NovelToon NovelToon
Jadi Budak Karena Hutang

Jadi Budak Karena Hutang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Paksa / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arish_girl

Fitri terpaksa bersedia ikut tuan Tama sebagai jaminan hutang kedua orang tuanya yang tak mampu mwmbayar 100 juta. Dia rela meski bandit tua itu membawanya ke kota asalkan kedua orang tuanya terbebas dari jeratan hutang, dan bahkan pak Hasan di berikan uang lebih dari nominal hutang yang di pinjam, jika mereka bersedia menyerahkan Fitri kepada sang tuan tanah, si bandit tua yang beristri tiga. apakah Fitri di bawa ke kota untuk di jadikan istri yang ke 4 atau justru ada motif lain yang di inginkan oleh tuan Tama? yuk kepoin...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arish_girl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadilah Ratuku!

Susan sudah selesai dengan tugasnya, gadis yang usianya terpaut lima tahun lebih tua dari Fitri itu, segera meninggalkan kamar tamu yang di tempati Fitri. "sudah, tuan. Fitri sudah minum obat, saya permisi!" katanya setelah melewati Majikannya di sudut sofa.

Juragan Wira mengangguk, dan membiarkan Susan pergi.

Setelah Susan telah pergi, Juragan Wira meletakkan korannya di atas meja, kemudian dia berjalan mendekati Fitri. Bagaimana keadaanmu, Fitri?" tanyanya dengan suara lembut penuh perhatian.

Alhamdulillah, baik tuan." Fitri tampak kebingungan, dia sedang mencari hijab yang biasa ia pakai di sekitar tempat tidur tempat ia berbaring. Namun ia tak menemukan hijab itu, Rambut panjang Fitri tergerai panjang tanpa di ikat. Fitri merasa tak nyaman di saat kondisinya tanpa hijab itu di lihat oleh juragan Wira.

"Tidak apa, kamu mencari kerudungmu, ya?" Juragan Wira menyadari Fitri yang sedang mencari sesuatu.

"iya tuan. Dimana hijab saya?" sahut Fitri pelan.

"tidak apa, seperti ini kau sudah terlihat cantik. Santailah!" kata juragan Wira sambil duduk di bibir ranjang tak jauh dari Fitri.

"saya sudah baikan tuan. Bolehkah saya kembali ke kamar saya?"

"santailah, Fitri. Kamu harus membiasakan diri saat ada saya. Jangan panik, saya tidak akan menyakiti kamu." Juragan Wira mencoba menenangkan kegelisahan Fitri. Ia menatap Fitri begitu dalam membuat Fitri jadi tertunduk.

"saya sudah sembuh, tuan. Biarkan saya kembali ke kamar saya." ucap Fitri.

"kenapa? apa kamar ini kurang nyaman? katakanlah! kau boleh bicara. Kau boleh meminta seperti apa kamar yang kamu inginkan." kata juragan Wira. Tatapan matanya membuat Fitri merasa tak nyaman.

"tidak, tuan. Bukan seperti itu, saya... saya.. hanya...!"

"ssttt..! jangan takut, Fit. Jangan takut. Sudah aku katakan, biasakan dirimu saat ada aku. Karena setelah ini, kita akan sering bertemu." juragan Wira menggenggam tangan Fitri dengan lembut, membuat Fitri gemetar ketakutan.

Fitri bisa merasakan aura tak nyaman atas kehadiran majikannya itu di kamar. Fitri gemetar, Sekujur tubuhnya jadi berkeringat, bahkan ruangan kamar yang dingin dengan aroma terapi yang harum, terasa memanas dengan aroma busuk sehingga membuat Fitri ingin muntah. Dengan gerakan cepat, Fitri menarik tangannya dari genggaman juragan Wira. Jantungnya terasa seakan berhenti, ketakutan menyelimuti sekujur tubuhnya.

"Kenapa, Fitri? kau jangan takut padaku. Aku bukan orang jahat seperti apa yang selama ini ada dalam pikiranmu." Juragan Wira tersenyum penuh arti, tatapan matanya seakan menyimpan hasrat yang berbeda.

bulu kuduk Fitri jadi menegang, ia tau, meski pria yang saat ini berada di sampingnya ini adalah seorang kakek tua yang seharusnya ia hormati, namun, Fitri bisa merasakan bahwa yang berada di sampingnya saat ini adalah seorang predator yang siap memangsa dirinya yang notabene hanyalah anak kecil. Bahkan kehadiran juragan Wira jauh lebih menakutkan di banding saat ia sedang berhadapan dengan Tio.

Gegas Fitri membuang selimutnya dan hendak turun dari ranjang itu, dia akan pergi dari kamar itu dan akan kembali ke kamarnya sendiri.

"tunggu, Fitri! kau mau kemana? kau mau lari dari ku?" senyum sinis terukir di balik kerutan wajah juragan Wira, membuat Fitri semakin ketakutan.

Fitri terpaku, masih di atas ranjang, ia urung untuk meninggalkan ranjang.

"Fitri, aku membawamu ke rumahku karena untuk melunasi hutang hutang bapak mu padaku. Dan bahkan aku juga sudah memberikan uang lebih sebagai ganti kau ikut bersama ku. Jadi, aku tekankan. Kau adalah milikku. Hidupmu adalah milikku. Semua hal yang ada padamu adalah milikku, bahkan kau sendiri tak memiliki hak untuk mengambil keputusan atas hidupmu. Karena aku sudah membelimu. Apa kau sudah lupa akan semua itu?"

"tidak, tuan. Saya tidak lupa, saya masih ingat. Dan saya berada di sini untuk melunasi hutang hutang bapak, saya rela tak di gaji." sahut Fitri dengan suara berat, menahan rasa ketakutan dalam dirinya.

