Seorang dokter muda yang sangat di segani banyak orang karena kepintaran dan keahliannya dalam menangani pasien.
Suatu hari ia dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara konferensi pers namun ada yang menyabotase mobil pribadi nya.
Bagaimanakah nasib dokter muda tersebut?
Akankah dia selamat atau..
Yuk temukan jawabannya di dalam cerita ini..!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xvynglta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Upacara
Beberapa hari setelah kebenaran mengenai ibu Fang Yin terungkap, Kaisar Lin akhirnya mengambil keputusan.
Ia akan mengadakan upacara pengangkatan Fang Yin sebagai Putri Kekaisaran Lin.
Namun karena keputusan itu menyangkut garis keturunan kerajaan, Kaisar Lin tidak ingin melakukannya secara diam-diam.
Ia mengirim undangan kepada para kaisar dari berbagai kekaisaran, para menteri, serta keluarga bangsawan.
Ketika surat undangan tiba di kediaman Jenderal Xu, Selir Chun sedang menikmati teh di paviliunnya.Pelayan menyerahkan surat tersebut ketika Selir Chun membacanya wajahnya langsung berubah.
“Fang Yin akan diangkat menjadi Putri Kekaisaran Lin?” Tangannya mengepal.
Xu Mei yang berada di sampingnya juga terkejut
“APA PUTRI?"
Selir Chun tertawa kecil, tetapi terdengar penuh iri
“Dulu dia hanya gadis yang tidak dianggap dalam keluarga ini.”
Sekarang justru menjadi putri sebuah kekaisaran?” ia meremas surat itu
"Kenapa nasib si sampah itu sangat beruntung? apa kaisar buta menjadikannya sebagai putri." ucap Xu Mei marah
“Dan kita harus datang kesana!.” ucap Selir Chun menatap putrinya.
Namun dalam hati Selir Chun hanya ada satu pikiran.
Bagaimana bisa Fang Yin mendapatkan semuanya?
Istana Kekaisaran Lin dihiasi ribuan lentera.Para pejabat berdiri memenuhi aula.Satu demi satu rombongan kekaisaran tiba, Kaisar dari berbagai wilayah datang bersama pengawal mereka.
Bahkan Jenderal Xu akhirnya tiba,namun saat melihat Fang Yin berdiri di samping Kaisar Lin Bao dan Permaisuri Lin Xia, tatapannya berubah ia tidak pernah menyangka putrinya yang dulu begitu jauh dari kehidupan keluarga Xu kini berdiri di tempat setinggi itu
Di belakangnya, Selir Chun tampak memaksakan senyum. Xu Mei bahkan tidak bisa menyembunyikan rasa iri di matanya.
“Dia benar-benar mendapatkan semuanya ” gumam Xu Mei
Tiba-tiba suasana aula berubah, para penjaga memberi hormat
“Kaisar Pei Yue dari Kekaisaran Pei telah tiba!”
Pei Yue masuk dengan jubah hitam-perak auranya begitu dingin dan menekan
Para gadis bangsawan langsung berbisik-bisik akan ketampanannya
Namun Kaisar Pei tak mempedulikan mereka yang ia cari hanya satu dan gadis itu malah tak menghiraukan kehadirannya ia sibuk dengan makanannya sendiri.
"Astaga gadis itu bisa-bisanya dia sibuk makan, tapi wajahnya sangat imut jika sedang begitu." ucap Kaisar tersenyum
"Astaga lihat Kaisar Pei tersenyum padaku." ucap Bangsawan 1
"Tidak, lihatlah dia tersenyum ke arahku." ucap Bangsawan 2
Kaisar Lin berdiri seisi aula langsung hening
“Para Kaisar, para menteri, dan seluruh tamu yang hadir hari ini bukan hanya pengangkatan seorang putri, keluarga Kekaisaran Lin menyambut kembali keturunan yang telah terpisah selama bertahun-tahun.” Ia menatap Fang Yin
Permaisuri Lin Xia menggenggam tangan Fang Yin.
