dan sendok di tangannya.

"betul juga yang dikatakan Adit"gumamnya.

"ok ok.Aku yang akan menjemputnya" tegas Rangga kembali.

"kenapa juga aku harus mengatakan itu pada asistennya tadi" sambungnya dengan suara kecil tapi di dengar oleh Adit.

"hahaha...oh aku sudah paham.Ternyata kecurigaanku tadi betul kalau komandanku ini sedang dalam kecemburuan jadi dia ingin menjemput calon istrinya itu"Adit tertawa keras melihat kelucuan komandannya.

Rangga memasukkan makanan ke mulut Adit yang tertawa lepas,Rangga sungguh malu dengan sikapnya sendiri.

***

jam 01.00 dini hari.

Studio tempat acara berlangsung mulai sunyi karena acara sudah selesai.Rangga sudah memberi tahu Boby kalau dia sudah berada di halaman parkir.Terlihat Azea dan rombongannya berjalan keluar dengan pengawalan bodyguard.Seperti biasa para wartawan sudah menunggu di depan studio.

mereka sudah melihat mobil Rangga,tapi Azea masih tertahan dengan pertanyaan para wartawan di depan pintu Studio.

Rangga melihat dari dalam mobilnya merasa kasihan dengan Azea walau sudah dengan pengawalan tapi sepertinya dia susah untuk keluar dari sana.Entah apa yang menggerakkan dirinya,tiba tiba turun dari mobil dan berjalan menerobos wartawan,segera menggenggam tangan Azea..bahkan dia adalah lelaki yang pantang menyentuh wanita tapi refleks dia menarik Azea dari sana.

Deg.

Semua orang kaget melihat pemandangan ini,walau para wartawan tidak dapat mewawancarai mereka tapi ini akan menjadi berita paling gempar dari berita sebelumnya.

Azea berjalan dengan cepat dalam genggaman Rangga dengan kedua asisten yang memegangi gaunnya dari belakang.Mereka naik ke mobil yang di ikuti dua mobil Azea dari belakang dan dua kendaraan moge para bodyguard di depannya.

"jadi seperti ini pekerjaan seorang artis,pulang sampai selarut ini?" tegas Rangga dari balik kemudi

"maksud mas..?" Azea bingung dengan sikap Rangga

Boby dan Diana hanya terdiam di kursi belakang.

"kamu itu seorang wanita,kenapa pulang di jam segini?" Rangga masih terus mengoceh tidak jelas

"ada apa dengan lelaki ini" gumamnya tanpa melirik Rangga.

"gini yah mas,aku kerja dengan banyak orang yang ikut dengan aku,ada asisten aku,para team,supir dan bodyguard..lalu masalahnya?" Azea perotes dengan sikap Rangga

"ternyata kamu lebih galak dari papa"gumamnya bingung melihat sikap Rangga.

"aku juga sudah janji pada papa.Setelah acara ini,aku tidak akan menerima job lagi yang schedulenya sampai selarut ini" Azea diam dalam kesal.

"ada apa dengan diriku ini,kenapa aku bersikap bodoh seperti ini.memalukan" gumamnya yang melihat Azea terdiam dengan wajah kesal.

"maafkan aku.Aku hanya khawatir" Rangga tidak tahu harus berkata apa lagi.

"kamu tidak ada bedanya dengan papa,pasti papa kan yang menyuruh mas Rangga menjemputku?" Azea hanya menduga duga.

"Tidak usah bawa bawa papamu.Sudahlah tidak usah membahas itu"

"syukurlah dia tidak curiga dengan sikap bodohku ini"

"besok jam 6 pagi bersiap siaplah,aku akan menjemputmu.Hanya kamu sendiri"tegas Rangga lagi

"ha'...mau kemana kita di pagi pagi buta seperti itu?dan kenapa hanya aku?aku tidak pernah pergi tanpa Boby dan Diana.

"Kita akan sidang,hanya kamu dan aku" tegas Rangga kembali.

"ahh..aku fikir sidang itu sudah tidak ada" gumamnya takut mendengar kata sidang itu lagi.

mereka kembali terdiam hingga sampai ke rumah mewah Azea.

____ ______ __________

**maaf yah para readers kesayangan.Jam updatenya tidak teratur,yang penting diusahakan update tiap hari.

terima kasih yang selalu memberikan votenya.jangan lupa juga yah like dan komentnya.Atau kalau ada koin,bolehlah di sumbang.hehe

sayang kalian**.

1
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
halo Thor sebenarnya aku dah lama tamatin cerita ini tpi entah knp tiba2 kangen aja sm kisahnya 😄
Sita Aryanti
AQ dah baca ini cerita dulu..TPI ni AQ baca lgi
MISS Q
tolong bikin kisah anaknya azea dong Thor.
Ira Suryadi
Luar Biasa
Gaulisia
baca yang kedua kalinya 😍🤗
Esti
luar biasa😍
Wiwin Ah-al
❤️
Wiwin Ah-al
Thor, bikin aku senyum2 sendiri baca ini
Wiwin Ah-al
aduh aduh
Wiwin Ah-al
ceritanya bagus, dan bahasanya mudah dipahami
Siti
sama sy juga baca senyum senyum terus
risty
Luar biasa
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Abi Jal
Kecewa
Yaya
sweet
AldaSunset
yey
adiah diah
Aku mampir thor, udah terlambat bnget padahal 😊
Qaisaa Nazarudin
Tega banget Arumi 🥲🥲
Qaisaa Nazarudin
Astaga Diana suka Denis?Bukannya Denis sudah tunangan iya dgn arumi??!🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
cie cie Rania,Ehemm..🤭🤭😜😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!