Seorang gadis di usir keluarganya dari rumah. Oleh karena kesalahpahaman, atau memang takdir, atau mungkin juga memang oleh karena ulah dirinya sendiri?
Terpontang-panting ia sendirian di dunia luar, sambil menunggu jawaban dan keajaiban untuk datang. Sekarang ia juga tidak tau, siapakah yang dapat diandalkan nya lagi...
Dunia seakan mempermainkan dan membuangnya, melemparnya ke dunia yang tidak diketahui asal usulnya.
Setelah banyaknya perjuangan dan pertanyaan, ia pun akhirnya menjadi tau, apa status dia dan keluarga yang sebenarnya..
Dan di dunia itu, ia sepertinya di takdirkan untuk bertemu dengan seorang pria dingin yang memiliki sisi kelam dalam kisah percintaannya. Itu semua oleh karena kekecewaan nya pada sang mantan kekasih, yang membuat koyak besar pada hatinya.
Tapi tanpa di sadari kedua orang itu mulai menabur bibit-bibit cinta yang perlahan tumbuh dan berbuah diantara keterikatan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karlina Lia67, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 24. Mengunjungi Lina
...****************...
*kelas selesai
Kelas telah selesai, semua murid pulang ke rumah mereka masing-masing begitu juga KIMASEF. Alin sangat senang ketika Gion mengatakan kalau dia boleh ke tempat mana pun yang ia suka. Ia langsung meninggalkan anggota KIMASEF yang lain ketika bel academy berbunyi.
Saat semua anggota KIMASEF berkumpul untuk bersiap pulang, Lukas menyadari kalau Alin sudah tidak ada di academy.
"Dimana Alin" tanya Lukas pada yang lainnya.
"Ya mungkin saja dia menemui tikus kampung itu lagi" sahut Sarah pada Lukas dengan ketus.
Tapi Lukas tidak menghiraukan Sarah sedikit pun, ia lalu menggunakan mantra teleportasi untuk pergi ke istana. Dengan cepat semuanya pun mengikuti Lukas pulang menggunakan mantra teleportasi juga.
...****************...
*Istana Dunia sihir putih
Setelah sampai Lukas langsung masuk ke dalam kamarnya sendiri bukannya ke kamar Alin untuk mengecek keadaan nya. Gion dan Reyhan langsung masuk ke dalam kamar Lukas, berniat untuk mengerjakan tugas bersama nya.
"kenapa? kalau tidak ada urusan penting jangan masuk!" tegas Lukas dengan nada yang dingin.
"Apa kamu tidak mau mengerjakan tugas bersama kami?" tanya Gion
"tidak" jawabnya singkat. Ia lalu duduk dan membaca bukunya tanpa menghiraukan Reyhan dan Gion.
"Ayolah Lukas, kalau di kerjakan bersama-sama pasti menyenangkan. Yakan Gion?" bujuk Reyhan. Gion pun hanya mengangguk-angguk.
"terserah" jawab nya singkat.
"bagus mari mulai" ajak Reyhan.
Mereka pun mengerjakan tugas dari academy bersama-sama.
...****************...
*Di sisi lain, kamar Alin.
Alin bergegas mengganti bajunya dan bersiap untuk pergi ke rumah Lina. Saat Alin selesai bersiap-siap, ia keluar kamar dan langsung di tanyai oleh kedua penjaganya.
"Putri Jiu ingin kemana?" tanya salah satu penjaga dengan sopan sambil menundukkan kepalanya.
"Aku ingin pergi ke rumah teman ku" sahut Alin.
"Biarkan kami ikut dengan putri"
"tidak usah, aku bisa menjaga diriku sendiri" tolak Alin.
"Kami tidak bisa meninggalkan putri Jiu sendirian, apalagi putri Jiu baru beberapa bulan di dunia sihir." Sahut penjaga yang satunya.
"benar putri, di luar sana sangat berbahaya untuk putri Jiu" tambah penjaga yang satunya lagi.
Tiba-tiba Lukas, Gion, dan Reyhan keluar dari kamar karena mendengar keributan di depan kamarnya.
"ada apa ini?" tanya Gion.
"Jadi begini pangeran, putri Jiu ingin pergi ke rumah temannya sendirian kami kuatir akan ada bahaya yang mengancam putri" sahut penjaga
"tapi aku bisa menjaga diriku sendiri" ucap Alin dengan kepala tertunduk.
"tidak boleh" bantah Lukas dingin.
"biarkan saja, Lukas. Lagi pula aku dengar temannya Alin itu cukup hebat, pasti dia bisa menjaga Alin." bela Reyhan.