"kalau soal gaji pembantu, bahkan saya bisa menggaji 100 orang pembantu sekaligus tanpa harus membawa kamu ke rumah ini. Tapi kamu memanglah berbeda. Aku tidak akan meminta kamu datang ke rumah ini sebagai pembantu, melainkan sebagai ratuku. Mungkin aku terlambat memberitahu, karena aku belakangan ini terlalu sibuk. Tapi, kamu jangan khawatir, kejadian saat kamu terkurung dan hampir di lecehkan oleh Tio, semua telah membuka mataku. Bahwa kau memang membutuhkan perhatian lebih dariku." Juragan Wira berkata manis, semanis mungkin agar Fitri jadi terkesima dan melunak hatinya. "jika kau bersedia menjadi istriku, maka akan kupastikan hidupmu akan bergelimang harta, kau bebas mau minta apa dariku. mobil, rumah, apartemen atau bahkan kau ingin membangunkan istana di kampung buat kedua orang tuamu, semua akan aku turuti. Sawah dan ladang, atau apapun yang kamu inginkan akan aku berikan. Aku ini orang kaya, hartaku banyak, tidak akan habis hanya karena menuruti semua keinginanmu." kata juragan Wira, membanggakan diri atas apa yang ia miliki di depan Fitri. "Apalagi jika kamu bisa memberikan keturunan kepadaku, maka kupastikan seluruh harta yang ku punya akan kuberikan kepadamu."

"tidak, juragan. Saya tidak mau. Saya akan melunasi hutang bapak dengan cara lain. Bukan dengan cara menjadi istri tuan." Fitri merasa jijik saat berkata demikian. Menjadi istri juragan Wira memang lah dambaan semua orang. Tapi, tidak dengan Fitri. Harta kekayaan yang di janjikan setelah menjadi ratu juragan Wira, bukanlah sebuah mimpi bagi Fitri, tapi justru itu merupakan malapetaka yang siap merenggut kebahagiaan Fitri seumur hidupnya. "dasar kakek tua mesum, di otaknya hanya ada menikah dan menikah. Sudah bau tanah pun masih saja kepikiran perempuan. Dasar.. tua bangka!" gerutu Fitri dalam hatinya.

"Fitri, kamu tau? aku tidak suka di tolak apalagi di bantah. Kau mau atau tidak, kau akan tetap menjadi ratuku. Memangnya siapa yang akan menghalangi keinginan ku untuk menikahimu? kita lihat saja nanti. Apa kau masih memiliki kuasa untuk menolak? ingat, Fitri. Nasib dan keselamatan kedua orang tuamu ada di tanganku. Silakan kau menolak, atau kau mau bapak dan ibumu ku seret ke penjara, dan mereka akan membusuk selamanya di dalam tahanan. Jadi, apa susahnya menikmati hidup bersama dengan ku? Kau akan ku manjakan dengan uangku, dan kedua orang tuamu akan mendapatkan nama dan kehormatan di kampungmu. Mereka juga akan ku berikan uang setiap bulannya. Masih kurang apalagi coba?"

Fitri terdiam, ia tau. Jika sudah menyangkut tentang kedua orang tuanya, maka Fitri tak akan punya pilihan. Tapi, apa ia bisa melewati semua ini? haruskah Fitri menerimanya dengan begitu saja? menikah dengan bandit tua dan merelakan masa mudanya terenggut karena harus menikah dengan pria tua yang bahkan usianya di atas bapaknya sendiri di kampung.

**** bersambung***

1
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
bukan hamil tapi mual ngebayangin malam pertama ketemu yang kisut😂
mince
terlalu pusing terus muntah
Galih Galvin
bagus Thor ceritanya tp masa iya harus nikah sama pak tua gak seru Thor
Akhmad Soimun: malah jadinya seru Kak,bikin penasaran bgt.. ini tuh si Fitri dibuat nggak bisa menjelaskan ke siapapun..jdi kita yg baca makin penasaran kira² kejadian apa yg bikin Fitri nggak jd istri Kakek Wira😃❤️❤️
Arish_girl: di simak aja kaka, pasti nanti akan seru
total 2 replies
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
kenapa gak jujur aja Fitri biar tuh aki2 ga jadi nikahin kamu
mince
semoga fitri gak jadi menikah sama juragan wira
Arish_girl: iya kaka
total 1 replies
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
astaga tuh kakek tua kapan ngacanya ya. cari istri ko ABG🙄
Yani Aulia
lanjut...mkin seru
Galih Galvin
dari pada Fitri nikah sama pak tua mending Fitri nikah sama cucunya yang lumpuh itu Thor
Akhmad Soimun
Fitri itu bwt cucu Anda Kakek, Anda gak pantas di bilang baik karna matanya terlalu jelalatan
mince: fitri jangan sampai menikah dg juragan tama mendingan sama devan aja yg seumuran biarpun lumpuh kan masih bisa srmbuh
total 1 replies
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
bagus ceritanya
Yani Aulia
ayooo lnjutt,seru. semangat
Ibrahim Efendi
sejauh ini, saya suka ceritanya. gak bertele-tele dan gak mendramatisir yang gak perlu. alur cerita mengalir normal. pemilihan kata/bahasa juga cukup baik.
mince
lanjut kak ceritanya bagus
Arish_girl
bagaimana karya ini menurut pendapat anda? silakan tinggalkan jejak di kolom komentar dan bagikan ulasan anda agar author tambah semangat dalam berkarya. Jangan lupa rekomendasikan karya ini pada orang lain
mince: karyanya bagus kak
total 1 replies
Yani Aulia
semangat kk
Yani Aulia
ya
Yani Aulia
lanjutkan
Yani Aulia
ayoo
Yani Aulia
kasihan
Yani Aulia
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!