“Ibu Fang Yin, Lin Yuexin(Xu Anqi) adalah adik kandungku.”
Seluruh aula gempar mendengar fakta itu
“Jadi benar-benar darah kerajaan?”
Kaisar Lin melanjutkan,
“Dengan demikian, mulai hari ini Fang Yin resmi menjadi Putri Kekaisaran Lin.”Ia mengangkat segel kerajaan
Suara lonceng istana terdengar, Fang Yin menundukkan kepala.
“Terima kasih, Ayahanda Kaisar.”
Kata itu membuat Kaisar Lin terdiam sesaat, kemudian senyum lebar muncul di wajahnya.
“Katakan sekali lagi."
“Apa?” ucap Fang Yin bingung
“Panggil aku Ayahanda."
Fang Yin tertawa kecil
“Ayahanda.”
Kaisar Lin tampak sangat puas, para menteri yang tadinya meragukan keputusan tersebut akhirnya memberi hormat.
“Salam untuk Putri Fang Yin.”
Di antara para tamu, Jenderal Xu hanya bisa diam.Ia memang ayah kandung Fang Yin, namun selama bertahun-tahun, hubungan mereka jauh dari kata dekat.
Selir Chun menatap Fang Yin dengan iri
“Dulu dia bahkan tidak mendapatkan perhatian di rumah”
Xu Mei mengepalkan tangannya.
“Sekarang semua orang memujinya.”
Namun mereka bukan satu-satunya yang merasa tidak senang.Di sisi lain aula berdiri seorang gadis bangsawan
Putri Perdana Menteri Wei, namanya Wei Ruyan ia terkenal cantik, cerdas, dan memiliki posisi tinggi di kalangan bangsawan.Namun sejak kedatangan Pei Yue, perhatiannya selalu tertuju kepada sang Kaisar.
Ia pernah berharap suatu hari bisa menjadi seseorang yang berada di sisinya.
Sayangnya Pei Yue bahkan hampir tidak pernah memperhatikan wanita lain.
Namun sekarang? Ia justru terlihat tersenyum kepada Fang Yin.
Wei Ruyan menggenggam kipasnya erat.
“Bagaimana bisa, dia bahkan baru muncul di hadapan Yang Mulia beberapa waktu lalu.”
Rasa iri perlahan berubah menjadi kebencian
Setelah Kaisar Lin resmi mengumumkan Fang Yin sebagai Putri Kekaisaran Lin, suasana aula masih dipenuhi ucapan selamat.Para pejabat satu demi satu memberikan hormat.
Namun tiba-tiba seorang pelayan datang dan membungkuk kepada Kaisar Lin.
“Yang Mulia, tamu yang diundang oleh Putri Fang Yin telah tiba.”
Kaisar Lin mengangguk.
“Persilakan masuk.”
Pintu aula terbuka dua sosok berjalan masuk,seorang pemuda sederhana dengan pakaian rapi, diikuti seorang wanita paruh baya yang terlihat sedikit gugup berada di tengah istana.
Fang Yin yang melihat mereka langsung tersenyum lebar.
“Gege!"
Tao Hu segera membungkuk.
“Salam kepada Yang Mulia Kaisar, Permaisuri, dan Putri Fang Yin”
Ia menatap Fang Yin senyumnya langsung muncul.
“Selamat, Yin'er.”
Fang Yin berjalan menghampirinya.
“Kenapa kalian membungkuk seperti itu? Aku kan masih Fang Yin yang sama.”
“Masalahnya sekarang kau sudah menjadi Putri Kekaisaran.”
“Terus?”Fang Yin mengangkat alis
Tao Hu berpikir sebentar
“Berarti kalau aku memanggilmu Yin'er sekarang, apakah aku harus berlutut dulu?”
Fang Yin langsung tertawa.
“Tidak perlu!”
Nuan yang berdiri di belakang mereka ikut tertawa
Ibu Tao Hu kemudian maju, matanya terlihat berkaca-kaca ketika memandang Fang Yin.
“Ibu”Fang Yin segera menggenggam tangannya.
