Tisha Silvalia gadis panti asuhan yang dibuang oleh orang tuanya.dan harus menerima kenyataan bahwa suami yang menemaninya selama tiga tahun ini mengucapkan kata cerai saat Tisha mengandung Buah hati pertama mereka,kehadiran orang ketiga memicu pertengkaran mereka dan dengan mudah Ardan suami Tisha mengucapkan talak.Hati Tisha hancur namun memilih menerima keputusan suaminya.selama pernikahan suami nya tidak pernah memperdulikan kebahagia Tisha.Ardan memilih tinggal menetap diluar negeri hanya sekali-kali pulang ke Indonesia saat ingin mengecek beberapa cabang bisnisnya.Dan kesalahan terbesar menurut Ardan adalah menerima Tisha sebagai istrinya yang tak dicintainya karena perjodohan yang direncanakan Orang tua Ardan dengan ancaman kalau menolak semua aset kekayaan akan papanya ambil alih.tentu Ardan tidak mau kehilangan semua itu ia tidak bisa hidup tanpa harta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Princes Annie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24
"Sha,,,kok diluar????"tanya Cintya pada Tisha yang sedang berdiri diluar pintu.
"Emmmmm,itu ma,Mas Ardan sedang ganti baju"ucap Tisha pelan.
"lha,,kenapa harus keluar segala"Tanya Cintya heran
"Mas Ardan malu ma"Tisha berbohong.
"Ya sudah coba kamu ketuk,sudah selesai belum,sebentar lagi kita dijemput papa jadi bersiaplah untuk pulang".
"Tok,,tok,,tok,, "Mas Ardan sudah selesai pakai bajunya belum????"
"Sudah masuk aja"
Tisha membuka pintunya perlahan dan melihat suaminya sudah rapi dan terlihat keren juga tampan.baru kali ini Tisha mulai berani menatap suaminya dengan tanpa rasa takut dihatinya.
"Wah anak mama sangat tampan"Puji Cintya melihat penampilan Ardan yang sudah tampak sehat dan segar.
Ardan hanya tersenyum mendengar ucapan dari mamanya dia lebih fokus melihat kearah Tisha yang terpesona padanya.dan Ardan tersenyum kaku pada Tisha.
"Apa aku mencintai istriku,kenapa melihatnya aku hanya biasa saja walau dia termasuk tipe wanita yang cantik"pikir Ardan didalam hatinya dari cerita Cintya yang didengar nya kemaren Ardan sangat mencintai istrinya.
"Apa aku juga melupakan perasaan cinta"Ardan terus bertanya-tanya dihatinya
Papa raksa sudah tiba dirumah sakit dan mereka semua bersiap untuk pulang.
didalam mobil Ardan dan Tisha hanya memilih diam hanya Cintya yang selalu mengeluarkan kata-kata.
"Ngomong sama kalian itu seperti ngomong sama tembok"Keluh Mama Cintya
"Papa lagi fokus nyetir ma"elak Raksa
"Iya mama tau,tapi dua orang dibelakang ini sudah seperti patung,lihat duduk nya berjauhan sekali"Keluh Cintya melihat Ardan dan Tisha menjaga jarak dan terlihat canggung.
Tisha hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Mama mertuanya,walau menurutnya benar juga karena jaraknya dengan Ardan saat ini lumayan jauh Tisha disamping kanan jendela dan Ardan disamping kiri jendela mobil.
Ardan terlihat cuek,yang ada dipikirannya sekarang adalah ingin pulang dan tidur.
Setelah hanya saling diam,Akhiranya mereka sampai Dirumah."Sha,,,Ayo masuk sama mama"Cintya menggandeng Tangan Tisha.
"Anaknya mama itu Aku atau Tisha sih"gumam Ardan tanpa sadar Papa nya masih disampingnya.
"Kamu cemburu"Sekak Raksa
"Eh,,,papa masih disini"Ardan salah tingkah
"Istrimu itu orang yang baik,mangkanya Mamamu sangat menyayanginya,mungkin kamu tak mengingatnya tapi cobalah bersikap baik dan berikan perhatian padanya,saat ini Tisha sedang mengandung anakmu".Ucap Raksa bijak.
"Iya pa,,"Ardan setuju aja walau dihatinya terbeslit keraguan.
"Oke papa senang mendengar itu,ayo sudah Siang sebaiknya langsung masuk aja".
Ardan terus melihat keseluruh ruangan tak ada yang bisa dia ingat tentang rumah ini.
"Ardan,,,,,"Cintya memanggil anaknya
"Iya ma,,"
"Sebaiknya istirahatlah dulu,mbok Salma udah menyiapkan kamar untukmu,Naik aja tangga itu pas pintu pertama".tanpa menunggu lagi Ardan menaiki pintu tangga ingin mencari kamar nya untuk beristirahat.
Ceklekkk,,,Ardan membuka pintu kamar tampak sepi lalu kembali menguncinya.Ardan mengira dia hanya sendiri dikamarnya langsung membuka baju dan celana panjangnya.hanha tertinggal Celana dalam nya saja dia ingin langsung menuju kamar mandi sekedar membasuh mukanya.
Saat Ardan ingin meraih pintu kamar mandi bersamaan juga Tisha membukanya.
Tisha yang hanya memakai handuk karena dia pikir ini hanya kamar untuknya.Tisha sempat meminta pada Mamanya untuk sementara pisah kamar.dan Cintya tidak menolak malah menyetujuinya.
"Aaaaaaa,,,,,,,"Teriak Tisha melihat Ardan yang muncul tiba-tiba didepannya