"Ayah menyuruhku untuk mengambil misi
Regental khusus untuk menjaga orang ini. Jadi aku berhak untuk melarangnya." ucap Lukas berisikeras melarang Alin pergi.
"Ayolah Lukas, percaya saja padanya. Apa kau tidak kasihan padanya selalu tertekan di istana terus" bujuk Gion lagi.
Lukas kemudian melihat Alin. Alin tertunduk dengan tangan yang di letakan ke belakang tubuhnya dengan raut wajah yang sedikit sedih. Karena merasa Kasihan dan karena telah di bujuk oleh Gion dan Reyhan, Lukas pun mengizinkan nya.
"terserah, tapi aku tidak akan bertanggung jawab bila sesuatu terjadi padanya". ucap Lukas ketus seraya berjalan kembali ke kamarnya.
"pergilah, ingatlah berhati-hati di luar sana sangat berbahaya dan jangan pergi jauh dari teman mu" ucap Gion memperingati Alin.
"Baiklah, terima kasih Gion, terimakasih Reyhan untuk bantuannya" ucap Alin kembali bersemangat dan dengan wajah imutnya. Alin pergi dari istana sambil berlari.
Seketika Gion mematung terkejut melihat wajah Alin yang imut itu. Reyhan hanya bisa memandang Gion yang sedang mematung itu. Karena dia tidak mau menggangu Gion mengingat-ingat masa saat dia terakhir kali melihat wanita yang imut.
...****************...
*Rumah Lina
Alin bergegas berlari dari istana ke rumah Lina dengan cepat sehingga ia tidak sadar kalau ia sudah sangat jauh berlari dari istana. Alin sangat senang bisa ke rumah sahabat nya.
Saat ia telah berdiri di depan rumah Lina, Alin mengetuk pintunya dengan perlahan. Tak beberapa lama ibu Lina membukakan pintu untuknya.
"Eh Alin, apa kabar? Ayo masuk" sapa ibu Alin seraya mengajaknya masuk
"terima kasih tante" ucap Alin. Ia pun masuk ke dalam rumah Lina.
Saat Alin masuk, Lina sedang bermain dengan adiknya. Lina duduk di lantai bersama Renu sambil memegang mobil mainan di tangannya. Alin berlari ke arah Lina sambil berteriak.
"LINA.."teriak Alin. Alin kemudian memeluk Lina erat-erat.
"kamu apa kabar? aku sangat merindukanmu." ucap Lina seraya memeluk Alin balik.
"aku baik, aku juga merindukan mu" balas Alin.
Setelah beberapa saat berpelukan, merekapun melepaskan pelukan nya. Karena Ibu Lina akan bekerja, Renu pun ikut ibunya ke ladang.
"oh iya Alin, Bagaimana kamu bisa datang ke sini? Apa mereka mengizinkan mu ke sini?"
"iya, Gion dan Reyhan yang membantu ku membujuk Lukas" sahut Alin
"pangeran Lukas?" tanya Lina bingung.
"iya, jadi Lukas itu mengambil misi Regental untuk menjagaku atas perintah Master ketua Deon Li. Maaf aku lupa mengatakan nya pada mu" Jelas Alin.
"Ohhh jadi pangeran Lukas mengambil misi Regental khusus" gumam Lina.
"Regental khusus?" tanya Alin.
"iya, misi Regental ada 3 macam. Regental mision, Regental khusus dan Regental Luar." jawab Lina.
"misi Regental khusus itu menjaga seseorang dari bahaya atau ancaman, kalau misi Regental Luar itu adalah misi yang di lakukan di luar dunia sihir putih. Seperti misi Regental yang diambil pangeran Gion itu adalah misi Regental luar." Jelas Lina panjang lebar.
"ooh, tapi aku tidak pernah membacanya di buku panduan dasar dunia sihir" ucap Alin.
"mungkin itu karena buku panduan nya hanya 1 tingkat. Bagaimana kalau kita ke perpustakaan pusat" Jelasnya seraya mengajak Alin.
"Baiklah, tapi kita naik apa ke sana?" tanya Alin lagi.
"Ya naik sepeda lah" Jawab Lina.
Mereka pun bersiap-siap ke perpustakaan pusat, mereka membawa barang-barang yang harus di bawa. Setelah mereka bersiap-siap mereka menaiki sepeda melewati academy, danau bulan, pasar, dan jalanan yan sangat padat penduduk.
Dunia sihir putih sangatlah indah karena tidak ada polusi dan tidak ada teknologi dan hanya ada sihir, sihir yang menakjubkan. Alin sangat menikmati hari-hari nya di dunia sihir, ia merasa bahagia karena terbebas dari dunia yang kejam itu.