“Selamat, Nak.”Wanita itu tersenyum.
“Terima kasih.”
“Aku masih ingat ketika pertama kali kau datang ke rumah kami Yin'er. Kau membantu Tao Hu berlatih, lalu setelah latihan kau malah pergi ke dapur dan memasak untuk kami.”
Kaisar Lin memandang Tao Hu dan ibunya
“Kalian adalah keluarga yang tinggal bersama Fang Yin di Desa Linhua?”
Tao Hu segera membungkuk
“Benar, Yang Mulia.”
Kaisar Lin mengangguk
“Fang Yin banyak bercerita tentang kalian.”
Fang Yin sedikit terkejut.
“Aku pernah cerita?”
Kaisar Lin tersenyum.
“Cukup banyak.”
Tao Hu menatap Fang Yin dengan bangga.
“Berarti Yang Mulia tahu kalau Putri Fang Yin dulu sering membantu kami?”
Kaisar Lin kemudian berkata
"Ya dan aku juga tahu bahwa kalian termasuk orang-orang yang berada di sisinya sebelum ia menjadi putri Kekaisaran.”
Ibu Tao Hu menggeleng
“Fang Yin justru yang selalu membantu kami.”
Permaisuri Lin Xia tersenyum hangat
“Itulah yang membuat kami semakin menyayanginya.”
Pangeran Lin Hua berjalan mendekati Tao Hu
“Kau Tao Hu?”
“Benar, Yang Mulia.” ucap Tao Hu
Pangeran Lin Hua tersenyum
“Aku sudah sering mendengar namamu dari Fang Yin.”
“Benarkah?"Tao Hu langsung melirik Fang Yin
“Memangnya kenapa?”Fang Yin mengangguk.
Tao Hu tersenyum jahil
“Berarti aku cukup terkenal.”
Lin Hua tertawa.
“Sepertinya begitu.”
Kemudian Pangeran Lin Hua melirik Fang Yin
“Adikku memang punya banyak orang yang menyayanginya.”
Fang Yin terdiam sesaat ia masih merasa aneh mendengar Lin Hua memanggilnya seperti itu,namun senyum kecil muncul di wajahnya.
“Terima kasih, gege."
Pangeran Lin Hua tersenyum, kali ini benar-benar seperti seorang kakak yang bangga terhadap adiknya.
Dari sisi aula, Pei Yue memperhatikan percakapan itu,ia kemudian berjalan mendekat
Tao Hu langsung terdiam, ia menatap Kaisar Pei dari atas sampai bawah
Pei Yue menatap Tao Hu.
“Kau Tao Hu?” ucap Pei Yue sembari menatap Tao Hu
“Benar Yang Mulia."
"Akhirnya setidaknya aku tahu siapa orang yang dulu membantu menjaganya.”
Tao Hu terdiam beberapa detik, kemudian ia tersenyum
“Kalau begitu saya titip Putri Fang Yin kepada Yang Mulia Kaisar Pei."
Fang Yin langsung membeku dan tanpa disadari wajahnya merah seperti kepiting rebus
“GEGE!!"
Pei Yue justru menjawab dengan tenang
“Tenang tanpa kau minta aku pasti akan menjaganya.”
"Kenapa kalian malah membicarakanku seperti aku tidak ada di sini?!” ucap Fang Yin
Nuan sudah tertawa sampai memegangi perut
Ibu Tao Hu kemudian mengeluarkan sebuah bungkusan kecil.
“Nak kami tidak punya hadiah mewah seperti para bangsawan di sini.”
Fang Yin menerima bungkusan itu
“Tidak perlu memberikan apa pun,ibu.”
“Tidak apa, buka saja." ucap Ibu Tao Hu
Fang Yin membukanya, di dalamnya terdapat sepasang sulaman tangan sederhana berbentuk bunga plum.
“Ibu membuat ini sendiri?”
"Walaupun ini tidak sebanding dengan harta kerajaan, tapi aku ingin kau memiliki sesuatu dari rumah Yin'er.”
Fang Yin terdiam, ia menggenggam sulaman itu erat.Baginya, hadiah tersebut justru terasa jauh lebih berharga daripada emas atau batu spiritual.
“Terima kasih ibu, aku pasti menyimpannya dengan baik.”Ia kemudian memeluk ibu Tao Hu
Tao Hu tersenyum.
“Kalau begitu, jangan lupa pulang ke Desa Linhua sesekali, dan Baifu Cāntīng kini semakin hari semakin ramai bahkan kami sampai kewalahan." ucap Tao Hu
"Benarkah gege? besok aku pasti akan datang kesana setelah uruskan ku selesai." ucap Fang Yin
Di sudut aula, Selir Chun memperhatikan semuanya dengan wajah semakin tidak senang.Bahkan keluarga rakyat biasa pun mendapat tempat di sisinya
Xu Mei juga mengepalkan tangan, sementara Wei Ruyan menatap Pei Yue yang masih sesekali melihat ke arah Fang Yin. Rasa iri mereka kepada Fang Yin semakin kuat.
Para bangsawan kini kembali ke tempat duduk masing-masing karena acara selanjutnya akan segera di mulai.
Kini para pelayan mulai menyajikan hidangan dan teh,alunan musik tradisional terdengar dari sisi aula.
Kaisar Lin mengangkat cangkirnya
“Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Kekaisaran Lin. Karena itu, malam ini kita adakan jamuan kerajaan.”
Para menteri dan tamu segera memberi hormat.
“Terima kasih, Yang Mulia.”
Permaisuri Lin Xia kemudian tersenyum
Dan seperti tradisi setiap jamuan besar kerajaan, para putri dan putra bangsawan dipersilakan menampilkan bakat mereka.”
Fang Yin yang sedang meminum teh langsung berhenti, ia berbisik kepada Nuan
“Bakat?”
Nuan mengangguk
“Sepertinya begitu nona.”
Fang Yin menghela napas
“Kenapa aku merasa akan ada masalah?”
Nuan menahan tawa.
“Karena biasanya kalau ada acara seperti ini, Nonaku pasti ikut terseret.”
Fang Yin menatapnya
“Jangan mendoakanku.”
Putri pertama maju, ia menampilkan tarian dengan kipas sutra yang sangat indah.
Para menteri bertepuk tangan.
Kemudian seorang putri lain memainkan guqin dengan melodi lembut.
“Indah sekali.”
“Putri keluarga Zhao memang terkenal pandai bermain musik.”
Setelah itu beberapa putri lain menunjukkan kaligrafi, melukis, bahkan seni bela diri.Suasana jamuan menjadi semakin meriah
Fang Yin menikmati pertunjukan sambil sesekali mencicipi makanan.Namun dari sisi lain aula Xu Mei terus memperhatikannya, tatapannya penuh rasa tidak suka.
Kenapa semua orang begitu memperhatikannya?
Dia baru saja kembali dan sudah menjadi putri Kekaisaran Lin.
Kemudian Xu Mei mendapatkan sebuah ide
“Yang Mulia.”
Kaisar Lin menoleh
“Ada apa, Nona Xu Mei?
“Izinkan hamba menampilkan satu pertunjukan.”Xu Mei tersenyum sopan
Xu Mei berjalan ke tengah aula, ia melakukan pertunjukan pedang yang cukup indah.Gerakannya cepat dan anggun.
Setelah selesai, para tamu bertepuk tangan, Xu Mei kemudian menoleh kepada Fang Yin
“Namun, hamba mendengar bahwa Putri Fang Yin juga memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa.”
Fang Yin langsung tahu
Nah kan datang juga
Bagaimana jika Putri Fang Yin juga menunjukkan sedikit kemampuan?” Xu Mei tersenyum miring
Aula langsung ramai,beberapa putri bangsawan mulai berbisik.
“Benar juga.”
“Aku juga ingin melihat kemampuan Putri Fang Yin.”
“Katanya kultivasinya sangat tinggi.”
Namun Nuan langsung tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres
“Tunggu nona."
Fang Yin hanya mengangkat tangannya
“Aku tahu.”
Xu Mei melanjutkan
“Tentu saja saya tidak bermaksud menantang Putri.”
Fang Yin mengangkat alis
Kalimat itu justru biasanya berarti sebaliknya
“Bagaimana jika kita melakukan permainan sederhana?"ucap Xu Mei
“Hmm permainan?” ucap Fang Yin
Seorang pelayan kemudian membawa sebuah kotak kayu, lalu Xu Mei membuka tutupnya.Di dalamnya terdapat beberapa bola giok
“Setiap bola memiliki energi spiritual berbeda. Kita hanya perlu memilih bola yang benar berdasarkan energi yang diberikan.”
Fang Yin menatap bola-bola tersebut, lalu ia tersenyum kecil.
“Baiklah aku tantangan dari nona Xu Mei."
Xu Mei hampir tersenyum puas, ia telah menyisipkan bola giok palsu yang akan mengeluarkan energi kacau ketika disentuh.
Jika Fang Yin memilihnya, Xu Mei bisa menuduhnya gagal di hadapan semua orang.
Namun Xu Mei tidak mengetahui satu hal,
Fang Yin memiliki indra spiritual yang jauh lebih tajam daripada yang ia bayangkan.
Fang Yin berjalan ke depan, ia memperhatikan semua bola kemudian menunjuk salah satu bola itu
“Aku memilih yang ini.” ucap Fang Yin
“Apa Putri yakin?”Xu Mei tersenyum.
"Aku sangat yakin." ucap Fang Yin mengambil bola tersebut
Dan ternyata tidak terjadi apa-apa Xu Mei pun terkejut
Bagaimana mungkin?
Fang Yin kemudian menatap bola yang lain.
“Namun bola itu bermasalah.”Ia menunjuk bola yang sebelumnya dipilih Xu Mei
“Apa?”Xu Mei membeku
“Bola itu telah dimanipulasi.”Fang Yin tersenyum
Aula langsung ramai
Xu Mei buru-buru berkata,
“Tidak mungkin!”
Fang Yin tidak membantah, ia hanya menyerahkan bola tersebut kepada salah seorang tabib
“Tabib silahkan periksa ini."
"Baik Putri." ucap tabib
Tabib tersebut menggunakan energi spiritual, beberapa detik kemudian wajahnya berubah.
"Yang Mulia, ada energi kacau di dalamnya.”
Seluruh aula terdiam, Fang Yin menatap Xu Mei
“Kalau aku memilih bola itu, energi spiritualku akan terganggu.”
Xu Mei langsung pucat
Kaisar Lin mengerutkan kening
“Nona Xu Mei.”
Xu Mei buru-buru berlutut
“Yang Mulia, hamba—”
Namun Fang Yin justru berkata,
“Tidak apa-apa mungkin dia hanya ingin membuat permainannya lebih menarik.”
Semua orang menatapnya
Nuan hampir tertawa
Nonaku benar-benar terlalu baik.
Tapi kemudian Fang Yin menambahkan,
“Lagipula, kalau aku kalah mungkin aku memang harus belajar lebih banyak.”
Xu Mei merasa sedikit lega, namun Fang Yin kemudian mengambil bola giok tersebut dan meletakkannya di depan Xu Mei.
“Tapi karena kau sudah menyiapkan permainan ini dengan begitu baik.”
“Sekarang giliranmu memilih.”Ia tersenyum.
"Ak—aku?" Xu Mei membeku
Fang Yin mengangguk.
“Bukankah permainan ini adil?”
Para tamu mulai tersenyum, dan tentu saja Xu Mei tidak bisa menolak, ia mengambil bola yang sebelumnya ia persiapkan.
Begitu menyentuhnya,
BOOM!
Energi kacau keluar, Xu Mei terkejut dan mundur.
Beberapa pelayan segera berlari, para tamu menahan tawa.
Seseorang bahkan berbisik,
“Bukankah dia sendiri yang menyiapkan bola itu?”
“Sepertinya dia terkena jebakannya sendiri.”
Wajah Xu Mei memerah karena malu, Fang Yin hanya berdiri santai.
“Xu Mei, kau baik-baik saja?”
Pertanyaan itu justru membuat Xu Mei semakin malu.
Sejak awal, Pei Yue hanya diam memperhatikan.
Namun saat ia melihat Xu Mei sengaja mencoba mempermalukan Fang Yin, tatapannya berubah dingin.Ia meletakkan cangkir tehnya.
KLANG
Suara kecil itu membuat aula langsung sunyi.
Pei Yue berdiri
“Cukup.”
Xu Mei langsung pucat
Kaisar Pei menatapnya dengan tatapan dingin yang membuat seluruh aula menahan napas.
“Nona Xu Mei.”
“Y-Ya, Yang Mulia?”
“Apakah kau menganggap Putri Kekaisaran Lin sebagai seseorang yang bisa kau jadikan permainan?”
“Hamba tidak bermaksud—”Xu Mei segera berlutut.
“Aku tidak peduli dengan alasanmu.”
Suara Pei Yue tetap tenang, namun justru ketenangan itu membuatnya terdengar lebih mengancam.
“Putri Fang Yin tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun.”
Fang Yin menoleh kepadanya
Kaisar somplak itu kalau sedang serius ternyata memang menakutkan
"Dan siapa pun yang mencoba mempermalukannya di hadapanku,harus memikirkan akibatnya terlebih dahulu." ucap Kaisar Pei
Setelah suasana sedikit tenang, Pei Yue kembali duduk.Fang Yin berjalan melewatinya
“Tidak perlu sampai semarah itu.”
“Aku tidak marah Yin'er."Tatapan Kaisar Pei Langsung melunak kala melihat Fang Yin
Fang Yin mengangkat alis
“Wajahmu tadi seperti ingin membekukan seluruh aula.”
“Memang wajahku seperti itu.”
Fang Yin tidak bisa menahan tawa
“Benar juga.”
"Apa yang kau tertawakan hm." ucap Kaisar Pei sambil mendekat
"A-aku tidak--" Entah kenapa Fang Yin tiba-tiba gugup
Kaisar sialan kenapa juga hatiku berdebar
“Yang penting kau tidak terluka.”ucap Kaisar Pei tersenyum.
Fang Yin terdiam, pipinya kembali memerah ia buru-buru memalingkan wajah.
“Aku bisa menjaga diriku sendiri.”
“Aku tahu.” ucap Kaisar Pei
“Lalu kenapa kau masih khawatir?”
“Karena mengetahui seseorang bisa menjaga dirinya sendiri tidak berarti aku tidak boleh peduli.”Pei Yue menjawab santai sambil mencolek hidung Fang Yin
Fang Yin langsung kehilangan kata-kata.Nuan yang mendengar dari belakang langsung menutup wajah.
“Ya ampun”
Fang Yin menoleh tajam.
“Nuan.”
“Iya nona.”
“Jangan tersenyum begitu.” ucap Fang Yin kesal
“Aku tidak tersenyum.”
“Wajahmu jelas tersenyum.”
Nuan akhirnya tertawa.
Sementara Pei Yue hanya duduk santai, seolah tidak mengatakan sesuatu yang baru saja membuat telinga Fang Yin memerah.
Dan di sisi lain aula Xu Mei menatap mereka dengan tangan mengepal.
Sedangkan Wei Ruyan, putri Perdana Menteri, juga melihat semuanya dengan tatapan yang semakin gelap.
Keduanya memiliki alasan berbeda untuk membenci Fang Yin.
Namun malam itu mereka menyadari satu hal yang sama Fang Yin bukan hanya telah mendapatkan kedudukan sebagai Putri Kekaisaran Lin.
Ia juga telah mendapatkan perhatian Kaisar Pei Yue.Dan bagi sebagian orang hal itu jauh lebih sulit diterima daripada gelar seorang putri.
...----------------...
Haii Readers👋
Jangan lupa like, follow, comment, dan vote yahh
dukung author terus supaya rajin update!! 😁
Happy Reading❤